Integritas ASN Jadi Kunci Perbaikan Indeks Persepsi Korupsi, Reformasi Sistem Dinilai Mendesak

5 menit baca
Candra Setya Nugroho
Ditulis oleh Candra Setya Nugroho diterbitkan
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)

Upaya memberantas korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan besar yang harus mendapatkan perhatian. Rendahnya skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang masih bertahan pada angka 34 dari skala 100 pada Tahun 2026 menjadi sinyal kuat bahwa persoalan korupsi belum berhasil ditangani secara mendasar.  

Skor IPK Indonesia masih berada jauh di bawah standar negara-negara yang memiliki kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Bahkan, selama lebih dari dua dekade terakhir Indonesia belum pernah menembus skor 50, yang sering dianggap sebagai batas minimal negara dengan tingkat korupsi yang relatif terkendali.

Di sisi lain, Indeks Integritas Nasional Indonesia tercatat sebesar 72,32. Angka tersebut dinilai masih belum cukup untuk mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sejumlah pakar tata kelola pemerintahan menilai peningkatan IPK tidak dapat dicapai hanya melalui penindakan hukum terhadap pelaku korupsi. Beberapa hal yang perlu dilakukan selain penindakan hukum adalah perbaikan sistem birokrasi, penguatan pengawasan internal, serta transformasi digital layanan publik menjadi faktor yang menentukan keberhasilan upaya pencegahan korupsi dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerintah didorong untuk mempercepat reformasi tata kelola pemerintahan dengan menempatkan penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN) sebagai agenda prioritas nasional. ASN merupakan aktor yang sangat penting karena merupakan motor penggerak roda dan sistem pemerintahan. Pengamat kebijakan publik menyebutkan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan represif, tetapi yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mencegah peluang terjadinya korupsi sejak awal.

Korupsi Bukan Sekadar Persoalan Moral

Sebuah kajian mengungkapkan bahwa korupsi tidak hanya dipicu oleh faktor individu, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai kelemahan dalam organisasi dan sistem pemerintahan. Pada tingkat individu, tekanan ekonomi, gaya hidup, ambisi jabatan, hingga moral hazard menjadi faktor yang kerap mendorong seseorang melakukan penyimpangan. Namun, faktor tersebut semakin mudah berkembang ketika organisasi tidak memiliki sistem pengawasan yang kuat. Banyak kasus korupsi terjadi karena sistem memberikan peluang dan ruang yang terlalu besar bagi penyalahgunaan kewenangan.

Pada level organisasi, budaya kerja yang permisif, lemahnya pengawasan, rendahnya transparansi, serta kepemimpinan yang belum mampu menjadi teladan dinilai turut memperbesar risiko korupsi. Sementara itu, pada level sistem, masih ditemukan berbagai persoalan seperti regulasi yang tumpang tindih, birokrasi yang kompleks, pengendalian internal yang belum efektif, serta digitalisasi layanan yang belum terintegrasi secara menyeluruh.

Kondisi tersebut pada akhirnya memunculkan berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari gratifikasi, konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, hingga kebocoran anggaran negara.

Penguatan ASN dan SPIP Jadi Prioritas

Sebuah kajian merekomendasikan agar pemerintah menjadikan penguatan integritas ASN sebagai salah satu indikator utama dalam reformasi birokrasi nasional. Integritas ASN adalah kesetiaan terhadap prinsip moral dan etika, di mana seorang pegawai tidak akan menyalahgunakan jabatan atau mengorbankan kepentingan publik demi keuntungan pribadi. Berdasarkan PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017, integritas didefinisikan sebagai sikap konsisten dalam bertindak sesuai dengan nilai dan norma organisasi.

Upaya meningkatkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu dilakukan melalui pendekatan kultural dan struktural untuk memperkuat budaya antikorupsi. Salah satu yang sudah dilakukan adalah melalui internalisasi nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), diatur melalui Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021. Kebijakan ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar seluruh Aparatur Sipil Negara di Indonesia.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: dinkominfo.demakkab.go.id)
Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: dinkominfo.demakkab.go.id)

Upaya lainnya adalah dengan mengembangkan dan memanfaatan platform pelatihan digital untuk ASN khusus pengembangan budaya antikorupsi. Pada Tahun 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi melalui penguatan budaya integritas dan pendidikan antikorupsi bagi lebih dari 6,7 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi KPK bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Melalui sinergi ini, keempat institusi membangun ekosistem nasional penguatan integritas ASN sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan terpercaya

Langkah lain yang dinilai strategis adalah mengintegrasikan pengukuran integritas ASN ke dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta manajemen talenta nasional. Seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah didorong untuk memiliki peta risiko korupsi atau Corruption Risk Assessment guna mengidentifikasi area-area yang rentan terhadap penyimpangan. Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lingkungan birokrasi. Pengawasan internal harus menjadi garis pertahanan pertama dalam mencegah korupsi untuk memperkecil peluang terjadinya penyimpangan.

Digitalisasi Pangkas Ruang Korupsi

Untuk memperkuat sistem, transformasi digital layanan publik juga disebut sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk menurunkan risiko korupsi. Layanan yang memiliki tingkat interaksi tinggi antara masyarakat dan aparat pemerintah, seperti perizinan, pengadaan barang dan jasa, kepegawaian, perpajakan, dan pertanahan, dinilai perlu menjadi prioritas digitalisasi.

Pemerintah mendorong pemanfaatan digitalisasi pemerintahan dengan membangun Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kebijakan ini diatur melalui PermenPANRB No. 59 Tahun 2020 yang menjadi panduan untuk mengukur tingkat kematangan dan capaian kemajuan penerapan SPBE. Penilaian ini mencakup evaluasi pada domain Kebijakan SPBE, Tata Kelola SPBE, Manajemen SPBE, dan Layanan SPBE. Selai itu, pemerintah juga menetapkan kebijakan manajemen resiko SPBE yang diatur melalui PermenPANRB No. 5 Tahun 2020 yang berisi pedoman sistematis bagi instansi pemerintah dalam mengelola kemungkinan risiko (baik ancaman maupun peluang) dalam penyelenggaraan SPBE.

Berdasarkan hasil kajian, digitalisasi dapat meningkatkan transparansi, mempercepat proses layanan, serta mengurangi praktik transaksi informal yang selama ini menjadi salah satu sumber korupsi. Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa negara dengan tingkat penerapan digital governance yang tinggi cenderung memiliki tingkat korupsi yang lebih rendah dibandingkan negara yang masih mengandalkan proses birokrasi konvensional.

Akhirnya, reformasi birokrasi yang berorientasi pada penguatan integritas ASN, perbaikan sistem pengendalian, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memperbaiki persepsi korupsi Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara. Semua pihak diharapkan dapat secara konsisten dan berkelanjutan mewujudkan peningkatan IPK Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)