Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Romantika Siaran Radio Bandung di Bulan Ramadhan Era 1990-an

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Selasa 10 Feb 2026, 20:05 WIB
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di Bandung pada era 1990-an, Ramadhan selalu hadir dengan rasa yang khas. Bukan semata karena udara sore yang mulai sejuk atau aroma kolak yang menyeruak dari dapur-dapur rumah, melainkan karena satu bunyi yang hampir tak pernah absen yakni radio yang menyala sejak dini hari hingga larut malam. Dari kotak-kotak suara itulah Ramadhan diwarnai oleh tausyiah, lantunan ayat suci, canda penyiar, hingga azan maghrib yang dinanti dengan khidmat.

Selama bulan suci, radio-radio di Kota Bandung seakan berlomba menghadirkan program-program khusus Ramadhan, baik on-air maupun off-air. Studio berubah menjadi ruang ibadah yang hangat, sementara para penyiar menjelma sahabat setia yang menemani pendengar dari sahur hingga malam. Ada tausyiah, talkshow religi, lomba menyanyi lagu Islami, festival Al-Qur’an, sampai peluncuran single religi dari musisi lokal maupun nasional.

Waktu dini hari menjadi saat paling sunyi, sekaligus paling akrab. Program sahur biasanya mengudara sejak pukul dua pagi dengan judul-judul yang bersahabat di telinga seperti Sahur Ceria, Sahur Sahabat, atau nama-nama khas lain. Lagu-lagu religi diputar lembut, diselingi kultum singkat, jadwal imsakiyah, dan sapaan penyiar yang hangat meski mata masih setengah terpejam. Tak jarang, pendengar menelepon hanya untuk menyapa, melapor sedang sahur bersama keluarga, atau mengirim salam ke kampung halaman.

Memasuki pagi hingga siang hari, radio tetap setia menemani. Program Tadarus on Radio menjadi salah satu sajian khas juga lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan tartil, lalu diikuti terjemahan atau penjelasan singkat. Ada pula Klinik Ramadhan, ruang tanya jawab seputar fiqih puasa dan persoalan keseharian. Di sela-selanya, kuis Ramadhan dan bagi-bagi hadiah, yang kini mungkin bisa disebut THR versi radio, menjadi hiburan kecil yang menghangatkan suasana.

Puncak romantika siaran Ramadhan radio-radio-radio Bandung terasa menjelang sore, saat waktu ngabuburit. Program-program ringan dan penuh canda mengisi udara. Lagu religi bercampur obrolan santai, cerita pendengar, hingga laporan suasana jalanan Bandung yang mulai padat. Menjelang azan maghrib, kultum tujuh menit, yang akrab disebut kultum menjelang berbuka, menjadi penanda bahwa waktu hampir tiba. Banyak keluarga menunggu azan sambil tetap setia mendengarkan radio.

Malam hari, suasana kembali khusyuk. Sejumlah radio menyiarkan langsung salat tarawih dari masjid-masjid besar di Bandung. Ada pula program Tarawih Keliling yang menghadirkan nuansa ibadah dari berbagai penjuru kota. Setelahnya, kisah-kisah Islami, sejarah Nabi dan para sahabat, atau kajian ringan menjadi pengantar malam yang menenangkan.

Bagi warga Bandung era 1990-an, radio di bulan Ramadhan bukan sekadar media hiburan. Ia adalah penjaga waktu, pengingat ibadah, sekaligus ruang kebersamaan yang tak terlihat namun terasa dekat. Di tengah keterbatasan teknologi kala itu, radio berhasil menghadirkan harmoni spiritual dan sosial. Mengalun lembut, menemani puasa, dan meninggalkan jejak kenangan yang masih hidup hingga kini.

Jumpa sahabat pendengar radio era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Jumpa sahabat pendengar radio era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Gelombang Kreativitas di Udara

Sejak akhir 1980-an hingga memasuki 1990-an, Kota Kembang menjadi ruang bermain bagi imajinasi. Musik-musik baru diperdengarkan, sapaan akrab penyiar menyelinap di sela malam, dan lagu-lagu permintaan pendengar menjadi pengikat rasa kebersamaan. Radio bukan sekadar medium hiburan ia adalah teman setia, penanda waktu, sekaligus jendela dunia.

Sebelum istilah streaming dikenal, sebelum kejernihan audio menjadi keharusan, jalur AM adalah rumah bagi mimpi-mimpi itu. Di frekuensi inilah anak-anak muda belajar siaran, bereksperimen dengan format, dan menyapa kota dari balik mikrofon sederhana. Suara berderak tak pernah jadi soal yang penting, pesan sampai dan perasaan terhubung.

Bandung kala itu dipenuhi pemancar radio amatir. Dari gang-gang sempit, rumah petak, hingga studio darurat, gelombang suara berseliweran memenuhi udara. Banyak di antaranya kemudian tumbuh menjadi stasiun radio swasta komersial yang dikenal hingga hari ini. Jalur AM menjadi semacam ruang inkubasi, tempat belajar, jatuh bangun, dan menemukan jati diri siaran.

Radio transistor jadul yang setia menemani sejak era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Radio transistor jadul yang setia menemani sejak era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Daftar Frekuensi Radio AM di Bandung (Era 1980–1990-an)

Berikut adalah sebagian nama yang pernah menemani pagi, sore, dan malam warga Bandung. Nama-nama yang mungkin kini tinggal kenangan, tetapi suaranya pernah akrab di telinga:

  • RRI Bandung, Mara,
  • Dwikarya '69, Mercy ’73, Kencana, Sonatha'4, Leidya, Fortune, Columbia BMW, Estrellita , Budaya Sari, 
  • Contessa, Continental 
  • Megantara, Warga Karya, Maestro, Volvo, Paramuda Mustika Parahyangan,
  • Ariestiara, Garuda,
  • Ganesha, Chevy'88 
  • Dahlia, Elgangga,
  • Famor, Ardan,
  • Mutiara Gegana , Radio OZ, Young Generation (Way Jie), Unasko 
  • Shinta Buana, Lita,
  • Sangkuriang, Sarra' 88 , Cendrawasih, Paksi dan Radio Adhika Swara.

Baca Juga: Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Ketika itu di tengah kepadatan jalur AM, FM masih menjadi barang langka, nyaris eksklusif. Hanya segelintir yang mengudara, di antaranya Radio KLCBS dan Radio 101 FM. Kehadirannya menandai awal perubahan, suara yang lebih jernih, format yang lebih rapi, dan perlahan-lahan, pergeseran zaman.

Kini, banyak frekuensi itu telah sunyi. Namun bagi mereka yang pernah memutar knop radio perlahan, mencari sinyal di antara desir, nama-nama itu bukan sekadar daftar. Ia adalah potongan ingatan tentang malam panjang, lagu favorit, dan Bandung yang pernah berbicara lewat udara. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)