Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Publik berharap agar aktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung tidak hanya melayani penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan internasional setidaknya bisa melayani konektivitas antar bandara di ASEAN.

Karena konektivitas dengan negara tetangga tersebut membawa dampak ekonomi yang hebat untuk warga Bandung Raya. Sebagai contoh, penerbangan langsung dari Malaysia di masa lalu membuat Kota Bandung kebanjiran wisatawan berduit dari Malaysia. Wisatawan tersebut setiap akhir pekan memborong produk di Pasar Baru.

Pemerintah resmi mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara untuk melayani penerbangan pesawat jet komersial. Layanan penerbangan ini dijadwalkan dibuka kembali secara resmi pada 17 September 2026.Sebagai tahap awal, Kementerian Perhubungan dan operator bandara fokus membenahi infrastruktur untuk melayani 8 rute penerbangan domestik. Yakni Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, Pekanbaru.

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein, setidaknya untuk rute  Singapura, Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia.  Menurut informasi sudah ada 6 maskapai yang berminat sekali membuka rute pesawat jet berjadwal.

Sebagai catatan pada tahun 2019, Bandara Husein melayani total penumpang sekitar 3,8 juta penumpang. Rinciannya 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu internasional. Setiap hari ada 88 penerbangan, 68 di antaranya jet.

Landas pacu Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgangtara Indonesia (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Landas pacu Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgangtara Indonesia (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Urgensi Sistem Konektivitas antar Bandara

Pengelola Bandara Husein perlu memprioritaskan sistem konektivitas transportasi udara antar negara ASEAN. Bentuk Liberalisasi jasa penerbangan di dalam kawasan ASEAN perlu dikembangkan sesuai dengan tantangan zaman.

Industri penerbangan di negara ASEAN semakin terintegrasi dan efisien dalam melayani transportasi penumpang dan logistik. Arah dan pengembangan bandara di negara ASEAN diwarnai dengan sistem konektivitas yang terintegrasi, baik secara teknis dan operasional maupun sistem pembayaran jasa di setiap bandara.

Salah satu contohnya jasa pelayanan pengisian bahan bakar bakar pesawat terbang atau avtur kini semakin praktis dan efisien. Sehingga masalah klasik yang dahulu sering timbul seperti perbedaan harga dan kualitas avtur bisa diatasi.

ASEAN Single Aviation Market (ASAM) merupakan bagian dari bentuk kebebasan arus jasa yang terdapat dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Liberalisasi jasa penerbangan di dalam kawasan ASEAN tentunya bertujuan untuk meningkatnya kegiatan ekonomi dan sosial.

Penerapan ASAM telah didukung oleh Bank Indonesia (BI) dalam bentuk QRIS (QR Code Indonesian Standard) untuk memudahkan transaksi via aplikasi uang elektronik (e-money) server based, dompet digital (e-wallet), maupun mobile banking untuk memudahkan penumpang di bandara maupun industri penerbangan.

Bank Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah membangun QRIS sesuai standar EMV Co. Yakni lembaga yang menetapkan ketentuan skala internasional terhadap QR Code. QRIS dinilai mampu mendukung koneksi sistem pembayaran secara lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan negara. Kini QRIS telah dapat digunakan sebagai metode pembayaran di empat negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

BI telah sepakat menjalin kerja sama dengan empat bank sentral negara lain, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Monetary Authority of Singapore (Singapura), Bangko Sentral Pilipinas (BSP), dan Bank of Thailand (BOT). QRIS lintas negara (cross-border payment) tersebut berbasis QR code sehingga memudahkan semua aspek dan kegiatan warga dan perusahaan tanpa perlu menukar atau mengonversi uang.

Liberalisasi penerbangan atau biasa disebut open sky telah menghilangkan hambatan dan regulasi yang harus dihadapi pihak maskapai penerbangan ASEAN jika ingin membuka rute baru atau hanya untuk sekedar menambah jadwal penerbangan.

Open sky mendorong persaingan sehat antar maskapai penerbangan dan memungkinkan maskapai dari negara ketiga untuk dapat melayani rute-rute yang ada diantara negara ASEAN dan memberikan kesempatan atau kebebasan bagi maskapai untuk mengembangkan rute dan layanan penerbangan sesuai keinginan maskapai tersebut.

Contoh untuk hak kebebasan udara ini adalah memperbolehkan sebuah maskapai untuk terbang dari negara lain untuk kembali ke negara asalnya kemudian melanjutkan penerbangan ke negara lainnya untuk keperluan komersial.

Buah lainnya ASAM adalah disepakatinya sistem Multilateral Agreement on the Full Liberalization of Passenger Air Services (MAFLPAS) yang bertujuan untuk membuka liberalisasi penerbangan ke seluruh kota di ASEAN yang telah memiliki bandara internasional.

Seluruh negara anggota ASEAN kemudian menyetujui perjanjian ini dan membuka seluruh bandara internasionalnya sebagai tujuan untuk liberalisasi penerbangan. Namun, terkhusus untuk Indonesia, Pemerintah Indonesia pada awalnya membatasi bandara yang dibuka hanya lima bandara, antara lain: Soekarno Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Denpasar, Sultan Hasanuddin di Makassar, Kuala Namu di Medan, dan Juanda di Surabaya.

Untuk mendukung konektivitas antar bandara pihak PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan digitalisasi proses refuelling avtur Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) sejumlah bandara besar di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar. Pertamina telah berhasil mengimplementasikan digitalisasi refueling, yaitu dengan sistem Digital Ground Operation (DGO) yang digunakan di DPPU dan Pertamina Aviation Fuel Delivery Management (PADMA) yang mengimplementasikan sistem digitalisasi DGO dan PADMA untuk mendukung proses refuelling.

Secara umum tidak banyak perbedaan antara sistem DGO dan PADMA. DGO saat ini bisa dikatakan lebih lengkap dengan 23 fitur yang terintegrasi, mulai dari penjadwalan refuelling, penugasan operator, monitoring proses refuelling secara real time, proses verifikasi, dan pembayaran, proses laporan, serta data pelanggan.

Semangat Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung untuk optimasi Bandara Husein perlu menekankan faktor konektivitas antar bandara dan aliansi strategis oleh maskapai penerbangan. Keniscayaan, setiap bandara berusaha menjadi multi airport system. Yakni merupakan kesatuan rangkaian sistem bandara yang terdiri atas beberapa bandara yang melayani lalu lintas penerbangan komersial dan logistik udara.

Manfaat dari penerapan multi airport system antara lain untuk mengurangi kepadatan pada bandara utama yang sudah terlebih dahulu eksis.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)