Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Menjeritnya Pendidikan Indonesia

Disya Dwi Nurhidayah
Ditulis oleh Disya Dwi Nurhidayah diterbitkan Senin 09 Feb 2026, 08:41 WIB
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)

Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)

Dunia pendidikan sedang digemparkan kejadian seorang murid Sekolah Dasar yang mengakhiri hidup karena tidak bisa membeli buku dan pena seharga kurang lebih Rp10 ribu, ibu korban mengatakan bahwa beliau tidak punya uang, sebagaimana korban mengakhiri hidupnya tanggal 29 Januari 2026.

Kejadian tersebut cukup menyayat hati bagi semua orang. Ternyata masih banyak orang yang mengenyam pendidikan, tetapi banyak yang masih belum cukup dalam hal ekonomi untuk membiayainya. Padahal apalah artinya Bangsa Indonesia Merdeka?. Sejalan dengan pemikiran dalam buku Tudjuh Bahan Bahan Pokok Indoktrinasi, Soekarno menyebutkan tentang arti "Merdeka" yang seutuhnya. Merdeka yang dimaksud adalah "ketika tiap-tiap orang hatinya telah merdeka". Itulah kemerdekaan.

Kejadian mengenaskan anak sekolah dasar tersebut mengingatkan penulis dalam perkataan Soekarno bahwa setiap orang itu berhak bebas dari kekangan kebodohan. Apalagi kejadian tersebut menimpa dalam ranah pendidikan yang tidak seharusnya terjadi. Berarti kejadian tersebut mengingatkan juga bahwa belum memerdekakan hatinya bangsa kita.

Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, begitupun setiap orang wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Bahkan itu sudah tercantum dalam pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945. Ternyata ini salah satu kejadian yang menciderai konstitusi Negara Indonesia. Berkaitan dengan pangabaikan hak pendidikan setiap orang.

Hal tersebut juga dipertegas dengan Undang-Undang RI Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 34 ayat (2), serta dijelaskan lebih lanjut oleh Putusan MK No.3/PUU-XXII/2024 dengan mengandung dua aspek: (i) pendidikan dasar merupakan kewajiban bagi setiap negara; dan (ii) negara wajib membiayai penyelengaraannya. Sebagaimana, negara itu harus memiliki tanggung jawab agar memastikan pendidikan dasar itu dapat diakses oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali dan pemerintah wajib membiayai.

Dari sanalah sudah jelas, bahwa setiap orang harus bebas hambatan secara finansial dalam memperoleh pendidikan. Hal tersebut relevan dengan garis garis besar pendidikan dan pengajaran 1947 yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu "Dalam memperkuat kesatuan rakyat hendaklah diadakan satu macam sekolah untuk segala lapisan masyarakat", dari pemikiran tersebut mengehendakinya sistem sekolah yang bersatu dan bebas biaya.

Revitalisasi sekolah merupakan program pemerintah saat ini yang layak untuk diapresiasi. (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)
Revitalisasi sekolah merupakan program pemerintah saat ini yang layak untuk diapresiasi. (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)

Pendidikan menjadi pilar penting untuk sebuah bangsa karena untuk mewujudkan peradaban bangsa yang dilandasi nilai-nilai budi pekerti yang luhur, berintegritas, dan berkepribadian. Selanjutnya diperkuat pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu “pendidikan dan pengajaran perlu menitikberatkan kepada kebudayaan dan kemasyarakatan Indonesia, sampai akhirnya mewujudkan kebahagiaan batin dan keselamatan hidup lahir”. Berkenaan dengan hal itu, pendidikan jangan hanya diartikan sekolah, tetapi pada dasarnya dapat membangun kehidupan yang luhur. Pendidikan itulah yang menjadi kunci menuju masa depan lebih baik, sehingga prosesnya itu dilakukan sepanjang hayat.

Maka, sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara mengikuti jenjang pendidikan dan pemerintah wajib membiayai. Darisanalah kita coba merefleksikan bahwa, jika ada seseorang yang tidak bisa memenuhi kewajiban pendidikan karena urusan masalah finansial, berarti warga negara tersebut akan terhambat dari sisi melaksanakan konstitusi yang menjadi kewajibannya sebagai warga negara untuk menjalankan pendidikan dasar.

Dengan demikian, pemerintah itu tidak boleh lepas tangan bahkan mengalihkan tanggung jawab pembiayaan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar karena itu adalah konsekuensi yuridis atas amanat pasal 31 ayat (2) UUD 1945. (*)

Sumber Rujukan:

  1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  2. Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

  3. Putusan MK No.3/PPU-XXI/2024

  4. Buku Tudjuh Bahan-Bahan Pokok Indoktrinasi oleh Dewan Pertimbangan Agung

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Disya Dwi Nurhidayah
Mengajar, Travelling, Berakhir Puitis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)