Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Rabu 06 Mei 2026, 09:45 WIB
Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)

Selama dekade tahun 1980-an para kawula muda yang masih tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA merasa sangat beruntung tinggal menetap di Kota Bandung nan asri serta hijau oleh ribuan pepohonan. keberuntungannya itu adalah Kota Bandung banyak memiliki fasilitas yang memberikan hiburan bagi para kawula muda seperti misalnya mendengarkan siaran radio yang penuh lagu, menerima informasi-informasi dari koran dan majalah, menyaksikan langsung band-band besar tanah air tampil di GOR Saparua, menari-nari dan meliuk di arena disco sepatu roda dan pastinya menonton film-film kesayangan di banyak bioskop yang tersebar di sudut kota.

Para kawula muda yang sedang mencari jati diri di tengah perubahan sosial, tekanan pendidikan, dan dinamika kehidupan urban yang mulai terasa. Di antara tuntutan sekolah, keterbatasan ekonomi, dan ekspektasi keluarga, para kawula muda Bandung menemukan satu wahana sederhana namun bermakna menonton film di bioskop.

Bioskop pada masa itu bukan hanya tempat hiburan, melainkan juga ruang sosial, tempat bertemu, bahkan sarana “melarikan diri” dari rutinitas yang menjemukan. Di tengah padatnya jadwal sekolah dan tekanan untuk berprestasi, menonton film menjadi cara paling realistis bagi kawula muda untuk menjaga kewarasan.

Bagi kawula muda Bandung, hidup tidak selalu mudah. Tekanan akademik, sistem pendidikan yang kaku, tuntutan orang tua untuk berprestasi, serta keterbatasan ruang ekspresi membuat kawula muda membutuhkan "bom" yang mampu meledakkan kepenatannya. Menonton film menjadi solusi yang terjangkau dan menyenangkan. Dengan harga tiket yang relatif murah, mereka bisa masuk ke dunia lain selama dua jam. Film-film remaja, aksi, hingga drama romantis memberi mereka kesempatan untuk merasakan emosi yang mungkin sulit mereka ekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah bioskop mengambil peran penting. Gedung-gedung bioskop seperti diantaranya Bandung, Majestic, Dian, Braga Sky, atau Palaguna Theatre dan Studio 21 menjadi ikon hiburan kota. Setiap akhir pekan, antrean panjang terlihat di depan loket. Remaja dengan seragam sekolah yang sudah diganti pakaian santai, pasangan muda yang baru jadian, hingga kelompok sahabat yang ingin sekadar tertawa bersama semuanya berbaur dalam satu tujuan menikmati film nasional.

Beberapa film itu diantaranya adalah 'Nostalgia di SMA' yang dirilis pada tahun 1980 yang disutradarai oleh Syamsul Fuad dengan bintang utamanya Rano Karno. Film ini menuturkan cerita berawal dari mobil Anton (Sukarno M. Noor), ditabrak dari belakang Indra (Muni Cader), teman sekolahnya di SMA sekitar 25 tahun lalu,muncullah kenangan waktu di SMA. Kenangan lebih dikhususkan pada kenakalan, baik yang bersifat remaja, maupun yang hampir-hampir membahayakan. Anton muda (Rano Karno), pelajar yang pandai, ganteng, dan playboy.

Ia membuka les untuk kawan-kawan gadis dirumahnya, termasuk Anggra (Nia Daniati), anak janda, adik Indra muda (Herman Felani), teman sekelas dengan Anton. Indra sebenarnya tak suka Anggra belajar pada Anton. Tapi, meluluskannya, karena desakan Ina dan ibunya. Kecurigaannya Indra terbukti, Anton memperkosa Anggra hanya karena “gengsi”. Indra akhirnya kawin dengan Ina, yang memang diincarnya.

Kemudian muncul Lupus, Kejarlah Daku, Kau Kujitak adalah film Indonesia tahun 1987 yang disutradarai oleh Achiel Nasrun serta dibintangi oleh Ryan Hidayat dan Nurul Arifin.

Lupus (Ryan Hidayat) pelajar SMA merah-putih yang aktif menulis sebagai wartawan sebuah majalah, senang mengunyah permen karet, cuek dan sangat jail. Ia mengganggu siapa pun, temannya, ibunya (Tatiek Wardiono), adiknya (Firda Razak), kepala sekolah, orang yang baru dikenalnya. Ia memiliki kekasih bernama Poppy (Nurul Arifin), tetapi karena kesibukan Lupus sebagai wartawan muda, sehingga ia tidak memiliki waktu bersama Poppy. Di sekolah Lupus ada anak pemilik kantin berparas cantik yang bernama Indah (Cornelia Agatha) hingga banyak siswa yang naksir padanya. Hingga kantin itu difitnah menjual minuman keras oleh seorang siswi yang iri.

Terakhir ada film 'Catatan Si Boy' yaitu film drama roman Indonesia yang dirilis pada tahun 1987 dan disutradarai oleh Nasri Cheppy. Film ini dibintangi antara lain oleh Onky Alexander, Didi Petet, dan Meriam Bellina.

Film tersebut mengisahkan rasa tidak suka pada Boy (Onky Alexander), ayah Nuke segera ingin mengirim anaknya ke London untuk menyelesaikan kuliah. Sekarang Boy jadi rebutan antara Vera (Meriam Bellina) yang anak diplomat, dan Ocha yang memang sudah lama menyayanginya. Boy pun mulai tertarik pada Vera. Tapi pergaulan mereka diketahui Jefri (Leroy Osmani) pacar Vera yang baru pulang dari Los Angeles. Karena cemburu itulah keduanya berkelahi. Boy jadi kesal sehingga dia sering main di pub. Ketika Boy sedang asyik memotret adiknya Ina (Btari Karlinda) dalam suatu pertandingan softball, Boy bertemu kembali dengan Nuke. Ternyata keduanya masih saling mencinta. Tapi sayang Ayah Nuke masih belum mau menerima Boy. Itulah sebabnya Nuke harus segera kembali ke London.

Kota Bandung punya segala wahana khususnya untuk para kawula muda sehingga akan selalu kerasan hidup di kota yang sekarang terkenal dengan kulinernya seperti batagor kependekan dari baso tahu goreng atau es cendolnya. Bioskop-bioskop pada tahun 1980-an telah menayangkan berbagai film kisah kawula muda untuk memberikan "vitamin" kebahagiaan sebagai pelontar semangat belajar bagi kawula muda yang selalu kembali pada ruitinitas sekolah dan berjibaku dengan buku-buku di perpustakaan saat melaksanakan tugas dari guru juga praktikum di laboratorium yang letaknya cukup jauh dari kelas. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)
Bandung 04 Mei 2026, 19:34

8 Tahun Eksis di Industri Wedding, Begini Cara Q Art Wedding Jaga Ekosistem UMKM Vendor Lokal

Tren pernikahan masa kini telah bergeser ke arah yang lebih praktis, namun tetap mempertahankan sentuhan personal yang mencerminkan karakteristik unik kedua mempelai.

Q Art Wedding, vendor pernikahan yang telah eksis selama delapan tahun, mereka konsisten menjaga kualitas layanannya di tengah ketatnya persaingan industri. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 04 Mei 2026, 18:45

Menakar Inklusivitas Ekosistem Musik Lokal di Kecil Tapi Party Jilid 3

Strategi pengembangan industri kreatif di Jawa Barat kini memang sedang bergeser dari sentralisasi kota besar menuju wilayah penyangga.

Penampilan Seringai di festival musik Kecil Tapi Party Jilid 3. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)