Menata Parkir Braga, Menata Masa Depan Pariwisata Bandung

Muhammad Naufal
Ditulis oleh Muhammad Naufal diterbitkan Minggu 28 Des 2025, 09:46 WIB
Suasana Braga yang selalu ramai, tapi parkir pinggir jalan masih jadi pemandangan sehari-hari. (Foto: Muhammad Naufal)

Suasana Braga yang selalu ramai, tapi parkir pinggir jalan masih jadi pemandangan sehari-hari. (Foto: Muhammad Naufal)

Braga adalah salah satu tujuan wisata populer di kota Bandung. Namun, dibalik citranya sebagai kawasan wisata, Braga terus berjuang dengan masalah lama yang sama yaitu parkir di pinggir jalan maupun trotoar yang tidak teratur. Masalah parkir di Braga telah terdokumentasikan sejak 1953.

Situasi ini terasa semakin ramai saat jumlah pengunjung meningkat. Pada kasus ini dapat dibuktikan bahwa pengunjung terpaksa mencari tempat parkir yang mudah diakses dan dijangkau.

Selain memicu kemacetan, parkir liar juga mengganggu aktivitas pejalan kaki yang berjalan di trotoar pada kenyataannya menjadi tempat mobilisasi bagi pejalan kaki. Esensi kawasan heritage seperti Braga adalah mengutamakan pedestrian sebagai pusat perbelanjaan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan di samping trotoar masih ada beberapa kendaraan yang parkir sembarangan . Kondisi ini dapat merugikan pengunjung, menurunkan kualitas kunjungan, serta mengurangi daya tarik kawasan secara keseluruhan.

Orang-orang pasti lebih memilih tempat parkir yang aman dan resmi jika jumlahnya cukup . Namun kenyataannya, banyak wisatawan kesulitan menemukan tempat parkir resmi di sekitar Braga. Karena kapasitasnya yang terbatas,atau jarak yang dianggap jauh, pada akhirnya pengunjung lebih memilih untuk parkir di pinggir jalan.

Hal ini sudah dinormalisasikan masyarakat dalam memarkir kendaraan juga mempengaruhi situasi ini. Banyak yang merasa kalau parkir di pinggir jalan hal yang wajar dan tidak merugikan mobilisasi pejalan kaki.

Kebutuhan yang paling mendesak, menurut saya, adalah pembangunan fasilitas parkir vertikal di dekat Braga. Jalan keluar terbaik adalah solusi gedung parkir bertingkat karena tidak banyak area horizontal yang tersedia. Lahan parkir di badan jalan dapat digantikan oleh puluhan atau ratusan lahan hanya dengan satu struktur.

Selain itu, kolaborasi dengan sektor komersial perlu diterapkan. Ada beberapa hotel, restoran, dan tempat kerja memiliki lahan parkir yang luas hanya digunakan oleh staf maupun pengunjung. Kapasitas parkir dapat ditingkatkan tanpa pembangunan baru jika Walikota menyetujui dalam membangun kemitraan parkir.

Digitalisasi saat ini juga perlu diterapkan di era modern sekarang. Jika diberlakukan dapat memudahkan akses parkir pengunjung yang mau ke braga selain itu mayoritas pengunjung juga menggunakan pembayaran sistem digital. Contoh dari digitalisasi yang mengikuti era saat ini yaitu sistem reservasi parkir lewat aplikasi dan pembayaran lewat non-tunai berupa Qris, hal ini dapat memudahkan pengunjung.

Di sisi lain , edukasi kepada masyarakat juga penting . Karena mereka percaya bahwa parkir di pinggir jalan lebih dekat dan cepat, banyak pengemudi terbiasa parkir di pinggir jalan. Namun perilaku ini harus diubah melalui himbauan, papan informasi, dan pemantauan rutin oleh Satpol PP dan Dishub.

Saya melihat bahwa penertiban sesekali tidak cukup efektif dalam menyelesaikan masalah yang sudah bertahun-tahun terjadi. Hal ini perlu diadakan pengawasan secara rutin dan konsisten agar masyarakat memahami bahwa parkir pinggir jalan dan trotoar dapat menghambat mobilitas pengunjung.

Baca Juga: Membaca Ulang Pasar Travel Bandung–Jakarta, Antara Mobilitas Tinggi dan Strategi Layanan Premium

Saya pikir Braga dapat kembali menjadi wisata yang tertata rapi dan menyenangkan jika Walikota Bandung menyediakan tempat parkir yang memadai, sistem digital terkini, dan pengawasan secara rutin. Citra yang ditampilkan Bandung kepada wisatawan dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas, karena komponen penting yang memengaruhi citra kota maupun kenyamanan wisatawan.

Solusi jangka panjang menurut saya paling rasional adalah pembangunan gedung parkir bertingkat di kawasan sekitar Braga. Dengan adanya fasilitas ini dapat mengurangi ketergantungan pengunjung terhadap parkir pinggir jalan. Selain itu, kapasitasnya lebih banyak dibandingkan parkir pinggir jalan.

Saran tambahan dari saya untuk Bapak M.Farhan sebagai pemimpin warga bandung, saya menyarankan orang nomor satu Bandung untuk memprioritaskan pembangunan gedung parkir bertingkat di kawasan Braga, meningkatkan kerjasama parkir dengan sektor swasta, mengoptimalkan layanan parkir. Langkah-langkah ini menjadi investasi jangka panjang untuk salah satu ikon bandung atau braga agar mengurangi kemacetan, parkir pinggir jalan, dan menyalahgunakan trotoar. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Naufal
@telkomuniversity

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)