Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)

Cuplikan ucapan seorang menteri tentang  masyarakat di desa yang jarang makan telur dan daging ayam turut mengundang perhatian serius dan perdebatan warganet di media sosial. 

Benarkah demikian atas pernyataan tersebut? Jika menelisik aktivitas masyarakat di desa tidak benar kalimat yang disampaikan. Meski demikian menarik jika diuraikan tentang pola konsumsi masyarakat di desa yang cenderung lebih sering diabaikan. Upaya mendiskreditkan masyarakat di desa melalui frasa tersebut seolah tidak ada telur dan daging ayam yang sering dikonsumsi memunculkan pertanyaan yang sederhana. 

Apakah masyarakat di desa tidak mampu membeli telur dan daging ayam? Apakah daya beli masyarakat di desa cenderung rendah? 

Diperlukan gambaran sederhana juga tentang perilaku masyarakat di desa, hubungannya dengan masyarakat lain melalui berekonomi di daerah pedesaan.

Sesungguhnya perilaku masyarakat di desa tidak seperti yang dibayangkan oleh pejabat di kota. 

Dimanapun desa dipijak, masyarakat berperilaku guyub bersama, satu luka maka dua lainnya menyembuhkan. Kesehatan masyarakat di desa tidak bisa dimaksudkan sehat sendiri melainkan saling membantu, bermasyarakat adalah bermaslahat. Dominasi bergotong-royong. Sikap saling membantu ini menjadi ketegasan bahwa masyarakat di desa melalui keputusan bersama. 

Tidak ada yang bilang jika masyarakat di desa tidak bisa melihat kesendirian, mereka sudah menyatu sejak lahir. Ibaratnya kepedulian sosial yang terjadi pada tubuh masyarakat di desa benar adanya. Sebab telah menjadi anak kandung di dalam berbagai kegiatan. 

Telak sudah jika masyarakat di desa selalu hadir mengusung semangat keakraban, sesama menjadi tubuh kesetiaan, tidak saling menyinggung tentang bagaimana mengendalikan masyarakat lainnya. Berpenampilan baik satu sama lainnya. Berpolitik dengan berpikir kesadaran saling mendukung. 

Kebudayaan yang tertulis dan tidak tertulis menyatukan kebersamaan dan keberagaman masyarakat. Tidak mengabaikan kesatuan dan persatuan. 

Berorientasi Nilai-nilai Pancasila 

Di pedesaan, semua masyarakat saling menjaga nilai-nilai Pancasila. Kultur mereka tidak mewariskan kesesatan berpikir. Mereka tahu jika nilai-nilai Pancasila wajib diwujudkan ke dalam bermasyarakat sehari-hari. 

Keadilan bermasyarakat adalah berbangsa menentukan jalan kebersamaan dan keberkahan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)

Betapapun situasi kondisi di pedesaan, masyarakat mengajarkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai kewajiban untuk melaksanakan kegiatan. Mereka tidak membutuhkan seminar atau diskusi berlama-lama di hotel, mereka cukup untuk membuat perubahan melalui masjid. 

Tidak ada rapat berlebihan dengan anggaran besar, tidak pernah disebut menghabiskan banyak uang demi proyek asalkan bapak senang (ABS). Melainkan bermasyarakat di pedesaan sangat sportif dan berada pada posisi persatuan. 

Ekonomi Kerakyatan Sebenarnya 

Masyarakat di desa sudah mengimplementasikan keseluruhan tentang berekonomi kerakyatan. Mereka tidak mencari keuntungan besar. Mereka mengupas tentang ekonomi berdasarkan hukum ekonomi yang beradab. 

Setiap panen dimulai, harga cabai, bawang merah, tomat, jagung dan lainnya diusahakan sebagai penentu untuk kemaslahatan umat. Mereka yang menentukan harga sesuai kebutuhan masyarakat lainnya. 

Permainan harga kadang muncul akibat proses orang yang menginginkan keserakahan dan berlabel demi dapur ngebul. Akibatnya, masyarakat yang mengandalkan kekuatan ekonomi yang halal cenderung rugi. Kerugian yang dialami akibat orang-orang di luar desa, bersikap rakus dan menguntungkan sekelompoknya saja. 

Misalnya di hari besar seperti menjelang ramadan atau idul fitri terus menggembosi berekonomi masyarakat di desa karena harga bahan pokok yang mahal. 

Tanpa mengabaikan kondisi masyarakat di desa saat ini, sebenarnya berekonomi kerakyatan telah dirilis sejak lama, mengandalkan bermuamalah dengan kejujuran. Asas keterbukaan dalam bentuk berekonomi yang adil.

Ketahanan Pangan Bergizi 

Idealnya masyarakat di desa tidak lagi khawatir tentang ketahanan pangan. Sebab keseharian mereka sudah menyatu dalam menjalankan misi bersama untuk bergerak di bidang kebutuhan pokok. Mereka menanam, berternak, bertani, dan aktivitas masyarakat yang mempunyai kesiapan untuk mendapatkan kesejahteraan. 

Maka tidak perlu lagi narasi masyarakat di desa tidak mampu membeli telur dan daging ayam, mereka tidak mewariskan kemiskinan berdaya saing, tetapi mereka sudah mengalami perubahan melalui kebijakan yang tumpang tindih. 

Sebab itu, sawah yang luas mulai hilang, karena ketika masyarakat di desa berjuang mempertahankan pangan, tetapi pemodal asing merencanakan untuk menginvasi lahan mereka. 

Tetapi ada baiknya kebijakan pemerintah pusat untuk mendapatkan kesejahteraan masyarakat di desa tidak digulung oleh pemodal, investasi jangka panjang seharusnya diberikan kepada masyarakat di desa. Membangun keadaban bersama dengan berekonomi kerakyatan. 

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Tak lantas, demi program makan bergizi seorang menteri mengabaikan data sebenarnya, masyarakat di desa tidak mampu membeli telur dan daging ayam. Upaya merebut simpati justru menjadi blunder di kemudian hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)