Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

4 menit baca
Salsafira Farelya Natasha
Ditulis oleh Salsafira Farelya Natasha diterbitkan
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)

Sejak tahun 2023 silam, banyak media dan masyarakat yang mengeluhkan tarif parkir liar yang tidak masuk akal di Kota Bandung. Pungutan parkir liar yang tersebar hampir di seluruh Kota Bandung ini seringkali melampaui batas wajar dari harga tarif normal, hal ini dapat mengganggu citra pariwisata, kenyamanan publik, melanggar hak konsumen, bahkan memperlihatkan buruknya pengawasan pemerintah.

Berdasarkan peraturan Walikota (Perwali) Kota Bandung Nomor 66 Tahun 2021 menyebutkan bahwa tarif zona parkir di kawasan pusat kota tarifnya berkisar antara Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah) – Rp7.000,00 (tujuh ribu rupiah). Sedangkan untuk pinggir kota berkisar antara Rp2.000,00 (dua ribu rupiah) – Rp6.000,00 (enam ribu rupiah), tarif ini tergolong wajar dan tidak menyesakkan.

Meskipun peraturan mengenai tarif parkir resmi sudah ada, namun tetap banyak juru parkir liar yang menarifkan harga yang sangat tinggi di pusat kota terutama daerah wisata. Beberapa kasus menyebutkan bahwa tarif parkir liar ini memiliki variasi harga dari harga yang masih dalam batas wajar hingga harga yang selangit. Hal ini menciptakan ketidakpastian biaya parkir bagi masyarakat yang menggunakan lahan/jalanan umum untuk memarkirkan kendaraannya.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk sepeda motor diberi tarif Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah), dan untuk mobil Rp30.0000,00 (tiga puluh ribu rupiah) saat akhir pekan di sekitaran Braga dan Asia Afrika. Bahkan, untuk sekedar mampir untuk makan di warung, mampir ke toko oleh-oleh atau minimarket sebentar saja, juru parkir liar sudah selalu setia menunggu di depan toko untuk menagih uang parkir yang entah berapa nominalnya.

Informasi tarif parkir normal di Jalan Braga (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Informasi tarif parkir normal di Jalan Braga (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)

Menurut beberapa komentar di Twitter, pada saat momen liburan (long-weekend), tarif parkir liar bisa mencapai hingga Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) - Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah). Tarif parkir liar ini tentunya sangat mencekik dan menguras dompet masyarakat sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini.

Walikota Bandung, M. Farhan seolah menutup mata dan mengabaikan praktik parkir liar ini karena sampai sekarang belum ada sanksi/hukuman tegas pada pelaku. Padahal, berdasarkan artikel dari Pikiran Rakyat yang diterbitkan 2 tahun yang lalu, Dishub bandung akan mencari dalang di balik tarif parkir mahal di jalan Asia Afrika, namun saat ini belum ada pembenahan. Keberadaan parkir liar ini terjadi secara terang-terangan diberbagai daerah Bandung dari tahun ke tahun.

Meskipun banyak sekali yang memberitakan penangkapan juru parkir liar, hingga saat ini parkir liar dengan tarif tinggi masih merajalela. Bahkan, di jalan Braga seringkali ada satpol PP yang berjaga namun juru parkir liar itu dibiarkan seolah tidak melanggar aturan. Meskipun razia sering dilakukan di beberapa titik, praktik ini selalu muncul kembali dalam waktu singkat. Hal ini membuktikan bahwa sanksi/hukuman yang diberikan tidak membuat pelaku jera.

Hal ini membuat pertanyaan muncul dibenak saya: Apakah penangkapan juru parkir liar ini hanya sekedar formalitas? Apakah tarif tinggi yang diberi oleh juru parkir itu sebagian di berikan pada oknum keamanan? Apakah pemerintah sebenarnya terlibat dalam proses pungutan tarif parkir liar ini?

Tarif parkir liar ini termasuk salah satu bentuk dari pungutan liar (pungli) yang melanggar aturan hukum. Walikota harusnya segera mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku bagi pelaku. Hal ini bertujuan agar juru parkir liar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

M. Farhan sebagai orang yang memiliki wewenang tertinggi di Kota Bandung seharusnya mengambil tindakan untuk mengintegrasikan pengelolaan parkir di kawasan rawan pungli. Beliau seharusnya merombak sistem pembayaran parkir dengan memasukkan teknologi masa kini didalamnya. Sistem pembayaran non-tunai adalah salah satu solusi untuk menghindari adanya pungutan liar yang dilakukan oleh juru parkir.

Baca Juga: Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Keterlibatan aparat dalam memberantas praktik pungli parkir perlu ditingkatkan lagi dengan adanya sanksi atau hukuman tegas yang dikoordinasikan oleh kepolisian, dishub , dan satpol PP. Pengecekan kartu juru parkir resmi juga perlu dicek secara berkala oleh aparat terutama di kawasan wisata dan pusat kota.

Edukasi masyarakat juga diperlukan agar mereka berani menolak tarif parkir yang harganya sudah diluar nalar dan membuat dompet kering. Masyarakat juga harus mengetahui bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan karcis parkir resmi dan hak perlindungan dari pemerintah jika terjadi keributan akibat menolak membayar parkir liar.

Apabila M. Farhan ingin mewujudkan visinya yaitu menjadikan Kota Bandung sebagai kota wisata yang ramah dan unggul, maka praktik parkir liar ini perlu diberantas sampai ke akarnya. Bagaimana Kota Bandung bisa menjadi ramah dan unggul apabila banyak masyarakat yang merasa tercekik oleh tarif parkir yang tidak sesuai dan membuat pengalaman buruk bagi orang yang berkunjung? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Salsafira Farelya Natasha
Student majoring in Digital Public Relations at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)