Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

2 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)

Hari ini, menjelang Ramadan, linimasa media sosial dipenuhi kata “ngabuburit”, “bukber”, hingga “war takjil”. Bahasa yang ringkas, populer, dan mudah dipasarkan. Namun jauh sebelum istilah-istilah itu mendominasi ruang publik, masyarakat di berbagai daerah Nusantara telah memiliki kosakata sendiri untuk menyambut bulan suci.

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.

Di tanah Sunda, orang mengenal munggahan. Kata ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti “naik”—sebuah simbol kenaikan derajat spiritual sebelum memasuki Ramadan. Tradisi ini biasanya diisi dengan makan bersama keluarga dan ziarah kubur. Ia bukan sekadar seremoni, melainkan mekanisme sosial untuk mempererat relasi sebelum memasuki fase pengendalian diri.

Di Jawa, ada padusan, dari kata “adus” yang berarti mandi. Ritual mandi di sendang atau sumber air alami dilakukan sebagai simbol pembersihan lahir dan batin. Air menjadi metafora penyucian sebelum memasuki bulan penuh disiplin.

Sementara di Jawa Timur, terutama Surabaya, dikenal megengan. Tradisi ini identik dengan pembagian kue apem dan doa bersama. Kata “megeng” dalam bahasa Jawa berarti menahan—inti dari praktik puasa itu sendiri.

Di Aceh, ada meugang, momentum membeli dan memasak daging bersama keluarga menjelang Ramadan. Aktivitas ini begitu kuat sehingga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi lokal. Harga daging naik, pasar ramai, dan solidaritas sosial menguat.

Di wilayah Melayu seperti Riau dan Sumatra Barat, dikenal belimau atau balimau—mandi dengan air campuran limau sebagai simbol penyucian diri. Ritual ini sarat makna simbolik sekaligus menjadi peristiwa sosial yang mempertemukan warga.

Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)

Jika diperhatikan, hampir semua istilah lama tersebut berbasis tindakan kolektif: mandi bersama, makan bersama, berbagi makanan, atau berkumpul keluarga. Bahasa lahir dari praktik sosial yang komunal.

Sebaliknya, istilah modern seperti “ngabuburit” lebih merujuk pada aktivitas menunggu waktu berbuka yang fleksibel dan individual. Ia bisa dilakukan sendirian, di mal, di kafe, atau sambil scrolling media sosial. Bahasa mengikuti pola hidup.

Perubahan ini bukan semata soal kata yang hilang, melainkan transformasi struktur sosial. Urbanisasi membuat masyarakat lebih mobile dan longgar secara komunal. Media sosial menciptakan kosakata yang seragam secara nasional. Ekonomi pasar mendorong istilah yang mudah dikomersialisasikan.

Kata yang ringkas, catchy, dan mudah dijual akan bertahan lebih lama di ruang publik.

Baca Juga: Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Ketika istilah seperti munggahan atau padusan semakin jarang terdengar, yang meredup bukan hanya bunyinya, tetapi juga konteks sosial yang melahirkannya. Bahasa adalah arsip kebudayaan. Ia menyimpan cara suatu masyarakat memahami waktu, kesucian, dan kebersamaan.

Ramadan di Indonesia selalu kaya warna. Namun warna itu kini cenderung menyatu dalam palet yang lebih seragam. Pertanyaannya bukan apakah istilah lama harus kembali populer, melainkan apakah kita masih menyadari keragaman makna yang pernah hidup di dalamnya.

Sebelum ada “ngabuburit”, ada kata-kata yang lebih sunyi tetapi sarat makna. Dan mungkin, merawatnya dalam ingatan adalah cara lain menyambut Ramadan—dengan kesadaran sejarah.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)