FOMO atau Fear of Missing Out menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di era digital. Informasi mengenai teknologi terbaru hampir selalu berhasil menarik perhatian publik, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), perangkat pintar, hingga berbagai inovasi yang memudahkan aktivitas sehari-hari.
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh strategi komunikasi digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Selain rasa ingin tahu, strategi komunikasi yang digunakan juga berperan penting dalam membangun antusiasme publik. Informasi mengenai teknologi biasanya disampaikan melalui berbagai platform secara bersamaan.
Website resmi menyajikan penjelasan yang lebih lengkap, media sosial menghadirkan konten yang lebih singkat dan visual, sedangkan media online membantu memperluas jangkauan informasi melalui pemberitaan yang lebih mendalam. Penggunaan kata-kata seperti inovasi, kecerdasan buatan, produktivitas, dan pengalaman pengguna secara konsisten membuat masyarakat lebih mudah memahami manfaat teknologi yang diperkenalkan.
Peran media sosial dalam membentuk FOMO juga tidak dapat dipisahkan dari fenomena ini. Algoritma media sosial membuat informasi mengenai teknologi semakin mudah ditemukan dan diperbincangkan. Ketika banyak orang membahas topik yang sama, muncul dorongan untuk ikut mencari tahu agar tidak merasa tertinggal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan komunikasi digital saling berkaitan dalam membentuk perilaku masyarakat modern.

Pada akhirnya, mengikuti tren dengan bijak menjadi hal yang penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Rasa penasaran terhadap inovasi baru merupakan hal yang wajar, tetapi masyarakat juga perlu lebih selektif dalam menyerap informasi.
Mengikuti perkembangan teknologi memang penting, namun yang lebih utama adalah memanfaatkan teknologi tersebut sesuai kebutuhan agar dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. (*)