Publikasi Sahabat AI oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison di website resmi dan media sosial Instagram menunjukkan adanya perbedaan strategi komunikasi dalam penyampaian pesan kepada public. Perbedaan ini menjadi menarik untuk dianalisis karena kedua platform digunakan secara bersamaan untuk menyampaikan informasi yang sama kepada audiens yang berbeda.
Analisis ini difokuskan pada tiga aspek utama yaitu kata kunci, teknik penulisan, dan gaya komunikasi. Pengguna internet Indonesia mencapai 78,19% (APJII, 2024), sehingga strategi komunikasi digital menjadi penting.
Menganalisis dari sisi kata kunci, pada website resmi digunakan istilah yang lebih formal seperti “transformasi digital”, “akses teknologi”, dan “inklusivitas” yang menekankan citra profesional perusahaan. Penggunaan kata kunci tersebut menunjukkan bahwa website berfungsi sebagai media yang membangun kredibilitas dan kepercayaan publik.
Sementara itu, pada media sosial Instagram, kata kunci yang digunakan lebih sederhana seperti “AI”, “membantu”, dan “mudah” untuk menarik perhatian audiens secara cepat. Pemilihan kata yang lebih ringan ini bertujuan agar pesan lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan serta dapat menjangkau pengguna secara lebih luas.
Selain dari kata kunci, perbedaan juga terlihat dari teknik penulisan yang digunakan pada kedua platform tersebut. Website resmi menyajikan informasi secara lengkap, terstruktur, dan detail dengan alur yang jelas sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pembaca.
Sebaliknya, media sosial lebih mengedepankan teknik penulisan yang singkat, padat, dan langsung pada inti pesan agar mudah dikonsumsi oleh pengguna. Teknik ini menyesuaikan dengan karakteristik media sosial yang cenderung cepat dan membutuhkan perhatian dalam waktu singkat.
Dari sisi konsistensi gaya penulisan, website menggunakan bahasa yang formal dan mengikuti gaya jurnalistik yang rapi sehingga terlihat lebih profesional. Sementara itu, media sosial menggunakan gaya bahasa yang lebih santai dan komunikatif, bahkan sering memanfaatkan kalimat pendek untuk menciptakan kedekatan dengan audiens.

Meskipun terdapat perbedaan gaya penulisan antara website dan Instagram, keduanya tetap konsisten dalam menyampaikan pesan utama mengenai pemanfaatan AI dan transformasi digital. Konsistensi ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital tetap terarah meskipun menggunakan pendekatan yang berbeda pada masing-masing platform.
Perbedaan gaya komunikasi antara website resmi dan Instagram justru saling melengkapi dalam menjangkau audiens yang beragam secara strategis. Konsistensi komunikasi lintas platform terbukti dapat meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat citra merek, dan membangun reputasi organisasi di era digital (Aristana et al., 2024). Selain itu, mempertahankan konsistensi narasi dan identitas merek di berbagai saluran digital juga sangat penting untuk membangun pengenalan merek yang kuat (Renyaan & Tehedi, 2025).

Menurut saya, perbedaan gaya komunikasi antara website resmi yang formal dan Instagram yang lebih komunikatif merupakan strategi tepat untuk menjangkau audiens yang beragam. Pendekatan ini efektif dalam menggabungkan kredibilitas informasi yang mendalam pada website dengan tingkat keterlibatan interaktif audiens yang cepat di media sosial. (*)
Referensi:
- APJII. (2024). Laporan Survei Internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
- Aristana, I. D. G., Prayana, I K. W. D., et al. (2024). The Influence of Consistent Social Media Communication on Brand Awareness of Ignos Studio's MSMEs. ResearchGate.
- Renyaan, A. S., & Tehedi. (2025). Maintaining Narrative Consistency and Brand Identity on Websites, Social Media, Email, and Marketplaces: A Systematic Literature Review for Building Trust and Brand Recognition. International Journal of Society Reviews (INJOSER), 2(12), 2438-2447.