Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)

Menggunakan transportasi di Kota Bandung memang selalu punya tantangannya tersendiri. Selain mengeluarkan budget yang lebih besar—transportasi umum juga tidak selalu bisa mengantarkan kita tepat ke titik tujuan. Namun dibalik itu semua—kadang berjalan kaki di Bandung juga bisa mendapatkan pengalaman unik yang bisa menjadi pembelajaran.

Bandung memang dikenal dengan kota yang warganya memiliki keramah-tamahan. Namun terkadang hal ini bisa menjadi bumerang ketika dimanfaatkan oleh sebagian orang yang ingin mendapatkan keuntungan. Misalnya yang pernah disampaikan oleh Dr.Heny Gustini Nuraeni sebagai salah satu peneliti kampung pengemis di Cihampelas dalam podcas KPI Studio.

Mereka memanfaatkan keramah-tamahan orang Bandung untuk mendulang rasa iba

Sebetulnya saya sering mengalami pengalaman bertemu dengan berbagai macam orang yang akan melakukan modus penipuan di Kota Bandung. Beberapa pernah saya ceritakan dalam tulisan yang dipublikasikan di ayobandung. Namun kejadian sore tadi memantik kembali untuk mengingatkan baik warga Bandung maupun perantau untuk tetap berhati-hati ketika beraktifitas di ruang publik.

Di lorong sepanjang jalan Ijan banyak berbagai macam warung kelontong kecil yang menyediakan kebutuhan warga setempat. Nampak bukan hal yang aneh ketika motor berjejer sepanjang jalan lengkap dengan juru parkir yang membawa peluit.

Di depan saya berdiri seorang bapak membawa kotak yang terbuat dari kayu dan diberikan selempang yang berisi rokok, minuman sachet dan air mineral. Pandangan saya tidak sengaja terlempar ke sebelah kanan bahu jalan dan terlihat seorang dengan baju PNS menggunakan rompi pendek, memakai masker dan menggunakan motor supra menatap ke arah saya sambil menjulurkan tangan ke bawah—lalu mengepalkan dan membuka tangan seperti sebuah ajakan untuk saya menghampirinya. Namun saya hiraukan karena tidak kenal dan intuisi saya mengatakan bahwa orang tersebut tidak aman untuk didekati.

Saya menyadari bahwa bapak penjual rokok di depan saya mengetahui hal tersebut. Untuk berjaga-jaga saya berusaha mengajak ngobrol bapak tersebut

“Siapa ya pak ? orang tadi, tiba-tiba melambaikan tangan padahal saya tidak kenal”

“mungkin lagi nunggu orang teh”

Trik saya mengajak ngobrol bapak penjual rokok ternyata manjur untuk membuat orang dalam motor tersebut pergi melajukan motornya.

Sebagai warga Bandung asli saya tidak ingin menutupi fakta bahwa sebetulnya dibalik segala keindahan yang diceritakan banyak juga kriminalitas dan penipuan yang sering terjadi di ruang publik. Mulai dari modus meminta uang ongkos, modus belum makan, modus bertanya jalan, modus beramal untuk kanker, menjual makanan dengan membawa UMKM tapi ditawarkan dengan harga mahal hingga melakukan aktivitas seksual menyimpang seperti ekshibisionisme.

Beberapa waktu yang lalu ada dua kejadian kurir paket yang motornya dibegal saat meneduh dari hujan juga motor yang diambil saat kurir mengantarkan barang ke gang-gang kecil. Bahkan sebelumnya saya pernah menyaksikan langsung kejadian yang hampir saja membawa motor N-max.

Saat itu saya sedang bekerja di sebuah apotek—mendadak ada 4 orang yang hilir-mudik di depan apotek namun tanpa tujuan yang jelas. Yang saya lihat mereka terus memegang motor N-max yang terparkir di depan apotek. Saya tahu persis siapa pemilik motor teresebut meski pemiliknya tidak meminta izin untuk menyimpan motornya di depan apotek.

Saya curiga bahwa aksi mereka yang terus memegang dan berusaha mengutak-atik stang adalah tindak kejahatan. Karena saya terus memantau orang-orang tersebut. Mereka merasa risih dan berusaha basa-basi kepada saya.

" Teh ini yang punya motornya siapa ya ? Saya dari dealer mau ngecek surat-surat motor ini"

"Ada di belakang" jawab saya singkat

Orang tersebut berusaha mengalihkan fokus saya dengan berpura-pura menelepon dan membicarakan motor N-max tersebut. Sementara saya berusaha menahan aksi kejahatan tersebut dengan terus mengarahkan kamera handphone kepada mereka.

Sepertinya mereka menyadari bahwa saya telah mencurigainya sehingga yang bersangkutan pergi menggunakan 2 motor dengan 4 orang saling bonceng.

Keamanan di Bandung kian hari makin meresahkan. Semakin banyak pencurian-- pembegalan-- aksi kekerasan seksual. Entah karena tekanan ekonomi atau tekanan psikologis yang jelas semua ini tidak bisa dianggap wajar dan dibiarkan tanpa tindak lanjut dari pihak kepolisian.

Bagi saya bertahan di kota Bandung bukan saja tentang pekerjaan, menghadapi kemacetan, menerima gunungan sampah dan luapan banjir saat hujan.

Namun bertahan juga untuk mempertahankan apa yang kita miliki , baik barang berharga seperti ponsel, kendaraan, uang, laptop, maupun modus penipuan yang sering terjadi di ruang publik.

Bagi siapapun yang tinggal di Kota Bandung jangan pernah jadi orang polos yang percaya begitu saja dengan semua orang terlebih untuk orang asing yang baru saja kita temui. Sikap curiga memang kadang membuat orang lain tidak nyaman tapi di era sekarang sikap ini justru bisa melindungi kita dari kejahatan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)