Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Selasa 19 Mei 2026, 11:49 WIB
Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)

Menggunakan transportasi di Kota Bandung memang selalu punya tantangannya tersendiri. Selain mengeluarkan budget yang lebih besar—transportasi umum juga tidak selalu bisa mengantarkan kita tepat ke titik tujuan. Namun dibalik itu semua—kadang berjalan kaki di Bandung juga bisa mendapatkan pengalaman unik yang bisa menjadi pembelajaran.

Bandung memang dikenal dengan kota yang warganya memiliki keramah-tamahan. Namun terkadang hal ini bisa menjadi bumerang ketika dimanfaatkan oleh sebagian orang yang ingin mendapatkan keuntungan. Misalnya yang pernah disampaikan oleh Dr.Heny Gustini Nuraeni sebagai salah satu peneliti kampung pengemis di Cihampelas dalam podcas KPI Studio.

Mereka memanfaatkan keramah-tamahan orang Bandung untuk mendulang rasa iba

Sebetulnya saya sering mengalami pengalaman bertemu dengan berbagai macam orang yang akan melakukan modus penipuan di Kota Bandung. Beberapa pernah saya ceritakan dalam tulisan yang dipublikasikan di ayobandung. Namun kejadian sore tadi memantik kembali untuk mengingatkan baik warga Bandung maupun perantau untuk tetap berhati-hati ketika beraktifitas di ruang publik.

Di lorong sepanjang jalan Ijan banyak berbagai macam warung kelontong kecil yang menyediakan kebutuhan warga setempat. Nampak bukan hal yang aneh ketika motor berjejer sepanjang jalan lengkap dengan juru parkir yang membawa peluit.

Di depan saya berdiri seorang bapak membawa kotak yang terbuat dari kayu dan diberikan selempang yang berisi rokok, minuman sachet dan air mineral. Pandangan saya tidak sengaja terlempar ke sebelah kanan bahu jalan dan terlihat seorang dengan baju PNS menggunakan rompi pendek, memakai masker dan menggunakan motor supra menatap ke arah saya sambil menjulurkan tangan ke bawah—lalu mengepalkan dan membuka tangan seperti sebuah ajakan untuk saya menghampirinya. Namun saya hiraukan karena tidak kenal dan intuisi saya mengatakan bahwa orang tersebut tidak aman untuk didekati.

Saya menyadari bahwa bapak penjual rokok di depan saya mengetahui hal tersebut. Untuk berjaga-jaga saya berusaha mengajak ngobrol bapak tersebut

“Siapa ya pak ? orang tadi, tiba-tiba melambaikan tangan padahal saya tidak kenal”

“mungkin lagi nunggu orang teh”

Trik saya mengajak ngobrol bapak penjual rokok ternyata manjur untuk membuat orang dalam motor tersebut pergi melajukan motornya.

Sebagai warga Bandung asli saya tidak ingin menutupi fakta bahwa sebetulnya dibalik segala keindahan yang diceritakan banyak juga kriminalitas dan penipuan yang sering terjadi di ruang publik. Mulai dari modus meminta uang ongkos, modus belum makan, modus bertanya jalan, modus beramal untuk kanker, menjual makanan dengan membawa UMKM tapi ditawarkan dengan harga mahal hingga melakukan aktivitas seksual menyimpang seperti ekshibisionisme.

Beberapa waktu yang lalu ada dua kejadian kurir paket yang motornya dibegal saat meneduh dari hujan juga motor yang diambil saat kurir mengantarkan barang ke gang-gang kecil. Bahkan sebelumnya saya pernah menyaksikan langsung kejadian yang hampir saja membawa motor N-max.

Saat itu saya sedang bekerja di sebuah apotek—mendadak ada 4 orang yang hilir-mudik di depan apotek namun tanpa tujuan yang jelas. Yang saya lihat mereka terus memegang motor N-max yang terparkir di depan apotek. Saya tahu persis siapa pemilik motor teresebut meski pemiliknya tidak meminta izin untuk menyimpan motornya di depan apotek.

Saya curiga bahwa aksi mereka yang terus memegang dan berusaha mengutak-atik stang adalah tindak kejahatan. Karena saya terus memantau orang-orang tersebut. Mereka merasa risih dan berusaha basa-basi kepada saya.

" Teh ini yang punya motornya siapa ya ? Saya dari dealer mau ngecek surat-surat motor ini"

"Ada di belakang" jawab saya singkat

Orang tersebut berusaha mengalihkan fokus saya dengan berpura-pura menelepon dan membicarakan motor N-max tersebut. Sementara saya berusaha menahan aksi kejahatan tersebut dengan terus mengarahkan kamera handphone kepada mereka.

Sepertinya mereka menyadari bahwa saya telah mencurigainya sehingga yang bersangkutan pergi menggunakan 2 motor dengan 4 orang saling bonceng.

Keamanan di Bandung kian hari makin meresahkan. Semakin banyak pencurian-- pembegalan-- aksi kekerasan seksual. Entah karena tekanan ekonomi atau tekanan psikologis yang jelas semua ini tidak bisa dianggap wajar dan dibiarkan tanpa tindak lanjut dari pihak kepolisian.

Bagi saya bertahan di kota Bandung bukan saja tentang pekerjaan, menghadapi kemacetan, menerima gunungan sampah dan luapan banjir saat hujan.

Namun bertahan juga untuk mempertahankan apa yang kita miliki , baik barang berharga seperti ponsel, kendaraan, uang, laptop, maupun modus penipuan yang sering terjadi di ruang publik.

Bagi siapapun yang tinggal di Kota Bandung jangan pernah jadi orang polos yang percaya begitu saja dengan semua orang terlebih untuk orang asing yang baru saja kita temui. Sikap curiga memang kadang membuat orang lain tidak nyaman tapi di era sekarang sikap ini justru bisa melindungi kita dari kejahatan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)