Romantika Siaran Radio Bandung di Bulan Ramadhan Era 1990-an

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di Bandung pada era 1990-an, Ramadhan selalu hadir dengan rasa yang khas. Bukan semata karena udara sore yang mulai sejuk atau aroma kolak yang menyeruak dari dapur-dapur rumah, melainkan karena satu bunyi yang hampir tak pernah absen yakni radio yang menyala sejak dini hari hingga larut malam. Dari kotak-kotak suara itulah Ramadhan diwarnai oleh tausyiah, lantunan ayat suci, canda penyiar, hingga azan maghrib yang dinanti dengan khidmat.

Selama bulan suci, radio-radio di Kota Bandung seakan berlomba menghadirkan program-program khusus Ramadhan, baik on-air maupun off-air. Studio berubah menjadi ruang ibadah yang hangat, sementara para penyiar menjelma sahabat setia yang menemani pendengar dari sahur hingga malam. Ada tausyiah, talkshow religi, lomba menyanyi lagu Islami, festival Al-Qur’an, sampai peluncuran single religi dari musisi lokal maupun nasional.

Waktu dini hari menjadi saat paling sunyi, sekaligus paling akrab. Program sahur biasanya mengudara sejak pukul dua pagi dengan judul-judul yang bersahabat di telinga seperti Sahur Ceria, Sahur Sahabat, atau nama-nama khas lain. Lagu-lagu religi diputar lembut, diselingi kultum singkat, jadwal imsakiyah, dan sapaan penyiar yang hangat meski mata masih setengah terpejam. Tak jarang, pendengar menelepon hanya untuk menyapa, melapor sedang sahur bersama keluarga, atau mengirim salam ke kampung halaman.

Memasuki pagi hingga siang hari, radio tetap setia menemani. Program Tadarus on Radio menjadi salah satu sajian khas juga lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan tartil, lalu diikuti terjemahan atau penjelasan singkat. Ada pula Klinik Ramadhan, ruang tanya jawab seputar fiqih puasa dan persoalan keseharian. Di sela-selanya, kuis Ramadhan dan bagi-bagi hadiah, yang kini mungkin bisa disebut THR versi radio, menjadi hiburan kecil yang menghangatkan suasana.

Puncak romantika siaran Ramadhan radio-radio-radio Bandung terasa menjelang sore, saat waktu ngabuburit. Program-program ringan dan penuh canda mengisi udara. Lagu religi bercampur obrolan santai, cerita pendengar, hingga laporan suasana jalanan Bandung yang mulai padat. Menjelang azan maghrib, kultum tujuh menit, yang akrab disebut kultum menjelang berbuka, menjadi penanda bahwa waktu hampir tiba. Banyak keluarga menunggu azan sambil tetap setia mendengarkan radio.

Malam hari, suasana kembali khusyuk. Sejumlah radio menyiarkan langsung salat tarawih dari masjid-masjid besar di Bandung. Ada pula program Tarawih Keliling yang menghadirkan nuansa ibadah dari berbagai penjuru kota. Setelahnya, kisah-kisah Islami, sejarah Nabi dan para sahabat, atau kajian ringan menjadi pengantar malam yang menenangkan.

Bagi warga Bandung era 1990-an, radio di bulan Ramadhan bukan sekadar media hiburan. Ia adalah penjaga waktu, pengingat ibadah, sekaligus ruang kebersamaan yang tak terlihat namun terasa dekat. Di tengah keterbatasan teknologi kala itu, radio berhasil menghadirkan harmoni spiritual dan sosial. Mengalun lembut, menemani puasa, dan meninggalkan jejak kenangan yang masih hidup hingga kini.

Jumpa sahabat pendengar radio era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Jumpa sahabat pendengar radio era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Gelombang Kreativitas di Udara

Sejak akhir 1980-an hingga memasuki 1990-an, Kota Kembang menjadi ruang bermain bagi imajinasi. Musik-musik baru diperdengarkan, sapaan akrab penyiar menyelinap di sela malam, dan lagu-lagu permintaan pendengar menjadi pengikat rasa kebersamaan. Radio bukan sekadar medium hiburan ia adalah teman setia, penanda waktu, sekaligus jendela dunia.

Sebelum istilah streaming dikenal, sebelum kejernihan audio menjadi keharusan, jalur AM adalah rumah bagi mimpi-mimpi itu. Di frekuensi inilah anak-anak muda belajar siaran, bereksperimen dengan format, dan menyapa kota dari balik mikrofon sederhana. Suara berderak tak pernah jadi soal yang penting, pesan sampai dan perasaan terhubung.

Bandung kala itu dipenuhi pemancar radio amatir. Dari gang-gang sempit, rumah petak, hingga studio darurat, gelombang suara berseliweran memenuhi udara. Banyak di antaranya kemudian tumbuh menjadi stasiun radio swasta komersial yang dikenal hingga hari ini. Jalur AM menjadi semacam ruang inkubasi, tempat belajar, jatuh bangun, dan menemukan jati diri siaran.

Radio transistor jadul yang setia menemani sejak era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Radio transistor jadul yang setia menemani sejak era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Daftar Frekuensi Radio AM di Bandung (Era 1980–1990-an)

Berikut adalah sebagian nama yang pernah menemani pagi, sore, dan malam warga Bandung. Nama-nama yang mungkin kini tinggal kenangan, tetapi suaranya pernah akrab di telinga:

  • RRI Bandung, Mara,
  • Dwikarya '69, Mercy ’73, Kencana, Sonatha'4, Leidya, Fortune, Columbia BMW, Estrellita , Budaya Sari, 
  • Contessa, Continental 
  • Megantara, Warga Karya, Maestro, Volvo, Paramuda Mustika Parahyangan,
  • Ariestiara, Garuda,
  • Ganesha, Chevy'88 
  • Dahlia, Elgangga,
  • Famor, Ardan,
  • Mutiara Gegana , Radio OZ, Young Generation (Way Jie), Unasko 
  • Shinta Buana, Lita,
  • Sangkuriang, Sarra' 88 , Cendrawasih, Paksi dan Radio Adhika Swara.

Baca Juga: Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Ketika itu di tengah kepadatan jalur AM, FM masih menjadi barang langka, nyaris eksklusif. Hanya segelintir yang mengudara, di antaranya Radio KLCBS dan Radio 101 FM. Kehadirannya menandai awal perubahan, suara yang lebih jernih, format yang lebih rapi, dan perlahan-lahan, pergeseran zaman.

Kini, banyak frekuensi itu telah sunyi. Namun bagi mereka yang pernah memutar knop radio perlahan, mencari sinyal di antara desir, nama-nama itu bukan sekadar daftar. Ia adalah potongan ingatan tentang malam panjang, lagu favorit, dan Bandung yang pernah berbicara lewat udara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)