Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

5 menit baca
Karima Faika Supyan
Ditulis oleh Karima Faika Supyan diterbitkan
Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)

*Ditulis oleh Karima Faika Supyan dan Faiza Khoirunnisa

Sebuah kepercayaan beredar di masyarakat mengenai larangan pernikahan antara kedua suku di Indonesia, yakni Jawa dengan suku Sunda. Meski sebagian besar menganggapnya hanya sebagai mitos belaka, tetapi masih ada sebagian yang mempercayainya. Larangan ini tidak muncul tanpa sebab, melainkan sudah ada sejak dulu bahkan saat Indonesia masih bercorak kerajaan tradisional.

Insiden yang terjadi antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Galuh disebut sebagai Pasunda Bubat atau Peristiwa Bubat. Walaupun kisah Pasunda Bubat semakin dikenal, tetapi belum banyak yang mengetahui apa yang terjadi setelah peristiwa ini baik dari sisi Kerajaan Majapahit ataupun Kerajaan Galuh. 

Secara garis besar, kitab-kitab yang mencantumkan Pasunda Bubat memiliki cara pandang yang perbeda-beda. Kitab kuno yang berasal dari Jawa beberapa di antaranya adalah Kakawin Nagarakrtagama, Pararaton, Kidung Sunda, dan Kidung Sundayana. Sedangkan dari Sunda, yaitu Carita Parahyangan dan Bujangga Manik. Pasunda Bubat dikenal sebagai akar mula ketidakakuran antara kedua suku ini.

Kitab yang muncul paling dekat dengan peristiwa Pasunda Bubat adalah Nagarakrtagama, sedangkan kitab yang paling jauh atau tidak terlalu dapat diandalkan adalah Kidung Sunda dan Kidung Sundayana yang muncul 180 tahun setelah Pasunda Bubat.

Peristiwa Pasunda Bubat

Pasunda Bubat adalah sebuah peristiwa yang terjadi di tahun 1357 M yang melibatkan antara dua kerajaan besar yakni Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Galuh. Semua berawal dari niat Hayam Huwuk, raja dari Kerajaan Majapahit yang hendak mempersunting Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Kerajaan Galuh. Namun, semuanya berjalan tidak lancar karena campur tangan Mahapatih Gajah Mada yang memiliki Amukti Palapa yakni sumpah untuk mempersatukan seluruh Nusantara di bawah panji Majapahit.

Mahapatih Gajah Mada yang menganggap datangnya Kerajaan Galuh di Bubat merupakan bentuk penyerahan diri di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit dan bukan merupakan hubungan setara sehingga Kerajaan Galuh merasa dihina dan melakukan perlawanan. Terjadilah perseteruan di lapang Bubat yang merugikan kedua belah pihak. Peristiwa ini juga mengakibatkan wafatnya Maharaja Linggabuana (ayah dari Dyah Pitaloka) beserta pasukannya, kegagalan ini karena Kerajaan Galuh tidak memiliki kesiapan yang matang untuk berperang atau bahkan sebatas mempertahankan diri.

Catatan Mengenai Kerajaan Majapahit Pasca-Pasunda Bubat 

Dalam Kidung Sunda disebutkan Hayam Wuruk meninggal karena sakit dan Gajah Mada moksa menjadi Dewa lalu istrinya melakukan bela pati, sedangkan dalam Kidung Sundayana diceritakan setelah Dyah Pitaloka melakukan bela pati atau bunuh diri, Hayam Wuruk sangat terpukul, ia tidak tidur dan mogok makan sehingga jatuh sakit dan meninggal. 

Di sisi lain, Patih Gajah Mada adalah penjelmaan Bhatara Wisnu. Ia memakai cawat garingsing, kain putih, lalu mengheningkan cipta dan musnah dari pandangan. Kemudian istri Gajah Mada berkelana mencari suaminya yang hilang. Pertemuan dengan seorang lelaki yang mirip dengan suaminya dan dia mengaku datang dari Majapahit yang sedang melarikan diri dari kebencian orang-orang. Istri Gajah Mada yakin bahwa itu adalah Gajah Mada lalu memeluknya, tetapi laki-laki itu tiba-tiba hilang. Merasa tugasnya telah selesai, istri Gajah Mada melakukan bela pati dengan menusuk dirinya sendiri.

Dalam Nagarakrtagama, Gajah Mada meninggal karena sakit pada 1364 M lalu Sri Hayam Wuruk memiliki permaisuri dan dikaruniai putri mahkota bernama Kusumawardhani yang menjabat sebagai Rani Kabalan. Anak laki-laki Sri Hayam Wuruk yang menjabat Bhre Wirabhumi tidak disebutkan, ini kemungkinan karena ibunya bukan dari Dinasti Rajasa sehingga namanya tidak ditulis Mpu Prapanca. Pemberitaan Nagarakrtagama lebih valid karena naskah ini selesai ditulis pada tahun 1365 M.

Naskah Nagarakrtagama (Sumber: Wikimedia commons)
Naskah Nagarakrtagama (Sumber: Wikimedia commons)

Dalam Pararaton disebutkan Sri Hayam Wuruk meninggal pada 1389 M. Setelah gagal menikahi putri Sunda, Sri Hayam Wuruk menikah dengan putri Bhre Parameswara (Bhre Wengker Sri Wijayarasa) bernama Padukasori. Bhre Wengker adalah tokoh yang mendukung Gajah Mada memerangi orang-orang Sunda.

Padukasori sebenarnya bukan nama asli, melainkan sebutan umum untuk permaisuri dalam sastra Jawa Pertengahan. Sri Hayam Wuruk memiliki dua anak. Anak pertama dari Padukasori dikenal sebagai Bhre Lasem dan anak kedua dari istri lain, yaitu anak laki-laki menjabat sebagai Bhre Wirabhumi. Majapahit tidak memiliki Patih selama tiga tahun setelah Gajah Mada wafat pada 1368 M, baru pada 1371 M Patih Kerajaan Majapahit diisi oleh Gajah Enggon.

Catatan Mengenai Kerajaan Galuh Pasca-Pasunda Bubat  

Menurut Carita Parahyangan, pasca Pasunda Bubat terjadi kekosongan kepemimpinan di dalam pemerintahan Kerajaan Galuh. Kedudukan raja untuk sementara yang dipegang oleh Patih Mangkubumi Suradipati, adik Prabu Linggabuana karena putra mahkota Niskalawastu Kancana belum cukup umur naik takhta (Herlina, 2020). Saat Patih Mangkubumi Suradipati memerintah, ia tidak melakukan upaya untuk membalas dendam terhadap perbuatan Majapahit, tetapi lebih mementingkan urusan-urusan di kerajaannya.

Pada saat Niskalawastu Kancana menjadi raja, ia memindahkan pusat kekuasaan dari Galuh ke Kawali. Putra Niskalawastu Kancana, Dewa Niskala menggantikan takhta ayahnya pada 1474 M dan berkuasa selama kurang lebih tujuh tahun. Ia diturunkan dari takhta karena melakukan pelanggaran dengan menikahi “Perempuan larangan” seperti yang tertulis di Carita Parahyangan. Arti dari perempuan larangan itu masih menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa perempuan larangan itu adalah perempuan dari Majapahit. 

Keturunannya, Pangeran Jayadewata bergelar Prebu Guru Dewataprana naik takhta pada 1482 M. Ia menikah dengan Kentring Manik Mayang Sunda, putri Sang Susuk Tunggal Raja dari Kerajaan Sunda. Melalui pernikahan antar kerajaan di Tatar Sunda ini, Prebu Guru Dewataprana juga mewarisi takhta Kerajaan Sunda dan dengannya menyatukan seluruh Tatar Sunda sebagai penguasa tunggal. Ia kembali dinobatkan dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakwan Pajajaran Sri Ratu Dewata (Herlina, 2020). (*)

Sumber referensi:

  • Azmi, S. (2017). Bubat: Sisi Gelap Hubungan Kerajaan Majapahit Hindu Dengan Kerajan Sunda. Ushuluna, 3(1).
  • Herlina, Nina. (2020). Galuh Dari Masa ke Masa. Pemerintah Kabupaten Ciamis
  • Herlina, Nina. (2025). Analisis Historis Tentang Pasunda Bubat. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora. 7. 200-208.
  • Padmawijaya, R & Khodijah, S. (2019). Kearifan Budaya Sunda dalam Peralihan Kepemimpinan Kerajaan Sunda di Kawali Setelah Perang Bubat. Jurnal Artefak, 2(2). 
  • Purwanto, Heri. (2023). Pararaton. Javanica
  • Riana, I Ketut. (2009). Nagarakrtagama Masa Keemasan Majapahit. Buku Kompas
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)