Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Kamis 12 Feb 2026, 21:22 WIB
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Bandung, berubah menjadi ruang yang dipenuhi kertas dan tulisan-tulisan unik pada akhir pekan 7–8 Februari 2026. Di bawah sinar lampu neon dan bendera segitiga berwarna-warni yang menggantung di langit-langit bangunan tua itu, ratusan pengunjung memadati area, menjelajahi meja-meja yang sarat ribuan lembar zine.

Zine adalah media alternatif berbentuk majalah atau booklet kecil yang diterbitkan secara mandiri oleh individu atau suatu komunitas.

Mayoritas pengunjung adalah anak muda dengan gaya berbusana khas. Ada yang mengenakan bandana, kacamata berbingkai tebal, atau sekadar kaus band yang dipadukan dengan celana gombrang dan sepatu loafers. Sebagian lainnya tampil dengan busana bergaya vintage, lengkap dengan rambut berwarna mencolok yang menarik perhatian. Perpaduan ini menjadikan Bandung Zine Festival sebagai ruang berkumpul yang unik, menarik, sekaligus tersegmentasi.

Semua orang tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang membaca, mencatat kesan dari zine yang dibeli, hingga berfoto menggunakan kamera lawas yang hasilnya bisa langsung dicetak di salah satu lapak. Tanpa sekat resmi, tanpa protokol kaku, keramaian mengalir alami, mencerminkan semangat festival yang menolak formalitas berlebihan.

Kolektivitas Tanpa Hierarki

Di balik suasana meriah itu, terdapat 12 orang yang menjadi penggerak Bandung Zine Festival 2026. Menariknya, meski mengelola acara berskala besar, kolektif ini memilih untuk tidak membentuk struktur organisasi formal.

Muhammad Hilmy Fadiansyah, salah satu penggagas acara yang juga berprofesi sebagai dosen, menyebut kegiatan mereka berjalan secara organik.

“Kami tidak ada ketua, tidak ada bendahara. Kami hanya membagi job desc, benar-benar organik,” ujar Hilmy.

Bandung Zine Fest (BZF) memiliki sejarah panjang yang bermula pada 2012 di Gedung Indonesia Menggugat. Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan keenam, setelah sebelumnya digelar pada 2012, 2013, 2016, 2018, dan terakhir pada 2024 di kawasan Badak Singa. Semangat yang diusung tetap sama: menjaga kemandirian tanpa intervensi pihak luar.

“Sejauh mungkin kami ingin berekspresi tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tambahnya.

Ratusan pengunjung memadati Bandung Zine Fest 2026, menjelajahi meja-meja yang dipenuhi ribuan lembar zine. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ratusan pengunjung memadati Bandung Zine Fest 2026, menjelajahi meja-meja yang dipenuhi ribuan lembar zine. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dari Shanghai hingga Garut

Tahun ini, sekitar 80 pelapak memenuhi area Tjap Sahabat. Mereka tidak hanya datang dari Bandung atau Jakarta, tetapi juga dari Yogyakarta, Kalimantan, bahkan Shanghai.

Syarat untuk berpartisipasi pun sederhana.

“Yang punya zine saja,” kata Hilmy singkat.

Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini menjadi ruang silaturahmi bagi penerbit mandiri yang tidak bergantung pada modal besar. Hilmy berharap zine tak lagi dipandang sebagai hobi sampingan, melainkan sebagai sumber penghidupan.

Dengan semangat desentralisasi, ia membayangkan ekosistem zine tumbuh di berbagai kota, tanpa harus terpusat di wilayah metropolitan.

Zine sebagai Alter Ego dan Media Ekspresi

Bagi pengunjung seperti Rahma (22) dan Aulia (20), zine merupakan medium ekspresi yang sangat personal. Di tengah dominasi dunia digital, zine menawarkan pengalaman yang lebih “nyata”.

“Zine itu media untuk mencurahkan apa yang ada di otak dan hati,” ujar Aulia, mahasiswa komunikasi.

Ia menilai zine kini kembali diminati, seiring meningkatnya apresiasi terhadap media cetak yang didukung komunitas kuat.

Rahma menambahkan bahwa zine sering menjadi cerminan kepribadian pembuatnya.

“Zine itu buat mengekspresikan hal-hal yang kita minati, aside from apa yang kita hadapi di real life,” katanya.

Ia mengaku tertarik pada zine bertema psikologi, yang kerap menjadi pengingat saat berada dalam kondisi terpuruk.

Spiritualitas Kertas yang Bertahan

Atmosfer di Tjap Sahabat menunjukkan bahwa zine bukan sekadar tren sesaat. Di atas meja-meja pelapak, terpajang beragam karya—dari cetakan hitam putih hingga edisi berwarna dengan desain eksperimental, seperti Ketika Rasa Bertaut Rupa dan Dirty Machine. Stiker, poster, dan berbagai produk kreatif lain turut memperkaya lanskap media alternatif.

Keunikan zine, menurut pengunjung, terletak pada sifatnya yang terbit terbatas dan menyasar komunitas tertentu. Inilah yang membuat setiap eksemplar terasa personal dan bernilai.

Saat malam semakin larut di Cibadak, Bandung Zine Fest 2026 membuktikan bahwa lembaran kertas yang dijilid sederhana masih memiliki daya tarik kuat. Ia mampu menghubungkan gagasan dari Shanghai hingga Garut, sekaligus menciptakan ruang aman bagi mereka yang ingin terus bersuara dengan cara mereka sendiri.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 03 Apr 2026, 18:39

Dari Bumi ke Bulan: Kisah Empat Astronot dalam Misi Artemis 2

Kisah empat astronot dalam misi Artemis II yang menandai kembalinya manusia mengelilingi Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)
Ikon 03 Apr 2026, 17:16

Hikayat Terminal Cicaheum, Ikon Bersejarah Bandung di Ujung Hayat

Setelah 50 tahun beroperasi, Terminal Cicaheum resmi dimatikan dan seluruh trayek dipindahkan ke Leuwipanjang.

Terminal Cicaheum. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 03 Apr 2026, 14:31

Persib (Jurnalistik) Nu Aing

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah yang merekam dan mewariskan nilai-nilai, norma, tradisi, adat istiadat

Persib Nu Aing sebagai bentuk ikrar dan menunjukkan rasa cintanya pada Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Mayantara 03 Apr 2026, 10:39

Cancel Culture: Saat Netizen Jadi Hakim di Ruang Digital

Di sinilah cancel culture bekerja, di mana publik secara kolektif “membatalkan” seseorang karena dianggap melanggar norma sosial tertentu.

Cancel culture. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Wisata & Kuliner 03 Apr 2026, 10:10

Panduan Wisata Pantai Santolo Garut: Rute, Biaya, dan Daya Tarik Lengkap

Panduan wisata Pantai Santolo Garut, mulai rute terbaik, biaya, spot menarik hingga tips liburan hemat dan nyaman di pesisir selatan.

Sunset di Pantai Santolo, Garut. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 20:42

Trah Sumedang, Belajar Mangkas Rambut ke Orang Garut dan di Bandung Sukses Buka Barbershop

Bisnis barbershop alias tukang pangkas rambut selalu ramai selama Ramadan dan bulan Syawal.

Pemangkas rambut asal Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 19:02

Hikayat Brem dalam Lintasan Sejarah Kuliner Fermentasi Jawa dan Bali

Brem merupakan produk fermentasi tradisional yang telah dikenal sejak abad ke-10 di Jawa. Dari minuman ritual di Bali hingga camilan khas Madiun, brem mencerminkan panjangnya sejarah kuliner Nusantara

Brem, kuliner fermentasi Jawa dan Bali
Bandung 02 Apr 2026, 17:31

Siasat Bakmie Feng Taklukkan Pasar Cihapit: Harga Stabil, Rasa Jadi Andalan

Lagi di Bandung? Yuk, intip rahasia Bakmie Feng di Pasar Cihapit yang selalu ramai! Dari menu ayam khek hingga strategi harga yang bikin pelanggan setia.

Bakmie Feng berdiri mencolok dengan nuansa merah menyala di antara deretan kios kuliner Bandung di Pasar Cihapit. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 17:27

Membaca Majalah Remaja Tahun 1980-an

Mengenang kembali ketika tahun 1980-an muncul majalah-majalah remaja yang digemari para remaja khususnya di Kota Bandung.

Majalah Remaja Gadis edisi September 1980. (Sumber: Instagram | Foto: Koleksi Goeni)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 16:25

Dari Ramadan, Lebaran, hingga Pendatang Urban: 5 Tips bagi Netizen Menulis di April 2026

Berikut tips praktis agar tulisanmu tepat sasaran.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 15:06

Sejarah Kupat Tahu Singaparna, Jejak Rasa Kuliner Legendaris dari Tasikmalaya

Kupat Tahu Singaparna lahir dari pasar tradisional Tasikmalaya, hasil perpaduan budaya, ekonomi rakyat, dan perjalanan kuliner sejak 1950-an.

Kupat tahu Singaparna.
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 14:56

4 Cara Mengubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Tulisan untuk Ayo Netizen

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id dengan periode publikasi 1–30 April 2026.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 11:03

Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau.

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 10:02

Perjalanan Kawah Putih, Ikon Wisata Kabupaten Bandung

Kawah Putih terus berinovasi dengan wahana baru sambil menjaga keindahan alamnya sebagai ikon wisata Kabupaten Bandung.

Objek wisata ikonik Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 02 Apr 2026, 09:57

Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, lapak buku bekas di Jalan Kautamaan Istri masih menjadi tempat berburu buku langka, di mana keberuntungan sering datang dari cover buku yang sudah usang.

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 08:44

Bandung dalam Kenangan Pendatang Era 90-an

Awal tahun 1990-an, Bandung selalu kedatangan wajah-wajah baru, terutama setelah Lebaran.

Mahasiswa di Bandung pada era 1990-an, para pendatang dari berbagai daerah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 19:02

4 Cerita yang Bisa Kamu Tulis untuk Ayo Netizen April 2026

Berikut empat sudut cerita yang bisa jadi titik masuk tulisanmu.

Dalam tujuan mengapreasiasi kamu yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Wisata & Kuliner 01 Apr 2026, 17:32

Panduan Wisata Gunung Bromo: dari Rute, Biaya hingga Waktu Terbaik

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan lebih dari sekadar kawah. Ini panduan lengkap untuk merencanakan kunjungan yang efisien dan tidak boros.

Gunung Bromo (Sumber: freerangestock.com)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 17:22

Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai-sampai di daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul?

Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 16:43

Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

Di balik ramainya mudik Lebaran, hadir pengemudi minim pengalaman. Faktor manusia tetap menjadi kunci utama dalam risiko kecelakaan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)