Spirit Sportivitas Bola

Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan Senin 11 Mei 2026, 20:03 WIB
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sepak bola cabang olahraga yang unik. Tidak hanya bermakna sebuah pertandingan di atas lapangan. Sepakbola sejak berdiri langsung menjelma menjadi olahraga yang paling banyak peminatnya. Sepakbola memiliki kekuatan pada bahasa universal yang bisa mempersatukan perbedaan lintas bangsa, budaya, dan kelas sosial. Di tengah konvoi kendaraan, gemuruh penonton, chant, cahaya lampu stadion, flare, menunjukkan satu kesatuan yang begitu terasa. 

Namun di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepakbola. Ada praktik-praktik yang merusak nilai-nilai perjuangan sejati, praktik yang meruntuhkan spirit fair play olahraga. Praktik yang bisa membuyarkan ketulusan dalam menikmati sajian permainan cantik di antara para pemain yang sudah berjuang keras mempersiapkan diri dalam pertandingan, sehingga bisa meraih kemenangan dengan lapang dan tenang.

Dalam pertandingan sering kali tersaji tindakan-tindakan yang bertolak belakang dengan semangat persaingan yang sehat. Mulai dari psywar sebelum pertandingan yang bisa memanas dan memicu konflik antar pendukung. Ketika pertandingan ada pemain yang melakukan aksi diving yang berlebihan untuk memancing pelanggaran, sehingga terjadi gesekan antar pemain di lapangan, memprovokasi dan intimidasi terhadap wasit. Di luar lapangan pun seringkali terjadi, yaitu pengaturan skor pertandingan dan intervensi yang dilakukan para pemangku kebijakan ke dalam lapangan. Segala cara dilakukan agar bisa meraih kemenangan timnya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu negara atau liga tertentu saja, melainkan menjadi fenomena global dalam dunia sepak bola. Italia yang begitu kental dengan liga yang banyak mendatangkan pemain-pemain top dari berbagai negara, namun tercoreng dengan mafia pengaturan skor kemenangan. Di Indonesia pada penghujung liga, mulai ramai disuarakan mafia pertandingan, dan banyak membicarakan kalau pihak-pihak mulai bermanuver agar bisa mengatur kemenangan dan tim yang juara. 

Keprihatinan yang mencoreng dunia sepak bola, sesungguhnya sudah dari dulu dikampanyekan para legenda sepak bola dunia. Pelé, yang menyoroti pada para pemain yang bermain tidak kesatria, banyak trik dan drama, padahal sepakbola adalah ajang unjuk keterampilan olah bola yang terbaik bukan sehingga menjadi sebuah seni permainan yang enak ditonton dengan penuh kejujuran. Pele menyayangkan sepakbola dinodai dengan ulah pemain yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak fair.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Adanya kontroversi dalam sepakbola, merupakan bagian dari strategi dalam memenangkan pertandingan. Diego Maradona yang kontroversial di luar dan dalam lapangan dan dikenal dengan pemilik panggilan gol Tangan Tuhan, mengakui kalau sepak bola tidak bisa lepas dari trik dalam dan luar lapangan. Begitu tipis antara kecerdasan taktis para pemain dan pelatih dengan dan berbagai pelanggaran moral yang juga dilakukan para pemainnya. Para pemain pun seringkali mengalami perang batin dengan berbagai godaan dalam pertandingan sepakbola.  

Legenda Jerman, Franz Beckenbauer, mengatakan kalau tekanan kuat pada dunia sepak bola di era modern. Ketika sepakbola sudah menjadi bagian industri hiburan, sepakbola dengan jumlah kapital besar untuk sekedar mendapatkan gengsi, dan ekspektasi fans yang begitu tinggi, maka bujuk rayu untuk menggunakan jalan pintas agar bisa meraih kemenangan menjadi jalan pintas.

Sepakbola kini sudah menjadi industri. Para pengusaha mencoba peruntungan dengan investasi di bidang olah bola. Banyak pengusaha top dunia yang melirik peluang bisnis di bidang sepakbola. Tidak heran kalau dalam bidang sepak bola setiap tahunnya keluar hitungan angka kontrak pemain yang terus melambung, hak siar yang diperebutkan dengan harga tinggi, serta tekanan dari para sponsor ikut mengubah olahraga ini menjadi industri berskala raksasa. Dalam tuntutan dan persaingan yang ketat seperti itu, integritas mulai goyah.

Peluang untuk mengembalikan nilai-nilai sportivitas dalam dunia sepak bola masih sangat terbuka. Semua elemen yang terlibat, mulai dari federasi, wasit, pelatih, hingga para pemain, sama-sama bertanggung jawab dalam menjaga marwah dunia sepakbola yang harus bersih dari berbagai yang merusak perjuangan kesucian sepakbola yang bisa meraih dengan murni hasil kerja keras di atas lapangan.

Dalam sebuah pertandingan akan ada hasil akhir, menang, kalah atau seri, namun bagaimana caranya setelah berjuang keras meraih kemenangan tetap berjuang untuk menerima hasil akhir.  Tetap menjunjung tinggi respek pada siapa pun yang bertarung secara jantan di dalam maupun luar lapangan. Ketika nilai-nilai ini hadir dan menjadi pijakan siapa pun yang berkecimpung dalam sepakbola, maka sepak bola akan menjadi tontonan yang bukan hanya memberikan hiburan, namun bisa meningkatkan kualitas derajat manusia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Encep Dulwahab
Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Mei 2026, 20:03

Spirit Sportivitas Bola

Di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepak bola.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 19:09

Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur

Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.

Ilustrasi bentuk syukur atas capaian kelulusan dengan berdoa, memohon kepada Allah SWT (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 11 Mei 2026, 16:25

Di Cibadak, Warga Beda Agama Sudah Terbiasa Hidup Berdampingan Jauh Sebelum Ada Kampung Toleransi

Warga Cibadak di Astana Anyar telah lama hidup berdampingan lintas agama lewat kebiasaan saling membantu, menjaga lingkungan, dan menghormati perbedaan.

Asoey, pengurus Vihara Dharma Ramsi, merasakan kehidupan lintas agama di Astana Anyar berjalan alami lewat kebiasaan warga yang saling menghormati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 11 Mei 2026, 14:31

Canting dan Ekosistem yang Belum Sempurna, Sebuah Harapan dari Kampung Kreatif Batik Difabel

Ekosistem yang sempurna mungkin belum ada. Tapi ekosistem yang terus berusaha, itu yang sedang terjadi di Kampung Kreatif Batik Difabel.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 13:53

Gelar Akademik Apakah Jaminan Kesuksesan?

Polarisasi pendapat antara melanjutkan kuliah dan langsung membuka usaha. Melanjutkan kuliah lebih berpeluang diserap dunia kerja dan langsung membuka usaha bisa mempercepat peluang sukses.

Ilustrasi wisuda. (Sumber: Pexels | Foto: Sun)
Wisata & Kuliner 11 Mei 2026, 13:48

Jelajah Palabuhanratu Sukabumi, Kota Pelabuhan Internasional yang Berubah jadi Tujuan Wisata Penuh Legenda

Palabuhanratu menyimpan sejarah pelabuhan kolonial, pantai sepanjang 105 km, serta mitos Nyi Roro Kidul yang masih dipercaya.

Pantai Karang Sari, Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 11:05

Freddie Mercury, AIDS, dan Luka Stigma yang Belum Usai

Malam Renungan AIDS Nusantara bukan sekadar seremoni mengenang korban HIV/AIDS.

Halaman muka surat kabar terbitan Inggris yang memberitakan kepergian Freddie Mercury. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Mei 2026, 10:17

Toleransi di Cibadak Tidak Ramai Dibicarakan, Tapi Dijalani Setiap Hari

Warga Kampung Toleransi Cibadak di Astana Anyar hidup berdampingan di tengah perbedaan agama dan etnis lewat kebiasaan saling membantu dan menjaga kebersamaan.

Simbol berbagai agama berdiri berdampingan di Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 09:27

Modern untuk Kota, Melelahkan untuk Manusia

Selama kebutuhan dasar warganya masih terabaikan, Bandung akan terus terlihat modern dari luar, tetapi belum sepenuhnya menjadi kota yang nyaman untuk dijalani.

Bandung sibuk membangun kota, tetapi belum tentu membangun kenyamanan warganya. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 08:54

Kafe untuk Perantau yang Tak Mau Pulang

Cerita pendek tentang kafe di kota besar yang dikhususnya bagi perantau yang tidak mau pulang.

Ribuan koleksi buku tersusun padat di rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Mei 2026, 18:08

Kereta Cepat dan Tantangan First Mile–Last Mile

Tantangan first mile dan last mile memengaruhi total waktu perjalanan pengguna Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), sehingga integrasi transportasi menjadi penting.

Layar di dalam kabin Whoosh yang menampilkan informasi kecepatan kereta saat itu. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 10 Mei 2026, 13:15

Menghapus Sekat Pendidikan dari Pinggiran Nusantara

Negara hadir di daerah 3T lewat revitalisasi sekolah Rp1,38T & digitalisasi 100%. Prestasi Kemendikdasmen ini kunci mutu pendidikan & martabat guru menuju Indonesia Emas 2045!

Ilustrasi visual berbasis kecerdasan buatan (AI) (Foto: Artificial Intelligence (AI))
Wisata & Kuliner 10 Mei 2026, 09:42

Panduan Wisata Sentul Paradise Park, Curug dan Kolam Rekreasi di Pinggiran Bogor

Panduan lengkap Sentul Paradise Park, dari tiket, akses, fasilitas, hingga tips berkunjung ke wisata air dengan Curug Bidadari di kawasan Sentul.

Sentul Paradise Park.
Ayo Netizen 10 Mei 2026, 09:41

Bandung Tak Lagi Sama, Jalanannya Mengajarkan Orang-Orang Bertahan Hidup

Perjalanan Cimahi-Bandung bukan sekadar rutinitas, tapi perjuangan menghadapi macet, hujan, dan lelah yang datang setiap hari.

Suasana Kota. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Sifa Nurfauziah)
Beranda 09 Mei 2026, 19:04

Anton Solihin, Pengumpul ‘Runtah’ Budaya yang Menjaga Batu Api Selama 27 Tahun

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor bertahan selama puluhan tahun lewat ribuan koleksi buku, arsip, dan dedikasi Anton Solihin menjaga ruang literasi alternatif.

Pendiri Perpustakaan Batu Api, Anton Solihin, duduk di tengah tumpukan buku koleksi pribadinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 17:10

Menjaga Mimpi di Tengah Efisiensi: Peran Rumah BUMN di Masa Anggaran Ketat

Di sinilah cerita tentang ekosistem pemberdayaan UMKM yang belum sempurna bermula.

A. Radinal Pramudha Sirat CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 12:46

Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 22:35

Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

Tiga tim sepak bola beda kota menggelar laga segitiga yang seru di Lapangan Ikada. Hasil keuntungan pertandingan disumbangkan untuk korban kecelakaan KA yang mengenaskan di Trowek, Jawa Barat.

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 21:06

Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi.

Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 19:32

Sepatu Berlubang untuk Mengukir Masa Depan

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi--yang ada proses bertahan yang selalu harus terus diperjuangkan untuk terus bertahan sebagai manusia dan juga menjadi masyarakat Kota Bandung yang lebih baik.

Pendidikan adalah senjata utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. (Sumber: Pexels | Foto: Partiu Kenai)