'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Fayyaza Jasmine Chelsea Kuncara
Ditulis oleh Fayyaza Jasmine Chelsea Kuncara diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 15:06 WIB
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)

Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)

Jalan Soekarno Hatta (Soetta) sekarang makin gelap karena banyak lampu jalan yang mati. Gelapnya itu bukan cuma soal suasana malam, tapi jadi tanda bahwa ada kebutuhan warga yang belum benar-benar dipenuhi. Di jalan sebesar dan sesibuk itu, kegelapan jelas bikin bahaya terasa lebih dekat.

Beberapa media juga sudah menulis soal ini. Lampu PJU di sepanjang Soetta katanya sudah lama nggak berfungsi. Di Instagram, unggahan @sekitarbandungcom pada 3 Desember 2025 ramai komentar. 

Warga membagikan curhat mereka ada yang cerita hampir celaka karena gelapnya jalan, ada yang bilang merasa takut tiap kali melewati area itu, dan banyak juga yang heran kenapa, menjelang 2026, masalah lampu mati ini masih belum terselesaikan. 

Masalah lampu mati ini bukan sekadar soal listrik yang putus atau tiang lampu yang rusak. Ini soal kenyamanan dan rasa aman masyarakat. Soetta itu jalur utama, arusnya padat dari pagi sampai malam. Idealnya, penerangannya juga harus paling dijaga.

Kalau lampu-lampu itu mati, risiko langsung naik. Pengendara motor bisa tidak melihat lubang atau pembatas jalan. Pejalan kaki lebih waspada karena suasana gelap bikin siapa saja merasa rawan. Di beberapa titik yang sepi, gelapnya bahkan terasa nyeremin, seolah-olah bahaya bisa muncul kapan saja.

Dari situ muncul pertanyaan besar: sebenarnya sistem pemeliharaan PJU di Bandung itu seperti apa? ada pengecekan rutin atau menunggu laporan dulu? kalau semuanya bergerak hanya setelah ada keluhan warga, berarti keselamatan bukan prioritas, tapi hanya respons.

Selama ini Walikota M. Farhan selalu bicara soal komitmen meningkatkan keamanan dan kenyamanan kota. Tapi kenyataannya, ruas sebesar Soekarno Hatta malah menunjukkan ketidaksinkronan antara pernyataan dan aksi lapangan. Kontras banget.

Memang kita paham, Bandung itu besar dan perlu membagi fokus dengan banyak hal. Tapi kalau jalan utama saja bisa terlewat, wajar kalau warga bertanya: bagaimana dengan jalan yang lebih kecil dan lebih jauh dari pusat kota?

Maka dari itu besar harapan respon dari Walikota M. Farhan, bisa bertindak lebih cepat soal PJU yang padam. Jalan gelap itu bukan sekadar membuat kota terlihat muram, tapi juga membuka peluang terjadinya kecelakaan atau tindakan kriminal.

Sebagai pengguna jalan sebenarnya hanya ingin bisa lewat dengan tenang, tidak banyak tuntutannya. Merasa aman di kota sendiri itu bukan kemewahan, itu hak dasar. Dan hak itu semestinya terjaga lewat fasilitas publik yang bekerja baik setiap hari.

Baca Juga: Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Penerangan jalan juga sebenarnya cara paling sederhana menunjukkan bahwa Walikota M. Farhan benar-benar hadir. Bukan lewat janji atau pidato, tapi lewat hal kecil yang dampaknya besar. Cahaya di jalan memang terlihat remeh, tapi justru dari hal kecil seperti itu kepercayaan warga tumbuh.

Kalau penerangan saja sering terabaikan, bagaimana masyarakat bisa yakin dengan program pembangunan yang lebih besar yang dibawa Walikota M. Farhan? PJU itu fondasi. Kalau fondasinya rapuh, yang di atasnya ikut goyah.

Soekarno Hatta harusnya menjadi pengingat bahwa merawat kota itu sama pentingnya dengan membangun yang baru. Kota yang terang itu bukan cuma enak dilihat, tapi juga membuat warganya merasa aman.

Kalau nanti lampu-lampu itu benar-benar menyala lagi secara konsisten, warga pasti lega. Itu bukti bahwa Walikota M. Farhan tidak hanya hadir di panggung, tapi juga di kebutuhan sehari-hari yang paling dasar. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fayyaza Jasmine Chelsea Kuncara
Mahasiswi Digital Public Relation Telkom University 2024
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)