Puluhan Pemuda Tanam 1.800 Bibit Pohon di Batu Tumpeng, Upaya Pulihkan Hutan dan Cegah Banjir di Ciwidey

2 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Reforestrasi di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, dan muda-mudi yang berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya. (Foto: Mirsi Nira Insani)
Reforestrasi di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, dan muda-mudi yang berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya. (Foto: Mirsi Nira Insani)

AYOBANDUNG.ID - Sekitar 40 pemuda dari berbagai komunitas dan latar belakang berkumpul di Batu Tumpeng, kawasan Gunung Nagara Padang, Kabupaten Bandung, Minggu (15/2/2026). Mereka melakukan penanaman ribuan bibit pohon sebagai upaya memulihkan lahan gundul yang dinilai berkontribusi terhadap banjir dan kerusakan ekosistem.

Dalam kegiatan reforestasi sukarela tersebut, sekitar 1.800 bibit ditanam di area hutan lindung dan lahan perkebunan warga. Aksi gotong royong ini diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, serta relawan dari berbagai wilayah di Bandung Raya.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banjir yang terjadi di kawasan Rawabogo, khususnya di Kampung Ciparigi, pada Desember 2025 dan Februari 2026. Wilayah tersebut merupakan titik pertemuan Sungai Nyalindung dan Sungai Cangkorah yang rawan meluap saat curah hujan tinggi.

Panitia menilai alih fungsi lahan di sekitar hulu sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah risiko banjir. Sejumlah area yang semestinya berfungsi sebagai kawasan resapan air berubah menjadi lahan perkebunan. Melalui penanaman ini, relawan berharap fungsi hutan lindung dapat kembali optimal.

Puluhan pemuda menanam sekirar 1800 bibit pohon di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang, Kabupaten Bandung. (Foto: Mirsi Nira Insani)
Puluhan pemuda menanam sekirar 1800 bibit pohon di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang, Kabupaten Bandung. (Foto: Mirsi Nira Insani)

Selain memulihkan daya serap air, kegiatan penghijauan juga ditujukan untuk merespons meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar. Dalam beberapa bulan terakhir, warga melaporkan kemunculan monyet dan macan tutul di sekitar permukiman.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, relawan menanam berbagai jenis pohon keras dan tanaman produktif, seperti rasamala, puspa, cendana, beringin, mahoni, karet kebo, kopi, dan nangka. Jalur mata air di sekitar lokasi turut dibersihkan dan dirawat guna menjaga ketersediaan sumber air.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang sore. Para peserta terlebih dahulu berkumpul di titik temu sebelum berjalan kaki menuju lokasi tanam. Jalur yang dilalui berupa jalan setapak berlumpur, tanjakan licin, serta lintasan di tepi jurang.

Sebagian peserta menggotong bibit, sementara lainnya membawa pasak bambu untuk penyangga tanaman. Kondisi medan yang berat menyebabkan sejumlah peserta terpeleset dan terjatuh. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung hingga seluruh titik tanam yang direncanakan dapat diselesaikan.

Aksi ini dilakukan secara swadaya, tanpa dukungan sponsor besar. Seluruh kebutuhan kegiatan dipenuhi melalui patungan dan inisiatif bersama. Panitia menyebut, kegiatan serupa telah dilakukan beberapa kali sebelumnya, meskipun minim eksposur publik.

Bagi para relawan, penanaman pohon ini menjadi bentuk kerja nyata dalam menjaga lingkungan di tengah meningkatnya ancaman krisis ekologis. Kegiatan tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga disertai dengan pendataan lokasi dan rencana perawatan lanjutan.

Hingga sore hari, ratusan bibit telah tertanam di lereng dan area perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Para peserta kemudian melakukan evaluasi singkat dan menyusun rencana pemantauan pertumbuhan tanaman sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang. (Mirsi Nira Insani)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)