Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

4 menit baca
GEORGIUS JEFFREY SEBASTIAN
Ditulis oleh GEORGIUS JEFFREY SEBASTIAN diterbitkan
Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ilustrasi kerusakan akibat gempa.

Pada 21 November 2022, gempa berkekuatan 5,6 Mw mengguncang Cianjur, Jawa Barat, merenggut lebih dari 330 nyawa dan meratakan ribuan rumah padahal kekuatan tersebut sejatinya bukan kategori gempa besar menurut skala seismik internasional, sebagaimana dicatat dalam Laporan Kejadian Bencana Gempa Cianjur yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2022. Dalam dunia teknik sipil, terdapat prinsip mendasar yang dapat menjadi cermin tragedi ini: earthquakes don’t kill people, buildings do, yang berarti bukan gempa yang membunuh, melainkan bangunan yang runtuh akibat tidak dirancang sesuai standar keselamatan.

Indonesia sebenarnya telah memiliki SNI 1726:2019  yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional sebagai acuan resmi perencanaan ketahanan gempa untuk seluruh jenis bangunan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan standar tersebut belum cukup untuk menjamin keselamatan penghuninya. Oleh karena itu, perlu ditelaah lebih jauh mengapa dokumen teknis yang sudah ada justru tidak berhasil mencegah keruntuhan massal yang berulang setiap kali bencana gempa melanda. SNI gempa di Indonesia gagal diterapkan bukan karena standar itu tidak ada, melainkan karena lemahnya pengawasan, rendahnya literasi teknis, dan absennya sanksi nyata di lapangan.

Penerapan SNI 1726:2019 di lapangan lumpuh akibat sistem pengawasan bangunan yang tidak berjalan, terutama pada konstruksi rumah tinggal di daerah. Kebanyakan rumah yang roboh di Cianjur merupakan rumah tinggal biasa yang dibangun oleh tukang setempat tanpa perhitungan struktur yang detail, dan tanpa mengacu pada SNI gempa bukan karena berniat buruk, melainkan karena persoalan sistemik yang berlapis.

Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) memang mensyaratkan gambar konstruksi, tetapi tidak ada pengawas langsung yang datang memeriksa apakah tulangan kolom sudah sesuai standar sebelum dicor, khususnya di wilayah kabupaten dan daerah terpencil. Selain itu, kebanyakan kontraktor yang mendominasi sektor konstruksi rumah tinggal bekerja berdasarkan pengalaman turun-temurun, bukan berdasarkan aturan teknis yang berlaku. Terdapat pula pandangan keliru di masyarakat bahwa membangun sesuai SNI identik dengan biaya mahal, padahal berdasarkan riset Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang tertuang dalam panduan teknis RISHA, selisihnya hanya berkisar 10–15% angka yang jauh lebih kecil dibandingkan biaya pembangunan ulang dan kehilangan nyawa pascabencana.

Kegagalan detail struktural sederhana seperti jarak sengkang kolom dan angkur dinding bata bisa menjadi penyebab utama runtuhnya ribuan rumah saat gempa terjadi. SNI 1726:2019 mensyaratkan jarak antar sengkang dipadatkan di ujung kolom zona kritis menjadi sekitar 5–10 cm, namun di banyak rumah yang roboh, sengkang dipasang secara longgar dengan jarak 20–30 cm sepanjang bentang kolom sehingga kolom tidak mampu menahan gaya lateral saat gempa mengguncang dan langsung mengalami kegagalan.

Aktivitas Gunung Api Tangkuban Parahu pada Rabu 4 Juni 2025, terjadi 37 kali gempa hembusan dengan amplituda 1.5-9 mm berdurasi 30-42 detik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Aktivitas Gunung Api Tangkuban Parahu pada Rabu 4 Juni 2025, terjadi 37 kali gempa hembusan dengan amplituda 1.5-9 mm berdurasi 30-42 detik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Detail lain yang seringkali diabaikan adalah angkur dinding bata ke kolom; tanpa angkur yang benar, dinding bata akan menjadi elemen yang tidak terikat pada rangka struktur utama dan menjadi bagian pertama yang runtuh menimpa penghuni di dalamnya. Dari tinjauan teknis, perbedaan antara bangunan yang bertahan dan yang roboh biasanya hanya terletak pada beberapa batang besi dan ketepatan cara pemasangannya yang sesuai dengan standar yang berlaku. Fakta ini membuktikan bahwa kegagalan bangunan akibat gempa bukan persoalan teknologi yang rumit, melainkan persoalan kepatuhan terhadap prosedur teknis yang sederhana dan terjangkau.

Jepang membuktikan bahwa konsistensi pengawasan dan literasi publik soal standar bangunan mampu menekan korban jiwa akibat gempa secara drastis, meskipun negara tersebut termasuk salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia. Keberhasilan Jepang bukan semata karena teknologi canggih, melainkan karena pengawasan yang konsisten, adanya sanksi nyata bagi pelanggar standar, dan masyarakat yang memahami pentingnya bangunan yang aman.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di Turki, ketika gempa Kahramanmaraş 2023 merenggut lebih dari 50.000 nyawa bukan karena negara itu tidak memiliki standar bangunan yang baik, melainkan karena standar tersebut dibiarkan mati di tengah pengawasan yang lumpuh dan kebijakan yang menoleransi bangunan tidak layak. Indonesia sesungguhnya telah memiliki solusi melalui sistem RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR sebagai prototipe rumah tahan gempa berbasis panel beton pracetak yang terjangkau dan telah teruji secara teknis. Yang dibutuhkan kini hanya tiga langkah konkret, yaitu mewajibkan pelatihan tukang bangunan berbasis SNI gempa, memperkuat pengawasan berbasis komunitas profesional di tingkat desa, serta memberikan insentif nyata bagi pemilik rumah yang membangun sesuai standar.

Menjadikan SNI gempa benar-benar hidup di lapangan bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan merupakan tanggung jawab moral agar bangunan rumah tinggal tidak menjadi ancaman bagi penghuninya. Gempa berikutnya di Indonesia bukan persoalan apakah akan terjadi, melainkan kapan, mengingat letak posisi geografis Indonesia yang berada di dalam Cincin Api Pasifik yang menjadikannya salah satu zona seismik paling aktif di planet ini.

Tidak akan ada teknologi di dunia ini yang mampu menghentikan gempa bumi, tetapi terdapat berbagai cara yang nyata untuk memastikan bahwa ketika gempa itu datang, bangunan yang sudah berdiri tidak berbalik menjadi ancaman bagi penghuninya. SNI 1726:2019 adalah buah dari riset puluhan tahun dan pelajaran pahit dari ribuan korban gempa sebelumnya sudah waktunya standar tersebut berhenti hidup di lemari arsip dan mulai tertanam di setiap dinding, kolom, serta balok yang dibangun di seluruh penjuru negeri.

Standar tahan gempa bukan kemewahan belaka, melainkan hak dasar setiap warga negara dan sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan, dimulai dari pemerintah, kontraktor, hingga masyarakat, bergerak bersama mewujudkan budaya membangun yang tidak hanya mengejar estetika dan kecepatan, tetapi juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

GEORGIUS JEFFREY SEBASTIAN
Mahasiswa teknik sipil Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!