Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

6 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara. Diterbitkan oleh PT Bina Ilmu Surabaya dengan harga eceran Rp. 1750,-, buku ini bukan sekadar kumpulan instruksi dapur biasa, melainkan sebuah manifesto kebudayaan yang disusun oleh Ny. Tuty Latief.

Sebagai seorang Guru SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) Negeri Surabaya, Ny. Tuty memiliki otoritas institusional untuk menstandardisasi rasa otentik yang "sangat lazim dan sangat digemari di daerah asalnya”. Di era digital ini, menelaah kembali catatan di buku itu adalah upaya penting untuk melestarikan identitas budaya Jawa Barat dari pengikisan makna akibat modernisasi instan.

Peran Ny. Tuty sebagai pendidik memberikan dimensi ilmiah pada setiap resepnya. Ia tidak hanya menyajikan cara memasak, tetapi juga membangun standar higienitas dan estetika penyajian yang seharusnya ada di meja makan keluarga Indonesia.

Upayanya mengumpulkan resep-resep populer ini menjadi "jangkar" yang menjaga agar filosofi pengolahan bahan lokal tetap berpijak pada akar tradisinya. Dokumentasi tertulis ini menjadi sangat berharga sebagai kompas sensorik, membawa kita pada petualangan rasa yang dimulai dari harmoni kesegaran nabati khas Bumi Pasundan.

Harmoni Kesegaran Nabati: Analisis Karedok, Lotek, dan Tumis Genjer

Masakan Sunda memiliki relasi yang intim dengan alam, yang diterjemahkan melalui penggunaan sayuran segar dan aroma kencur yang hangat. Dalam catatan Ny. Tuty Latief, kesegaran ini bukan sekadar soal rasa, melainkan juga kesadaran akan kesehatan yang melampaui zamannya. Berikut adalah perbandingan tiga hidangan sayuran ikonik tersebut:

Hidangan

Bahan Utama

Karakteristik Bumbu & Teknik

Karedok

Kol, kacang panjang, mentimun, terong gelatik, tauge (mentah).

Menekankan aroma kencur yang kuat; menggunakan terasi goreng/panggang, kacang tanah sangrai, dan air asam.

Lotek

Kangkung, labu siam, nangka muda, kacang panjang, tauge (rebus).

Menggunakan kentang rebus yang dihaluskan bersama bumbu kacang untuk menciptakan tekstur saus yang kental dan lembut.

Tumis Genjer + Udang Kering

Genjer, udang kering (ebi), tomat.

Menggunakan ebi yang dimemarkan sebagai sumber umami; keseimbangan rasa antara manis kecap dan asam tomat.

Satu detail sejarah yang memikat dalam resep Karedok adalah instruksi untuk "rendam dalam air garam (agar kuman-kuman mati)". Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 1976, kesadaran higienitas dalam mengonsumsi sayuran mentah sudah menjadi bagian dari standar pendidikan boga. Sementara itu, pada Tumis Genjer, ekstraksi rasa umami dilakukan secara teliti dengan merendam udang kering selama 10 menit kemudian mememarkannya (dipukul-pukul) sebelum ditumis—sebuah teknik kuno untuk memaksimalkan profil rasa laut.

Perbedaan tekstur antara renyahnya terong gelatik pada Karedok dan lembutnya sayuran rebus pada Lotek menunjukkan kedalaman adaptasi masyarakat terhadap bahan. Karedok merayakan orisinalitas bahan langsung dari tanah, sementara Lotek memperlihatkan seni memadukan tekstur melalui bantuan kentang sebagai pengental alami. Estetika pengolahan sayuran ini kemudian menjadi dasar bagi teknik yang lebih kompleks, yakni mengunci aroma di dalam media bungkus alami.

Seni Mengukus dalam Lipatan Daun: Pepes Ikan Mas, Pepes Oncom, dan Pepes Peda

Teknik "dipepes" adalah puncak estetika kuliner Jawa Barat yang mengutamakan retensi nutrisi dan aroma. Menggunakan daun pisang sebagai konduktor panas dan "biting" (lidi) sebagai penyemat, teknik ini menciptakan ruang hampa udara yang memungkinkan bumbu meresap hingga ke serat terdalam.

Dalam khazanah kuliner Sunda, pepes bukan sekadar teknik membungkus makanan, melainkan seni mengolah rasa dan aroma, seperti yang terlihat pada resep Pepes Ikan Mas ala Ny. Tuty. Untuk meniadakan aroma amis yang kerap melekat pada ikan air tawar, penggunaan asam jawa menjadi kunci yang sangat penting.

Selain itu, Ny. Tuty menekankan tahap penyelesaian yang sangat spesifik: setelah dikukus selama setengah jam, pepes harus dipanggang di atas wajan besi hingga tidak berair lagi. Teknik pemanggangan akhir ini memastikan agar bumbu tidak larut begitu saja dalam uap air, melainkan meresap sempurna dan terkaramelisasi pada daging ikan.

Nuansa masakan rumah tangga Sunda yang jujur dan bersahaja tercermin kuat dalam menu Pepes Oncom. Bahan fermentasi khas Pasundan ini dielevasi menjadi hidangan yang kaya rasa dengan menambahkan dua puluh helai daun kemangi serta irisan daun prei. Lebih dari itu, kehadiran paduan jahe, kencur, dan daun salam di setiap bungkusnya menciptakan sebuah simfoni aromaterapi yang kuat. Kombinasi rempah inilah yang mendefinisikan jati diri dan keautentikan cita rasa hidangan tradisional khas Jawa Barat tersebut.

Sementara itu, sentuhan modernitas dan presisi hadir dalam menu Pepes Peda dengan Tahu. Di hidangan ini, pengaruh latar belakang pendidikan SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) Ny. Tuty sangat terasa melalui inovasi penggunaan putih telur sebagai bahan pengikat (binder).

Teknik ini memastikan tahu yang telah diremas-remas tetap kokoh menyelimuti ikan peda, baik selama proses penguapan maupun pemanggangan. Inovasi tersebut menjadi bentuk modernisasi teknik tradisional demi mencapai tekstur yang lebih profesional saat dihidangkan di atas piring.

Penggunaan daun salam dan serai yang konsisten dalam setiap bungkusan berfungsi sebagai jangkar aroma. Teknik pengemasan tradisional yang rapi dengan lidi ini bukan sekadar soal fungsi, melainkan pernyataan visual tentang dedikasi dalam memasak, yang kemudian bersambung pada teknik api terbuka dan slow-cooking yang menuntut kesabaran.

Kedalaman Rasa dan Tekstur: Ayam Goreng Bandung dan Semur Jengkol

Variasi teknik masak Jawa Barat mencakup spektrum yang luas, mulai dari metode penggorengan yang menghasilkan warna emas yang memikat hingga teknik slow-cooking yang menghasilkan rasa manis-gurih yang legit.

Kunci kelezatan Ayam Goreng Bandung terletak pada proses ungkep, yaitu teknik konservasi rasa dengan merebus ayam muda yang gemuk bersama bumbu halus seperti kemiri, kunyit, bawang merah, bawang putih, laos, dan sereh hingga airnya habis. Proses ini membiarkan seluruh bumbu meresap sempurna hingga ke dalam tulang, sebelum akhirnya dipicu oleh reaksi Maillard saat ayam digoreng cepat dalam minyak yang sangat panas hingga berwarna kekuning-kuningan.

Sementara itu, untuk menu Semur Jengkol, Ny. Tuty memberikan panduan penting guna menetralisir aroma tajamnya, yaitu dengan merebus jengkol hingga masak, lalu membuang air rebusan pertamanya dan mencucinya kembali sebelum diolah lebih lanjut. Setelah dibersihkan, penggunaan kombinasi lada, kecap manis, dan lombok merah akan menciptakan profil rasa yang sangat dalam. Sentuhan ini berhasil mengubah bahan yang sering dianggap marginal tersebut menjadi hidangan kelas atas yang legit dan menggugah selera.

Kedua masakan ini menunjukkan bagaimana bumbu dasar—kemiri dan kunyit pada ayam goreng, serta kecap dan lada pada semur—digunakan untuk tujuan yang berbeda. Ayam Goreng mengandalkan bumbu sebagai pelapis tekstur renyah, sementara Semur menggunakannya untuk menciptakan kedalaman rasa yang melunakkan kekerasan bahan dasarnya.

Menjaga Marwah Rasa Bumi Pasundan

Melalui penelusuran delapan resep warisan dalam karya Ny. Tuty Latief, kita menemukan sebuah benang merah yang kokoh bahwa masakan Jawa Barat adalah perayaan atas bahan lokal yang dikelola dengan ketelitian teknik. Penggunaan kencur, terasi, asam jawa, dan daun salam yang konsisten membuktikan bahwa kekuatan rasa Bumi Pasundan terletak pada kejujuran aromatiknya.

Boleh dibilang, buku yang disusun oleh seorang Guru SKKA ini adalah ‘standar emas’ yang mengingatkan kita bahwa otentisitas kuliner dibangun di atas prinsip higienitas, ketepatan teknik seperti "mememarkan" ebi atau "ungkep" dan estetika penyajian yang rapi. Resep dari tahun 1976 ini tetap menjadi kompas yang sangat relevan; ia mengajarkan bahwa menjaga marwah rasa tradisional tidak berarti menutup diri dari inovasi teknis, melainkan memastikan bahwa setiap inovasi tersebut tetap menghormati jati diri rasa yang telah diwariskan oleh leluhur. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Badiatul Muchlisin Asti
Penulis dan jurnalis warga. Peminat kajian sejarah lokal dan kuliner Indonesia. Buku terbarunya "Grobogan Untold Story: Tokoh, Tradisi, dan Kuliner" (2025).

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)