Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Revitalisasi perkeretaapian di Jawa Barat kembali digaungkan dan mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat utamanya di Jawa Barat. Tak dapat dipungkiri sebab revitalisasi perkeretapian ini memunculkan narasi positif dan menjadi harapan yang sungguh ditunggu-tunggu oleh masyarakat, dengan adanya reaktivasi dan revitalisasi kereta api akan membuka akses dan konektivitas antar wilayah, bahkan dapat mengurangi kemacetan, juga mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi antar daerah.

Namun, harapan tersebut perlu dipertimbangkan agar tidak sekadar berharap semata, melainkan ekspektasi harus realistis, kereta api yang diaktivasi kembali tentu berhubungan erat terkait pembangunan infrastruktur, kenyamanan dalam perjalanan, keterjangkauan tarif perjalanan, ketepatan waktu dari dan ke tujuan.

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan yang tidak pernah selesai.

Jika kita memahami kondisi transportasi di Jawa Barat saat ini, justru kereta apilah yang menunjukkan tingkat penggunaannya sangat tinggi. Kereta api menjadi moda transportasi yang dipilih oleh masyarakat. 

Data BPS Jawa Barat menyebutkan bahwa jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Desember 2025 mencapai 2,50 juta orang, meningkat 17,03% dibandingkan November 2025. 

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi meningkatkan kebutuhan transportasi publik yang aman dan efisien. Artinya, kita sangat memerlukan kereta api. Dan jika kereta api semakin banyak beroperasi, akan menjadikan kereta api sebagai pilihan terbaik bagi masyarakat. 

Mengapa Revitalisasi Kereta Api?

Lantas kemudian, mengapa kereta api perlu direvitalisasi? Pada dasarnya kereta api memiliki kapasitas angkut besar bagi masyarakat dan juga menjadi bagian paling penting dari sistem transportasi massal, tentunya sangat berdampak efisien, mengingat masyarakat memerlukan transportasi yang mampu mengangkut lebih banyak dalam perjalanannya.

Selain itu, kereta api perlu direvitalisasi karena sudah menjadi harapan masyarakat utamanya. 

Pemudik di Kereta Api Pasundan di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemudik di Kereta Api Pasundan di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Dengan kereta api inilah perjalanan lebih cepat dan tepat waktu, perjalanan masyarakat pasti lebih menyenangkan. Bahkan dengan kereta api ini pula masyarakat dengan senangnya sampai ke tujuan lebih awal dan tidak terjebak oleh apapun. 

PT KAI pada dasarnya telah merenovasi stasiun-stasiun sehingga lebih nyaman bagi masyarakat juga mudah diaksesnya. Yang paling penting pula masyarakat memilih kereta api karena tarifnya yang terjangkau. 

Selain itu, dengan revitalisasi kereta api ini akses dari dan menuju tujuan semakin dimudahkan, dengan angkutan umum pula dapat diintegrasikan semakin baik. Koneksi untuk transportasi semakin berkemajuan. 

Meski pada akhirnya, revitalisasi kereta api tidak semudah yang diharapkan, bayangan dari masyarakat, dengan revitalisasi ini segalanya bisa cepat, namun proses revitalisasi tentunya membutuhkan waktu yang panjang, pembebasan lahan, memperbaiki jalur yang sudah lama, juga memperbaiki bangunan dari stasiun yang sudah mangkrak, akses ke stasiun, keberlanjutan lainnya yang membutuhkan pembiayaan yang cukup besar.  

Dengan adanya revitalisasi ini pula sebenarnya, berdampak besar kepada masyarakat. Harapan dari masyarakat sebagai disebutkan, yaitu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, mendukung mobilitas pekerja dan mahasiswa, membuka peluang ekonomi baru di sekitar stasiun, memperkuat konektivitas Bandung Raya dan wilayah Jawa Barat lainnya, dan terakhirnya bahwa pembangunan semakin mengarah ke arah positif dan berkelanjutan secara signifikan. 

Tantangan Revitalisasi Kereta Api 

Revitalisasi kereta api memang sudah seharusnya, namun yang perlu dipikirkan bersama berhubungan dengan tantangan kedepannya. Mesti dibutuhkan investasi besar, maka wujud dari anggaran dapat dialokasikan semaksimal mungkin. 

Investasi besar juga mempengaruhi ketercapaian dari revitalisasi yang diharapkan. Maka dari itu dibutuhkan komitmen bersama dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk senantiasa menghasilkan luaran investasi yang tepat guna. Selain itu, pembebasan lahan. 

Meski lahan yang dimiliki kereta api sudah permanen ditempati oleh masyarakat, terkadang juga menimbulkan permasalahan, dan masyarakat menginginkan untuk diberi pesangon atau ganti rugi, selain itu, juga lahan dari masyarakat dibutuhkan untuk perluasan lahan pembangunan dari stasiun. 

Selain dari investasi dan pembebasan lahan, terkait pula tantangannya dengan integasi dengan moda transportasi lain. Yang mana akan menentukan bagi masyarakat melakukan aktivitas dan perjalanan berikutnya. 

Oleh karenanya, pelaksanaan pentahelix wajib diupayakan dengan maksimal, sungguh-sungguh, dan berorientasi kepada kepercayaan dan kebutuhan masyarakat. Tantangan demi tantangan akan dihadapi dalam proses revitalisasi kereta api. Maka diperlukan konsistensi dan kolaborasi yang konkrit dan berasaskan nilai-nilai ekonomi Pancasila. 

Baca Juga: Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Revitalisasi kereta api di Jawa Barat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya membangun sistem mobilitas masyarakat yang lebih terintegrasi. Harapan masyarakat perlu diterjemahkan menjadi target pelayanan yang terukur, sementara ekspektasi harus dibangun berdasarkan kondisi dan kemampuan pembangunan yang nyata.

Dengan perencanaan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, kereta api dapat menjadi salah satu tulang punggung transportasi Jawa Barat di masa depan.
Sebagai tulang punggung, kereta api menyangga dan membersamai roda ekonomi, roda pariwisata, roda pertanaian, roda sosial, roda budaya, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat. 

Selain itu, cita-cita ke depannya, kereta api sebagai pilihan paling realistis, menuju ke wilayah tertentu, menuju ke tempat paling diidamkan di Jawa Barat, mari kita menunggu kebijakannya dengan mendoakan agar sesuai waktu pengerjaannya. Semoga! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)