Ramadan Lebih Afdal dan Sarat Makna Budaya dengan Batik Lokal

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Pelatihan membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi))
Pelatihan membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi))

 Bulan suci Ramadan merupakan momentum emas untuk memasarkan produk lokal serta menumbuhkan UMKM atau usaha rintisan dengan sentuhan yang lebih inovatif. Salah satu produk lokal yang mesti mengambil kesempatan emas saat Ramadan dan lebaran adalah Batik lokal.

Saya sangat prihatin dengan serbuan tekstil dari luar negeri, khususnya dari Cina yang kini sudah masuk ke pasar tradisional. Tekstil impor itu termasuk jenis batik. Ketika saya belanja pakaian di Pasar Baru kota Bandung, banyak pakaian jadi bercorak batik impor yang harganya sangat murah. Sulit masuk akal dengan murahnya harga pakaian batik tersebut.

Perlu kesadaran masyarakat untuk menggunakan batik lokal, khususnya yang diproduksi oleh daerahnya. Di kota Bandung sendiri ada beberapa produsen batik dengan corak khas Bandung Raya. Sangat mulia jika busana Ramadan dan  peralatan menggunakan batik lokal.  Hal ini tentunya bisa menumbuhkan industri rumahan agar tetap hidup. Apalagi, batik lokal adalah usaha padat karya yang banyak melibatkan kaum Wanita.

Sungguh memprihatinkan, pada tahun 2025, impor batik dan produk fesyen (seperti jilbab) dari Cina kian membanjiri pasar lokal Indonesia.

Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, memperlihatkan salah satu motif batik produknya (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, memperlihatkan salah satu motif batik produknya (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)

Batik Ikonik Bandung

 Masyarakat perlu dibuka mata dan hatinya terkait dengan kualitas dan nilai budaya batik lokal. Kita perlu mengenal dan memakai batik khas Bandung yang menonjolkan motif ikonik kota seperti bunga Patrakomala, burung Cangkurileung, angklung, dan bangunan Gedung Sate. Corak yang populer adalah Batik Patrakomala dan Batik Kina yang merupakan khas Bandung raya yang menggambarkan tanaman kina. Batik Bandung dengan desain modern, berwarna cerah, dan merepresentasikan identitas budaya Sunda.

Selain industri rumahan, terdapat beberapa rumah batik yang mengembangkan motif khas, seperti Rumah Batik Komar dan Rumah Batik Cipaku. Batik Bandung terus berkembang dengan variasi warna yang beragam, menjadikannya busana yang afdal saat Ramadan dan lebaran. Batik Komar didirikan pada oleh pasangan Komarudin Kudiya dan Nuryanti Widya. Rumah Batik Komar memproduksi motif batik khas Kota Bandung, seperti Jembatan Pasupati, alat musik Angklung, dan Bunga Patrakomala.

Rumah Batik Komar memiliki dua Lokasi, di Jalan Sumbawa yang berfungsi sebagai tempat penjualan dan kantor. Tempat kedua di Jalan Cigadung Raya Timur yang berfungsi sebagai tempat penjualan sekaligus menjadi wisata edukasi atau wisata batik untuk pengunjung. Disini pengunjung bisa belajar sejarah dan proses pembuatan batik, bahkan mencoba langsung membuat batik dengan teknik cap atau tulis di atas kain berukuran 40x40 cm.

Pelatihan membatik di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pelatihan membatik di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Batik Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

 Istilah batik berakar dari kata bahasa Jawa yakni ambatik, yang merupakan gabungan dari kata amba yang berarti menulis dan tik yang berarti titik. Mencerminkan esensi dasar dari batik, yakni proses "menulis titik" atau menciptakan pola-pola rumit melalui titik-titik kecil di atas permukaan kain.

 Sebagai sebuah karya budaya, batik telah melampaui fungsinya sebagai pakaian, bertransformasi menjadi bahasa simbolik yang merekam interaksi budaya Nusantara dengan peradaban luar, mulai dari pengaruh Hindu-Buddha, Tiongkok, India, hingga kolonialisme Eropa.

 Salah satu alasan badan kebudayaan dunia yakni UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya takbenda adalah karena keterikatannya yang mendalam dengan setiap tahapan penting kehidupan manusia Indonesia. Batik bukan sekadar pelengkap busana, melainkan juga pembawa doa dan harapan dalam siklus kehidupan.

 Fitrah batik terkait dengan siklus hidup manusia. Sejak bayi berada di dalam rahim, ritual mitoni atau tujuh bulanan melibatkan penggunaan tujuh lapis kain batik dengan motif yang melambangkan kemuliaan dan kebahagiaan, seperti batik bercorak Sidomukti dan Sidoluhur.

 Saat bayi lahir, ia akan dibedong atau digendong menggunakan kain batik bermotif Truntum, yang melambangkan kasih sayang orang tua yang senantiasa menuntun. Dalam upacara tradisi Tedhak Siten atau bayi yang turun tanah, sering dipakaikan motif Wahyu Tumurun. Ini merupakan filosofi harapan dan tuntunan sepanjang hayatnya.

 Bahkan upacara pernikahan adalah momen di mana penggunaan batik sangat diperhatikan detailnya. Pasangan pengantin dan orang tua mereka mengenakan motif yang merupakan representasi dari doa kolektif. Oleh sebab itu digunakan batik motif Sidomukti dan Sidoluhur.  Dipakai pengantin agar kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi dengan kemuliaan, kemakmuran, dan kebahagiaan yang langgeng.

Sedangkan motif Truntum khusus dikenakan oleh orang tua pengantin. Motif ini diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sunan Pakubuwono III, sebagai simbol cinta yang tumbuh kembali. Dalam pernikahan, ini menandakan peran orang tua sebagai penuntun jalan bagi anak-anaknya.

Dan motif Sawat berbentuk sayap burung Garuda yang melambangkan perlindungan dan kekuasaan, sering dipakai dalam prosesi adat pernikahan.

 Sedangkan dalam suasana duka cita, motif batik tetap hadir. Jenazah biasanya diselimuti dengan kain batik, seringkali menggunakan motif Kawung. Penggunaan Kawung dalam ritus penguburan melambangkan kembalinya manusia ke alam suwung atau kosong, serta pengingat akan asal-usul manusia yang suci.

 Perbaiki Upah Pembatik

Potensi ekonomi Ramadan dan acara mudik lebaran sebaiknya digarap lebih kreatif dan inovatif oleh pemerintah daerah dengan membuat semacam event atau pameran yang mempromosikan produk dan potensi daerahnya. Spiritual bulan Ramadan dan acara mudik lebaran bisa menjadi momentum emas untuk menunjukkan berbagai macam produk dan inovasi daerah yang telah dihasilkan. Pemudik memiliki tujuan spiritual untuk bersilaturahmi dengan kerabat di kampung halaman.

Bulan Ramadan tak melulu soal warna putih saja. Batik modern juga bisa jadi pilihan gaya berbusana di Ramadan  karena memberi nuansa berbeda sekaligus merawat budaya bangsa. Lagi pula, batik dengan motif sederhana tetap akan terlihat calming jika dipakai sehari-hari di bulan Ramadhan.

Pedagang batik di berbagai daerah berharap kebanjiran pesanan. Aktivitas di bulan Ramadan memang lebih afdol jika memakai bahan batik. Pakaian batik, sajadah batik, perabotan bercorak batik terasa sangat membumi dan memiliki greget budaya bangsa.

Sajadah batik saat ini juga sedang diminati masyarakat. Selain menggunakan kain batik tulis asli, sajadah ini juga dilengkapi dengan busa di bagian bawahnya. Sehingga saat digunakan untuk salat bisa menambah kenyamanan.Baiknya kualitas yang dimiliki sajadah batik ini membuatnya diburu warga di bulan Ramadhan kali ini.

Baca Juga: Munggahan dan Closingan Sekaligus: Potret Kita, Potret Bandung Menjelang Ramadan

Selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri permintaan produk batik meningkat pesat. Sayangnya momentum ini terancam dan tergerus oleh serbuan batik impor yang jauh hari sudah menduduki pasar domestik.

 Perlu insentif bagi pengrajin batik lokal, terutama batik tulis di sentra kerajinan batik yang ada di negeri ini. Agar entitas tersebut bisa meningkatkan produknya untuk menambah stok guna menghadapi lebaran tahun ini. Para perajin saat memasuki bulan puasa sudah mulai meningkatkan produksinya untuk kepentingan stok menghadapi kunjungan wisatawan,

Dari aspek budaya, hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi batik adalah asli Indonesia .

Sayangnya, di negeri ini seringkali kurang menghargai para pembuatnya. Status ketenagakerjaan pembatik belum dikategorikan sebagai profesi formal maupun seniman. Mereka masih dikategorikan pekerja informal yang tidak tersentuh peraturan ketenagakerjaan. Masih banyak diantara mereka yang upahnya masih di bawah UMR. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)