Di Saat Media Arus Utama Tersandera Iklan, Zine Menemukan Jalannya Sendiri

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Salah satu karya yang ditampilkan di Bandung Zine Fest 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Salah satu karya yang ditampilkan di Bandung Zine Fest 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah keterpurukan media konvensional yang terbelenggu oleh rutinitas redaksi dan ketergantungan pada iklan, media alternatif seperti zine justru menemukan momentumnya. Tanpa investasi besar dan tanpa tekanan pasar, lembaran-lembaran ini menjadi ruang aman bagi para pembuatnya. Fenomena tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk perlawanan terhadap kejenuhan dunia digital yang serba cepat dan penuh ketidakpastian.

Zine sebagai Media Alternatif

Pelaku dan komunitasnya menyebut zine sebagai media alternatif (Duncombe, 2008). Secara umum, zine merupakan media yang diproduksi dan didistribusikan secara mandiri oleh pembuatnya, berisi tulisan maupun gambar, serta digandakan dalam jumlah terbatas.

Dalam praktiknya, tata letak, isi, bentuk, hingga sistem distribusi ditentukan sepenuhnya oleh kreator. Tidak ada tenggat terbit yang mengikat, tidak ada tekanan pasar yang membatasi. Kebebasan inilah yang menjadi ciri utama zine sebagai medium ekspresi.

Ilham Fadilah dari Consumed Media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ilham Fadilah dari Consumed Media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kebutuhan akan Bentuk Fisik

Ilham Fadilah dari Consumed Media menilai bahwa keberadaan zine di era Gen Z bertahan karena manusia memiliki dorongan alami terhadap objek yang nyata. Menurutnya, ruang digital memiliki keterbatasan dalam menyentuh sisi emosional manusia.

“Selagi manusia masih mengenal bentuk, pasti akan ingin sesuatu dalam wujud fisik. Yang bisa dipegang. Soalnya digital nggak punya itu,” ungkap Ilham.

Konten digital, lanjutnya, sering terasa rapuh karena dapat lenyap hanya dengan satu sentuhan layar. Zine, sebaliknya, menawarkan pengalaman yang lebih personal dan tahan lama—kepuasan yang tak bisa diberikan oleh algoritma.

“Digital itu absurd, nggak ada bentuknya. Jadinya zine lebih sentimental, lebih punya nilai ketimbang era digital yang udah scroll terus hilang,” tambahnya.

Menjaga Sisi Kemanusiaan

Dinda Anindita, pengelola Berkawansekebun, memandang zine sebagai medium untuk menjaga “rasa” agar tetap hidup di tengah kemajuan teknologi. Ia melihat zine sebagai jembatan literasi yang menghubungkan teks, gambar, dan pengalaman personal.

“Jangan sampai kita membalik logika, ketika AI ingin jadi manusia, manusia justru ingin jadi AI. Zine itu ketika kamu membaca dan menulis, artinya kamu masih hidup sebagai manusia,” tegas Dinda.

Bagi Dinda, zine juga berfungsi sebagai ruang refleksi yang intim, terutama bagi mereka yang kesulitan mengekspresikan perasaan secara terbuka. Melalui zine, seseorang dapat berdialog dengan dirinya sendiri tanpa rasa takut dihakimi.

“Zine itu merefleksi pesan. Misalnya zine diari, itu membantu kita ngobrol sama diri sendiri tanpa merasa insecure. Kamu merasa aman,” tuturnya.

Zine menjadi pilihan yang paling tepat karena sifatnya yang inklusif dan mudah dijangkau oleh masyarakat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Zine menjadi pilihan yang paling tepat karena sifatnya yang inklusif dan mudah dijangkau oleh masyarakat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Strategi Kreatif di Tengah Keterbatasan

Daya hidup zine juga terletak pada kesederhanaan proses produksinya. Kreativitas tidak selalu lahir dari teknologi mahal, melainkan dari kemampuan beradaptasi dengan keterbatasan.

Dinda kerap menekankan pentingnya menyesuaikan karya dengan kondisi finansial pembuatnya.

“Gimana caranya dengan fotokopi bisa jadi tantangan. Semakin kita nggak punya duit, semakin kita mikir bahannya pakai apa. Berarti karya harus makin keren,” ujarnya.

Zine menjadi medium yang inklusif karena mudah diakses siapa saja. Ilham menilai, keunggulan zine terletak pada kesederhanaan sistem editorialnya.

“Zine itu alternatif paling accessible buat banyak orang. Lebih murah, lebih low cost. Bisa dibuat ala kadarnya,” jelasnya.

Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan, karena membuka ruang partisipasi seluas-luasnya tanpa hambatan struktural.

Ketahanan dalam Komunitas

Pada akhirnya, banyak media arus utama runtuh karena memandang media semata sebagai bisnis. Zine, sebaliknya, bertahan karena berakar pada komunitas.

“Kalau media profesional itu business to business, selesai. Tapi media alternatif masih hidup karena komunitasnya ada,” ujar Ilham.

Relasi antarpelaku, solidaritas, dan semangat berbagi menjadi fondasi utama ekosistem zine. Bagi Dinda, membangun jaringan berarti saling menguatkan, bukan saling bersaing.

“Kita berjejaringnya saling rangkul, saling perkuat. Saya berharap tiap kota punya ruang singgah, ruang kolektif zine, supaya kita bisa saling berkunjung,” pungkasnya.

Di tengah derasnya arus digital dan otomatisasi, zine tetap hadir sebagai ruang sunyi yang penuh makna—tempat manusia merawat pikirannya, emosinya, dan relasi sosialnya, dengan cara yang paling sederhana: melalui kertas, tinta, dan kejujuran.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)