Disinhibisi Suporter Sepakbola

3 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Suporter tim nasional Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Suporter tim nasional Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Pasca kekalahan beruntun timnas atas Arab Saudi dan Irak, para pendukung timnas terus mencari kesalahan-kesalahan para pemain. Didasari dengan penuh kebencian, mereka terus mencaci maki para pemain yang dianggapnya biang kekalahan timnas sehingga gagal masuk World Cup 2026 di Amerika Serikat. 

Para pecinta timnas ini terus memburu akun media sosial para pemain, kemudian mengekspresikan kekesalannya. Bahasa kasar pun seringkali dituangkan dalam kolom komentar medos milik para pemain. Para pemain yang tidak siap dengan situasi seperti ini langsung menonaktifkannya. Apalagi kalau pemain tersebut berasal dari klub rival. Saling sindir dan serang antar suporter pun tidak bisa dihindari, seperti tawuran di media sosial saling serang pun tidak bisa dihindari. 

Para suporter pun ketika ada pemain anyar yang dianggap bisa membantu meraih prestasi klub, langsung ramai-ramai memfollow media sosialnya. Tidak heran kalau jumlah pengikut akun media sosial pemain pun mendadak banyak jumlahnya.

Namun ketika pemain tersebut tidak berhasil mengantarkan kemenangan sesuai dengan ekspektasinya, para suporter ini tidak hanya unfollow media sosialnya, namun ditambah dengan berbagai hujatan. Tidak hanya pemain, media sosial keluarganya pun senantiasa menjadi bulan-bulanan para penggemar yang kelewat kecewa, sampai pemain beserta keluarganya ikut stress dan takut keluar rumah.  

Itulah situasi kondisi para penggemar sepakbola saat ini, di berbagai negara mana pun. Mereka tampaknya lebih berani di media sosial daripada di dunia nyata. Para suporter seringkali mengekspresikan kekecewaannya secara bebas di dunia maya. Mereka pun menuntut lebih kepada sang pemain dan tim, agar bisa terus memenuhi harapannya, yaitu kemenangan dan kemenangan. Tidak siap dengan kekalahan.

John Suler (2004) dalam artikelnya, The Online Disinhibition Effect, menyatakan bahwa perilaku manusia di dunia maya berbeda dikarenakan perasaan anonimitas dan jarak psikologis. Orang yang umumnya bersikap sopan bisa berubah menjadi agresif, vulgar, atau konfrontatif saat berkomunikasi secara daring. Hal ini dikenal sebagai efek disinhibisi online, yang merujuk pada kebiasaan seseorang untuk kehilangan kontrol sosial dan moralnya, saat berkomunikasi secara digital.

John Suler (2004) membagi disinhibisi ini menjadi dua jenis, yaitu disinhibisi positif dan disinhibisi negatif. Disinhibisi positif yaitu seseorang akan lebih terbuka, jujur, dan ekspresif secara emosional di dunia maya. Sebaliknya, disinhibisi negatif adalah ketika seseorang menjadi lebih kasar, menghina, memaki, atau melakukan hate speech.

Ilustrasi para pemain muda sepak bola di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi para pemain muda sepak bola di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kita bisa belajar kedewasaan dalam dunia sepakbola pada Ronaldo dan Messi. Keduanya merupakan pemain sepakbola yang telah meraih berbagai prestasi tingkat tinggi. Meskipun keduanya tampak bersitegang di dalam lapangan, namun keduanya selalu menunjukkan sikap saling menghormati, dan saling memberi dukungan di tengah persaingan yang ketat dan keras.

Cristiano Ronaldo selalu membangun hubungan baik dengan Messi di luar lapangan. Kalaupun ada komunikasi yang kurang baik di dalam lapangan, itu karena urusan teknik dan semata-mata karena persaingan meraih untuk menjadi nomor satu. Demikian juga dengan Lionel Messi yang menganggap Ronaldo sebagai rekan, dan terus menjaga komunikasi yang baik di luar lapangan, untuk tetap menjaga profesionalisme dan rasa hormat. 

Keduanya tidak membawa rivalitas di atas lapangan ke dalam kehidupan sehari-hari. Wajar kalau dalam momen-momen besar, ketika keduanya bertemu begitu harmonis dan akrab.  Sudah saatnya kita profesional dalam mendukung tim dan pemain. Berilah rasa hormat pada lawan dalam kompetisi, karena di luar kompetensi mereka adalah kawan. 

Memberi dukungan positif adalah pilihan yang tepat dan bijak, daripada terus menerus mencari kesalahan orang lain, malah bisa merusak tim dan mengotori kompetisi yang mengusung fairplay di dalam dan luar lapangan. Berhentilah untuk mengumbar kebencian. Prestasi di dalam lapangan, juga harus dibarengi dengan prestasi etika di luar lapangan antar suporter. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Encep Dulwahab
Tentang Encep Dulwahab
Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)