Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

3 menit baca
nattaya elfrida
Ditulis oleh nattaya elfrida diterbitkan
Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)

Analisis gaya penulisan dari kolaborasi PT KAI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Visinema dalam menghadirkan karakter animasi JUMBO di kereta api Indonesia menunjukan konsistensi dalam penyampaian pesan utama di semua platform dengan key message “IP lokal” dan “JUMBO”. Setiap platform memiliki karakteristik masing masing mengikuti target audiens yang ingin dicapai nya.

Kata kunci “IP lokal” dan “JUMBO” secara konsisten digunakan PT KAI pada website resmi dan online news sebagai penanda utama dari kolaborasi tersebut. Sementara itu, pada media sosial kata kunci yang sama tetap digunakan namun dikemas lebih singkat melalui visual dengan tagar (#JumboXKAI) serta pengulangan kata “IP lokal” terus di gunakan untuk meningkatkan reputasi PT KAI yang rutin melakukan kolaborasi pada moment tertentu.

Berdasarkan hasil analisis saya website resmi PT KAI dan online news sama sama menerapkan teknik penulisan piramida terbalik. Sedangkan media sosial PT KAI menggunakan teknik story telling visual dimana narasi dibuat emosional untuk menarik perhatian audiens dengan menghubungkan emosional mereka ke dalam konten.

Di website resmi PT KAI, informasi disampaikan dengan memuat unsur 5W+1H secara lengkap dimana di paragraf pertama adanya informasi siapa yang berkolaborasi, apa yang diluncurkan hingga informasi kapan dan dimana. Lalu, adanya penjelasan lebih rinci mengenai bentuk kolaborasi seperti dekorasi gerbong hingga kutipan resmi yang memperkuat kredibilitas pesan yang disampaikan ke publik.

Pemudik di Kereta Api Pasundan di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemudik di Kereta Api Pasundan di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Pada online news juga menerapkan teknik penulisan yang serupa namun menggunakan gaya bahasa yang lebih ringan, dimana paragraf pembuka langsung menyebutkan inti berita peluncuran karakter JUMBO di kereta api. Adanya kutipan narasumber dari pihak visinema tentang pentingnya dukungan terhadap IP lokal Indonesia sehingga berita tidak hanya informatif namun juga edukatif.

Berbeda dengan dua platform sebelumnya, media sosial PT KAI menggunakan teknik storytelling visual yang dapat membentuk pendekatan emosional, teknik storytelling ini efektif untuk platform berbasis visual karena memungkinkan audiens terhubung secara emosional dengan konten sebelum membaca informasi lebih lanjut. Caption yang digunakan ditulis singkat dengan tagar #JumboXKAI agar dapat memudahkan audiens mengingat kolaborasi tersebut.

Menurut hasil analisis yang saya lakukan, dari segi konsistensi gaya komunikasi, website resmi PT KAI menggunakan bahasa formal karena berfungsi sebagai sumber informasi resmi perusahaan yang mewakili citra perusahaan sementara online news mengadaptasi gaya yang sedikit lebih ringan. Kedua platform ini sama-sama menempatkan kutipan resmi perusahaan di bagian body untuk membangun kredibilitas dan memperkuat legitimasi pesan yang disampaikan.

Sebaliknya, media sosial menggunakan gaya komunikasi yang santai, komunikatif, dan dekat dengan audiens, dengan kalimat pendek serta penggunaan emoji yang mencerminkan karakter platform media sosial. Adanya perbedaan pesan di berbagai platform di mana pesan perlu disesuaikan agar sesuai dengan karakteristik audiens yang berbeda-beda.

Penyesuaian gaya komunikasi di berbagai platform ini sejalan dengan konsep integrated marketing communication, yaitu menjaga pesan tetap sama di mana pun disampaikan (Soetristiyono & Vanel, 2022). Selain itu, keberhasilan kampanye berbasis IP lokal seperti JUMBO sendiri tidak lepas dari sinergi komunikasi digital yang mampu membangun kesadaran publik terhadap merek berbasis budaya lokal.

Secara keseluruhan menurut saya, strategi publikasi PT KAI dalam kolaborasi dengan Kemenkraf dan Visinema sudah cukup efektif karena mampu menjaga konsistensi pesan utama sekaligus menyesuaikan pendekatan di setiap platform, sesuai dengan tujuan utama IMC dalam memastikan pesan tetap konsisten di berbagai saluran komunikasi (Soetristiyono & Vanel, 2022). Sekaligus sejalan dengan temuan bahwa penerapan IMC dalam industri film Indonesia terbukti efektif membangun kesadaran publik dan menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi audiens (Setiadarma dkk., 2024). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

nattaya elfrida
Tentang nattaya elfrida
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)