15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)

AYOBANDUNG.ID -- Bagi banyak orang di luar komunitas Muslim, Ramadan sering dipahami secara sederhana sebagai the Islamic fasting month. Terjemahan ini tidak salah, tetapi terlalu ringkas untuk menjelaskan kompleksitas yang terjadi selama satu bulan penuh di Indonesia.

Di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia ini, Ramadan bukan hanya praktik keagamaan personal. Periode ini mengubah ritme kota, pola konsumsi, jam kerja, hingga dinamika sosial. Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Berikut 15 istilah Ramadan yang paling sering digunakan, beserta konteks sosial dan budayanya.

1. Ramadan

Islamic holy month of fasting

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Dalam Al-Qur'an, bulan ini disebut sebagai periode turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad.

Selama Ramadan, umat Muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Namun di Indonesia, Ramadan juga berarti perubahan jam kerja, suasana religius yang lebih terasa, dan meningkatnya aktivitas sosial di malam hari.

2. Puasa (Sawm)

Fasting

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan beberapa aktivitas lain sejak fajar hingga matahari terbenam.

Berbeda dengan fasting dalam konteks diet atau kesehatan, puasa Ramadan berorientasi pada disiplin spiritual dan pengendalian diri. Selain itu, puasa juga dimaknai sebagai sarana membangun empati sosial terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

3. Imsak

Pre-dawn cutoff time

Imsak adalah penanda waktu beberapa menit sebelum fajar, saat seseorang harus berhenti makan dan bersiap memulai puasa.

Di Indonesia, jadwal imsak biasanya diumumkan melalui kalender resmi, aplikasi ponsel, atau pengeras suara masjid. Istilah ini penting karena menunjukkan bagaimana Ramadan membentuk kesadaran waktu yang lebih presisi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sahur

Pre-dawn meal

Sahur adalah makan dini hari sebelum fajar sebagai persiapan berpuasa.

Di banyak keluarga Indonesia, sahur menjadi momen kebersamaan. Ada tradisi membangunkan warga menjelang subuh, baik melalui pengeras suara maupun aktivitas komunitas. Sahur bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga pengalaman sosial.

5. Berbuka/Iftar

Breaking the fast

Iftar adalah momen makan pertama setelah matahari terbenam.

Di kota seperti Jakarta, waktu berbuka sering ditandai dengan lonjakan lalu lintas dan kepadatan restoran. Banyak orang memilih berbuka di luar rumah bersama kolega atau keluarga. Iftar menjadi peristiwa kolektif yang terjadi hampir bersamaan di seluruh kota.

6. Takjil

Light snacks for breaking the fast

Takjil merujuk pada makanan ringan (biasanya manis) yang dikonsumsi saat berbuka sebelum makan utama.

Selama Ramadan, pasar takjil bermunculan di berbagai sudut kota. Fenomena ini menciptakan peluang ekonomi musiman bagi pedagang kecil dan menjadi bagian khas dari budaya Ramadan di Indonesia.

7. Tarawih

Special nightly Ramadan prayer

Tarawih adalah salat malam tambahan yang hanya dilakukan selama Ramadan.

Biasanya dilaksanakan berjamaah di masjid setelah salat Isya. Masjid menjadi lebih ramai selama bulan ini, mencerminkan peningkatan aktivitas religius di ruang publik.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)

8. Tadarus

Qur’an recitation session

Tadarus adalah kegiatan membaca atau mengkaji Al-Qur'an secara bersama-sama.

Kegiatan ini sering dilakukan setelah tarawih atau pada waktu-waktu tertentu sepanjang Ramadan. Tadarus menunjukkan dimensi intelektual dan spiritual Ramadan, bukan sekadar ritual fisik.

9. Zakat

Obligatory almsgiving

Zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang memenuhi syarat tertentu untuk menyisihkan sebagian hartanya bagi yang membutuhkan.

Selama Ramadan, pembayaran zakat meningkat signifikan. Dalam perspektif ekonomi, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi pendapatan yang membantu kelompok rentan.

10. Zakat Fitrah

End-of-Ramadan charity

Zakat fitrah adalah bentuk zakat khusus yang dibayarkan menjelang akhir Ramadan sebelum Idul Fitri.

Biasanya dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok atau nilai uang setara. Tujuannya adalah memastikan semua orang dapat merayakan hari raya dengan layak.

11. Lailatul Qadar

The Night of Power

Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan, malam ini menjadi momentum peningkatan ibadah. Masjid-masjid biasanya lebih penuh dibanding hari-hari sebelumnya.

12. Nuzulul Qur’an

Commemoration of the Qur’an’s revelation

Nuzulul Qur’an adalah peringatan turunnya wahyu pertama.

Di Indonesia, momen ini biasanya diisi dengan ceramah, pengajian, atau diskusi keagamaan. Istilah ini memperlihatkan bahwa Ramadan juga memiliki aspek historis dan reflektif.

13. Ngabuburit

Waiting time before sunset

Ngabuburit adalah istilah khas Indonesia yang berarti menghabiskan waktu menjelang berbuka.

Bentuknya bisa beragam: berjalan sore, berburu takjil, mengikuti kajian, atau berkumpul bersama teman. Ngabuburit mencerminkan adaptasi budaya lokal terhadap praktik global Ramadan.

14. Buka Bersama (Bukber)

Communal breaking of the fast

Buka bersama adalah tradisi berbuka puasa secara kolektif bersama teman, kolega, atau komunitas.

Selain bernilai religius, bukber juga menjadi ruang sosial dan bahkan ruang networking informal. Banyak perusahaan dan komunitas menjadikan bukber sebagai agenda tahunan.

15. Idul Fitri

Eid al-Fitr

Idul Fitri adalah hari raya yang menandai berakhirnya Ramadan.

Di Indonesia, Idul Fitri identik dengan tradisi mudik (perjalanan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga). Mobilitas nasional meningkat drastis, menjadikannya salah satu pergerakan manusia terbesar dalam setahun.

Baca Juga: Puasa Perisai Konsumtif

Bagi nonmuslim dan warga asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia, memahami istilah-istilah ini membantu menjelaskan perubahan ritme kehidupan selama satu bulan.

Mengapa restoran lebih ramai di malam hari? Mengapa jam kerja berubah? Mengapa ada lonjakan perjalanan nasional menjelang hari raya?

Jawabannya terletak pada istilah-istilah tersebut. Ramadan bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga siklus sosial-ekonomi tahunan yang memengaruhi konsumsi, mobilitas, dan interaksi sosial. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)