Menari, Merayakan Masa Kecil

12 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Malam itu udara di daerah Babakan Dangdeur Cibiru Bandung terasa lebih dingin dari biasanya. Saat asyik menikmati lembar demi lembar koran, kebanggaan urang Jabar, mata Kakang tertuju pada foto anak-anak yang sedang menari. Segera menghampiri dengan wajah penuh harap.

"Bah, foto Cik Cik Pariuk udah dibuat cerita?" tanyanya.

"Aduh, hilap. Henteu acan. Muhun, engké didamelkeun," jawabku singkat.

Seketika wajahnya berubah, "Hore! Nanti ada foto, ada cerita Kakang, kayak Kaka sama Aa. Makasih, Bah!"

Belum sempat kujawab, Aa Akil ikut menyahut. "Bah, nanti dibuatin juga, kan?"

Rupanya, pertanyaan sederhana itu membuatku tersadar, bagi anak-anak cerita bukan sekadar tulisan. Melainkan cara menyimpan kebahagiaan agar tidak cepat berlalu. Ya semacam jejak digital yang abadi.

Justru pikiran melayang ke Rabu pagi, 24 Juni 2026. Sambil mengingat-ingat persitiwa yang bersejarah bagi Kakang.

Orang tua, guru dan siswa Pos PAUD Al-Hidayah Kebonterong Cibiru Kota Bandung melakukan foto bersama saat pelepasan, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Orang tua, guru dan siswa Pos PAUD Al-Hidayah Kebonterong Cibiru Kota Bandung melakukan foto bersama saat pelepasan, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Merawat Keberanian, Memupuk Keberagaman

Sebelum berangkat kerja, memang pelataran Masjid Al-Hidayah, Kebonterong, Cibiru, Kota Bandung, berubah menjadi lautan warna. Anak-anak datang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara. Para ibu dengan seragam putih sibuk merapikan baju, memasang aksesori, dan sesekali mengusap keringat di wajah mungil putra-putrinya yang mulai tak sabar menunggu giliran tampil.

Di salah satu sudut, serambi masjid terdapat spot foto sederhana berdiri anggun. Rangkaian bunga dari piring kertas putih dengan sentuhan hijau mengelilingi tirai berwarna hijau mengilap. Pada bagian atas tergantung tulisan "Pos PAUD Al-Hidayah", menjadi penanda hari itu bukan sekadar acara perpisahan, melainkan pesta kecil yang akan dikenang selama hidup.

Kakang berkali-kali menghampiri sudut bergaya itu. Hari rabu itu bocil mengenakan busana adat Kalimantan Barat untuk membawakan tarian Cik Cik Pariuk. Baju hitam yang dipadukan dengan kain bermotif etnik melilit di pinggangnya membuat tubuh mungilnya tampak gagah, perkasa.

Ya, di kepalanya bertengger mahkota berwarna hitam berhias ornamen keemasan yang menjulang bak daun dan hiasan kecil berwarna merah menjadi titik perhatian di bagian depan tubuhnya.

Berbeda dengan anak-anak lain yang langsung tersenyum lebar ke arah kamera, Kakang justru memiliki gaya khasnya sendiri. Sambil berdiri tegak dengan satu tangan menyentuh dada, tatapannya mengarah ke samping, wajahnya tenang tanpa banyak senyum.

Entah sedang membayangkan gerakan tari yang sebentar lagi ditampilkan atau sekadar larut menikmati alunan irama dan perannya. Pose itu sama sekali tidak dibuat-buat. Begitulah caranya berdamai dengan kamera.

Aa Akil yang mengambil gamar ini hanya tersenyum melihat tingkahnya. “Ada-ada aja gaya foto Kakang ya Bah!”

“Wios A!” Justru di sanalah masa kecil bekerja dengan caranya yang paling jujur. Tidak selalu riuh dengan tawa, tetapi penuh kesungguhan untuk menjadi diri sendiri. Tak lama, suara musik mulai memenuhi pelataran masjid Al-Hidayah. Dulunya dikenal dengan Cempaka, Rumah Makan ala mahasiswa rantau pasti tahu.

Begitu lagu Cik Cik Pariuk mengalun, anak-anak yang sejak tadi sibuk bermain perlahan berubah. Mereka mengambil posisi. Mata mulai fokus. Tangan-tangan kecil bergerak mengikuti irama. Kaki mungil melangkah pelan, lalu semakin mantap seiring musik mengajak mereka menari bersama.

Ada yang sesekali terlambat mengikuti gerakan, ada yang melirik temannya untuk memastikan urutan tarian, ada pula yang masih sempat melempar senyum kepada orang tuanya di barisan depan. Tapi, tak seorang peduli pada kesalahan kecil itu. Tepuk tangan yang mengiringi setiap gerakan seolah-olah mengatakan hari itu bukan tentang siapa yang paling sempurna. Melainkan keberanian.

Sungguh hari itu kita belajar soal keberanian berdiri di depan banyak orang. Ya, keberanian bergerak mengikuti irama. Keberanian percaya diri untuk setiap langkah kecil pantas dirayakan.

Kendati belum memahami makna pentas seni. Lewat tarian sederhana itu, anak-anak sedang belajar disiplin, bekerja sama, menghargai teman, sekaligus mencintai dan memupuk keberagaman budaya Indonesia.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung pada Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pentingnya Seni Tari untuk Anak

Sebaliknya, fenomena yang terjadi di Bumi Persada saat ini, nilai seni dalam dini anak sudah mulai luntur. Alasannya karena prestasi yang ‘diakui' di mata masyarakat adalah prestasi dalam bidang akademik. Padahal pertumbuhan dan perkembangan seorang anak tidak bisa dipaksakan pada kecerdasan satu bidang saja.

Ingat, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan tugas kita sebagai guru maupun orang tua untuk mengetahui dan memfasilitasi potensi yang dimiliki oleh anak. Anak-anak Indonesia berpotensi memiliki daya kreatif yang luar biasa. Oleh karena itu, orang tua maupun guru diharapkan dapat menyadari betapa pentingnya menanamkan rasa cinta budaya kepada anak. Dengan demikian, budaya Indonesia akan tetap terjaga dengan adanya generasi-generasi pecinta seni.

Macam-macam seni bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Seni dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan potensi psikis anak serta dapat berperan sebagai tempat menyalurkan emosi yang terpendam yang bisa diungkapkan melalui berbagai kreatifitas.

Kreatifitas sebagai penyeimbang cara menyelesaikan masalah tidak hanya dibentuk oleh kemampuan intelektual, tetapi ketajaman intuisi dan kecemerlangan daya imajinasi yang dipicu kecerdasan lainnya. Kondisi lingkungan yang kreatif bagi anak akan sangat membantu dalam mengembangkan budaya kreatifitasnya.

Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh anak salah satunya adalah seni tari. Pendidikan seni mempunyai kontribusi terhadap pengembangan individu antara lain membantu pengembangan mental, emosional, kreatifitas, estetika, sosial, dan fisik. Seni tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak.

Meskipun terlihat sepele, ternyata kegiatan menari tidak hanya dilakukan untuk memanfaatkan waktu namun sangat penting untuk anak usia dini. Melalui pemberian pendidikan seni tari, anak dapat belajar berekspresi diri, beraktualisasi diri, kreatif, menghargai perbedaan, dan membangun kebersamaan.

Pemberian pendidikan seni tari akan menumbuhkan berbagai kecerdasan khususnya kecerdasan kinestetik, serta belajar untuk dapat mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia melalui gerakan tariannya. Pembelajaran seni tari mendorong terbentuknya life skill (kecakapan hidup) bidang seni yang jika dikembangkan akan sangat berguna bagi masa depan seseorang, baik secara fisik, psikis maupun materi.

Ihwal manfaat mempelajari seni tari sejak dini, diantaranya: fisik dan koordinasi mantap, melatih disiplin, meningkatkan kreatifitas dan kepercayaan diri, belajar bekerjasama tidak melulu berkompetisi. Sedangkan manfaat seni tari bagi tubuh, melalui gerak-gerak dapat melatih otot-otot tubuh, otak, dan yang tak kalah pentingnya menari dapat memberi ketenangan batin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada generasi muda melalui edukasi langsung di ruang publik budaya. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Secara rinci terdapat delapan manfaat dalam mempelajari tari sejak usia dini bagi tumbuh kembang anak-anak:

1. Menghargai Budaya Bangsa

Mengenal dan mempelajari berbagai karya seni tari tradisional yang ada di seluruh daerah di Indonesia, secara langsung membantu menumbuhkan jiwa nasionalisme anak. Anak-anak akan lebih menghargai berbagai macam kebudayaan dan segala hal yang berkaitan dengan bangsa Indonesia.

2. Menstimulasi Perkembangan Fisik Motorik

Apabila anak belajar menari secara rutin, ia akan memiliki perkembangan fisik yang lebih baik atau lebih kuat. Hal itu dikarenakan ketika menari, semua bagian tubuh mulai dari gerakan kepala sampai ujung kaki akan digerakkan dan secara otomatis akan membakar kalori dalam tubuhnya dan mengurangi resiko obesitas dini.

Ada beberapa jenis tarian yang membutuhkan kekuatan fisik yang lebih meliputi gerakan berlari, berjalan, melompat, hingga membungkukkan badan, dapat meningkatkan keterampilan motorik anak. Anak pada akhirnya akan memiliki gerak tubuh yang lebih seimbang serta luwes, lentur.

Pola gerakan tari mengajar anak melatih kemampuan koordinasi antara gerakan mati, kaki, tangan dan anggota tubuh lainnya. Tentu kegiatan ini akan memperkuat otot dan tulang, melatih motorik anak dengan lebih baik, memperkuat daya fokus atau koordinasi pikiran, serta membuat anak memiliki daya refleks yang baik dan cepat. Tari penting untuk anak karena secara alami mereka akan lebih aktif, kuat, dan terampil.

3. Melatih Kedisiplinan

Kedisiplinan yang dimaksud itu mengikuti pembelajaran tari sesaui jadwal latihan yang sudah disepakati. Terlebih apabila akan diadakan pementasan, lomba, maka anak yang ditunjuk sebagai perwakilan sekolah harus berlatih berkali-kali. Hal ini akan membuat anak menjadi disiplin untuk latihan. Agar dapat menguasai semua gerakan yang dibutuhkan dalam sebuah karya seni tari, anak benar-benar harus disiplin dalam berlatih dan memiliki komitmen tinggi.

Apabila seorang penari dalam suatu kelompok tidak mengikuti latihan baik dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang, hal tersebut akan membuat penari ketinggalan materi, sehingga mebuat sebuah kelompok tari tersebut terlihat tidak kompak. Tanamkan kepada diri anak bahwa bila ia tidak mengikuti latihan, ia akan tertinggal dibanding teman-temannya. Disiplin merupakan kunci penting dalam sebuah tari. Tentu disiplin akan membuat kebiasan yang baik untuk anak usia dini.

Puluhan Peserta Ikuti Pasanggiri Jaipong Tingkat Jawa Barat (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Ketika melakukan gerakan tari, anak diberi ruang untuk melatih kemampuan berpikirnya. Awalnya anak akan mulai meniru kemudian berusaha menghafalkan semua gerakan tari yang diajarkan. Hal itu dikarenakan tuntutan dari seorang penari yang harus menghafal koreografi tari baik dari segi gerak, komposisi, tempo, ekspresi dan kerjasama antara penari satu dengan penari lainnya. Maka dari itu seorang penari harus mempunyai daya ingat yang kuat agar pementasan dapat berjalan dengan lancar.

Berlatih menari merupakan salah satu latihan yang dapat melatih daya ingat seseorang dari segala usaha. Setelah rutin mempelajari hal-hal baru, daya ingat dan kemampuan berpikir si kecil akan semakin terasah. Bila anak ditantang melakukan gerakan-gerakan tari yang sulit dilakukan, tentu ia akan berusaha memecahkan masalah tersebut. Kemampuan memecahkan masalah ini dapat ia adopsi di sekolah, rumah.

Untuk membantu anak berpikir lebih baik, memang diperlukan kerja sama dari pihak lain terutama dari mereka yang berasal dari luar lingkungan rumah. Berlatih menari sangat baik dimulai sejak dini, karena selain melatih daya ingat anak dengan tarian bisa menyeimbangkan koordinasi otak kanan dan otak dan otak kiri, sehingga dapat mempertajam memori otak anak.

5. Belajar Bersosialisasi dengan Bekerja Sama

Ketika anak ikut kegiatan menari yang dilakukan secara rutin, mereka akan bertemu banyak orang baru dan bahkan harus berinteraksi dengan mereka. Semakin banyak interaksi sosial yang anak Anda lakukan, hal itu bisa membuat pikiran anak semakin terbuka, memiliki kepribadian yang lebih baik, dan pintar beradaptasi.

Dalam seni tari, terutama jika menarikan banyak tarian berkelompok, anak harus belajar untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan anak-anak lain untuk menghasilkan satu penampilan yang bagus.

Kerja sama merupakan bagian yang penting dalam kehidupan. Hal ini bagus untuk menyeimbangkan jiwa kompetisi dengan semangat kerjasama dan menghilangkan sikap sombong serta mau menang sendiri. Karena itu, sejak usia dini prinsip ini harus ditanamkan pada anak. Dalam seni tari, kebanyakan tarian dilakukan secara berkelompok.

Untuk penampilan yang bagus, anak diharuskan bekerja sama dengan teman-temannya. Ketika memiliki tujuan yang sama dalam kelompok untuk mementaskan tarian yang bagus, dengan sendirinya anak akan terdorong membantu temannya yang menemui kesulitan saat berlatih. Diharapkan pengalaman ini akan terus berkelanjutan di masa mendatang.

6. Mengasah Kreativitas

Seni tari penting untuk anak karena merupakan media pembelajaran efektif untuk mengasah kreativitas si kecil. Ketika menari, anak dituntut belajar berekspresi baik melalui mimik wajah serta gerakan tubuhnya.

Hal ini dapat berdampak baik pada peningkatan kreativitas serta percaya diri di luar lingkungan sanggar tari. Lewat tarian, anak akan belajar dari pengalaman-pengalam saat menari dan membantunya menghasilkan ide baru. Misalnya ia terinspirasi menciptakan gerakan tarian baru.

7. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri merupakan hal yang sangat terpenting untuk pertumbuhan anak. Dengan menari, rasa percaya diri anak akan semakin tumbuh dan terpupuk dengan baik. Hal ini terjadi saat anak-anak tampil membawakan tarian di depan banyak orang.

Apabila seorang penari telah menguasai gerakan-gerakan maka meraka akan lebih percaya diri, terutama pada saat tampil di depan umum. Dengan begitu, kepribadian anak akan semakin terbentuk. Lama-lama, mereka akan lebih percaya diri dalam bidang apapun, termasuk dalam hal pendidikan akademis. Jadi berlatih menari juga sangat efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak.

8. Melatih Pengendalian Emosi (EQ)

Ternyata, selain untuk kesehatan manfaat menari juga baik untuk mental dan kepribadian anak. Melalui menari, anak memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan diri mereka dengan gerakan. Seni tari juga merupakan media dalam menyalurkan emosi anak, sehingga anak akan mampu mengendalikan emosi mereka.

Selain itu, dapat membuat anak menjadi lebih tenang dan tidak mudah marah, karena emosi mereka sudah tertuang dalam sebuah tarian. Segala efek positif dari kegiatan menari ini tentu akan membentuk anak menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi jika ingin anak-anak mendapatkan segala manfaat tersebut, segera arahkan mereka untuk berkegiatan positif salah satunya adalah dengan menari.

Beberapa alasan inilah yang menjadi dasar pentingnya seni tari untuk anak. Beragam jenis tarian dapat diikuti, mulai dari tari tradisional, tari kreasi, tari modern, dan lainnya. Namun, sebelum memilih jenis tari yang akan anak pelajari, diskusikan terlebih dahulu dengannya. Hindari memasang target yang tidak realistis karena pembelajaran seni tari untuk anak usia dini semata-mata untuk menstimulasi perkembangannya. (Dessy Putri Wahyuningtyas, 2020:74-80)

Pentingnya seni tari untuk anak (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

7 Manfaat Menari bagi Kesehatan

Nah, di bawah ini terdapat 7 manfaat menari bagi kesehatan yang bisa diperoleh:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Menari bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Serupa dengan olahraga kardio, saat menari, denyut jantung akan meningkat karena tubuh harus melakukan gerakan dan koreografi tertentu. Hal ini akan membantu memperlancar sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Hasil penelitian menyebutkan, penderita gagal jantung yang secara rutin melakukan tarian Waltz mengalami peningkatan kualitas hidup jika dibandingkan dengan penderita gagal jantung yang tidak melakukan olahraga sama sekali.

2. Meningkatkan Keseimbangan dan Kekuatan Tubuh

Menari dapat meningkatkan keseimbangan tubuh. Pasalnya, ketika menari, tubuh dituntut untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu yang akan membuat tubuhmu beradaptasi untuk menjaga keseimbangan dan postur tubuh yang baik. Ditambah lagi, menari secara rutin juga bisa melatih otot dan kekuatan tubuh.

3. Menurunkan Berat Badan

Jika bosan melakukan olahraga rutin untuk menurunkan berat badan, bisa coba mulai untuk menari. Selain lebih mengasyikkan, menari secara rutin dapat membantumu menurunkan berat badan. Namun, perlu diingat ya, harus menjaga pola makan supaya hasilnya maksimal.

4. Meningkatkan Energi

Bila sering merasa cepat lelah atau tidak berenergi? Kalau iya, mungkin ini saatnya untuk mulai menari. Hal ini karena menari dapat meningkatkan kinerja jantung, memperlancar aliran darah dan juga oksigen. Dengan begitu, proses pembentukan energi akan meningkat, sehingga tidak akan mudah lelah saat beraktivitas.

5. Menjaga Fungsi Kognitif

Seiring bertambahnya usia, volume otak dan kemampuan kognitif kita akan menurun. Menurut salah satu penelitian, menari dapat membantu menjaga fungsi kognitif dengan cara menjaga dan meningkatkan volume hippocampus, yaitu bagian otak yang menyimpan memori.

6. Mengatasi Stres

Jika sedang merasa stres, sesekali coba deh untuk menari. Pasalnya, penelitian menyebutkan, gerakan-gerakan yang dilakukan saat menari bisa membantumu melepaskan beban pikiran yang mengganggu.

Selain itu, hampir sama saat kamu melakukan olahraga lain, saat menari, akan terjadi pelepasan zat kimia di dalam otak yang membantumu meredakan gejala kecemasan dan depresi.

7. Menjadi Sarana Bersosialisasi

Meski memang bisa dilakukan seorang diri, tetapi menari bisa membawa manfaat yang lebih banyak bila dilakukan beramai-ramai atau dalam kelompok.

Menari dalam kelompok bisa membantumu bersosialisasi dengan orang banyak, bahkan membuka kesempatan untuk bertemu teman baru. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya rasa bahagia, menurunnya tingkat stres, dan lebih terjaganya sistem kekebalan tubuh.

Apabila memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya sebelum menari, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter guna mencegah cedera, bahkan memperparah kondisi yang derita. (https://www.alodokter.com)

Hasil tangkapan layar asyiknya Kakang menari Cik Cik Pariuk bersama kawan sekelasnya, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa)

Meski Kakang lupa hitungan gerak tari Cik Cik Pariuk. Musiknya hanya menjadi serpihan kenangan yang samar. Tetapi rasa bangga saat mengenakan pakaian adat, tepuk tangan yang menggema, dan mata orang tua yang berkaca-kaca menyaksikan anaknya menari, akan tinggal jauh lebih lama di dalam ingatan.

Walhasil, kini baru mengerti mengapa malam itu Kakang bertanya, "Foto Cik Cik Pariuk udah dibuat cerita?"

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai. Tetapi cerita tentang keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk dan menari pelan-pelan di dalam hati (sanu bari) orang tua (Bah, Mbu), Kaka Fia dan Aa Akil. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)