Menggelinding Sampai ke Diskotik

5 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Pusat perbelanjaan Palaguna Nusantara sebelum dirobohkan. (Sumber: Facebook | Foto: Deky Hisyanto)
Pusat perbelanjaan Palaguna Nusantara sebelum dirobohkan. (Sumber: Facebook | Foto: Deky Hisyanto)

Belasan tahun lalu gedung Palaguna Nusantara di Timur Alun-alun Kota Bandung, Jawa Barat, dirobohkan pada tahun 2014. Banyak memori khususnya para kawula muda Bandung yang tersambung dengan gedung tersebut di masa kejayaannya di tahun 1980-an. Palaguna Nusantara merupakan tempat untuk belanja, kulineran, nonton film dan bersepatu roda bagi kawula muda Bandung yang terkenal kreatif dan dinamis.

Palaguna Nusantara Plaza tersebut tersebut memiliki empat lantai, dilengkapi dengan escalator pertama di kota Bandung, lantai satu diisi pedagang kain, pakaian, sepatu, tas, lukisan dan batu akik. Sedangkan lantai dua beroperasi Matahari Dept. Store. Di lantai tiga ada bioskop Palaguna, Hero Super Market dan resto ayam cepat saji. Sementara di lantai paling atas jadi tempat bermain sepatu roda yang bernama Lipstick Discotheque.

Keberadaan diskotik Lipstick tadi menjadi salah satu tempat ikonik untuk berkumpulnya kawula muda pada kala itu. Hentakan musik dinamis yang menemani, lampu kelap-kelip membiaskan warna, serta derai tawa para kawula muda yang berputar di atas sepatu roda, lalu ada yang jatuh menahan malu atau tabrakan antar pengunjung menjadi bagian dari memori indah bersama. Tempat tersebut di atas tidak hanya menjadi wahana kesenangan saja, tetapi sekaligus simbol pergaulan dan gaya hidup generasi muda Kota Bandung.

Palaguna kini telah roboh, namun sejarah dan kenangannya tetap terbersit dalam puluhan ribu para kawula muda yang tahun 1980-an tercatat sebagai pelajar SMA. Bangunan boleh hilang atau berganti, tetapi kenangan tentang persahabatan, cinta pertama, dan masa muda yang pernah tumbuh di sana akan selalu menjadi bagian dari identitas Bandung. Seperti banyak ikon kota yang telah pergi, Palaguna membuktikan bahwa sebuah tempat tidak hanya dikenang karena bentuk fisiknya, melainkan karena jejak-jejak emosi yang ditinggalkan di hati masyarakatnya.

Disaat, jalanan Kota Bandung yang masih lengang menjadi semacam "sirkuit" bagi kawula muda untuk meluncur serta berakrobat di atas sepatu roda. Memasuki sekitar tahun 1987, muncul sebuah fenomena baru yaitu ketika muncul wahana ajojing bersepatu roda yang bernama Lipstick Discotheque di Palaguna Nusantara Plaza yang mengkolaborasikan olah tubuh dengan musik yang menghentak dinamis atau ngebeat.

Ajojing bersepatu roda atau roller disco didominasi oleh musik berirama upbeat seperti Italo-disco, synth-pop, dan pop-dance. Berikut adalah lagu-lagu medioa tahun 1980-an seperti "Silent Morning" oleh Noel, "You Spin Me Round (Like a Record)" oleh Dead Or Alive, "Never Gonna Give You Up" oleh Rick Astley "Tarzan Boy" oleh Baltimora, "Papa Don't Preach" oleh Madonna, "You're My Heart, You're My Soul" oleh Modern Talking, "Big In Japan" oleh Alphaville, "Going To The Bank"nya Commodores, 'Electric Youth"nya Debbie Gibson, "Take On Me"nya a-ha, "Blame It On The Rain" punya Milli Vanilli dan tentu saja lagu-lagu The King Of Pop, Michael Jackson dan sesekali menyeruak lagu "We Are The Champions" milik grup rock Queen.

Untuk kawula muda Bandung pada masa itu, pulang sekolah sering kali bukan berarti langsung pulang ke rumah. Ada yang terlebih dahulu menuju wahana disco sepatu roda bersteman-temannya. Letak wahana ajojing sepatu roda di tengah kota, maka para kawula muda banyak yang menggunakan kendaraan umum seperti bus kota atau bemo juga angkot, karena saat itu penggunaan sepeda motor belum sebanyak sekarang. setelah sore dengan wajah ceria dan keringat yng cukup membasahi tubuh, mereka pulang untuk menyambut giat belajar esok hari di sekolah.

Tradisi 'mabal' atau bolos alias tidak hadir ke sekolah namun juga tidak berada di rumah maka untuk menghabiskan waktunya, para kawula muda Bandung tersebut datang ke diskotik Lipstick untuk menghabiskan waktunya sebelum kembali ke rumah, biar disangka sekolah karena pulangnya sore seperti biasa. Ketika itu umumnya ada dua pembagian shift belajar di sekolah yaitu pagi dan siang bergiliran per semester. Dengan rician waktu bersekolah pagi beresnya sekitar pukul 12.00 WIB, sementara yang siang beres sekitar pukul 17.00 WIB.

Sementara itu dari sisi perasaan sebagai kawula muda yang sedang ditumbuhi bunga-bunga asmara, bersama gacoannya mereka menghabiskan waktu bersenang-senang, bercengkrama alias mojok, serasa dunia hanya milik berdua yang lainnya ngontrak. Mereka asyik ngobrol santai di sela-sela capeknya bersepatu roda di diskotik yang berada depan Alun-alun Bandung tersebut. Suasana saat itu relatif aman dan penuh kebersamaan serta para kawula muda saling mengenal satu sama lain.

Bagi kawula muda Bandung yang tumbuh pada era 1980-an, sepatu roda bukan hanya permainan. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup. Setiap roda-roda bergulir menyimpan cerita tentang masa remaja, persahabatan, dan kebebasan yang sulit ditemukan pada masa sekarang. Bagi mereka yang sedang belajar bermain, jatuh dan terjatuh menjadi pengalaman biasa. Tidak jarang terdengar suara tawa ketika seseorang kehilangan keseimbangan. Namun justru dari situlah muncul rasa solidaritas. Teman-teman akan segera membantu dan mengajarkan cara bermain sepatu roda yang benar.

Kisah yang masih nemplok hingga sekarang. Salah satu fenomena yang sempat menjadi gaya hidup kawula muda saat itu ialah terkena virus bersepatu roda. Sebelum era pusat perbelanjaan modern dan media sosial, para kawula muda di Bandung memiliki cara tersendiri untuk memburu hiburan dan mengekspresikan diri. Salah satu tempat favorit mereka adalah wahana diskotik bersepatu atau roller disco yang energik.

Mereka yang pernah menghabiskan waktu senggang atau wajib sekolah, di wahana diskotik sepatu roda tentu masih dapat mengingat suara musik disko yang menggema, lampu warna-warni yang berkilauan, dan sensasi meluncur bersama teman-teman mengelilingi lintasan dalam derai tawa nan manis. Itulah secuil kisah dari kawula muda Kota Bandung yang menjadi bagian penting dari sejarah budaya populer kota ini. sebuah masa ketika sepatu roda berhasil menyatukan ribuan anak muda dalam satu semangat bersuka cita, ceria, berbaur, dan mengecap masa muda saat SMA di tahun 1980-an. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)