Kenangan Indah Menonton Film di Bioskop Bandung Era 1980-an dalam Nuansa Ramadan

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)
Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)

Membuka kembali lembaran surat kabar lawas selalu menghadirkan sensasi yang sukar dilupakan dan menjadi kenangan tersendiri. Saat menelusuri halaman demi halaman Harian Umum Mandala edisi 13 Juni 1986, terbitan 40 tahun silam. Kita seakan diajak berkelana menembus waktu, kembali ke Bandung tempo dulu, ketika hiburan terasa sederhana namun berkesan, terlebih dalam suasana bulan Ramadan yang syahdu.

Pada koran lawas tersebut terdapat kolom khusus berisi iklan film-film yang tengah dan akan diputar di bioskop-bioskop Kota Bandung, baik produksi dalam negeri maupun mancanegara. Iklan-iklan itu bukan sekadar informasi hiburan, melainkan juga penanda denyut kehidupan kota, orang bisa memilih tontonan sambil menunggu waktu berbuka, merencanakan hiburan malam selepas tarawih, atau sekadar mencari pelepas penat setelah seharian berpuasa.

Bandung kala itu memiliki banyak gedung bioskop legendaris seperti Paramount Theatre, Majestic Theatre, Dallas Theatre, Palaguna Theatre, Nusantara Theatre dan sederet gedung layar lebar lain yang masing-masing punya penggemar setia. Promosi film sangat mengandalkan iklan koran berupa gambar poster, sinopsis singkat, serta jadwal tayang. Harian Mandala termasuk media yang rajin memuatnya, sebuah metode promosi yang secara prinsip masih bertahan hingga kini, meski medianya telah bergeser ke platform digital.

Film "Bangunnya Nyi Roro Kidul" dibintangi oleh aktris cantik Suzanna. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Film "Bangunnya Nyi Roro Kidul" dibintangi oleh aktris cantik Suzanna. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Adapun film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung ketika bulan puasa saat itu, tepatnya tanggal  13 Juni 1986 atau Ramadan 1406 H yaitu sebagai berikut:

  • PARAMOUNT Theatre yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman dan NUSANTARA Theatre di Jl. Alun-Alun Timur, Bandung memutar film Commando (1985). Sebuah film aksi Amerika Serikat yang dibintangi Arnold Schwarzenegger sebagai mantan pasukan khusus yang harus menyelamatkan putrinya dari penculik. Film ini populer berkat aksi tembak-menembak eksplosif khas sinema laga era tahun 1980-an. Dan kala itu Arnold Schwarzenegger menjadi seorang super star di kancah perfilman selain Silverter Stallone yang terkenal dengan film fenomenal "Rambo".
  • QUEEN Theatre yang berada di Jl. Kepatihan dan VANDA Theatre diJl. Merdeka 17 Bandung mempersembahkan film Tuareg: The Desert Warrior (1984), sebuah film petualangan produksi Spanyol dan Italia tentang pejuang gurun yang sendirian melawan pasukan bersenjata demi menolong tamunya yang ditangkap.
  • Sementara itu GALAXY Theatre yang berada di Jl. Kepatihan, Bandung memutar film The Emerald Forest (1985). Sebuah film drama petualangan tentang anak yang hilang di hutan Amazon dan perjalanan panjang sang ayah menemukannya, dengan sentuhan tema lingkungan dan budaya masyarakat adat.
  • Lalu KING’S Theatre di Jl. Dalem Kaum, Bandung mempersembahkan film Sheena (1984). Film aksi petualangan adaptasi komik Sheena "Queen of the Jungle", menampilkan tokoh perempuan tangguh yang dibesarkan di rimba Afrika dibintangi aktris cantik Tanya Roberts yang dikenal sebagai bintang serial televisi "Charlie's Angels" dan menjadi pendamping James Bond dalam film "A View to A Kill".
  • Selanjutnya BANDUNG Theatre yang berada di Jl. A. Yani dan DIAN Theatre di Jl. Dalem Kaum Bandung memutar film Bangunnya Nyi Roro Kidul (1985). Sebuah film horor legenda Indonesia yang mengangkat mitos penguasa Laut Selatan. Ceritanya berkisar pada manusia yang mencoba berhubungan dengan kekuatan gaib sang Ratu Pantai Selatan dan konsekuensi mistis yang mengikutinya. Film ini mencerminkan tren horor lokal era 1980-an yang memadukan unsur mitologi Jawa, ritual spiritual, serta dramatisasi visual yang kerap menjadi daya tarik utama penonton. Dibintangi oleh para bintang film ternama Indonesia saat itu, seperti Suzanna, George Rudy dan Nenna Rosier. Film ini disutradarai oleh Siswono Gautama Putra.
  • MAJESTIC Theatre di Jl. Braga Bandung mempersembahkan film Tattoo, film aksi thriller yang beredar di jaringan bioskop komersial masa itu, mencerminkan selera penonton terhadap film penuh ketegangan dan adegan laga.
  • Lalu ada bioskop PLAZA Theatre di Jl. A. Yani daerah Kosambi, Bandung memutar film The Crime Hunter film Mandarin bergenre aksi kriminal, tipikal tontonan yang menonjolkan penyelidikan, kejar-kejaran, dan konfrontasi antara penegak hukum dan penjahat. Dibintangi oleh bintang laga Jacky Chan dan aktris cantik Lin Ching Shia, film ini menjadi "best picture 1986" film Hongkong. 
  • Empat gedung bioskop terbaik di Bandung yaitu PALAGUNA, PASUNDAN, DALLAS, dan PRESIDENT Theatre mempersembahkan film yang sama yaitu Sama Juga Bohong (1986). Film komedi Warkop DKI garapan sutradara Arizal. Mengisahkan tiga sahabat yang terjebak dalam rangkaian kebohongan demi menutupi kesalahan mereka sendiri. Seperti film-film Warkop lainnya, cerita dipenuhi dialog jenaka, satire sosial ringan, serta situasi kacau yang berujung tawa. Film ini memperkuat posisi Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro sebagai ikon komedi layar lebar Indonesia pada dekade 1980-an.

Baca Juga: Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Penulis memegang flyer film lawas yang diputar bioskop Bandung era 1980-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis memegang flyer film lawas yang diputar bioskop Bandung era 1980-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada masa itu, menonton film di bioskop merupakan hiburan populer masyarakat Bandung. Bioskop seperti Nusantara, Palaguna, Queen, King’s, Plaza, Galaxy, Dian, dan Bandung Theatre rutin menayangkan film nasional maupun impor, dengan jadwal yang bisa dipantau setiap hari melalui koran. Kehadiran daftar film di surat kabar menjadikan halaman hiburan sebagai rujukan penting warga kota dalam merencanakan kegiatan malam mereka.

Membaca kembali koran lawas bukan sekadar menelusuri informasi, melainkan juga merasakan denyut zaman. Di antara aroma kertas tua dan huruf-huruf cetak yang mulai pudar, tersimpan kenangan tentang masa ketika menonton film di bioskop adalah peristiwa istimewa, terlebih saat Ramadan, ketika malam terasa lebih panjang, kota lebih teduh, dan kisah di layar lebar seolah menyatu dengan romantisme kehidupan nyata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)