Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)

Selama dekade tahun 1980-an para kawula muda yang masih tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA merasa sangat beruntung tinggal menetap di Kota Bandung nan asri serta hijau oleh ribuan pepohonan. keberuntungannya itu adalah Kota Bandung banyak memiliki fasilitas yang memberikan hiburan bagi para kawula muda seperti misalnya mendengarkan siaran radio yang penuh lagu, menerima informasi-informasi dari koran dan majalah, menyaksikan langsung band-band besar tanah air tampil di GOR Saparua, menari-nari dan meliuk di arena disco sepatu roda dan pastinya menonton film-film kesayangan di banyak bioskop yang tersebar di sudut kota.

Para kawula muda yang sedang mencari jati diri di tengah perubahan sosial, tekanan pendidikan, dan dinamika kehidupan urban yang mulai terasa. Di antara tuntutan sekolah, keterbatasan ekonomi, dan ekspektasi keluarga, para kawula muda Bandung menemukan satu wahana sederhana namun bermakna menonton film di bioskop.

Bioskop pada masa itu bukan hanya tempat hiburan, melainkan juga ruang sosial, tempat bertemu, bahkan sarana “melarikan diri” dari rutinitas yang menjemukan. Di tengah padatnya jadwal sekolah dan tekanan untuk berprestasi, menonton film menjadi cara paling realistis bagi kawula muda untuk menjaga kewarasan.

Bagi kawula muda Bandung, hidup tidak selalu mudah. Tekanan akademik, sistem pendidikan yang kaku, tuntutan orang tua untuk berprestasi, serta keterbatasan ruang ekspresi membuat kawula muda membutuhkan "bom" yang mampu meledakkan kepenatannya. Menonton film menjadi solusi yang terjangkau dan menyenangkan. Dengan harga tiket yang relatif murah, mereka bisa masuk ke dunia lain selama dua jam. Film-film remaja, aksi, hingga drama romantis memberi mereka kesempatan untuk merasakan emosi yang mungkin sulit mereka ekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah bioskop mengambil peran penting. Gedung-gedung bioskop seperti diantaranya Bandung, Majestic, Dian, Braga Sky, atau Palaguna Theatre dan Studio 21 menjadi ikon hiburan kota. Setiap akhir pekan, antrean panjang terlihat di depan loket. Remaja dengan seragam sekolah yang sudah diganti pakaian santai, pasangan muda yang baru jadian, hingga kelompok sahabat yang ingin sekadar tertawa bersama semuanya berbaur dalam satu tujuan menikmati film nasional.

Beberapa film itu diantaranya adalah 'Nostalgia di SMA' yang dirilis pada tahun 1980 yang disutradarai oleh Syamsul Fuad dengan bintang utamanya Rano Karno. Film ini menuturkan cerita berawal dari mobil Anton (Sukarno M. Noor), ditabrak dari belakang Indra (Muni Cader), teman sekolahnya di SMA sekitar 25 tahun lalu,muncullah kenangan waktu di SMA. Kenangan lebih dikhususkan pada kenakalan, baik yang bersifat remaja, maupun yang hampir-hampir membahayakan. Anton muda (Rano Karno), pelajar yang pandai, ganteng, dan playboy.

Ia membuka les untuk kawan-kawan gadis dirumahnya, termasuk Anggra (Nia Daniati), anak janda, adik Indra muda (Herman Felani), teman sekelas dengan Anton. Indra sebenarnya tak suka Anggra belajar pada Anton. Tapi, meluluskannya, karena desakan Ina dan ibunya. Kecurigaannya Indra terbukti, Anton memperkosa Anggra hanya karena “gengsi”. Indra akhirnya kawin dengan Ina, yang memang diincarnya.

Kemudian muncul Lupus, Kejarlah Daku, Kau Kujitak adalah film Indonesia tahun 1987 yang disutradarai oleh Achiel Nasrun serta dibintangi oleh Ryan Hidayat dan Nurul Arifin.

Lupus (Ryan Hidayat) pelajar SMA merah-putih yang aktif menulis sebagai wartawan sebuah majalah, senang mengunyah permen karet, cuek dan sangat jail. Ia mengganggu siapa pun, temannya, ibunya (Tatiek Wardiono), adiknya (Firda Razak), kepala sekolah, orang yang baru dikenalnya. Ia memiliki kekasih bernama Poppy (Nurul Arifin), tetapi karena kesibukan Lupus sebagai wartawan muda, sehingga ia tidak memiliki waktu bersama Poppy. Di sekolah Lupus ada anak pemilik kantin berparas cantik yang bernama Indah (Cornelia Agatha) hingga banyak siswa yang naksir padanya. Hingga kantin itu difitnah menjual minuman keras oleh seorang siswi yang iri.

Terakhir ada film 'Catatan Si Boy' yaitu film drama roman Indonesia yang dirilis pada tahun 1987 dan disutradarai oleh Nasri Cheppy. Film ini dibintangi antara lain oleh Onky Alexander, Didi Petet, dan Meriam Bellina.

Film tersebut mengisahkan rasa tidak suka pada Boy (Onky Alexander), ayah Nuke segera ingin mengirim anaknya ke London untuk menyelesaikan kuliah. Sekarang Boy jadi rebutan antara Vera (Meriam Bellina) yang anak diplomat, dan Ocha yang memang sudah lama menyayanginya. Boy pun mulai tertarik pada Vera. Tapi pergaulan mereka diketahui Jefri (Leroy Osmani) pacar Vera yang baru pulang dari Los Angeles. Karena cemburu itulah keduanya berkelahi. Boy jadi kesal sehingga dia sering main di pub. Ketika Boy sedang asyik memotret adiknya Ina (Btari Karlinda) dalam suatu pertandingan softball, Boy bertemu kembali dengan Nuke. Ternyata keduanya masih saling mencinta. Tapi sayang Ayah Nuke masih belum mau menerima Boy. Itulah sebabnya Nuke harus segera kembali ke London.

Kota Bandung punya segala wahana khususnya untuk para kawula muda sehingga akan selalu kerasan hidup di kota yang sekarang terkenal dengan kulinernya seperti batagor kependekan dari baso tahu goreng atau es cendolnya. Bioskop-bioskop pada tahun 1980-an telah menayangkan berbagai film kisah kawula muda untuk memberikan "vitamin" kebahagiaan sebagai pelontar semangat belajar bagi kawula muda yang selalu kembali pada ruitinitas sekolah dan berjibaku dengan buku-buku di perpustakaan saat melaksanakan tugas dari guru juga praktikum di laboratorium yang letaknya cukup jauh dari kelas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)