Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

4 menit baca
Nandar Hernawan
Ditulis oleh Nandar Hernawan diterbitkan
Illustrasi. (Sumber AI)
Illustrasi. (Sumber AI)

Menjadi mahasiswa perantauan sering kali dipandang sebagai fase yang penuh kebebasan dan pengalaman baru. Namun di balik kehidupan kampus yang terlihat dinamis, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi mahasiswa setiap harinya, terutama dalam mengelola keuangan. Bagi banyak mahasiswa di Cirebon, kehidupan merantau berarti harus mampu membagi uang kiriman orang tua untuk membayar kos, membeli makan, memenuhi kebutuhan akademik, hingga biaya transportasi. Dalam kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu faktor yang menimbulkan kecemasan tersendiri.

Kenaikan harga BBM bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Ketika harga bahan bakar meningkat, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pemerintah melalui Pertamina (10/06/2026) dampak kenaikan BBM bahkan telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul, mulai dari kenaikan tarif transportasi hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok akibat bertambahnya biaya distribusi barang. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan BBM memiliki pengaruh yang luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Bagi mahasiswa, dampak pertama yang paling terasa adalah meningkatnya biaya mobilitas. Banyak mahasiswa di Cirebon menggunakan sepeda motor sebagai sarana utama untuk pergi ke kampus, mengerjakan tugas kelompok, mengikuti kegiatan organisasi, menghadiri seminar, menjalankan program magang, hingga bekerja paruh waktu. Ketika harga Pertamax mengalami kenaikan hingga mencapai Rp16.250 per liter, pengeluaran untuk transportasi otomatis bertambah. Jika sebelumnya mahasiswa mengisi bahan bakar dengan biaya yang masih dapat dijangkau, kini mereka harus mengalokasikan dana lebih besar hanya untuk mempertahankan aktivitas yang sama.

Namun kenyataannya, persoalan tidak berhenti pada biaya transportasi. Kenaikan BBM sering kali diikuti oleh kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya. Pedagang makanan di sekitar kampus harus menyesuaikan harga jual karena biaya distribusi bahan baku meningkat. Harga sayur, beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya berpotensi mengalami kenaikan. Bagi mahasiswa yang setiap hari mengandalkan warung makan murah atau kantin kampus, perubahan harga sekecil apa pun dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengeluaran bulanan.

Kondisi ini menjadi semakin berat karena sebagian besar mahasiswa tidak memiliki sumber penghasilan tetap. Mereka bergantung pada kiriman orang tua yang jumlahnya telah ditentukan sejak awal bulan. Ketika biaya hidup meningkat sementara jumlah uang yang diterima tetap, mahasiswa dipaksa untuk melakukan berbagai penyesuaian. Ada yang mulai mengurangi frekuensi makan di luar, menghemat penggunaan kendaraan, membatasi kegiatan organisasi, bahkan menunda pembelian buku dan perlengkapan kuliah yang sebenarnya dibutuhkan.

Di sisi lain, tidak semua keluarga mahasiswa memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk menambah uang saku anaknya. Banyak orang tua yang juga menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, mahasiswa sering kali memilih untuk memendam kesulitan yang mereka hadapi dan berusaha bertahan dengan kondisi yang ada. Mereka belajar hidup lebih hemat, tetapi pada saat yang sama harus menjaga prestasi akademik agar tidak menurun.

Kecemasan yang muncul juga berkaitan dengan masa depan pendidikan itu sendiri. Ketika biaya hidup semakin tinggi, sebagian mahasiswa mulai khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan kuliah dalam jangka panjang. Bagi mahasiswa yang berasal dari daerah jauh dan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kenaikan biaya hidup dapat menjadi ancaman terhadap keberlangsungan studi mereka. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mencari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Meskipun hal tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, pekerjaan tambahan sering kali mengurangi waktu belajar dan beristirahat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Mereka berada pada posisi yang unik: belum memiliki penghasilan tetap, tetapi harus memenuhi berbagai kebutuhan hidup secara mandiri. Ketika terjadi kenaikan BBM, mahasiswa tidak hanya menghadapi kenaikan biaya transportasi, tetapi juga harus berhadapan dengan kenaikan harga makanan, kebutuhan pokok, dan berbagai layanan lainnya yang terdampak oleh meningkatnya biaya distribusi.

Sebagai mahasiswa di Cirebon, kami memahami bahwa kebijakan kenaikan BBM memiliki berbagai pertimbangan ekonomi dan fiskal. Namun demikian, keresahan yang dirasakan mahasiswa juga perlu mendapat perhatian. Pendidikan seharusnya menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menjadi semakin sulit diakses karena tekanan ekonomi yang terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan, termasuk mahasiswa.

Pada akhirnya, kenaikan BBM bukan hanya soal angka yang berubah di papan harga SPBU. Bagi mahasiswa perantauan, kenaikan tersebut merupakan simbol dari bertambahnya beban hidup yang harus ditanggung setiap bulan. Ketika biaya transportasi meningkat, harga makanan ikut naik, dan kebutuhan akademik tetap harus dipenuhi, kecemasan menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Di tengah perjuangan meraih pendidikan yang lebih baik, mahasiswa berharap agar kondisi ekonomi tetap stabil sehingga mereka dapat fokus belajar tanpa dibayangi kekhawatiran tentang bagaimana cara bertahan hingga akhir bulan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nandar Hernawan
Tentang Nandar Hernawan
perayaan hari hari.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)