Membaca Ulang Pasar Travel Bandung–Jakarta, Antara Mobilitas Tinggi dan Strategi Layanan Premium

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 27 Des 2025, 20:31 WIB
Operator travel menghadapi tantangan klasik untuk menjaga kualitas layanan di tengah tekanan harga, tanpa terjebak perang tarif, sehingga mengorbankan kenyamanan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Operator travel menghadapi tantangan klasik untuk menjaga kualitas layanan di tengah tekanan harga, tanpa terjebak perang tarif, sehingga mengorbankan kenyamanan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

AYOBANDUNG.ID -- Industri travel rute Bandung–Jakarta tengah memasuki fase yang semakin kompetitif. Mobilitas masyarakat di jalur ini tidak pernah surut, bahkan meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi dan bertambahnya aktivitas bisnis, pendidikan, hingga rekreasi.

Vice CEO PT Maya Gapura Intan, Ichsan T Erizananda, menegaskan bahwa pasar ini masih terbuka lebar bagi pemain baru maupun lama. “Melihat industri travel di Tanah Air sebenarnya opportunity ini sangat banyak, masih sangat luas sekali,” ujar Ichsan.

Di lapangan, persaingan antar penyedia travel semakin ketat. Banyak operator lama bertahan dengan model konvensional, sementara pemain baru mencoba menawarkan diferensiasi. TRAVL, unit bisnis PT Maya Gapura Intan (MGI), menjadi salah satu contoh bagaimana strategi baru diterapkan untuk menghadirkan layanan shuttle dengan konsep “friendly premium” yang menekankan kenyamanan tanpa meninggalkan keterjangkauan.

“Kita memang menyebutnya friendly premium, tapi memang kita dengan nilai yang kita kasih itu, kita mengikuti dengan nilai. Kita bukan yang paling murah, tapi value-nya itu yang paling terasa bagi traveler,” kata Ichsan.

Strategi ini lahir dari riset pasar yang mendalam. Ichsan menegaskan bahwa pihaknya melakukan FGD dengan berbagai kelompok, mulai dari pelajar hingga profesional muda. Hasil riset ini menunjukkan bahwa segmen pelajar pun menginginkan layanan yang lebih nyaman, bukan sekadar murah.

“Suprisingly kayak pelajar atau mahasiswa justru banyak yang meminta itu. Jadi kita pun juga kaget. Pada saat kita FGD itu ternyata kebutuhannya belum ada pilihannya. Makanya kita menciptakan pilihan itu,” ungkapnya.

Ilustrasi penumpang travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi penumpang travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa penumpang travel tidak lagi sekadar mencari transportasi cepat. Mereka menginginkan pengalaman perjalanan yang minim stres, dengan kepastian jadwal dan layanan yang konsisten.

“Untuk tahun depan perjalanan juga pasti akan semakin frequent. Tapi yang paling penting adalah kita fokus terhadap pelayanan kita, supaya ketika opportunity itu datang, kita bisa menangkap opportunity itu,” jelas Ichsan.

Data Kementerian Perhubungan mencatat bahwa mobilitas di koridor Jakarta–Bandung menyumbang kontribusi signifikan terhadap PDRB regional. Permintaan perjalanan antarkota di jalur ini diperkirakan terus meningkat hingga 2026.

“Untuk industrinya sendiri, kami sangat yakin. Kalau bentuk dari industri transportasi ini yang sudah kami rasakan di 20 tahun yang lalu, sampai sekarang memang terus meningkat,” kata Ichsan, menegaskan tren jangka panjang yang positif.

Di sisi lain, operator travel menghadapi tantangan klasik yakni bagaimana menjaga kualitas layanan di tengah tekanan harga. Banyak pemain yang terjebak dalam perang tarif, sehingga mengorbankan kenyamanan.

TRAVL, kata Ichsan, mencoba keluar dari jebakan itu dengan menempatkan harga di segmen menengah, Rp175.000–Rp190.000, sambil menekankan nilai tambah berupa kenyamanan premium. “Permintaannya sangat besar. Kita banyak melakukan FGD, dan saya pribadi pun merasakan shuttle sebagai frequent traveler,” ujar Ichsan.

Strategi ini juga memperhitungkan tren mobilitas masa depan. Dengan semakin frequent-nya perjalanan antarkota, operator yang mampu menjaga konsistensi pelayanan akan lebih mudah menangkap peluang. “Tapi yang paling penting tadi itu, bagaimana caranya kita menjaga pelayanan kita, supaya kita bisa menangkap opportunity itu,” tegas Ichsan.

Ilustrasi penumpang travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi penumpang travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Kondisi riil di lapangan juga menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen. Penumpang kini lebih kritis, membandingkan layanan antaroperator, dan menuntut transparansi. TRAVL merespons dengan komitmen memberikan kompensasi berupa voucher jika terjadi keterlambatan atau pembatalan. Transparansi ini menjadi nilai tambah yang jarang ditawarkan oleh operator konvensional.

Selain itu, digitalisasi menjadi faktor penentu. Banyak operator travel masih bergantung pada sistem manual, sementara konsumen semakin terbiasa dengan aplikasi mobile. TRAVL tengah menjajaki pengembangan aplikasi pemesanan, sebuah langkah yang sejalan dengan tren digitalisasi transportasi.

“Makanya kita tidak buru-buru launching, karena kita benar-benar pengen tahu sebenarnya masyarakat ini yang masih diinginkan itu apa sih?” kata Ichsan, menekankan pentingnya riset sebelum ekspansi digital.

Namun, strategi ekspansi tidak dilakukan terburu-buru. TRAVL memilih fokus pada rute Jakarta–Bandung, memastikan layanan berjalan mulus sebelum memperluas ke kota lain.

“Saat ini memang kita masih fokus terhadap 3 rute ini, yakni Blora–Dukuh Atas, Fatmawati, dan Bintaro. Sementara di Bandung, layanan tersedia di area Pasteur (D’Botanica). Tapi tentunya setelah kita betul-betul memastikan yang sekarang berjalan dengan smooth, kita sudah menemukan ekspektasi itu, baru kita akan mulai untuk memikirkan kota lainnya,” jelas Ichsan.

Di lapangan, armada travel juga menjadi faktor pembeda. TRAVL menggunakan Toyota HiAce Premio dengan konfigurasi delapan kursi, memberikan ruang kaki lega dan kenyamanan ekstra. Perawatan rutin bulanan dan pemeriksaan harian menjadi bagian dari strategi menjaga standar layanan.

“Waktu tempuh variasi dari mulai 3 jam sampai mulai 4 jam dan kapasitasnya 8 kursi. Penjemputn setiap rute itu bervariasi. Ada yang setiap jam, ada yang per 2 jam. Minimal untuk berangkat, satu orang sudah pasti berangkat,” kata Ichsan.

ilustrasi travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
ilustrasi travel rute Bandung–Jakarta. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Konsep TRAVL Point sebagai lounge penjemputan juga memperlihatkan bagaimana operator mencoba menghadirkan ekosistem perjalanan yang lebih terintegrasi. Penumpang tidak lagi menunggu di pinggir jalan, melainkan di ruang nyaman yang menyerupai ruang tunggu premium.

Kendati demikian, ondisi industri travel secara keseluruhan masih menghadapi tantangan besar. Persaingan dengan kereta cepat, bus, dan kendaraan pribadi menuntut operator untuk terus berinovasi. Namun, peluang tetap terbuka lebar, terutama bagi mereka yang mampu membaca kebutuhan riil penumpang. Ichsan menegaskan bahwa strategi berbasis riset pasar menjadi kunci.

“Nah, proses ini yang kita tangkap, sehingga kita menciptakan namanya friendly premium, dengan harga yang di tengah, kita masih bisa memberikan kenyamanan seperti layaknya di level premium yang paling tinggi,” ujarnya.

Di lapangan, waktu tempuh travel bervariasi antara tiga hingga empat jam, tergantung kondisi lalu lintas. Fleksibilitas jadwal keberangkatan setiap jam atau dua jam sekali menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki moda transportasi besar.

TRAVL juga menyediakan layanan charter untuk grup, sebuah strategi diversifikasi yang memungkinkan penetrasi ke segmen korporasi dan komunitas. Dengan demikian, operator tidak hanya bergantung pada penumpang reguler.

Kondisi riil menunjukkan bahwa pasar travel Bandung–Jakarta masih sangat luas. Dengan strategi yang tepat, operator bisa menemukan ceruk pasar yang belum terlayani. TRAVL hanya salah satu contoh bagaimana pendekatan berbasis kenyamanan dan riset pasar bisa menjadi pembeda.

Ichsan pun menilai, industri travel di jalur ini akan terus berkembang, tetapi hanya mereka yang mampu menjaga kualitas pelayanan yang akan bertahan. “Alhamdulillah untuk akhir tahun, kita masih fokus untuk layanan kita sekarang, untuk benar-benar memenuhi standar layanan yang maksimal,” ujar Ichsan.

Alternatif kebutuhan traveling atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/8zyU3EfNf3
  2. https://s.shopee.co.id/5q1SHRWUAC
  3. https://s.shopee.co.id/2qNqhwptCT
  4. https://s.shopee.co.id/1qVJW7wFSV
  5. https://s.shopee.co.id/7AWprwqOET
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)