Ramadan Lebih Afdal dan Sarat Makna Budaya dengan Batik Lokal

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Senin 16 Feb 2026, 13:04 WIB
Pelatihan membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi))

Pelatihan membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi))

 Bulan suci Ramadan merupakan momentum emas untuk memasarkan produk lokal serta menumbuhkan UMKM atau usaha rintisan dengan sentuhan yang lebih inovatif. Salah satu produk lokal yang mesti mengambil kesempatan emas saat Ramadan dan lebaran adalah Batik lokal.

Saya sangat prihatin dengan serbuan tekstil dari luar negeri, khususnya dari Cina yang kini sudah masuk ke pasar tradisional. Tekstil impor itu termasuk jenis batik. Ketika saya belanja pakaian di Pasar Baru kota Bandung, banyak pakaian jadi bercorak batik impor yang harganya sangat murah. Sulit masuk akal dengan murahnya harga pakaian batik tersebut.

Perlu kesadaran masyarakat untuk menggunakan batik lokal, khususnya yang diproduksi oleh daerahnya. Di kota Bandung sendiri ada beberapa produsen batik dengan corak khas Bandung Raya. Sangat mulia jika busana Ramadan dan  peralatan menggunakan batik lokal.  Hal ini tentunya bisa menumbuhkan industri rumahan agar tetap hidup. Apalagi, batik lokal adalah usaha padat karya yang banyak melibatkan kaum Wanita.

Sungguh memprihatinkan, pada tahun 2025, impor batik dan produk fesyen (seperti jilbab) dari Cina kian membanjiri pasar lokal Indonesia.

Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, memperlihatkan salah satu motif batik produknya (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, memperlihatkan salah satu motif batik produknya (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)

Batik Ikonik Bandung

 Masyarakat perlu dibuka mata dan hatinya terkait dengan kualitas dan nilai budaya batik lokal. Kita perlu mengenal dan memakai batik khas Bandung yang menonjolkan motif ikonik kota seperti bunga Patrakomala, burung Cangkurileung, angklung, dan bangunan Gedung Sate. Corak yang populer adalah Batik Patrakomala dan Batik Kina yang merupakan khas Bandung raya yang menggambarkan tanaman kina. Batik Bandung dengan desain modern, berwarna cerah, dan merepresentasikan identitas budaya Sunda.

Selain industri rumahan, terdapat beberapa rumah batik yang mengembangkan motif khas, seperti Rumah Batik Komar dan Rumah Batik Cipaku. Batik Bandung terus berkembang dengan variasi warna yang beragam, menjadikannya busana yang afdal saat Ramadan dan lebaran. Batik Komar didirikan pada oleh pasangan Komarudin Kudiya dan Nuryanti Widya. Rumah Batik Komar memproduksi motif batik khas Kota Bandung, seperti Jembatan Pasupati, alat musik Angklung, dan Bunga Patrakomala.

Rumah Batik Komar memiliki dua Lokasi, di Jalan Sumbawa yang berfungsi sebagai tempat penjualan dan kantor. Tempat kedua di Jalan Cigadung Raya Timur yang berfungsi sebagai tempat penjualan sekaligus menjadi wisata edukasi atau wisata batik untuk pengunjung. Disini pengunjung bisa belajar sejarah dan proses pembuatan batik, bahkan mencoba langsung membuat batik dengan teknik cap atau tulis di atas kain berukuran 40x40 cm.

Pelatihan membatik di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pelatihan membatik di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Batik Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

 Istilah batik berakar dari kata bahasa Jawa yakni ambatik, yang merupakan gabungan dari kata amba yang berarti menulis dan tik yang berarti titik. Mencerminkan esensi dasar dari batik, yakni proses "menulis titik" atau menciptakan pola-pola rumit melalui titik-titik kecil di atas permukaan kain.

 Sebagai sebuah karya budaya, batik telah melampaui fungsinya sebagai pakaian, bertransformasi menjadi bahasa simbolik yang merekam interaksi budaya Nusantara dengan peradaban luar, mulai dari pengaruh Hindu-Buddha, Tiongkok, India, hingga kolonialisme Eropa.

 Salah satu alasan badan kebudayaan dunia yakni UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya takbenda adalah karena keterikatannya yang mendalam dengan setiap tahapan penting kehidupan manusia Indonesia. Batik bukan sekadar pelengkap busana, melainkan juga pembawa doa dan harapan dalam siklus kehidupan.

 Fitrah batik terkait dengan siklus hidup manusia. Sejak bayi berada di dalam rahim, ritual mitoni atau tujuh bulanan melibatkan penggunaan tujuh lapis kain batik dengan motif yang melambangkan kemuliaan dan kebahagiaan, seperti batik bercorak Sidomukti dan Sidoluhur.

 Saat bayi lahir, ia akan dibedong atau digendong menggunakan kain batik bermotif Truntum, yang melambangkan kasih sayang orang tua yang senantiasa menuntun. Dalam upacara tradisi Tedhak Siten atau bayi yang turun tanah, sering dipakaikan motif Wahyu Tumurun. Ini merupakan filosofi harapan dan tuntunan sepanjang hayatnya.

 Bahkan upacara pernikahan adalah momen di mana penggunaan batik sangat diperhatikan detailnya. Pasangan pengantin dan orang tua mereka mengenakan motif yang merupakan representasi dari doa kolektif. Oleh sebab itu digunakan batik motif Sidomukti dan Sidoluhur.  Dipakai pengantin agar kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi dengan kemuliaan, kemakmuran, dan kebahagiaan yang langgeng.

Sedangkan motif Truntum khusus dikenakan oleh orang tua pengantin. Motif ini diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sunan Pakubuwono III, sebagai simbol cinta yang tumbuh kembali. Dalam pernikahan, ini menandakan peran orang tua sebagai penuntun jalan bagi anak-anaknya.

Dan motif Sawat berbentuk sayap burung Garuda yang melambangkan perlindungan dan kekuasaan, sering dipakai dalam prosesi adat pernikahan.

 Sedangkan dalam suasana duka cita, motif batik tetap hadir. Jenazah biasanya diselimuti dengan kain batik, seringkali menggunakan motif Kawung. Penggunaan Kawung dalam ritus penguburan melambangkan kembalinya manusia ke alam suwung atau kosong, serta pengingat akan asal-usul manusia yang suci.

 Perbaiki Upah Pembatik

Potensi ekonomi Ramadan dan acara mudik lebaran sebaiknya digarap lebih kreatif dan inovatif oleh pemerintah daerah dengan membuat semacam event atau pameran yang mempromosikan produk dan potensi daerahnya. Spiritual bulan Ramadan dan acara mudik lebaran bisa menjadi momentum emas untuk menunjukkan berbagai macam produk dan inovasi daerah yang telah dihasilkan. Pemudik memiliki tujuan spiritual untuk bersilaturahmi dengan kerabat di kampung halaman.

Bulan Ramadan tak melulu soal warna putih saja. Batik modern juga bisa jadi pilihan gaya berbusana di Ramadan  karena memberi nuansa berbeda sekaligus merawat budaya bangsa. Lagi pula, batik dengan motif sederhana tetap akan terlihat calming jika dipakai sehari-hari di bulan Ramadhan.

Pedagang batik di berbagai daerah berharap kebanjiran pesanan. Aktivitas di bulan Ramadan memang lebih afdol jika memakai bahan batik. Pakaian batik, sajadah batik, perabotan bercorak batik terasa sangat membumi dan memiliki greget budaya bangsa.

Sajadah batik saat ini juga sedang diminati masyarakat. Selain menggunakan kain batik tulis asli, sajadah ini juga dilengkapi dengan busa di bagian bawahnya. Sehingga saat digunakan untuk salat bisa menambah kenyamanan.Baiknya kualitas yang dimiliki sajadah batik ini membuatnya diburu warga di bulan Ramadhan kali ini.

Baca Juga: Munggahan dan Closingan Sekaligus: Potret Kita, Potret Bandung Menjelang Ramadan

Selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri permintaan produk batik meningkat pesat. Sayangnya momentum ini terancam dan tergerus oleh serbuan batik impor yang jauh hari sudah menduduki pasar domestik.

 Perlu insentif bagi pengrajin batik lokal, terutama batik tulis di sentra kerajinan batik yang ada di negeri ini. Agar entitas tersebut bisa meningkatkan produknya untuk menambah stok guna menghadapi lebaran tahun ini. Para perajin saat memasuki bulan puasa sudah mulai meningkatkan produksinya untuk kepentingan stok menghadapi kunjungan wisatawan,

Dari aspek budaya, hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi batik adalah asli Indonesia .

Sayangnya, di negeri ini seringkali kurang menghargai para pembuatnya. Status ketenagakerjaan pembatik belum dikategorikan sebagai profesi formal maupun seniman. Mereka masih dikategorikan pekerja informal yang tidak tersentuh peraturan ketenagakerjaan. Masih banyak diantara mereka yang upahnya masih di bawah UMR. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Apr 2026, 18:39

Dari Bumi ke Bulan: Kisah Empat Astronot dalam Misi Artemis 2

Kisah empat astronot dalam misi Artemis II yang menandai kembalinya manusia mengelilingi Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)
Ikon 03 Apr 2026, 17:16

Hikayat Terminal Cicaheum, Ikon Bersejarah Bandung di Ujung Hayat

Setelah 50 tahun beroperasi, Terminal Cicaheum resmi dimatikan dan seluruh trayek dipindahkan ke Leuwipanjang.

Terminal Cicaheum. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 03 Apr 2026, 14:31

Persib (Jurnalistik) Nu Aing

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah yang merekam dan mewariskan nilai-nilai, norma, tradisi, adat istiadat

Persib Nu Aing sebagai bentuk ikrar dan menunjukkan rasa cintanya pada Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Mayantara 03 Apr 2026, 10:39

Cancel Culture: Saat Netizen Jadi Hakim di Ruang Digital

Di sinilah cancel culture bekerja, di mana publik secara kolektif “membatalkan” seseorang karena dianggap melanggar norma sosial tertentu.

Cancel culture. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Wisata & Kuliner 03 Apr 2026, 10:10

Panduan Wisata Pantai Santolo Garut: Rute, Biaya, dan Daya Tarik Lengkap

Panduan wisata Pantai Santolo Garut, mulai rute terbaik, biaya, spot menarik hingga tips liburan hemat dan nyaman di pesisir selatan.

Sunset di Pantai Santolo, Garut. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 20:42

Trah Sumedang, Belajar Mangkas Rambut ke Orang Garut dan di Bandung Sukses Buka Barbershop

Bisnis barbershop alias tukang pangkas rambut selalu ramai selama Ramadan dan bulan Syawal.

Pemangkas rambut asal Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 19:02

Hikayat Brem dalam Lintasan Sejarah Kuliner Fermentasi Jawa dan Bali

Brem merupakan produk fermentasi tradisional yang telah dikenal sejak abad ke-10 di Jawa. Dari minuman ritual di Bali hingga camilan khas Madiun, brem mencerminkan panjangnya sejarah kuliner Nusantara

Brem, kuliner fermentasi Jawa dan Bali
Bandung 02 Apr 2026, 17:31

Siasat Bakmie Feng Taklukkan Pasar Cihapit: Harga Stabil, Rasa Jadi Andalan

Lagi di Bandung? Yuk, intip rahasia Bakmie Feng di Pasar Cihapit yang selalu ramai! Dari menu ayam khek hingga strategi harga yang bikin pelanggan setia.

Bakmie Feng berdiri mencolok dengan nuansa merah menyala di antara deretan kios kuliner Bandung di Pasar Cihapit. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 17:27

Membaca Majalah Remaja Tahun 1980-an

Mengenang kembali ketika tahun 1980-an muncul majalah-majalah remaja yang digemari para remaja khususnya di Kota Bandung.

Majalah Remaja Gadis edisi September 1980. (Sumber: Instagram | Foto: Koleksi Goeni)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 16:25

Dari Ramadan, Lebaran, hingga Pendatang Urban: 5 Tips bagi Netizen Menulis di April 2026

Berikut tips praktis agar tulisanmu tepat sasaran.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 15:06

Sejarah Kupat Tahu Singaparna, Jejak Rasa Kuliner Legendaris dari Tasikmalaya

Kupat Tahu Singaparna lahir dari pasar tradisional Tasikmalaya, hasil perpaduan budaya, ekonomi rakyat, dan perjalanan kuliner sejak 1950-an.

Kupat tahu Singaparna.
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 14:56

4 Cara Mengubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Tulisan untuk Ayo Netizen

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id dengan periode publikasi 1–30 April 2026.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 11:03

Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau.

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 10:02

Perjalanan Kawah Putih, Ikon Wisata Kabupaten Bandung

Kawah Putih terus berinovasi dengan wahana baru sambil menjaga keindahan alamnya sebagai ikon wisata Kabupaten Bandung.

Objek wisata ikonik Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 02 Apr 2026, 09:57

Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, lapak buku bekas di Jalan Kautamaan Istri masih menjadi tempat berburu buku langka, di mana keberuntungan sering datang dari cover buku yang sudah usang.

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 08:44

Bandung dalam Kenangan Pendatang Era 90-an

Awal tahun 1990-an, Bandung selalu kedatangan wajah-wajah baru, terutama setelah Lebaran.

Mahasiswa di Bandung pada era 1990-an, para pendatang dari berbagai daerah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 19:02

4 Cerita yang Bisa Kamu Tulis untuk Ayo Netizen April 2026

Berikut empat sudut cerita yang bisa jadi titik masuk tulisanmu.

Dalam tujuan mengapreasiasi kamu yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Wisata & Kuliner 01 Apr 2026, 17:32

Panduan Wisata Gunung Bromo: dari Rute, Biaya hingga Waktu Terbaik

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan lebih dari sekadar kawah. Ini panduan lengkap untuk merencanakan kunjungan yang efisien dan tidak boros.

Gunung Bromo (Sumber: freerangestock.com)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 17:22

Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai-sampai di daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul?

Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 16:43

Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

Di balik ramainya mudik Lebaran, hadir pengemudi minim pengalaman. Faktor manusia tetap menjadi kunci utama dalam risiko kecelakaan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)