Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)

Setiap negara menginginkan mata uangnya menjadi alat tukar yang digunakan di setiap sendi perekonomian secara nasional dan internasional. Mata uang yang beredar di pasaran seharusnya menguat karena menjadi kepercayaan masyarakat. 

Saat ini mata uang di Indonesia belum menjadi mata uang terkuat atau tertinggi  di ASEAN masih diduduki oleh Singapura dengan mata uang dolar Singapura, kedua diduduki oleh Brunei Darussalam dengan mata uang dolar Brunei, ketiga dari Malaysia dengan mata uang Ringgit, keempat oleh Thailand dengan mata uang Bath, kelima oleh Filipina dengan mata Peso Filipina, adapun Indonesia masih di urutan kesembilan, terbawah kedua setelah Vietnam.

Artinya Indonesia dengan mata uang Rupiah belum memberi dampak signifikan dengan pengaruhnya ke perekonomian tingkat ASEAN cenderung rendah. 

Mata uang Rupiah tidak berdampak pada aktivitas perekonomian internasional. Sekalipun demikian Rupiah harus dimaknai bahwa masih memiliki kemampuan untuk menunjukkan kekuatannya sebagai mata uang di level internasional.

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama. Investor internasional tentunya berharap Rupiah menjadi yang terkuat di tahun keemasan Indonesia yakni di tahun 2045 sebagai gerbang menuju Indonesia emas.

CBP Rupiah 

Bank Indonesia sudah menggalang sosialisasi tentang Rupiah, melalui CBP dengan singkatan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Sebagai bank sentral yang memiliki kapasitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terus menjadi garda terdepan mengenai perekonomian Indonesia sehingga mata uang Indonesia ini menjadi mata uang terkuat dan menumbuhkan rasa percaya diri dengan mata uang Rupiah.

Cinta kepada rupiah sesuai arahan mengajak masyarakat untuk mengenal melalui langkah tiga M yaitu mengenali, merawat dan menjaga. Mengutip dari penjelasan Bank Indonesia, mengenali rupiah yaitu mengetahui bahwa 

Bank Indonesia mengeluarkan dua jenis uang Rupiah yaitu kertas dan logam. Ciri utamanya adanya meliputi gambar lambang negara, frasa NKRI, sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominal, nomor seri pecahan, tahun emisi dan tahun cetak, serta tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia. Adapun ciri khusus uang Rupiah merupakan unsur pengaman uang yang memiliki tiga level, yakni terbuka, semi tertutup, dan tertutup. Pengaman level terbuka dapat dideteksi dengan panca indera, seperti misalnya warna uang yang terlihat terang dan jelas, benang pengaman yang tampak seperti garis melintang atau beranyam, serta tanda air. 

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/ Mufid Majnun)
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/ Mufid Majnun)

Merawat rupiah yaitu dengan cara sederhana sebenarnya. Kampanye merawat perlu dilakukan sejak dini. Menjaga kerapian uang, jangan sampai terlipat, disimpan dengan baik di dalam dompet. Menjaga kebersihannya, tanpa dicoret agar nilai nominal dan nomor seri tetap tampak dengan jelas, masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa uang rupiah tersebut mesti dijaga. 

Bangga dengan uang Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa. Bangga dengan uang Rupiah harus diperhatikan dengan serius. Sebab itu perlu diketahui bahwa uang rupiah sebagai simbol kedaulatan, ketersediaan uang rupiah harus tercukupi sebagai kewibawaan dan kemandirian negeri Indonesia bahkan di mata negara lain.

Di sisi lain, pembayaran yang sah harus dilakukan oleh masyarakat. Tidak ada mata uang yang perlu dibanggakan selain mata uang Rupiah. Kelancaran pembayaran tetap perlu dimaksimalkan oleh masyarakat. Mencirikan bahwa kita sebagai masyarakat bangga kepada uang Rupiah.

Setelah itu, kita melaksanakan fungsi uang Rupiah dengan paham makna uang rupiah sebagai alat tukar perekonomian. Paham ini dimaknai dengan bertransaksi dengan uang rupiah. Dengan menggunakan uang Rupiah, kita menjadi memahami bahwa uang Rupiah tidak sekadar nilai saja, tetapi menjadi fungsi yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.

Berbelanja pun sama halnya, bahwa uang rupiah sebagai simbol yang tunggal sebagai alat tukar yang sah dan meyakinkan. Ketahanan uang rupiah juga dapat digunakan sebagai ruang berhemat. Nilai uang rupiah akan semakin besar dan banyak dalam sikap berhemat, mengetahui waktunya untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Dengan mengimplementasikan CBP pada uang rupiah, masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan uang rupiahnya. Yang akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa uang rupiah yang beredar sering dipalsukan oleh oknum-oknum tertentu. 

Kebijakan Perekonomian Berkelanjutan 

Meskipun masyarakat terlihat baik-baik saja, namun uang rupiah sebagai mata uang yang beredar di pasaran harus dikendalikan dengan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan.

Tidak bisa dibilang bahwa kebutuhan pokok sehari-hari harus dikelola dengan baik oleh pemerintah, harga-harga kebutuhan pokok yang meroket naik, drastisnya berimbas kepada masyarakat menengah ke bawah, situasi ini memiliki dampak negatif bagi masyarakat. Uang Rupiah kita akan menjadi alat tukar yang sangat rendah dibandingkan mata uang di level ASEAN bahkan internasional. Ketergantungan kepada dolar pun menjadi lebih besar.

Oleh karena itulah menjadi sangat penting, pemerintah mengelola perekonomian nasional secara simultan dan mewujudkan impian bahwa nilai uang Rupiah akan menjadi mata uang terkuat pertama di ASEAN.

Rekam jejak kekuatan uang Rupiah sudah pernah terjadi. Apa salahnya jika jejak tersebut kembali hadir di tengah-tengah harapan masyarakat Indonesia. Pemerintah wajib menargetkan perekonomian Indonesia yang berkelanjutan didampingi kebijakan yang relevan dan berpihak kepada rakyat dan mengunggulkan nilai mata uang Rupiah di setiap transaksi internasional dan nasionalnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)