Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

3 menit baca
Nahla Lisana
Ditulis oleh Nahla Lisana diterbitkan
Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)

Dunia kecantikan di media sosial sering kali berputar pada produk-produk mutakhir yang terus berkembang. Namun, belakangan ini dunia kecantikan mulai melakukan modernisasi praktik yang sebelumnya dianggap mistis atau kolot. Amanda Zahra, influencer yang kerap disebut ‘Mamah’ ini melahirkan tren baru yang dikenal dengan amandazahraism.

Berawal dari aplikasi X, sosok ini mulai dikenal karena rangkaian self-care yang ia lakukan, termasuk cara merawat kesehatan dan kecantikan kulit. Setiap unggahannya sering kali memicu diskusi hangat mengenai bagaimana seorang perempuan masa kini mengapresiasi tubuh sebagai bentuk feminisme. Salah satu step khas yang sering disorot adalah mandi dengan air kembang atau air susu. Tindakan sederhana ini ternyata kembali membangkitkan tradisi lama yang dikenal dengan mandi kembang di berbagai wilayah Nusantara.

Akar Historis

Dilansir dari pojoktravel.net, mandi kembang berawal dari kepercayaan animisme dan dinamisme. Suatu keyakinan bahwa semua makhluk hidup, termasuk tumbuhan dan benda mati, memiliki roh atau energi halus yang memengaruhi keberadaan manusia. Masyarakat Melayu sejak lama meyakini bahwa roh ini dapat memberikan kemakmuran, keberuntungan, dan rezeki.

Paham Hindu-Buddha memperkenalkan kepercayaan bahwa air dapat digunakan untuk menebus dosa, mengusir nasib buruk, dan menjadi sarana untuk mencapai keselamatan. Misalnya, kebiasaan masyarakat Hindu berenang atau mandi di Sungai Gangga dipercaya dapat menghapus dosa-dosa. Praktik mandi kembang dengan kembang-kembang harum adalah contoh nyata kepercayaan Hindu bahwa wewangian yang menyenangkan dapat menangkal kejahatan dan mendatangkan kebaikan.

Di Nusantara sendiri, kembang dan air sudah digunakan dalam upacara keagamaan sebagai simbol kesucian. Misalnya, ritual melukat di Bali yang masih berlangsung hingga kini, di mana air dan kembang digunakan sebagai sarana penyucian diri. Dalam budaya Jawa juga terdapat tradisi ruwatan yang bertujuan untuk membersihkan diri dari energi negatif atau nasib sial. Di Kalimantan, mandi kembang bahkan dipercaya dapat mendatangkan jodoh. Adapun masyarakat Melayu mengenal mandi kembang sebagai ritual perempuan untuk menjaga kesucian dan kehormatan, terutama menjelang pernikahan.

Islamisasi Nusantara

Setelah terjadinya Islamisasi, praktik mandi kembang tetap bertahan sebagai tradisi budaya. Alih-alih ditinggalkan, kebiasaan ini diakulturasikan agar lebih sesuai dengan hukum syariat Islam. Jampi-jampi diganti dengan bacaan-bacaan doa, basmalah, surah al-Fatihah, salawat, dan syahadat. Selain itu, orang yang mandi kembang sering disarankan untuk menghadap kiblat dengan niat yang baik. Beberapa bahkan melakukannya bersamaan dengan waktu azan.

Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Comparativa menyebutkan tentang ritual mandiu pasili (mandi kembang) di Parigi Moutong, Sulawesi Utara. Prosesi ritual ini mengintegrasikan nilai Islam dengan mengawali ritual melalui ucapan basmalah dan salam, serta menutupnya dengan doa bersama kepada Allah Swt.

Penyesuaian Zaman

Air dan kembang dianggap sebagai media sakral yang menghubungkan manusia dengan alam. Namun, dalam konteks modern mandi kembang bergeser menjadi bagian dari praktik self-care. Praktik ini bermanfaat untuk relaksasi mental, mengurangi stres, dan menenangkan pikiran melalui aroma bunga seperti melati atau lavendel . Selain itu, mandi bunga juga bermanfaat bagi tubuh. Air hangat yang bercampur dengan kembang membantu melancarkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, dan kandungan alami bunga berfungsi melembapkan serta menyegarkan kulit.

Adanya modernisasi juga mengembangkan praktik yang dulunya hanya menggunakan air dan kembang, kini menambahkan produk untuk menunjang estetika. Dalam unggahan media sosialnya, Amanda Zahra terlihat menambahkan essential oil maupun bath bomb yang kemudian diikuti oleh para pengikutnya. Sosok tersebut kini sudah menjadi kiblat kecantikan perempuan Indonesia.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana praktik sederhana seperti mandi kembang bisa kembali bangkit sebagai bagian dari self-care modern. Bermula dari animisme, Hindu-Buddha, hingga adanya akulturasi dengan Islam, tradisi ini membuktikan bahwa budaya Nusantara mampu beradaptasi tanpa kehilangan maknanya. Amandazahraism berhasil mengemasnya sebagai simbol feminisme dan bentuk apresiasi diri, sekaligus membuka ruang bagi pelestarian budaya di era globalisasi.

Tradisi lama saja bisa dilestarikan dengan cara yang segar dan bermanfaat. Mengapa kita tidak mencoba merawat diri sambil merawat budaya juga? Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)