Menjeritnya Pendidikan Indonesia

3 menit baca
Disya Dwi Nurhidayah
Ditulis oleh Disya Dwi Nurhidayah diterbitkan
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)

Dunia pendidikan sedang digemparkan kejadian seorang murid Sekolah Dasar yang mengakhiri hidup karena tidak bisa membeli buku dan pena seharga kurang lebih Rp10 ribu, ibu korban mengatakan bahwa beliau tidak punya uang, sebagaimana korban mengakhiri hidupnya tanggal 29 Januari 2026.

Kejadian tersebut cukup menyayat hati bagi semua orang. Ternyata masih banyak orang yang mengenyam pendidikan, tetapi banyak yang masih belum cukup dalam hal ekonomi untuk membiayainya. Padahal apalah artinya Bangsa Indonesia Merdeka?. Sejalan dengan pemikiran dalam buku Tudjuh Bahan Bahan Pokok Indoktrinasi, Soekarno menyebutkan tentang arti "Merdeka" yang seutuhnya. Merdeka yang dimaksud adalah "ketika tiap-tiap orang hatinya telah merdeka". Itulah kemerdekaan.

Kejadian mengenaskan anak sekolah dasar tersebut mengingatkan penulis dalam perkataan Soekarno bahwa setiap orang itu berhak bebas dari kekangan kebodohan. Apalagi kejadian tersebut menimpa dalam ranah pendidikan yang tidak seharusnya terjadi. Berarti kejadian tersebut mengingatkan juga bahwa belum memerdekakan hatinya bangsa kita.

Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, begitupun setiap orang wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Bahkan itu sudah tercantum dalam pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945. Ternyata ini salah satu kejadian yang menciderai konstitusi Negara Indonesia. Berkaitan dengan pangabaikan hak pendidikan setiap orang.

Hal tersebut juga dipertegas dengan Undang-Undang RI Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 34 ayat (2), serta dijelaskan lebih lanjut oleh Putusan MK No.3/PUU-XXII/2024 dengan mengandung dua aspek: (i) pendidikan dasar merupakan kewajiban bagi setiap negara; dan (ii) negara wajib membiayai penyelengaraannya. Sebagaimana, negara itu harus memiliki tanggung jawab agar memastikan pendidikan dasar itu dapat diakses oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali dan pemerintah wajib membiayai.

Dari sanalah sudah jelas, bahwa setiap orang harus bebas hambatan secara finansial dalam memperoleh pendidikan. Hal tersebut relevan dengan garis garis besar pendidikan dan pengajaran 1947 yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu "Dalam memperkuat kesatuan rakyat hendaklah diadakan satu macam sekolah untuk segala lapisan masyarakat", dari pemikiran tersebut mengehendakinya sistem sekolah yang bersatu dan bebas biaya.

Revitalisasi sekolah merupakan program pemerintah saat ini yang layak untuk diapresiasi. (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)
Revitalisasi sekolah merupakan program pemerintah saat ini yang layak untuk diapresiasi. (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)

Pendidikan menjadi pilar penting untuk sebuah bangsa karena untuk mewujudkan peradaban bangsa yang dilandasi nilai-nilai budi pekerti yang luhur, berintegritas, dan berkepribadian. Selanjutnya diperkuat pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu “pendidikan dan pengajaran perlu menitikberatkan kepada kebudayaan dan kemasyarakatan Indonesia, sampai akhirnya mewujudkan kebahagiaan batin dan keselamatan hidup lahir”. Berkenaan dengan hal itu, pendidikan jangan hanya diartikan sekolah, tetapi pada dasarnya dapat membangun kehidupan yang luhur. Pendidikan itulah yang menjadi kunci menuju masa depan lebih baik, sehingga prosesnya itu dilakukan sepanjang hayat.

Maka, sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara mengikuti jenjang pendidikan dan pemerintah wajib membiayai. Darisanalah kita coba merefleksikan bahwa, jika ada seseorang yang tidak bisa memenuhi kewajiban pendidikan karena urusan masalah finansial, berarti warga negara tersebut akan terhambat dari sisi melaksanakan konstitusi yang menjadi kewajibannya sebagai warga negara untuk menjalankan pendidikan dasar.

Dengan demikian, pemerintah itu tidak boleh lepas tangan bahkan mengalihkan tanggung jawab pembiayaan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar karena itu adalah konsekuensi yuridis atas amanat pasal 31 ayat (2) UUD 1945. (*)

Sumber Rujukan:

  1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  2. Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

  3. Putusan MK No.3/PPU-XXI/2024

  4. Buku Tudjuh Bahan-Bahan Pokok Indoktrinasi oleh Dewan Pertimbangan Agung

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)