Kenangan Indah Menonton Film di Bioskop Bandung Era 1980-an dalam Nuansa Ramadan

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Senin 16 Feb 2026, 18:09 WIB
Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)

Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)

Membuka kembali lembaran surat kabar lawas selalu menghadirkan sensasi yang sukar dilupakan dan menjadi kenangan tersendiri. Saat menelusuri halaman demi halaman Harian Umum Mandala edisi 13 Juni 1986, terbitan 40 tahun silam. Kita seakan diajak berkelana menembus waktu, kembali ke Bandung tempo dulu, ketika hiburan terasa sederhana namun berkesan, terlebih dalam suasana bulan Ramadan yang syahdu.

Pada koran lawas tersebut terdapat kolom khusus berisi iklan film-film yang tengah dan akan diputar di bioskop-bioskop Kota Bandung, baik produksi dalam negeri maupun mancanegara. Iklan-iklan itu bukan sekadar informasi hiburan, melainkan juga penanda denyut kehidupan kota, orang bisa memilih tontonan sambil menunggu waktu berbuka, merencanakan hiburan malam selepas tarawih, atau sekadar mencari pelepas penat setelah seharian berpuasa.

Bandung kala itu memiliki banyak gedung bioskop legendaris seperti Paramount Theatre, Majestic Theatre, Dallas Theatre, Palaguna Theatre, Nusantara Theatre dan sederet gedung layar lebar lain yang masing-masing punya penggemar setia. Promosi film sangat mengandalkan iklan koran berupa gambar poster, sinopsis singkat, serta jadwal tayang. Harian Mandala termasuk media yang rajin memuatnya, sebuah metode promosi yang secara prinsip masih bertahan hingga kini, meski medianya telah bergeser ke platform digital.

Film "Bangunnya Nyi Roro Kidul" dibintangi oleh aktris cantik Suzanna. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Film "Bangunnya Nyi Roro Kidul" dibintangi oleh aktris cantik Suzanna. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Adapun film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung ketika bulan puasa saat itu, tepatnya tanggal  13 Juni 1986 atau Ramadan 1406 H yaitu sebagai berikut:

  • PARAMOUNT Theatre yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman dan NUSANTARA Theatre di Jl. Alun-Alun Timur, Bandung memutar film Commando (1985). Sebuah film aksi Amerika Serikat yang dibintangi Arnold Schwarzenegger sebagai mantan pasukan khusus yang harus menyelamatkan putrinya dari penculik. Film ini populer berkat aksi tembak-menembak eksplosif khas sinema laga era tahun 1980-an. Dan kala itu Arnold Schwarzenegger menjadi seorang super star di kancah perfilman selain Silverter Stallone yang terkenal dengan film fenomenal "Rambo".
  • QUEEN Theatre yang berada di Jl. Kepatihan dan VANDA Theatre diJl. Merdeka 17 Bandung mempersembahkan film Tuareg: The Desert Warrior (1984), sebuah film petualangan produksi Spanyol dan Italia tentang pejuang gurun yang sendirian melawan pasukan bersenjata demi menolong tamunya yang ditangkap.
  • Sementara itu GALAXY Theatre yang berada di Jl. Kepatihan, Bandung memutar film The Emerald Forest (1985). Sebuah film drama petualangan tentang anak yang hilang di hutan Amazon dan perjalanan panjang sang ayah menemukannya, dengan sentuhan tema lingkungan dan budaya masyarakat adat.
  • Lalu KING’S Theatre di Jl. Dalem Kaum, Bandung mempersembahkan film Sheena (1984). Film aksi petualangan adaptasi komik Sheena "Queen of the Jungle", menampilkan tokoh perempuan tangguh yang dibesarkan di rimba Afrika dibintangi aktris cantik Tanya Roberts yang dikenal sebagai bintang serial televisi "Charlie's Angels" dan menjadi pendamping James Bond dalam film "A View to A Kill".
  • Selanjutnya BANDUNG Theatre yang berada di Jl. A. Yani dan DIAN Theatre di Jl. Dalem Kaum Bandung memutar film Bangunnya Nyi Roro Kidul (1985). Sebuah film horor legenda Indonesia yang mengangkat mitos penguasa Laut Selatan. Ceritanya berkisar pada manusia yang mencoba berhubungan dengan kekuatan gaib sang Ratu Pantai Selatan dan konsekuensi mistis yang mengikutinya. Film ini mencerminkan tren horor lokal era 1980-an yang memadukan unsur mitologi Jawa, ritual spiritual, serta dramatisasi visual yang kerap menjadi daya tarik utama penonton. Dibintangi oleh para bintang film ternama Indonesia saat itu, seperti Suzanna, George Rudy dan Nenna Rosier. Film ini disutradarai oleh Siswono Gautama Putra.
  • MAJESTIC Theatre di Jl. Braga Bandung mempersembahkan film Tattoo, film aksi thriller yang beredar di jaringan bioskop komersial masa itu, mencerminkan selera penonton terhadap film penuh ketegangan dan adegan laga.
  • Lalu ada bioskop PLAZA Theatre di Jl. A. Yani daerah Kosambi, Bandung memutar film The Crime Hunter film Mandarin bergenre aksi kriminal, tipikal tontonan yang menonjolkan penyelidikan, kejar-kejaran, dan konfrontasi antara penegak hukum dan penjahat. Dibintangi oleh bintang laga Jacky Chan dan aktris cantik Lin Ching Shia, film ini menjadi "best picture 1986" film Hongkong. 
  • Empat gedung bioskop terbaik di Bandung yaitu PALAGUNA, PASUNDAN, DALLAS, dan PRESIDENT Theatre mempersembahkan film yang sama yaitu Sama Juga Bohong (1986). Film komedi Warkop DKI garapan sutradara Arizal. Mengisahkan tiga sahabat yang terjebak dalam rangkaian kebohongan demi menutupi kesalahan mereka sendiri. Seperti film-film Warkop lainnya, cerita dipenuhi dialog jenaka, satire sosial ringan, serta situasi kacau yang berujung tawa. Film ini memperkuat posisi Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro sebagai ikon komedi layar lebar Indonesia pada dekade 1980-an.

Baca Juga: Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Penulis memegang flyer film lawas yang diputar bioskop Bandung era 1980-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis memegang flyer film lawas yang diputar bioskop Bandung era 1980-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada masa itu, menonton film di bioskop merupakan hiburan populer masyarakat Bandung. Bioskop seperti Nusantara, Palaguna, Queen, King’s, Plaza, Galaxy, Dian, dan Bandung Theatre rutin menayangkan film nasional maupun impor, dengan jadwal yang bisa dipantau setiap hari melalui koran. Kehadiran daftar film di surat kabar menjadikan halaman hiburan sebagai rujukan penting warga kota dalam merencanakan kegiatan malam mereka.

Membaca kembali koran lawas bukan sekadar menelusuri informasi, melainkan juga merasakan denyut zaman. Di antara aroma kertas tua dan huruf-huruf cetak yang mulai pudar, tersimpan kenangan tentang masa ketika menonton film di bioskop adalah peristiwa istimewa, terlebih saat Ramadan, ketika malam terasa lebih panjang, kota lebih teduh, dan kisah di layar lebar seolah menyatu dengan romantisme kehidupan nyata. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 08:00

Panduan Wisata ke Kampung Turis Karawang, Oase Pedesaan di Balik Kota Industri

Kampung Turis Karawang menawarkan wisata alam, sawah terasering, waterpark, kuliner Sunda, hingga villa dan camping di kawasan Tegalwaru.

Kampung Turis Karawang.