Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

6 menit baca
Wahyu
Ditulis oleh Wahyu diterbitkan
Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))

*Disusun oleh Jodya Maulana, Nazril Ihsan Fadillah, dan Wahyu

Kerajaaan Malayu adalah salah satu kerajaan awal di Indonesia yang berada di daerah jambi. ada dua di Sumatera yang tumbuh dan berkembang dengan waktu yang hampir sama waktunya, dan memiliki wilayah kekuasaan yang hampir sama secara geografis. secara kajian historis nama kerajaan Malayu pertama kali muncul dalam catatan Dinasti Tang yang melaporkan bahwa pada 644 - 645 M, ada utusan dari mo-lo-yeu yang mengirimkan upeti kepada kaisar Cina, mo-lo-yeu tersebut diartikan sebagai kerajaan Malayu yang berada di pantai Timur Sumatera dengan pusat kerajaan nya di wilayah Jambi, kerajaan tersebut adalah malayu dan sriwijaya. menurut salah satu sumber yang mencatat hubungan antara kerajaan malayu dan cina adalah kitab Dinasti Tang, yang merupakan catatan resmi dari pemerintahan dinasti Tang (618-907 M) di cina. 

Adityawarman merupakan keturunan kerajaan Majapahit sesuai yang disebutkan dalam kitab Pararaton, ketika kembali ke pulau jawa pada tahun 1294 M, pasukan Pamalayu membawa pulang dua orang putri dari kerajaan Malayu, yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara petak kemudian dinikahkan dengan Wijaya, yang setelah itu menjadi raja di kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahan tahun 1293 hingga 1309 M, sementara itu Dara Jingga menikah dengan seorang pejabat tinggi yang bernama Adwayawarman dari kerajaan singhasari pada masa pemerintahan Raden wijaya, dan melahirkan seorang putra yang bernama Tuhan janaka yang merupakan sebutan lain dari Adityawarman, yang  kemudian akan menjadi raja dari kerajaan Malayu.

Ilustrasi kitab Pararaton (Sumber: Rri.co.id)

  

Tercatat dalam sebuah prasasti yang bernama arca manjusri dari candi jago yang bertarikh 1265 saka (1343 Masehi) yang berada pada bagian depan dan belakangnya di jelaskan bahwa sebagai keturunan Majapahit Adityawarman pernah menjabat sebagai wṛddhamantri yang berarti perdana menteri pada masa pemerintahan Ratu Tribhūwanotunggadewī. Jabatan perdana menteri ini berfungsi untuk mengelola pemerintahan pada masa itu. Setelah Adityawarman menjadi perdana menteri, Adityawarman kemudian menjabat menjadi raja di kerajaan Malayu yang memimpin selama 27 tahun mulai dari tahun 1347 - 1374 Masehi.

Pada masa kepemimpinan nya Adityawarman berhasil membuat 13 prasasti yang terbuat dari batu pasir dan andesit. isi dari 13 prasasti ini secara keseluruhan membahas mengenai tentang pemujaan sosok Adityawarman. maksud dari pemujaan terhadap raja ini merupakan salah satu upaya legitimasi kekuasaan. Legitimasi ini bisa diartikan sebagai persetujuan terhadap wewenang dari otoritas yang dimiliki oleh perseorangan maupun kelompok sebagai hal yang wajar dan harus dihormati sesuai aturan dan ketentuan yang biasa berlaku di masyarakat sekitar.

Arja Manjusri (Sumber: Wikimedia.commons)

Adityawarman bukan sosok biasa ia mempunyai darah bangsawan Majapahit dari garis sang ayah yaitu Adwayawarman dan berdarah Melayu, Sumatera dari garis sang ibu yaitu  Dara Jingga, Adityawarman memiliki darah dan kekuatan besar di dalam dirinya yaitu Jawa dan Minangkabau. Lahir dan besar di lingkungan Majapahit Adityawarman memiliki satu tekad yaitu membangkitkan masa kejayaan leluhurnya di Minangkabau. Setelah menjabat sebagai wreddhamantri di Majapahit, Adityawarman kemudian dikembalikan lagi ke tanah Sumatera yaitu tanah kelahiran ibu nya 

Pulangnya Adityawarman ke Sumatera bukan hanya pulang kampung melainkan ia ingin menyebarkan pengaruh Majapahit di bagian barat Nusantara. Pada tahun 1347, pusat kekuasaan Adityawarman dipindahkan dari Jambi ke daerah Minangkabau (Pagaruyung). Ia memperkenalkan dirinya sebagai Maharajadiraja dengan gelar Srimat Sri Udayadityavarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa. Langkah yang Adityawarman lakukan ini menandai berdirinya Kerajaan Malayupura yang menyatukan wilayah-wilayah bekas Kerajaan Dharmasraya.

Ilustrasi Raja Adityawarman dalam sebuah patung (Sumber: Wikisource)

Adityawarman dikenal sebagai pemeluk agama Buddha Tantrayana aliran Bhairawa yang sangat taat. Ditemukannya Arca Bhairawa setinggi 4,41 meter di Padang Roco, merupakan bukti adanya aliran Bhairawa. Adanya aliran ini memberikan perpaduan antara aspek spiritual yang mendalam dan kewibawaan militer yang sangat kuat.

Awal perpindahan kekuasaan kerajaan malayu di wilayah pagaruyung pada masa di bawah pemerintahan Adityawarman merupakan fase penting yang menunjukkan puncak kejayaan dari kerajaan tersebut. pada masa Adityawarman sendiri memiliki latar belakang yang sangat kuat karena Adityawarman merupakan putra dari kerajaan majapahit, yang keturunan bangsa melayu dan anak dari Adwayawarman. Adityawarman sebelum memerintah di Sumatera, ia pernah menjabat menteri senior di kerajaan majapahit dan ia diberi gelar sebagai Aryadewatapu Aditya. Adityawarman juga memiliki hubungan yang kuat  dengan kerajaan majapahit karena ia sebelumnya di lingkungan raja patni yang merupakan putri Kertanegara yang juga menjabat sebagai istri dari kertarajasa.

Pada masa Adityawarman dilakukan proses perluasan wilayah dan pergeseran kekuasaan secara resmi sekitar tahun 1347 M, perluasan daerah yang dilakukan oleh Adityawarman ini dimulai dari wilayah malayu hingga mencakup wilayah Pagaruyung. Di tempat baru itu, Adityawarman secara resmi menegaskan kedaulatannya dengan mengangkat diri sebagai seorang Maharajadhiraja. Adityawarman juga memiliki gelar resmi yang sangat megah, yaitu Udayadityawarman atau Adityawarmodaya Pratapaparakramarajendra Maulimaliwarmadewa. Langkah politik ini memiliki tujuan untuk mengatur kembali kekuatan kerajaan yang sebelumnya diwariskan oleh Mauliwarmadewa. 

Setelah berhasil melakukan perluasan wilayah, Adityawarman memindahkan ibu kota kerajaan nya pada wilayah Minangkabau lebih tepat nya di  daerah hulu Batanghari, meskipun ibu kota nya yang terletak di daerah Minangkabau Adityawarman tidak pernah menyebutkan secara eksplisit bahwa wilayah kekuasaannya sebagai kerajaan Minangkabau. Adityawarman Justru menyebut dirinya sebagai penguasa Kanakamedinindra, yang berarti penguasa di “Negeri Emas”. Istilah tersebut digunakan dengan alasan yang cukup masuk akal, karena selama masa pemerintahannya, logam emas digunakan secara maksimal dalam berbagai hal seperti, lempengan emas yang bisa dijadikan sebagai media tulis, benang emas, hingga arca emas. Dengan adanya identitas khusus, Adityawarman menempatkan diri sebagai penguasa sah atas wilayah-wilayah yang berada di bawah pengaruh kerajaan Sriwijaya.

Hubungan politik antara pagaruyung yang dipimpin oleh Adityawarman dengan pusat kekuasaan di jawa tetap terjaga secara unik, mengingat pada masa pemerintahan Adityawarman bersama dengan masa keemasan dengan kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Hyam wuruk. meskipun memiliki kekuasaan yang independen di sumatera, Adityawarman tetap merasa bahwa dirinya tokoh utama dari kerajaan Majapahit. dalam berbagai prasasti yang berada di Sumatera, tidak di temukan penjelasan yang jelas mengenai ketergantungan kerajaan tersebut terhadap Majapahit, menurut prasasti yang berada di daerah sumatera dikatakan bahwa dalam catatan-catatan yang ada tidak di sebutkan nama pulau jawa. hal ini menujukan bahwa kebebasan politik tetap memperhatikan dan menghormati nilai-nilai tradisional dari daerah asalnya.

Masa keemasan kerajaan Malayu ini tidak luput dari peran raja Adityawarman yang merupakan tokoh utama yang memperkuat hubungan politik dan budaya antara kerajaan Majapahit di jawa dengan kerajaan Malayu di Sumatera, sebagai anak dari pasangan Adwayawarman dan Dara Jingga, Adityawarman juga besar di lingkungan kerajaan Majapahit dan pernah diangkat dengan posisi yang strategis yaitu sebagai Wrddhamantri atau yang lebih dikenal sebagai menteri senior pada masa pemerintahan Ratu Tribhūwanotunggadewī, setelah kembali ke Sumetera, Adityawarman kemudian memindahkan pusat kekuasaannya dari Jambi menuju Pagaruyung dan secara resmi menyatakan dirinya sebagai Maharajadhiraja. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menyebarluaskan pengaruh majapahit menuju bagian barat Nusantara, tetapi juga  untuk memperkuat kedudukannya sebagai penguasa resmi atas wilayah-wilayah yang sebelumnya ada dalam kekuasaanya. Masa pemerintahan Raja Adityawarman yang berlangsung selama 27 tahun ini menunjukkan bahwa puncak kejayaan kerajaan ini disebabkan karena Adityawarman berhasil menguasai sumber daya emas yang berlimpah, Adityawarman juga berhasil membangun sebuah kekuasaan yang mandiri tanpa secara eksplisit menunjukkan ketergantungan politik terhadap pulau Sumatera dalam berbagai prasasti yang Adityawarman tinggalkan. (*)

Refesensi:

  • Adi, W, M, A. Pratiwi, E. Sunliensyar, H, H. Legitimasi kekuasaan Ādityawarman di Kerajaan Malayu berdasarkan sumber- sumber prasasti. Berkala Arkeologi, 44(2), 121-138.

  • Allian, M. Pertumbuhan Kerajaan Melayu Sampai Masa Adityawarman.

  • Intisari.grid.id. (2023, 13, Oktober). Hubungan Dagang Dan Diplomatik Antara Kerajaan Melayu Dan Cina pada Abad Ke-5 Hingga Ke-7. Di Akses 16 April 2026.

  • Kusumadewi, A. S. Adityawarman (1347-1374 Masehi): Kajian Epigrafi.

  • Utomo, B. B. (1990). Pemukiman Kuno Di Daerah Tepi Sungai Batanghari Pada Masa Melayu. Berkala Arkeologi, 11(1), 13-26. 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Wahyu
Tentang Wahyu
Saya merupakan mahasiswa ilmu sejarah Universitas Padjadjaran, saya memiliki ketertarikan sejarah tentang kota dan sejarah lokal yang di desa saya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)