Spirit Sportivitas Bola

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sepak bola cabang olahraga yang unik. Tidak hanya bermakna sebuah pertandingan di atas lapangan. Sepakbola sejak berdiri langsung menjelma menjadi olahraga yang paling banyak peminatnya. Sepakbola memiliki kekuatan pada bahasa universal yang bisa mempersatukan perbedaan lintas bangsa, budaya, dan kelas sosial. Di tengah konvoi kendaraan, gemuruh penonton, chant, cahaya lampu stadion, flare, menunjukkan satu kesatuan yang begitu terasa. 

Namun di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepakbola. Ada praktik-praktik yang merusak nilai-nilai perjuangan sejati, praktik yang meruntuhkan spirit fair play olahraga. Praktik yang bisa membuyarkan ketulusan dalam menikmati sajian permainan cantik di antara para pemain yang sudah berjuang keras mempersiapkan diri dalam pertandingan, sehingga bisa meraih kemenangan dengan lapang dan tenang.

Dalam pertandingan sering kali tersaji tindakan-tindakan yang bertolak belakang dengan semangat persaingan yang sehat. Mulai dari psywar sebelum pertandingan yang bisa memanas dan memicu konflik antar pendukung. Ketika pertandingan ada pemain yang melakukan aksi diving yang berlebihan untuk memancing pelanggaran, sehingga terjadi gesekan antar pemain di lapangan, memprovokasi dan intimidasi terhadap wasit. Di luar lapangan pun seringkali terjadi, yaitu pengaturan skor pertandingan dan intervensi yang dilakukan para pemangku kebijakan ke dalam lapangan. Segala cara dilakukan agar bisa meraih kemenangan timnya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu negara atau liga tertentu saja, melainkan menjadi fenomena global dalam dunia sepak bola. Italia yang begitu kental dengan liga yang banyak mendatangkan pemain-pemain top dari berbagai negara, namun tercoreng dengan mafia pengaturan skor kemenangan. Di Indonesia pada penghujung liga, mulai ramai disuarakan mafia pertandingan, dan banyak membicarakan kalau pihak-pihak mulai bermanuver agar bisa mengatur kemenangan dan tim yang juara. 

Keprihatinan yang mencoreng dunia sepak bola, sesungguhnya sudah dari dulu dikampanyekan para legenda sepak bola dunia. Pelé, yang menyoroti pada para pemain yang bermain tidak kesatria, banyak trik dan drama, padahal sepakbola adalah ajang unjuk keterampilan olah bola yang terbaik bukan sehingga menjadi sebuah seni permainan yang enak ditonton dengan penuh kejujuran. Pele menyayangkan sepakbola dinodai dengan ulah pemain yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak fair.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Adanya kontroversi dalam sepakbola, merupakan bagian dari strategi dalam memenangkan pertandingan. Diego Maradona yang kontroversial di luar dan dalam lapangan dan dikenal dengan pemilik panggilan gol Tangan Tuhan, mengakui kalau sepak bola tidak bisa lepas dari trik dalam dan luar lapangan. Begitu tipis antara kecerdasan taktis para pemain dan pelatih dengan dan berbagai pelanggaran moral yang juga dilakukan para pemainnya. Para pemain pun seringkali mengalami perang batin dengan berbagai godaan dalam pertandingan sepakbola.  

Legenda Jerman, Franz Beckenbauer, mengatakan kalau tekanan kuat pada dunia sepak bola di era modern. Ketika sepakbola sudah menjadi bagian industri hiburan, sepakbola dengan jumlah kapital besar untuk sekedar mendapatkan gengsi, dan ekspektasi fans yang begitu tinggi, maka bujuk rayu untuk menggunakan jalan pintas agar bisa meraih kemenangan menjadi jalan pintas.

Sepakbola kini sudah menjadi industri. Para pengusaha mencoba peruntungan dengan investasi di bidang olah bola. Banyak pengusaha top dunia yang melirik peluang bisnis di bidang sepakbola. Tidak heran kalau dalam bidang sepak bola setiap tahunnya keluar hitungan angka kontrak pemain yang terus melambung, hak siar yang diperebutkan dengan harga tinggi, serta tekanan dari para sponsor ikut mengubah olahraga ini menjadi industri berskala raksasa. Dalam tuntutan dan persaingan yang ketat seperti itu, integritas mulai goyah.

Peluang untuk mengembalikan nilai-nilai sportivitas dalam dunia sepak bola masih sangat terbuka. Semua elemen yang terlibat, mulai dari federasi, wasit, pelatih, hingga para pemain, sama-sama bertanggung jawab dalam menjaga marwah dunia sepakbola yang harus bersih dari berbagai yang merusak perjuangan kesucian sepakbola yang bisa meraih dengan murni hasil kerja keras di atas lapangan.

Dalam sebuah pertandingan akan ada hasil akhir, menang, kalah atau seri, namun bagaimana caranya setelah berjuang keras meraih kemenangan tetap berjuang untuk menerima hasil akhir.  Tetap menjunjung tinggi respek pada siapa pun yang bertarung secara jantan di dalam maupun luar lapangan. Ketika nilai-nilai ini hadir dan menjadi pijakan siapa pun yang berkecimpung dalam sepakbola, maka sepak bola akan menjadi tontonan yang bukan hanya memberikan hiburan, namun bisa meningkatkan kualitas derajat manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Encep Dulwahab
Tentang Encep Dulwahab
Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)