Batam Darurat Deforestasi: Vegetasi Perlu Diperhatikan di Kawasan Pulau

6 menit baca
Nadya Saqib Subekti
Ditulis oleh Nadya Saqib Subekti diterbitkan
Vegetasi di Pulau Batam perlu diperhatikan untuk mencegah dampak buruk bagi warga penduduk Kota Industri. (Sumber: Pexels | Foto: Ihsan Adityawarman)
Vegetasi di Pulau Batam perlu diperhatikan untuk mencegah dampak buruk bagi warga penduduk Kota Industri. (Sumber: Pexels | Foto: Ihsan Adityawarman)

Dijuluki sebagai salah satu tombak perekonomian nasional Indonesia dan Kota Industri, Kota Batam yang berpijak di atas tanah merah itu ternyata tidak selalu mencerminkan julukan modern tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, penduduk wilayah Batam telah menyampaikan berbagai keluhan berupa panasnya udara dan cuaca yang tidak menentu. Pada dasarnya, sebagai manusia kita cenderung mudah untuk menyalahkan iklim ekstrim yang semakin sulit untuk dikontrol. Namun, kita tidak bisa memungkiri bahwa ada beberapa dampak yang mungkin disebabkan oleh manusia itu sendiri.

Sebagai contoh, ekspansi kawasan industri menjadi salah satu alasan semakin maraknya penggundulan hutan. Data dari HMStimes menyebutkan bahwa Sekitar 64% penggundulan terkait dengan besarnya investasi pengembangan industri dan infrastruktur. Angka tersebut belum mencakup bagian hutan yang gundul aktivitas tidak berizin menyebabkan hampir setengah wilayah perhutanan Pulau Batam telah hilang secara izin maupun ilegal. Pada tahun 2022, dilaporkan oleh Kabid Tata Kelola Kehutanan dan Pemanfaatan Hasil Hutan DLHK Kepri, Bherly Andia, bahwa hampir setengah dari luas hutan di Batam, yaitu sekitar 47 persen dari 382 hektare, berada dalam kondisi rusak.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Batam menunjukkan bahwa suhu tertinggi wilayah Kota Batam di tahun 2025 mencapai 31℃. Suhu ini meningkat dari tahun 2020 yang dilaporkan hanya mencapai 29,01℃. Panasnya cuaca yang terasa di luar ruangan, tidak menentunya cuaca, dan rasa gerah yang sering dikeluhkan oleh warga sudah sering didengar. Suhu tinggi yang dirasakan warga tidak hanya disebabkan dengan sendirinya, namun tingginya kelembaban juga menyebabkan udara terasa gerah dan panas dibandingkan angka termometer, apalagi ketika siang hari dengan matahari yang terik.

Terdapat beberapa faktor penyebab iklim yang terasa panas di Batam. Udara gerah dan panas secara langsung merupakan dampak dari kurangnya vegetasi yang menyerap karbon dioksida (CO2) baik dari emisi transportasi maupun emisi yang dikeluarkan oleh sekian banyaknya kawasan industri di Batam, khususnya daerah Batam Kota. Keadaan Batam yang berupa daerah perkotaan cenderung menyerap dan menyimpan radiasi matahari dan ketika malam hari, panas tersebut dilepaskan secara perlahan.

Ancaman Eksploitasi Vegetasi di Kawasan Darat dan Perairan

Batam tercatat sebagai salah satu pulau yang memiliki wilayah terluas di Provinsi Kepulauan Riau dengan wilayah mencapai 66.867 hektare, dan menurut Surat Keputusan (SK) Walikota Batam No.114 sebagian besar area tersebut sekitar 47.500 hektare meliputi wilayah padang lamun, gosong pasir, serta terumbu karang. Sebagaimana berlimpahnya sumber daya alam di Indonesia, Batam memiliki kekayaan dari keanekaragaman hayati yang melimpah, bahan galian mineral dan energi yang strategis, dan kawasan lingkungan vegetatif yang tersebar dari daerah daratan hingga pesisir.

Namun, kebiasaan mengeksploitasi kekayaan alam milik Pulau Batam untuk keuntungan ekonomi tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis akan justru tidak baik terhadap kelestarian maupun ketersediaan sumber daya yang diincar itu. Kehidupan Ekosistem begitu penting karena dampaknya sampai kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengannya. Miris rasanya semakin hari kita bertambah tak acuh terhadap lingkungan yang hidup dengan satu-satunya tujuan sebagai pelindung itu. Maka penting dalam berbagai kegiatan manusia untuk memiliki kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak merugikan pihak manapun.

Kerusakan yang dialami vegetasi yang hidup di kawasan Pulau Batam adalah dampak eksploitasi yang dilakukan manusia untuk mendapat keuntungan, dalam kasus ini adalah pengembangan infrastruktur dan industri. Di Pulau Batam, vegetasi bisa dibedakan dari lokasi mereka tumbuh. Vegetasi berupa perhutanan biasa ditemukan di daerah daratan dan terdapat tanaman khusus berada di kawasan perairan. Salah satu contoh vegetasi yang marak diasosiasikan dengan daerah kepulauan adalah tanaman mangrove.

Mangrove adalah tanaman yang sering ditemukan tumbuh di kawasan pesisir air laut atau air payau. Mangrove merupakan tumbuhan berbentuk semak yang subur dalam lingkungan dengan kadar oksigen yang minim dan tingkat keasaman yang tinggi. Tanaman mangrove yang cocok dalam lingkungan minim oksigen memiliki bentuk adaptasi berupa penyerapan karbon dioksida (CO2). Proses fotosintesis yang dialami mangrove mengubah karbon dioksida (CO2) yang merupakan karbon anorganik menjadi karbon organik yang lebih aman bagi kawasan sekitarnya.

Batam merupakan daerah kepulauan yang berarti dikelilingi oleh lautan, maka tidak heran untuk mangrove dijadikan sebagai salah satu kekayaan alamnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Irawan, S. dan Malau, A. O., persebaran tanaman mangrove di Batam mencapai 18.805.713,92 m² dengan kawasan dengan luas terbesar berada di kecamatan Sagulung yaitu mencapai 7.189.779,33 m², sedangkan luas kawasan terkecil terdapat di kecamatan Batu Ampar dengan luas sebesar 170.814,86 m².

Ancaman khususnya datang dari industri pariwisata yang menawarkan jasa dayung perahu sekitar mangrove. Aktivitas wisata ini seringkali berdampak buruk terhadap ekosistem dengan rusaknya akar yang tertabrak perahu dan penumpukan sampah wisatawan anggap Ahdarijjal dengan rekan-rekannya dalam penelitian mereka. Degradasi mangrove akibat industri wisata dapat dicegah dengan adanya pengembangan berbentuk ekowisata yang mengajak partisipasi masyarakat dengan dukungan pemerintah setempat.

Pengembangan terintegrasi konservasi lingkungan yang dimaksud meliputi penelusuran hutan mangrove dengan jasa pemandu wisata, edukasi lingkungan, serta pemasaran produk lokal. Kerjasama ini terbukti memberikan manfaat setelah masyarakat setempat menyatakan kepuasan dari pengelolaan ekowisata yang tidak hanya meningkatkan pendapatan setempat, namun juga menjadikan sarana edukasi bagi wisatawan.

Sebagaimana kawasan perairan, vegetasi di daratan juga perlu diperhatikan. Dalam tahun 2025, acara penanaman 1000 pohon variasi mahoni digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Acara tersebut dilaksanakan di DTA Waduk Duriangkang, Kota Batam untuk mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap hijau. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat memungkinkan terlaksananya pelestarian vegetasi. Maka, kemungkinan ini bisa dijadikan salah satu pemicu adanya perwujudan dari kebijakan jika adanya kontribusi dari pihak perwakilan dan juga pihak yang terwakilkan.

 (Sumber: Pexels | Foto: Mike Mijares)
(Sumber: Pexels | Foto: Mike Mijares)

Banyaknya inovasi yang diterapkan dalam masyarakat Batam tentu meringankan dampak deforestasi. Perbaikan yang dilakukan sedikit demi sedikit inilah yang selama ini diimpikan oleh warga khususnya penduduk daerah perkotaan. Namun, alangkah baiknya jika akar masalah dapat dicegah sebisa mungkin.

Dari sudut pandang pemerintah, terdapat aturan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 yang disayangkan oleh Kepala Ombudsman Wilayah Kepri karena isinya yang membebaskan Badan Pengusaha (BP) Batam untuk membuka hutan dengan tujuan investasi. Harapan untuk disusunnya kembali peraturan tersebut disampaikan oleh beliau atas keprihatinannya terhadap keseimbangan vegetasi di Batam.

Vegetasi di Pulau Batam telah mengalami kerusakan yang parah dalam beberapa waktu terakhir. Deforestasi yang dilakukan dengan tujuan pengembangan kawasan industri jika tidak dilaksanakan dengan berbagai pertimbagan akan berdampak baik secara nyata maupun melalui dampak tidak langsung yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Dampak-dampak yang bersifat merugikan mulai dari kurangnya penyerap karbon anorganik, gersangnya wilayah daratan, hingga bencana seperti banjir. Maka, sebagai pencegahan parahnya kerusakan yang kemungkinan besar terjadi perlu adanya kebijakan dan inovasi yang melindungi. Partisipasi antara pihak masyarakat dan juga pemerintah merupakan aspek yang sangat penting untuk mewujudkan pelestarian vegetasi di Batam. (*)

Referensi

  • Ahdarrijal, Y., Badrudin, M., & Batubara, E. (2025). Konservasi Ekosistem Mangrove melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kota Batam. Dialektika Publik, 9(1), 1-10.

  • Irawan, S., & Malau, A. O. (2016). Analisis persebaran mangrove di Pulau Batam menggunakan teknologi penginderaan jauh. Jurnal integrasi, 8(2), 80-87

  • Gema P. (2026, April 20). Hutan Tersisih di Tengah “euforia” Investasi Batam. HMStimes.com. https://hmstimes.com/2026/hutan-tersisih-di-tengah-euforia-investasi-batam/
  • Ombudsman Republik Indonesia. (2022, April 4). Batam Jadi Wilayah dengan Kerusakan Hutan Terbesar di Kepri. https://ombudsman.go.id/perwakilan/news/r/pwkmedia--batam-jadi-wilayah-dengan-kerusakan-hutan-terbesar-di-kepri

  • Pohonku. Akar Bhumi Indonesia. (2025, May 5). https://akarbhumi.or.id/pohonku/

  • Sahputra, Y. E. (2026, January 19). Ketika Hutan lindung pulau batam terus tergerus. Mongabay.co.id. https://mongabay.co.id/2026/01/19/kala-hutan-lindung-di-batam-terus-tergerus/

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nadya Saqib Subekti
Mahasiswi S1 Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)