Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Bandung, berubah menjadi ruang yang dipenuhi kertas dan tulisan-tulisan unik pada akhir pekan 7–8 Februari 2026. Di bawah sinar lampu neon dan bendera segitiga berwarna-warni yang menggantung di langit-langit bangunan tua itu, ratusan pengunjung memadati area, menjelajahi meja-meja yang sarat ribuan lembar zine.

Zine adalah media alternatif berbentuk majalah atau booklet kecil yang diterbitkan secara mandiri oleh individu atau suatu komunitas.

Mayoritas pengunjung adalah anak muda dengan gaya berbusana khas. Ada yang mengenakan bandana, kacamata berbingkai tebal, atau sekadar kaus band yang dipadukan dengan celana gombrang dan sepatu loafers. Sebagian lainnya tampil dengan busana bergaya vintage, lengkap dengan rambut berwarna mencolok yang menarik perhatian. Perpaduan ini menjadikan Bandung Zine Festival sebagai ruang berkumpul yang unik, menarik, sekaligus tersegmentasi.

Semua orang tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang membaca, mencatat kesan dari zine yang dibeli, hingga berfoto menggunakan kamera lawas yang hasilnya bisa langsung dicetak di salah satu lapak. Tanpa sekat resmi, tanpa protokol kaku, keramaian mengalir alami, mencerminkan semangat festival yang menolak formalitas berlebihan.

Kolektivitas Tanpa Hierarki

Di balik suasana meriah itu, terdapat 12 orang yang menjadi penggerak Bandung Zine Festival 2026. Menariknya, meski mengelola acara berskala besar, kolektif ini memilih untuk tidak membentuk struktur organisasi formal.

Muhammad Hilmy Fadiansyah, salah satu penggagas acara yang juga berprofesi sebagai dosen, menyebut kegiatan mereka berjalan secara organik.

“Kami tidak ada ketua, tidak ada bendahara. Kami hanya membagi job desc, benar-benar organik,” ujar Hilmy.

Bandung Zine Fest (BZF) memiliki sejarah panjang yang bermula pada 2012 di Gedung Indonesia Menggugat. Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan keenam, setelah sebelumnya digelar pada 2012, 2013, 2016, 2018, dan terakhir pada 2024 di kawasan Badak Singa. Semangat yang diusung tetap sama: menjaga kemandirian tanpa intervensi pihak luar.

“Sejauh mungkin kami ingin berekspresi tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tambahnya.

Ratusan pengunjung memadati Bandung Zine Fest 2026, menjelajahi meja-meja yang dipenuhi ribuan lembar zine. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ratusan pengunjung memadati Bandung Zine Fest 2026, menjelajahi meja-meja yang dipenuhi ribuan lembar zine. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dari Shanghai hingga Garut

Tahun ini, sekitar 80 pelapak memenuhi area Tjap Sahabat. Mereka tidak hanya datang dari Bandung atau Jakarta, tetapi juga dari Yogyakarta, Kalimantan, bahkan Shanghai.

Syarat untuk berpartisipasi pun sederhana.

“Yang punya zine saja,” kata Hilmy singkat.

Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini menjadi ruang silaturahmi bagi penerbit mandiri yang tidak bergantung pada modal besar. Hilmy berharap zine tak lagi dipandang sebagai hobi sampingan, melainkan sebagai sumber penghidupan.

Dengan semangat desentralisasi, ia membayangkan ekosistem zine tumbuh di berbagai kota, tanpa harus terpusat di wilayah metropolitan.

Zine sebagai Alter Ego dan Media Ekspresi

Bagi pengunjung seperti Rahma (22) dan Aulia (20), zine merupakan medium ekspresi yang sangat personal. Di tengah dominasi dunia digital, zine menawarkan pengalaman yang lebih “nyata”.

“Zine itu media untuk mencurahkan apa yang ada di otak dan hati,” ujar Aulia, mahasiswa komunikasi.

Ia menilai zine kini kembali diminati, seiring meningkatnya apresiasi terhadap media cetak yang didukung komunitas kuat.

Rahma menambahkan bahwa zine sering menjadi cerminan kepribadian pembuatnya.

“Zine itu buat mengekspresikan hal-hal yang kita minati, aside from apa yang kita hadapi di real life,” katanya.

Ia mengaku tertarik pada zine bertema psikologi, yang kerap menjadi pengingat saat berada dalam kondisi terpuruk.

Spiritualitas Kertas yang Bertahan

Atmosfer di Tjap Sahabat menunjukkan bahwa zine bukan sekadar tren sesaat. Di atas meja-meja pelapak, terpajang beragam karya—dari cetakan hitam putih hingga edisi berwarna dengan desain eksperimental, seperti Ketika Rasa Bertaut Rupa dan Dirty Machine. Stiker, poster, dan berbagai produk kreatif lain turut memperkaya lanskap media alternatif.

Keunikan zine, menurut pengunjung, terletak pada sifatnya yang terbit terbatas dan menyasar komunitas tertentu. Inilah yang membuat setiap eksemplar terasa personal dan bernilai.

Saat malam semakin larut di Cibadak, Bandung Zine Fest 2026 membuktikan bahwa lembaran kertas yang dijilid sederhana masih memiliki daya tarik kuat. Ia mampu menghubungkan gagasan dari Shanghai hingga Garut, sekaligus menciptakan ruang aman bagi mereka yang ingin terus bersuara dengan cara mereka sendiri.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)