Rupiah Terus Melemah, Krisis Bahan Baku Industri Kian Parah  

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 09:01 WIB
Ilustrasi pekerja yang tengah mempersiapkan bahan baku (Sumber: petrotrainingasia.com)

Ilustrasi pekerja yang tengah mempersiapkan bahan baku (Sumber: petrotrainingasia.com)

Pengusaha saat ini tengah menghadapi krisis bahan baku industri yang serius, ditandai dengan lonjakan harga yang signifikan dan gangguan pasokan. Kondisi ini berdampak luas terhadap pelaku UMKM dan industri manufaktur. Rupiah yang terus melemah dan krisis bahan baku yang kian parah bisa berujung PHK massal atau kepailitan perusahaan. Hal itu sangat menyengsarakan kaum buruh.

Untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dan sektor plastik harga bahan baku naik antara 40  hingga 50 persen, bahkan ada yang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

Lonjakan harga bahan baku plastik dipicu oleh kenaikan kebutuhan nafta dan gangguan pasokan dari Timur Tengah. Selain itu, ketegangan geopolitik (perang Iran vs AS-Israel) ikut memperparah kondisi pasar global yang berdampak langsung pada harga bahan baku lokal.

Para pengusaha didorong untuk memperkuat jejaring komunitas dan mencari solusi alternatif agar dapat bertahan di tengah krisis pasokan dan tingginya harga bahan baku ini.

Merosotnya nilai tukar rupiah berdampak fatal terhadap sektor industri karena meningkatnya biaya impor bahan baku. Tekanan terhadap rupiah akan menyebar, biaya modal akan meningkat dan menyebabkan berbagai pukulan terhadap sektor riil. Hal ini juga akan menimbulkan persoalan serius terhadap belanja modal oleh lembaga pemerintah.

 Belanja modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya  menambah aset tetap atau inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Termasuk di dalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Belanja modal pemerintah seperti peralatan dan permesinan mestinya mengutamakan buatan lokal.

 Pemerintah sering mendesak perusahaan dan pelaksana proyek untuk menggunakan peralatan dan komponen lokal. Desakan itu merupakan paradoksal, mengingat kondisi industri dalam negeri sendiri justru kurang berdaya. Apalagi stimulus fiskal yang dilakukan oleh pemerintah ibaratnya justru menggelar karpet merah bagi komponen impor. Karena stimulus itu menanggung pajak dan bea masuk berbagai perusahaan yang terlibat dalam proyek nasional berskala besar seperti misalnya proyek ketenagalistrikan dan transportasi. Ternyata strategi dan tahapan pembangunan proyek nasional tanpa optimalisasi sumber daya dari dalam negeri. Sehingga menimbulkan krisis lokalisasi atau penggunaan komponen lokal.

Industrialisasi Substitusi Impor

Komitmen pemerintah untuk menggenjot lokalisasi komponen perlu disertai dengan langkah detail. Mestinya pemerintah menerapkan secara konsisten strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan oleh negeri ini. Secara sederhana ISI dapat didefinisikan sebagai usaha suatu negara untuk melakukan substitusi barang-barang impor dengan barang-barang sejenis yang diproduksi oleh industri domestik.

Berdasarkan jenis barang yang diproduksi, ISI dikelompokkan menjadi dua hal. Pertama, yang berorientasi pada pasar atau market-based, di mana suatu negara memusatkan diri pada produksi barang-barang konsumtif dengan tetap mengimpor barang-barang kapital seperti mesin-mesin dan berbagai perlengkapan pabrik dan perkantoran. Kedua, yang berorientasi pada kapital atau capital based yang memusatkan pada produksi barang-barang kapital maupun bahan baku industri seperti mesin-mesin, peralatan industri, logam, semen, petrokimia, dan lain-lain. Mestinya, pemerintah menerapkan dua orientasi ISI di atas sekaligus terhadap program pembangunan infrastruktur.

Sebagai suatu strategi pembangunan, ISI diperkenalkan untuk pertama kalinya di Amerika Latin pada pertengahan dekade 1950-an. Strategi ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi ECLA (Economic Commission on Latin America) untuk mengatasi krisis neraca pembayaran yang dialami beberapa negara di kawasan itu. Dalam rekomendasinya, lembaga yang diketuai oleh Raul Prebisch, seorang mantan direktur Bank Sentral Argentina, menyebut pentingnya upaya bersama negara-negara Amerika Latin untuk mengurangi secara signifikan ketergantungan impornya dari negara-negara maju dengan membuat sendiri barang-barang konsumtif dan barang modal di dalam negeri. Strategi yang kemudian dikenal dengan nama ISI ini diberlakukan secara luas di kawasan Amerika Latin bersamaan dengan makin kuatnya pengaruh teori ketergantungan yang dipelopori para pemikir radikal di kawasan itu seperti Andre Gunder Frank, Osvaldo Sunkel, Fernando Henrique Cardoso, dan lain-lain.

Berbagai sektor industri mengalami pukulan hebat akibat melemahnya rupiah. Dari sektor industri perajin tahu-tempe hingga industri kertas.  Asosiasi Pengusaha Pulp dan Kertas Indonesia menyatakan bahwa biaya impor kertas bekas meningkat hingga 50 persen menjadikan harga kertas berbahan baku kertas bekas di dalam negeri meningkat.

Saat ini pasar dalam negeri baru dapat memenuhi 30 persen dari total kebutuhan kertas bekas untuk didaur ulang menjadi kertas kemasan, koran, dan kertas tulis. Padahal kebutuhan kertas bekas dalam negeri diperkirakan mencapai 6 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekira 4,5 juta ton digunakan untuk industri kemasan dan sisanya 1,5 juta ton untuk industri koran. Yang paling berpengaruh langsung terhadap rakyat dengan melemahnya rupiah adalah menyebabkan harga makanan dan minuman olahan meningkat. Karena bahan bakunya masih banyak yang diimpor.

 Fundamental nilai tukar ditentukan oleh terms of trade, yaitu perbandingan antara harga barang luar negeri dan harga barang domestik. Indonesia yang bergantung pada produk komoditas saat ini sangat terpukul karena harga komoditas di tingkat global relatif turun sehingga terms of trade kita relatif memburuk.

Untuk melihat kinerja nilai tukar rupiah terhadap dollar memakai teori purchasing power parity atau paritas daya beli. Seharusnya nilai satu dollar di mana pun di seluruh dunia dapat membeli barang atau jasa yang sama dengan jumlah yang sama pula. Dalam kondisi tersebut, seharusnya nilai tukar bisa mencerminkan perbandingan harga relatif di beberapa negara. Menurut The Economist, kondisi Indonesia telah mengalami undervalue sekitar 25 persen sejak 2013. Hal itu bisa diartikan bahwa nilai tukar rupiah yang aktual dinilai terlalu lemah dibandingkan fundamental yang dinilai berdasarkan teori paritas daya beli.

Perlu merumuskan kembali strategi dasar pelaku industri yang mengedepankan faktor nilai tambah. Indonesia harus totalitas untuk mendorong Industri dengan produk yang memiliki nilai tambah besar.  

Menurut Haller dan Stolowy definisi nilai tambah atau value added adalah perbedaan antara nilai dari output suatu perusahaan atau suatu industri, yaitu total pendapatan yang diterima dari penjualan output tersebut, dan biaya masukan dari bahan-bahan mentah, komponen-komponen atau jasa-jasa yang dibeli untuk memproduksi komponen tersebut.

Nilai tambah diketahui dengan melihat selisih antara nilai output dengan nilai input suatu industri. Value added (VA) merupakan konsep utama pengukuran income suatu negara. Konsep ini secara tradisional berakar pada ilmu ekonomi makro, terutama yang berhubungan dengan penghitungan pendapatan nasional yang diukur dengan performance produktif dari ekonomi nasional yang biasanya dinamakan produk domestik. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)