Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

4 menit baca
Nandar Hernawan
Ditulis oleh Nandar Hernawan diterbitkan Jumat 12 Jun 2026, 09:00 WIB
Illustrasi. (Sumber AI)

Illustrasi. (Sumber AI)

Menjadi mahasiswa perantauan sering kali dipandang sebagai fase yang penuh kebebasan dan pengalaman baru. Namun di balik kehidupan kampus yang terlihat dinamis, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi mahasiswa setiap harinya, terutama dalam mengelola keuangan. Bagi banyak mahasiswa di Cirebon, kehidupan merantau berarti harus mampu membagi uang kiriman orang tua untuk membayar kos, membeli makan, memenuhi kebutuhan akademik, hingga biaya transportasi. Dalam kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu faktor yang menimbulkan kecemasan tersendiri.

Kenaikan harga BBM bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Ketika harga bahan bakar meningkat, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pemerintah melalui Pertamina (10/06/2026) dampak kenaikan BBM bahkan telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul, mulai dari kenaikan tarif transportasi hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok akibat bertambahnya biaya distribusi barang. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan BBM memiliki pengaruh yang luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Bagi mahasiswa, dampak pertama yang paling terasa adalah meningkatnya biaya mobilitas. Banyak mahasiswa di Cirebon menggunakan sepeda motor sebagai sarana utama untuk pergi ke kampus, mengerjakan tugas kelompok, mengikuti kegiatan organisasi, menghadiri seminar, menjalankan program magang, hingga bekerja paruh waktu. Ketika harga Pertamax mengalami kenaikan hingga mencapai Rp16.250 per liter, pengeluaran untuk transportasi otomatis bertambah. Jika sebelumnya mahasiswa mengisi bahan bakar dengan biaya yang masih dapat dijangkau, kini mereka harus mengalokasikan dana lebih besar hanya untuk mempertahankan aktivitas yang sama.

Namun kenyataannya, persoalan tidak berhenti pada biaya transportasi. Kenaikan BBM sering kali diikuti oleh kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya. Pedagang makanan di sekitar kampus harus menyesuaikan harga jual karena biaya distribusi bahan baku meningkat. Harga sayur, beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya berpotensi mengalami kenaikan. Bagi mahasiswa yang setiap hari mengandalkan warung makan murah atau kantin kampus, perubahan harga sekecil apa pun dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengeluaran bulanan.

Kondisi ini menjadi semakin berat karena sebagian besar mahasiswa tidak memiliki sumber penghasilan tetap. Mereka bergantung pada kiriman orang tua yang jumlahnya telah ditentukan sejak awal bulan. Ketika biaya hidup meningkat sementara jumlah uang yang diterima tetap, mahasiswa dipaksa untuk melakukan berbagai penyesuaian. Ada yang mulai mengurangi frekuensi makan di luar, menghemat penggunaan kendaraan, membatasi kegiatan organisasi, bahkan menunda pembelian buku dan perlengkapan kuliah yang sebenarnya dibutuhkan.

Di sisi lain, tidak semua keluarga mahasiswa memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk menambah uang saku anaknya. Banyak orang tua yang juga menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, mahasiswa sering kali memilih untuk memendam kesulitan yang mereka hadapi dan berusaha bertahan dengan kondisi yang ada. Mereka belajar hidup lebih hemat, tetapi pada saat yang sama harus menjaga prestasi akademik agar tidak menurun.

Kecemasan yang muncul juga berkaitan dengan masa depan pendidikan itu sendiri. Ketika biaya hidup semakin tinggi, sebagian mahasiswa mulai khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan kuliah dalam jangka panjang. Bagi mahasiswa yang berasal dari daerah jauh dan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kenaikan biaya hidup dapat menjadi ancaman terhadap keberlangsungan studi mereka. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mencari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Meskipun hal tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, pekerjaan tambahan sering kali mengurangi waktu belajar dan beristirahat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Mereka berada pada posisi yang unik: belum memiliki penghasilan tetap, tetapi harus memenuhi berbagai kebutuhan hidup secara mandiri. Ketika terjadi kenaikan BBM, mahasiswa tidak hanya menghadapi kenaikan biaya transportasi, tetapi juga harus berhadapan dengan kenaikan harga makanan, kebutuhan pokok, dan berbagai layanan lainnya yang terdampak oleh meningkatnya biaya distribusi.

Sebagai mahasiswa di Cirebon, kami memahami bahwa kebijakan kenaikan BBM memiliki berbagai pertimbangan ekonomi dan fiskal. Namun demikian, keresahan yang dirasakan mahasiswa juga perlu mendapat perhatian. Pendidikan seharusnya menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menjadi semakin sulit diakses karena tekanan ekonomi yang terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan, termasuk mahasiswa.

Pada akhirnya, kenaikan BBM bukan hanya soal angka yang berubah di papan harga SPBU. Bagi mahasiswa perantauan, kenaikan tersebut merupakan simbol dari bertambahnya beban hidup yang harus ditanggung setiap bulan. Ketika biaya transportasi meningkat, harga makanan ikut naik, dan kebutuhan akademik tetap harus dipenuhi, kecemasan menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Di tengah perjuangan meraih pendidikan yang lebih baik, mahasiswa berharap agar kondisi ekonomi tetap stabil sehingga mereka dapat fokus belajar tanpa dibayangi kekhawatiran tentang bagaimana cara bertahan hingga akhir bulan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nandar Hernawan
perayaan hari hari.

Berita Terkait

News Update

Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:36

Memahami Konsep Iklan 'Mie Nyemek': Perlukah Inovasi Kuliner Lokal dan Warmindo?

Membedah peluncuran Indomie Hype Abis Mie Nyemek melalui tiga platform yaitu website, Instagram, dan news online.

Penulis menganalisis teknik penulisan PT. Indofood dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.
Wisata & Kuliner 11 Jun 2026, 18:17

Panduan Tamasya ke Situ Cileunca Pangalengan, Danau Buatan yang Jadi Ikon Bandung Selatan

Situ Cileunca di Pangalengan menawarkan wisata danau, rafting, camping, dan sejarah PLTA sejak 1919.

Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Disbudpar Kabupaten Bandung)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 18:09

Surabi Bandung Melintasi Zaman: Dari Menu Sarapan Kaum Agraris hingga Ikon Kuliner Kafe

Kudapan bundar berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini adalah contoh sempurna dari kelenturan budaya kuliner Nusantara.

Salah satu varian surabi di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: JENNI AGUSTINA)
Wisata & Kuliner 11 Jun 2026, 15:14

5 Penginapan Estetik Pilihan di Yogyakarta, Bukan Cuma Buat Tempat Tidur

Dari hotel ramah lingkungan hingga penginapan bernuansa Meksiko, berikut lima penginapan estetik di Yogyakarta yang menawarkan pengalaman menginap berbeda.

Por Aqui Stay & Dine
Linimasa 11 Jun 2026, 09:46

ITC Kebonkalapa, Pusat Perbelanjaan Kota Bandung yang Memudar

Dulu penuh pembeli, kini ITC Kebonkalapa menghadapi sepinya pengunjung dan banyak kios kosong.

Kondisi ITC Kebonkalapa yang dulu sempat jadi tempat nongkrong dan belanja andalan warga Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 09:08

Bagaimana Musik Membantu Anak Tunagrahita Berinteraksi dengan Orang Lain?

Anak tunagrahita menghadapi hambatan sosial akibat gangguan fungsi kognitif.

Ilustrasi. (Sumber: gemini.ai)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:20

Mengapa Banjir di Majalaya Hari Ini Berbeda dengan Era Hindia-Belanda?

Apakah banjir di Majalaya terjadi baru baru ini atau dimulai pada abad 20?

Gambar banjir di Majalaya (Sumber: wa grup | Foto: Mufti Nurlita Sari)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:03

Menyoal Eksklusivitas dalam Komunitas Baca Buku

Menurutku cukup pejabat yang terlihat hidup lebih eksklusif dibandingkan rakyatnya tapi jangan sampai ruang-ruang membaca, ruang-ruang diskusi juga ikut membentuk kesenjangan diantara anggotanya

Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bandung 10 Jun 2026, 21:21

Menjembatani Komunitas dan Profesional Urban, Strategi Respiro Definisikan Ulang Fashion Berkendara Tropis

Respiro menangkap peluang emas ini dengan merumuskan ulang konsep estetika visual produk agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban yang serbacepat.

Koleksi perlengkapan berkendara atau riding apparel dari Respiro Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 20:24

Tugu Koperasi Tasikmalaya, Bukti Nyata Lahirnya Semangat Koperasi Indonesia

Artikel ini membahas Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai simbol sejarah lahir dan berkembangnya semangat koperasi di Indonesia.

Depan Tugu koperasi Tasikmalaya saat ini (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nabila imania)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)