Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Kamis 21 Mei 2026, 17:17 WIB
Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)

Dalam puisi Sunda klasik seperti dalam pupuh, ada istilah padalisan, yang bermakna bait. Dari setiap baitnya itu harus sesuai dengan ketentuan jumlah baris, yang dalam setiap barisnya harus memenuhi syarat jumlah suku kata dan vokal atau bunyi suku kata terakhir. Padalisan, merupakan gabungan dari kata pada dan lisan. Pada bermakna alam atau dunia, dan lisan merupakan bentuk tuturan kata dan kalimat tentang kehidupan dengan cara berbicara. Padalisan bermakna dunia atau alam lisan. Ini merupakan upaya penutur bahasa untuk lebih mewujudkan, atau mengikat dunia lisan yang tidak terbatas, menjadi tuturan yang disesuaikan dengan ketentuan guru lagu dan guru wilangan. Seperti halnya tentang semesta yang tidak terbatas, agar mewujud pada saat berbicara, agar menjadi mudah disampaikan, maka semesta yang tak terbatas itu diwujudkan dalam garis berbentuk lingkaran, menjadi nol.

Kata pada terdapat dalam kata mayapada. Maya dan pada, yang bermakna dunia semu, tidak kekal, dunia yang fana. Kata pada bermakna dunia, daerah, atau alam, juga banyak digunakan dalam toponim di Jawa Barat, seperti: Cintapada di Desa Sagara, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Cinta adalah perhatian penuh, kecemasan, perawatan, khawatir, atau mengkhawatirkan. Mengapa daerah itu begitu mengkhawatirkan, mengapa daerah itu memerlukan perawatan? Apakah di daerah itu pernah terjadi bencana alam seperti gempa bumi atau longsor yang besar dengan kerusakan yang parah, yang sangat mengkhawatirkan, sehingga memerlukan perhatian penuh?

Di tempat lain ada toponim Desa Padabeunghar di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, dan Desa Padabeunghar di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Padabeunghar bermakna daerah yang subur, alam yang kaya, sehingga menghasilkan penen yang berlimpah. Penduduk yang tinggal di sana menjadi sugih.

Toponim Kecamatan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat bermakna daerah yang terlarang, bisa juga sebagai tempat yang suci.  

Toponim Padaasih terdapat di Kabupaten Bandung Barat, di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang. Padaasih bermakna daerah yang subur, hasil panen yang baik, dan yang utama, penduduknya penuh damai dan penuh cinta kasih.

Di Kabupaten Sumedang, ada toponim Desa Padasari di Kecamatan Cimalaka. Padasari bermakna daerah yang nyari, pantas, indah, penuh pesona.

Ada banyak toponim Padasuka, seperti Kelurahan Padasuka di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kelurahan Padasuka di Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Desa Padasuka di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Ada juga toponim Kelurahan Sukapada di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, dan Desa Sukapada di Kabupaten Tasikmalaya. Toponim Padasuka dan Sukapada bermakna daerah yang menyenangkan, karena alamnya yang indah, subur, dan penduduknya penuh kedamaian.

Toponim Desa Padakembang dan Kecamatan Padakembang di Kabupaten Tasikmalaya, dan di Kecamatan Padaherang di Kabupaten Pangandaran, bermakna daerah yang indah dengan bunga-bunga yang bermekaran. 

Desa Padaherang di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, merupakan daerah dengan alamnya indah, berlimpah air yang jernih berkilau. Mataair yang tiada henti mengalir jernih, sehingga kebutuhan air penduduknya tercukupi, alam yang dikelola dengan seimbang menghasilkan panen yang memenuhi kebutuhan hidup. 

Di Kabupaten Bandung Barat terdapat dua toponim Cipada, yaitu Desa Cipada di Cikalong Wetan, dan Desa Cipada di Kecamatan Cisarua. Kalau toponimnya hanya Cipada, kata pada bermakna daerah, alam. Rasanya toponim ini tidak lengkap. Karena masih dapat dipertanyakan daerah yang bagaimana? Tapi, karena begitu adanya, apakah sejak penamaannya sudah Cipada, atau ada kata di depan pada atau di belakangnya yang hilang.

Toponim Kampung Cipadaulun di Desa Wangisagara, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, berasal dari kata pada dan ulun. Ulun berarti hamba atau saya. Toponim Cipadaulun bermakna bahwa daerah itu dihadiahkan oleh seseorang atau penguasa saat itu untuk para hamba? Ataukah daerah itu milik saya? Saya sebagai tuan tanah pemilik kawasan itu siapa? Apakah ada dalam cerita lisan yang beredar di masyarakat?

Sedangkan toponim Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. Kampung ini berada di barat daya Gunung Burangrang, yang di utaranya ada Situ dano, dan lebih ke utara ada Sendang Geulis. Toponim ini berasal dari kata pada dan kati. Kati bermakna lebih berat dari biasanya. Pertanyaannya pernah terjadi bencana alam apa yang menyebabkan daerah itu menjadi daerah yang dirasakan lebih berat dari biasanya? Apakah pernah terjadi longsor yang besar, sehingga tanah dan bebatuannya menimbun perkampungan, atau gerakan tanah itu telah mendesak, merobohkan, menghanyutkan perkampungan jauh ke lembah. (*)

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 08:00

Panduan Wisata ke Kampung Turis Karawang, Oase Pedesaan di Balik Kota Industri

Kampung Turis Karawang menawarkan wisata alam, sawah terasering, waterpark, kuliner Sunda, hingga villa dan camping di kawasan Tegalwaru.

Kampung Turis Karawang.
Ayo Biz 20 Mei 2026, 20:38

Suara QRIS di Gang Sempit yang Menemani Dimsum Inmons Raup Omzet Rp350 Juta

Dimsum Inmons dari UMKM rumahan menjadi brand dengan omzet tidak kurang dari Rp 350 juta per bulan.

Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 20 Mei 2026, 19:54

Perjalanan Dimsum Inmons dari Gang Sempit Cicadas ke Pasar Nasional

Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil, membuktikan bahwa konsistensi dan inovasi bisa mengantarkan produk lokal ke pasar yang jauh lebih luas.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 20 Mei 2026, 17:59

Cerita Iwong, Bobotoh yang Hidupkan Legenda Persib Lewat Patung Resin

Kisah Iwong, bobotoh asal Bandung yang membuat patung Bojan Hodak, Jajang Nurjaman, hingga Umuh Muhtar.

Iwong, Bobotoh Persib yang membuat patung Bojan Hodak, Jajang Nurjaman, Indra Tohir dan Umuh Muhtar. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 17:34

Bertahan di Dunia Praktisi yang Membedakan Mahasiswa Berdasarkan Alamamater

Almamater bukan salah satu tolak ukur bagi kualitas seorang mahasiswa.

Almamater bukan salah satu tolak ukur bagi kualitas seorang mahasiswa. Sehingga memberikan kesempatan yang sama dalam hal belajar adalah hak yang harus diberikan secara penuh tanpa membeda-bedakan. (Sumber: Sumber Gambar: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 15:21

Profil Dr. Dewi Turgarini: Pionir Wisata Gastronomi dan Pelestari Warisan Budaya Indonesia

Dalam diskursus pariwisata kontemporer di Indonesia, Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., berdiri sebagai figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional.

Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional. (Sumber: UPI)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)