Bioskop Bandung di Musim Lebaran

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Era tahun 90-an bioskop layar lebar menjadi salah satu tempat hiburan warga kota Bandung.

Kolom film-film yang diputar di bioskop-bioskop Kota Bandung merupakan catatan kecil yang menyimpan jejak nostalgia. Potongan iklan dari harian Bandung Pos edisi 4 Maret 1994  atau akhir Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 1414 Hijriyah seakan membuka kapsul waktu tentang masa ketika gedung-gedung bioskop masih menjadi pusat hiburan utama masyarakat, jauh sebelum jaringan cineplex modern dan layanan streaming mengubah cara orang menikmati film.

Apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana bioskop biasanya semakin semarak. Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, masa libur Lebaran menjadi kesempatan bagi warga kota untuk berkumpul bersama keluarga atau sahabat, salah satunya dengan menonton film di bioskop.

Melihat kembali iklan film dari masa itu menghadirkan gambaran suasana menonton yang sangat berbeda dengan hari ini.

Pada era 1990-an, warga Bandung mengenal berbagai gedung bioskop yang tersebar dari pusat kota hingga kawasan permukiman. Menonton film bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari gaya hidup urban.

Di sekitar gedung bioskop, penonton biasanya mengantre di loket tiket, membeli jajanan kaki lima dari kacang rebus hingga minuman ringan, lalu masuk ke ruang pertunjukan dengan kursi-kursi beludru yang khas. Aroma karpet lama, pendingin udara tua, serta lampu redup menjelang film diputar menjadi bagian dari pengalaman menonton yang sulit dilupakan.

Bagi banyak orang, pergi ke bioskop saat libur Lebaran menjadi semacam tradisi kecil: berjalan-jalan di pusat kota, makan bersama keluarga, lalu menutup hari dengan menonton film.

Daftar film yang tayang pada masa itu menunjukkan selera penonton yang sangat beragam. Film aksi, komedi keluarga, drama, hingga film Asia hadir berdampingan di layar-layar bioskop Bandung.

Beberapa judul yang menarik perhatian antara lain:

~ Drunken Master II

Film kungfu legendaris yang menampilkan aksi akrobatik Jackie Chan bersama Anita Mui. Film ini menjadi salah satu tontonan paling populer pada masanya.

~ Hellbound

Film aksi yang dibintangi Chuck Norris, mewakili gelombang film laga Hollywood yang sarat adegan perkelahian.

~ Kung Fu Cult Master

Film Hong Kong yang menampilkan Aaron Kwok, menghadirkan cerita silat penuh intrik khas wuxia.

~ Akibat Hamil Muda

Film drama Indonesia yang dibintangi Sally Marcelina, mencerminkan masih hidupnya produksi film nasional pada awal 1990-an.

Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain itu, sejumlah film Hollywood juga menghiasi layar bioskop Bandung, di antaranya:

~ True Romance, karya sutradara Tony Scott.

~ Mrs. Doubtfire, komedi keluarga yang dibintangi Robin Williams.

~ A Perfect World, film drama garapan Clint Eastwood.

~ Hard Target, film aksi karya sutradara Hong Kong John Woo dengan bintang Jean-Claude Van Damme.

~ The Three Musketeers, kisah petualangan klasik yang diangkat kembali ke layar lebar.

Beberapa film Asia lainnya turut meramaikan layar bioskop Bandung:

~ The Message (Dallas 2)

Film epik sejarah tentang lahirnya agama Islam. Diproduksi tahun 1976, film ini kerap diputar ulang di Indonesia karena nilai religius dan sejarahnya yang kuat.

~ Save Me (Palaguna 3)

Film thriller psikologis yang dibintangi Harry Hamlin dan Lysette Anthony, mewakili tren film Hollywood kelas menengah pada awal 1990-an.

~ American Ninja 5 (Bandung 4 & Dallas 1)

Film aksi yang sangat digemari anak muda era 90-an. Kisah ninja selalu menjadi jaminan tontonan laris pada masa itu.

~ Jurassic Park (Majalaya Studio 2)

Mega-blockbuster karya Steven Spielberg yang mengubah sejarah perfilman dunia. Menyaksikan dinosaurus di layar lebar pada masa itu menjadi pengalaman sinematik yang luar biasa.

~ Perfect Gamble (Artha 4)

Film Hong Kong yang dibintangi Andy Lau dan Tony Leung, menggambarkan masa kejayaan film Mandarin di Indonesia.

~ Perawan Lembah Wilis (Artha 3)

Film Indonesia yang dibintangi Barry Prima, mewakili genre laga kolosal yang populer sebelum industri film nasional sempat mengalami masa suram di pertengahan 1990-an.

Film lain yang turut hadir di layar bioskop saat itu antara lain:

~ Shatranj, film Bollywood yang dibintangi Mithun Chakraborty.

~ Only The Strong, film yang memperkenalkan seni bela diri Capoeira kepada penonton dunia.

Jadwal ini memperlihatkan betapa beragamnya pilihan hiburan bagi masyarakat: dari film religi, aksi Hollywood, drama Mandarin, hingga laga lokal.

Tak kalah menarik dari daftar filmnya adalah deretan nama bioskop yang kini sebagian besar tinggal kenangan.

Gedung-gedung itu dahulu menjadi ruang hiburan populer warga Bandung.

Palaguna, yang berdiri di kawasan Alun-alun, pernah menjadi salah satu bioskop terbesar di pusat kota.

Regent dan Empire dikenal sebagai bioskop bergengsi yang sering memutar film-film internasional terbaru.

Sementara itu bioskop seperti Kopo, Kiara, Artha, dan Dallas menunjukkan bahwa jaringan bioskop saat itu tersebar hingga ke berbagai penjuru kota.

Nama-nama tersebut bukan sekadar tempat menonton film, melainkan bagian dari memori kolektif warga Bandung tentang budaya hiburan kota pada masa lalu.

Menariknya, iklan ini terbit pada 21 Ramadhan, masa ketika aktivitas warga kota tetap semarak.

Banyak orang memanfaatkan waktu ngabuburit dengan menonton film pada sesi siang atau sore hari. Ada pula yang datang pada pertunjukan malam setelah salat tarawih.

Jadwal tayang umumnya dimulai sekitar pukul 14.00 atau 14.30 hingga sesi terakhir sekitar pukul 21.30, menyesuaikan ritme kehidupan masyarakat selama bulan puasa.

Menjelang Lebaran, suasana bioskop biasanya semakin ramai. Para perantau yang pulang kampung, keluarga yang berkumpul, hingga anak-anak yang menikmati libur sekolah menjadikan bioskop sebagai salah satu tujuan hiburan.

Baca Juga: Hikayat Bioskop Laksana Cicalengka, Tempat Gaul di Bandung Timur Tempo Doeloe

Potongan iklan dari koran lama ini mengingatkan kita bahwa bioskop pernah menjadi pusat pertemuan sosial masyarakat.

Suasana mengantre tiket, membaca papan jadwal film di depan gedung, hingga menunggu lampu ruangan dipadamkan sebelum layar menyala adalah pengalaman yang kini perlahan tergeser oleh teknologi modern.

Namun bagi banyak warga Bandung, kenangan menonton di bioskop-bioskop lama tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah budaya kota.

Selembar iklan kecil dari koran lawas pun mampu membawa kita kembali ke masa ketika layar lebar menjadi jendela utama menuju dunia hiburan, terutama pada hari-hari libur Lebaran yang penuh kegembiraan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)