Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Atas peristiwa yang menggemparkan warga kota Bandung, sepuluh pohon ditebang tanpa alasan darurat. 

Mencirikan bahwa terdapat bias di masyarakat yang mesti ditelusuri seksama untuk apa dan tujuannya, sebab itu perlu dilakukan tindakan lebih lanjut. 

Sorotan berhari-hari ini menunjukkan bahwa Wali Kota Bandung menyayangkan perilaku oknum yang membabat habis sepuluh pohon tanpa urgensi apapun. 

Bahkan berita terkait tindakan ilegal ini meluas dan banyak bersikap bahwa oknum tersebut mesti diberi tindakan hukum seadil-adilnya, mengingat pohon tersebut sebagai penyangga kehidupan di perkotaan. 

Penting untuk diketahui jika peraturan daerah kota Bandung sudah tertuang pada Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan payung hukum terbaru dalam pengelolaan lingkungan di Kota Bandung.

Dasar tersebut dapat digunakan untuk memberikan keadilan bagi pohon dan oknumnya dijatuhi hukuman setimpal. 

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan di lingkungan yang semakin jarang ditemui. 

Kota Bandung sangat dikenal dengan penghijauan yang menyenangkan. Masyarakatnya mencintai pohon. Dan kejadian penebangan pohon tersebut turut membawa kabar duka. 

Pemerintah Kota Bandung juga telah menjatuhkan denda administratif kepada pelaku penebangan pohon tanpa izin. Pada tahun 2026, dikutip dari Satpol PP Kota Bandung bahwa telah menindak pelanggaran penebangan pohon dengan total denda sekitar Rp100 juta dan bahkan sampai mewajibkan untuk menanam pohon kembali. 

Kesadaran Penghijauan

Wangari Maathai, peraih hadiah Nobel perdamaian dari Kenya menyebutkan ketika kita menanam pohon, kita menanam benih perdamaian dan harapan.

Kebenaran tentang kesadaran menanam pohon perlu digagas kembali terutama di kalangan generasi Z. 

Sadar akan pentingnya melindungi pohon penting untuk diarahkan dengan mengajak generasi muda antara generasi milenial, Z, dan alpha. Tiga generasi ini yang akan melanjutkan perjalanan kota Bandung di masa depan. 

Generasi muda yang membuat keputusan berharga dalam melindungi kota Bandung merupakan langkah terbaik. Adapun kesadaran penghijauan hakikatnya dapat diwujudkan melalui sosialisasi dan implementasi. 

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Sosialisasi yang dilakukan dapat ditegaskan melalui program-program dari pemerintah, LSM, forum diskusi, komunitas, yang tergerak secara bersamaan dengan berkolaborasi berjenjang. 

Programnya bisa dilakukan dengan bertahap dengan program bulanan. Satu langkah program menanam dan merawat yang disinergikan akan memengaruhi proses tumbuh kembang pemajuan dari perlindungan pohon-pohon di perkotaan. Tak hanya pohon saja. 

Tetapi menjadi identitas bagi generasi muda menyatukan tekad dan semangat menjaga kelestarian lingkungan. Baik di gedung-gedung, sekolah, perkantoran, di jalan, sungai, dan tempat-tempat yang sangat penting dijaga kebersihannya. 

Program terbaik juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi di kota Bandung yang dapat dilakukan secara masif dengan menggerakkan pelaku lingkungan di tingkat generasi muda. 

Upaya kolaborasi ini menjadi ketegasan bahwa perlindungan terhadap lingkungan semakin mendesak agar kebiasaan yang baik dan berkelanjutan sangat berpotensi untuk masa depan.

Strategi Cinta Lingkungan 

Meskipun kita menghadapi tantangan atas perubahan iklim global, dan terjadinya penebangan pohon di kota Bandung, strategi yang tepat guna untuk membuat lingkungan semakin asri dengan langkah, pertama, edukasi sejak dini tentang kesadaran lingkungan. Karena edukasi lingkungan menjadi tren yang berkembang, agar ada kesinambungan ketika beranjak dewasa dan mampu menjaga stabilitas dan mampu mengambil kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan dengan baik. 

Kedua, memperkuat penegakan hukum lingkungan. Tak bisa dilepaskan bahwa kebijakan dan hukum. Keduanya memiliki tujuan yang sama. Tidak boleh ada kesepakatan jahat untuk menebang pohon semaunya. Maka aturannya jelas. Hukum wajib bertindak seefektif mungkin. 

Ketiga, mencintai pohon sebagai budaya kehidupan. Bagaimanapun motifnya, mencintai pohon adalah hal mendasar. Pohon yang dicintai senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat. Masyarakat menjaga. Pemerintah menjaga. Maka akan tercipta budaya kehidupan berbasis ekologis. 

Dari strategi cinta lingkungan akan berdampak positif bagi masyarakat terdidik. Masyarakat yang sangat besar perhatiannya kepada lingkungan sehingga kesadaran berbanding lurus dengan penghijauan yang menyenangkan. 

Selanjutnya kita akan menunggu kepastian hukum bagi penebangan pohon, setelah itu kita gemakan kembali mengajak generasi muda kota Bandung untuk menjaga bersama pohon-pohon kehidupan. 

Sebab satu pohon yang ditanam dan bertumbuh akan membuat kota Bandung lestari, rindang, sehat dan bersih, demi terwujudnya masyarakat yang melanggengkan hubungan antara bumi dan kehidupan manusia seutuhnya. 

Yang tidak dapat dilewatkan, sederhananya kita bisa melakukan tindakan mencintai pohon, kita adalah penjaga kota Bandung yang terpelajar akal dan budinya, mengharmoniskan lingkungan perkotaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)