Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bioskop Bandung di Musim Lebaran

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Selasa 24 Mar 2026, 13:05 WIB
Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Era tahun 90-an bioskop layar lebar menjadi salah satu tempat hiburan warga kota Bandung.

Kolom film-film yang diputar di bioskop-bioskop Kota Bandung merupakan catatan kecil yang menyimpan jejak nostalgia. Potongan iklan dari harian Bandung Pos edisi 4 Maret 1994  atau akhir Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 1414 Hijriyah seakan membuka kapsul waktu tentang masa ketika gedung-gedung bioskop masih menjadi pusat hiburan utama masyarakat, jauh sebelum jaringan cineplex modern dan layanan streaming mengubah cara orang menikmati film.

Apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana bioskop biasanya semakin semarak. Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, masa libur Lebaran menjadi kesempatan bagi warga kota untuk berkumpul bersama keluarga atau sahabat, salah satunya dengan menonton film di bioskop.

Melihat kembali iklan film dari masa itu menghadirkan gambaran suasana menonton yang sangat berbeda dengan hari ini.

Pada era 1990-an, warga Bandung mengenal berbagai gedung bioskop yang tersebar dari pusat kota hingga kawasan permukiman. Menonton film bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari gaya hidup urban.

Di sekitar gedung bioskop, penonton biasanya mengantre di loket tiket, membeli jajanan kaki lima dari kacang rebus hingga minuman ringan, lalu masuk ke ruang pertunjukan dengan kursi-kursi beludru yang khas. Aroma karpet lama, pendingin udara tua, serta lampu redup menjelang film diputar menjadi bagian dari pengalaman menonton yang sulit dilupakan.

Bagi banyak orang, pergi ke bioskop saat libur Lebaran menjadi semacam tradisi kecil: berjalan-jalan di pusat kota, makan bersama keluarga, lalu menutup hari dengan menonton film.

Daftar film yang tayang pada masa itu menunjukkan selera penonton yang sangat beragam. Film aksi, komedi keluarga, drama, hingga film Asia hadir berdampingan di layar-layar bioskop Bandung.

Beberapa judul yang menarik perhatian antara lain:

~ Drunken Master II

Film kungfu legendaris yang menampilkan aksi akrobatik Jackie Chan bersama Anita Mui. Film ini menjadi salah satu tontonan paling populer pada masanya.

~ Hellbound

Film aksi yang dibintangi Chuck Norris, mewakili gelombang film laga Hollywood yang sarat adegan perkelahian.

~ Kung Fu Cult Master

Film Hong Kong yang menampilkan Aaron Kwok, menghadirkan cerita silat penuh intrik khas wuxia.

~ Akibat Hamil Muda

Film drama Indonesia yang dibintangi Sally Marcelina, mencerminkan masih hidupnya produksi film nasional pada awal 1990-an.

Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain itu, sejumlah film Hollywood juga menghiasi layar bioskop Bandung, di antaranya:

~ True Romance, karya sutradara Tony Scott.

~ Mrs. Doubtfire, komedi keluarga yang dibintangi Robin Williams.

~ A Perfect World, film drama garapan Clint Eastwood.

~ Hard Target, film aksi karya sutradara Hong Kong John Woo dengan bintang Jean-Claude Van Damme.

~ The Three Musketeers, kisah petualangan klasik yang diangkat kembali ke layar lebar.

Beberapa film Asia lainnya turut meramaikan layar bioskop Bandung:

~ The Message (Dallas 2)

Film epik sejarah tentang lahirnya agama Islam. Diproduksi tahun 1976, film ini kerap diputar ulang di Indonesia karena nilai religius dan sejarahnya yang kuat.

~ Save Me (Palaguna 3)

Film thriller psikologis yang dibintangi Harry Hamlin dan Lysette Anthony, mewakili tren film Hollywood kelas menengah pada awal 1990-an.

~ American Ninja 5 (Bandung 4 & Dallas 1)

Film aksi yang sangat digemari anak muda era 90-an. Kisah ninja selalu menjadi jaminan tontonan laris pada masa itu.

~ Jurassic Park (Majalaya Studio 2)

Mega-blockbuster karya Steven Spielberg yang mengubah sejarah perfilman dunia. Menyaksikan dinosaurus di layar lebar pada masa itu menjadi pengalaman sinematik yang luar biasa.

~ Perfect Gamble (Artha 4)

Film Hong Kong yang dibintangi Andy Lau dan Tony Leung, menggambarkan masa kejayaan film Mandarin di Indonesia.

~ Perawan Lembah Wilis (Artha 3)

Film Indonesia yang dibintangi Barry Prima, mewakili genre laga kolosal yang populer sebelum industri film nasional sempat mengalami masa suram di pertengahan 1990-an.

Film lain yang turut hadir di layar bioskop saat itu antara lain:

~ Shatranj, film Bollywood yang dibintangi Mithun Chakraborty.

~ Only The Strong, film yang memperkenalkan seni bela diri Capoeira kepada penonton dunia.

Jadwal ini memperlihatkan betapa beragamnya pilihan hiburan bagi masyarakat: dari film religi, aksi Hollywood, drama Mandarin, hingga laga lokal.

Tak kalah menarik dari daftar filmnya adalah deretan nama bioskop yang kini sebagian besar tinggal kenangan.

Gedung-gedung itu dahulu menjadi ruang hiburan populer warga Bandung.

Palaguna, yang berdiri di kawasan Alun-alun, pernah menjadi salah satu bioskop terbesar di pusat kota.

Regent dan Empire dikenal sebagai bioskop bergengsi yang sering memutar film-film internasional terbaru.

Sementara itu bioskop seperti Kopo, Kiara, Artha, dan Dallas menunjukkan bahwa jaringan bioskop saat itu tersebar hingga ke berbagai penjuru kota.

Nama-nama tersebut bukan sekadar tempat menonton film, melainkan bagian dari memori kolektif warga Bandung tentang budaya hiburan kota pada masa lalu.

Menariknya, iklan ini terbit pada 21 Ramadhan, masa ketika aktivitas warga kota tetap semarak.

Banyak orang memanfaatkan waktu ngabuburit dengan menonton film pada sesi siang atau sore hari. Ada pula yang datang pada pertunjukan malam setelah salat tarawih.

Jadwal tayang umumnya dimulai sekitar pukul 14.00 atau 14.30 hingga sesi terakhir sekitar pukul 21.30, menyesuaikan ritme kehidupan masyarakat selama bulan puasa.

Menjelang Lebaran, suasana bioskop biasanya semakin ramai. Para perantau yang pulang kampung, keluarga yang berkumpul, hingga anak-anak yang menikmati libur sekolah menjadikan bioskop sebagai salah satu tujuan hiburan.

Baca Juga: Hikayat Bioskop Laksana Cicalengka, Tempat Gaul di Bandung Timur Tempo Doeloe

Potongan iklan dari koran lama ini mengingatkan kita bahwa bioskop pernah menjadi pusat pertemuan sosial masyarakat.

Suasana mengantre tiket, membaca papan jadwal film di depan gedung, hingga menunggu lampu ruangan dipadamkan sebelum layar menyala adalah pengalaman yang kini perlahan tergeser oleh teknologi modern.

Namun bagi banyak warga Bandung, kenangan menonton di bioskop-bioskop lama tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah budaya kota.

Selembar iklan kecil dari koran lawas pun mampu membawa kita kembali ke masa ketika layar lebar menjadi jendela utama menuju dunia hiburan, terutama pada hari-hari libur Lebaran yang penuh kegembiraan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Mar 2026, 20:33

Nyekar, Mengingat Waktu Basahi Rindu

Kurang afdol jika saat lebaran tidak nyekar menaburkan kembang telon di pusara orang tua.

Nyekar ke makam orang tua dan kerabat saat lebaran (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 24 Mar 2026, 13:30

Menjelajah Jalur Alternatif Cililin–Ciwidey yang Menantang

Jalur Cililin–Ciwidey menawarkan tanjakan curam, turunan tajam, dan pemandangan asri. Bisa ditempuh motor 1 jam, lebih cepat daripada jalur utama.

Pemandangan di jalur alternatif Ciwidey-Cililin. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Mar 2026, 13:05

Bioskop Bandung di Musim Lebaran

Era tahun 90-an bioskop layar lebar menjadi salah satu tempat hiburan warga kota Bandung.

Daftar film yang tayang di bioskop-bioskop yang ada di Kota Bandung menjelang Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sejarah 24 Mar 2026, 09:32

Hikayat Lebaran Para Inlander di Tanah Kompeni

Pada masa kolonial, mahasiswa dan bangsawan Hindia Belanda merayakan lebaran jauh dari kampung halaman. Di Leiden dan Den Haag, Idulfitri menjadi ajang silaturahmi diaspora sekaligus obat rindu tanah

Foto diaspora Indoneia saat lebaran di Den Haag, Belanda. (Sumber: Majalah Oost en West Februari 1934)
Linimasa 24 Mar 2026, 09:30

Mengurai Kemacetan di Jalur Wisata Ciwidey

Satlantas Polresta Bandung menerapkan penebalan personel, contra flow, dan buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan di jalur wisata Ciwidey saat musim liburan.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Mar 2026, 09:27

Kalkulasi yang Mati: Mengapa Bertani Tak Lagi Rasional bagi Generasi Muda?

Minat pemuda di sektor tani bukan soal gengsi, melainkan respons logis atas asimetri pasar dan risiko modal. Saatnya negara hadir melalui asuransi pendapatan dan korporasi lahan yang adil.

Petani menggarap lahan pertaniannya di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 23 Mar 2026, 20:08

Bakso Urat dan Tetelan Pelepas Rindu: Ramainya Warung Bakso di Kota Bandung Setelah Lebaran

Usai Lebaran, warung bakso di Bandung dipadati pengunjung yang mencari hidangan segar seperti bakso urat dan tetelan.

Suasana di bakso urat Alif usai Lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 23 Mar 2026, 19:42

Sekitar Separuh Penduduk Kota Bandung Tidak Tahu Golongan Darahnya

Sekitar separuh penduduk Kota Bandung tercatat belum mengetahui golongan darahnya, dengan jumlah mencapai 1,29 juta orang atau 49,84 persen dari total populasi.

Kantong-kantong darah dari pendonor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Andres Fatubun)
Ayo Netizen 23 Mar 2026, 19:08

Beda Hari Satu Kemenangan: Menghargai Landasan Ilmu di Balik Penentuan Hari Raya

Perbedaan hari raya dengan menilik metode mentapkan 1 syawal.

Salat Idulfitri di Balai Kota Bandung Berlangsung Khidmat, Jadi Ajang Silaturahmi Warga. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 23 Mar 2026, 15:19

Setiap Habis Ramadhan

Baru saja kita bergembira menyambut Ramadhan, kini kita harus berpisah dengan bulan suci itu.

Warga berziarah di Tempat Pemakaman Umum Cikutra, Kota Bandung pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Mar 2026, 12:26

Ketergantungan Bahan Kimia dalam Pertanian: Tantangan Besar Menuju Sistem Pangan Berkelanjutan

Ketergantungan pupuk dan pestisida kimia mulai merusak kualitas tanah pertanian Indonesia.

Lanskap lahan pertanian di Kawasan Bandung Utara (KBU) di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin 7 April 2025 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Seni Budaya 23 Mar 2026, 09:51

Hikayat Kelom Geulis, Sandal Kayu Cantik dari Tasikmalaya yang Tak Pernah Kehilangan Pesona

Kelom geulis adalah sandal kayu khas Tasikmalaya dengan ukiran warna-warni yang anggun. Berawal dari bakiak sederhana, kerajinan ini berkembang menjadi produk budaya yang dikenal hingga pasar internas

Kelom Geulis Tasikmalaya.
Ayo Netizen 23 Mar 2026, 05:17

Habis Lebaran, Tibalah Sampah

Sudah menjadi kebiasaan habis (salat) lebaran (idulfitri), tibalah (darurat) sampah

Darurat sampah di Bandung Raya menyusul peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Mar 2026, 20:21

Tetap Mudik, Meski yang Dibawa Cuma Harapan Bukan Baju Baru

Kisah seorang pengemudi ojek online di Bandung yang kehilangan tabungan dan THR, namun tetap memaksakan pulang demi bertemu keluarga saat Lebaran

Pemudik di Stasiun Leuwipanjang pada Kamis 19 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 22 Mar 2026, 19:25

Paradoks Negara Agraris-Maritim: Mengapa Pertanian dan Kelautan Tak Lagi 'Seksi' bagi Investasi?

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, namun potensinya belum menjadi penggerak ekonomi utama.

Aset properti investasi untuk mendukung pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan, salah satunya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros. (Sumber: kkp.go.id)
Bandung 22 Mar 2026, 15:55

Veancha Menghidupkan Semangat Teh Artisan Lokal di Tengah Arus Kuliner Viral

Veancha mengajak pengunjung untuk menjelajah rasa artisan tea berkualitas tinggi, sebuah pilihan minuman manis yang tetap mengedepankan kualitas bahan baku dibandingkan sekadar kandungan gula.

Kehadiran Veancha di pelataran Mall Tenth Avenue menjadi bukti nyata geliat UMKM lokal yang mulai digandrungi para pecinta kuliner. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)