Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 16:28 WIB
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)

AYOBANDUNG.ID -- Gaya hidup sehat kini tidak lagi sekadar mengikuti tren diet populer yang beredar di media sosial. Di kafe-kafe urban hingga ruang kerja bersama di Bandung, obrolan tentang nutrisi semakin personal.

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. Metode ini menawarkan sesuatu yang berbeda yakni pola makan yang disesuaikan dengan DNA, seolah tubuh berbicara langsung tentang apa yang benar-benar dibutuhkannya.

Food genomics bekerja dengan membaca kode genetik seseorang, lalu menyesuaikan rekomendasi nutrisi berdasarkan respons biologis yang unik. Perbedaan genetik membuat metabolisme, penyerapan vitamin, hingga potensi intoleransi makanan berbeda pada tiap individu.

Fenomena ini menegaskan bahwa nutrigenomik bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan pendekatan ilmiah yang menekankan keunikan biologis setiap orang.

“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik mempengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini bersifat sangat personal,” ujar dokter spesialis gizi klinik, dr. Davie Muhamad.

Di tingkat global, nutrigenomik berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran akan pencegahan penyakit kronis. Laporan pasar kesehatan internasional mencatat bahwa industri nutrisi presisi diproyeksikan tumbuh lebih dari 15% per tahun hingga 2030.

Di Indonesia, layanan ini masih terbatas, namun penelitian tentang hubungan gen dan nutrisi mulai dilakukan di sejumlah universitas dan lembaga riset. Fenomena ini menunjukkan bahwa nutrigenomik bukan lagi sekadar wacana akademik, melainkan tren yang perlahan masuk ke ruang publik.

Proses pemeriksaan food genomics sendiri cukup sederhana. Sampel darah atau air liur dikirim ke laboratorium, lalu dianalisis selama satu hingga dua minggu. Hasilnya kemudian diinterpretasikan oleh dokter gizi klinik untuk memberikan rekomendasi nutrisi personal.

Rekomendasi ini bisa mencakup pengaturan makronutrien, kebutuhan vitamin D, lemak esensial omega-3, hingga jenis olahraga yang sesuai dengan profil genetik. Bagi anak muda yang terbiasa dengan aplikasi kesehatan dan smartwatch, hasil tes ini terasa seperti “upgrade” gaya hidup sehat ke level berikutnya. Namun, nutrigenomik tidak berhenti pada genetik semata.

“Secara teori, hasil nutrigenomik tidak berubah karena genetik seseorang bersifat tetap. Tetapi pada penerapannya tetap perlu mempertimbangkan faktor epigenetik dan lingkungan, seperti pola hidup, stres, dan aktivitas fisik. Karena itulah diet yang berhasil pada satu orang belum tentu efektif pada orang lain,” tambah dr. Davie.

dr. Davie juga menyoroti bahwa nutrigenomik harus dipahami sebagai pendekatan holistik, bukan sekadar hasil cetakan laboratorium. Selain membantu menentukan pola makan yang lebih tepat, panel nutrigenomik juga dapat mendeteksi potensi alergi atau intoleransi makanan.

Hal ini memberi keuntungan besar bagi individu yang sering mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan tertentu. Dengan informasi ini, mereka bisa menghindari risiko sejak awal, menjadikan nutrigenomik bukan hanya alat untuk meningkatkan performa, tetapi juga untuk mencegah masalah kesehatan.

Meski begitu, dr. Davie menegaskan bahwa nutrigenomik bukan pengganti prinsip dasar hidup sehat. Pola makan teratur, tidak melewatkan waktu makan, serta memastikan komposisi makanan yang lengkap dan seimbang tetap menjadi fondasi utama. Nutrigenomik hadir sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Ke depan, nutrigenomik diproyeksikan berkembang dengan dukungan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan perangkat wearable. Bayangkan sebuah aplikasi yang terhubung dengan smartwatch, membaca data DNA, lalu memberi rekomendasi menu harian yang sesuai dengan kondisi tubuh.

“Harapannya, food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal, sehingga berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” ujar dr. Davie.

Potensi nutrigenomik di Indonesia cukup besar, terutama karena generasi muda semakin peduli pada kesehatan dan terbuka terhadap teknologi baru. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting nasional masih berada di angka 19,8%, sementara target pemerintah adalah menurunkannya menjadi 14,2% pada 2029.

Angka ini menegaskan bahwa inovasi nutrisi presisi seperti nutrigenomik dapat menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Meski demikian, tantangan implementasi tidak kecil. Biaya tes nutrigenomik masih relatif tinggi, akses laboratorium terbatas, dan literasi masyarakat tentang nutrisi berbasis DNA masih rendah.

Regulasi dan standar layanan juga perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kesenjangan akses antara kelompok masyarakat yang mampu dan yang kurang mampu. Dari sisi pasar, nutrigenomik memiliki peluang besar. Generasi millennial dan Gen Z dikenal sebagai konsumen yang lebih terbuka terhadap personalisasi dan teknologi kesehatan.

Data BPS 2025 menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran rumah tangga untuk kesehatan dan gaya hidup sehat. Tren ini memperlihatkan bahwa nutrigenomik berpotensi menjadi pasar baru yang berkembang pesat di Indonesia, terutama jika didukung oleh kebijakan pemerintah dan inovasi industri.

Jika tren ini terus berkembang, nutrigenomik bisa menjadi bagian dari transformasi gaya hidup sehat yang lebih presisi. Dengan dukungan teknologi, data resmi pemerintah, dan kesadaran generasi muda, nutrigenomik berpeluang menjadi solusi strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan.

Alternatif kebutuhan menu sehat atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/9Kbevx2CFm
  2. https://s.shopee.co.id/40a8aAYCCG
  3. https://s.shopee.co.id/1qVe0DF6Gw
  4. https://s.shopee.co.id/3qGiNvK5G0

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 17:51 WIB

Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan etika komunikasi digital, penyebaran informasi yang bertanggung jawab hingga privasi data.
Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 1 Dayeuhkolot. (Sumber: Dok. Penulis)