Romantisme Mendengarkan Sandiwara Radio Saur Sepuh di Radio Bandung Era 1990-an

3 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Sandiwara Radio Saur Sepuh, salah satu program radio paling legendaris pada era 1990-an. (Sumber: Tabloid Monitor, edisi 4 Juni 1987)
Sandiwara Radio Saur Sepuh, salah satu program radio paling legendaris pada era 1990-an. (Sumber: Tabloid Monitor, edisi 4 Juni 1987)

Ada kenangan yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu terus berlalu. Kenangan itu hadir lewat denting musik pembuka, suara narator yang berwibawa, dan dialog para tokoh yang mengalun dari sebuah pesawat radio. Bagi masyarakat Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an, sandiwara radio Saur Sepuh bukan sekadar tontonan tanpa gambar, melainkan sebuah peristiwa budaya yang setiap hari dinanti. Di balik gelombang AM, jutaan pendengar diajak berpetualang ke Kerajaan Madangkara, membiarkan imajinasi bekerja lebih liar daripada layar televisi.

Begitu musik pembuka terdengar, para pendengar seolah diajak memasuki dunia Kerajaan Madangkara. Suara para pengisi peran yang khas membuat tokoh-tokoh seperti Brama Kumbara, Mantili, Raden Bentar, Kakek Astagina, Garnis, hingga Paksi Jaladara terasa begitu nyata, meski hanya hadir lewat gelombang radio. Di situlah letak keajaiban sandiwara radio: tanpa gambar, setiap pendengar bebas membangun dunia dan wajah para tokohnya di dalam imajinasi.

Ketika itu di Bandung, banyak orang rela menunda aktivitas sejenak demi mengikuti episode terbaru. Suasana rumah mendadak hening. Yang terdengar hanyalah dialog para tokoh, denting musik ilustrasi, derap langkah kuda, gemerincing pedang, hingga efek suara peperangan yang membangkitkan imajinasi. Radio menjadi pusat perhatian, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang kini terasa begitu mahal nilainya.

Kesuksesan Saur Sepuh memang bukan tanpa alasan. Karya cipta Niki Kosasih ini berhasil memadukan kisah kepahlawanan, cinta, pengkhianatan, serta nilai-nilai moral dalam sebuah cerita yang memikat jutaan pendengar di seluruh Indonesia. Brama Kumbara, Sang Satria Madangkara, tampil sebagai sosok ksatria yang menegakkan kebenaran, melawan angkara murka, dan membela rakyat kecil. Nilai keberanian, kejujuran, kesetiaan, serta pengorbanan yang diusungnya tetap relevan hingga kini.

Popularitas Saur Sepuh kemudian melahirkan berbagai adaptasi ke layar lebar dan layar kaca, sehingga kisah legendaris tersebut dapat dinikmati generasi berikutnya. Film Saur Sepuh: Satria Madangkara menampilkan Fendy Pradana sebagai Brama Kumbara, Elly Ermawatie sebagai Mantili, serta Murti Sari Dewi sebagai Lasmini. Di bawah arahan sutradara Imam Tantowi, film ini menjadi salah satu karya kolosal yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah perfilman Indonesia.

Soundtrack film yang dinyanyikan Yuni Shara, Selamanya Aku Milikmu, semakin memperkuat popularitas Saur Sepuh pada masanya. Sementara itu, di balik kesuksesan versi radio, para pengisi suara seperti Ferry Fadly, Elly Ermawatie, Maria Oentoe, Ivonne Rose, Petrus Urspon, Eddy Dhosa, Haryoko, Herry Akik, dan banyak nama lainnya berhasil menghidupkan karakter-karakter yang hingga kini masih dikenang para pendengar.

Film Saur Sepuh: Satria Madangkara, adaptasi layar lebar dari serial sandiwara radio Saur Sepuh. (Sumber: Suara Pembaruan, 30 Agustus 1988)
Film Saur Sepuh: Satria Madangkara, adaptasi layar lebar dari serial sandiwara radio Saur Sepuh. (Sumber: Suara Pembaruan, 30 Agustus 1988)

Di Kota Bandung, sejumlah radio swasta turut menjadi penghubung antara kisah Brama Kumbara dan para pendengarnya. Setiap stasiun memiliki jadwal siaran yang berbeda, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk terus mengikuti petualangan Sang Satria Madangkara.

Beberapa radio swasta yang turut menyiarkan sandiwara radio Saur Sepuh tersebut, yaitu :

  • Radio Ganesha – AM 1170 KHz (15.30–16.00 WIB)
  • Radio Sangkuriang - AM 1458 KHz (11.10–11.40 WIB)
  • Radio Estrelita – AM 918 KHz (17.40–18.10 WIB)
  • Radio Paramuda – AM 1098 KHz (11.30–12.00 WIB)
  • Radio Shinta Buana – AM 1422 KHz (16.30–17.00 WIB)
  • Radio Garuda – AM 1152 KHz (14.30–15.00 WIB)
  • Radio Dwi Karya – AM 612 KHz (08.30–09.00 WIB)
  • Radio Mutiara Gegana – AM 1314 KHz (20.25–20.55 WIB)

Bagi banyak orang, kenangan tentang Saur Sepuh bukan hanya soal jalan ceritanya, melainkan juga tentang kebersamaan. Tentang masa ketika seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu, memutar kenop radio untuk mencari frekuensi yang paling jernih, lalu larut dalam petualangan Brama Kumbara. Itulah romantisme radio yang sulit tergantikan oleh teknologi modern.

Kini, lebih dari tiga dekade telah berlalu. Radio mungkin tak lagi menjadi pusat hiburan keluarga seperti dahulu, namun gema suara Brama Kumbara, Mantili, dan para tokoh lainnya masih hidup di dalam ingatan para pendengarnya. Saur Sepuh telah menjelma menjadi lebih dari sekadar sandiwara radio; ia adalah warisan budaya populer Indonesia yang membuktikan bahwa sebuah cerita yang kuat tidak selalu membutuhkan gambar untuk memikat hati. Selama kenangan itu masih diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, petualangan Sang Satria Madangkara akan terus bergema, melintasi zaman, menemani nostalgia, dan tetap abadi di hati para pecinta radio. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Okt 2026, 17:07

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Gagah di Kata

Peringatan Sumpah Pemuda seharusnya mendorong lahirnya generasi yang berani bekerja, mencipta, dan berinovasi.

Ilustrasi peringatan Sumpah Pemuda 2026 pentignnya mencegah layunya bunga demokrasi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 28 Okt 2026, 15:46

Tantangan Jurnalis di Era AI Bukan Lagi Soal Kecepatan

Perkembangan AI dan maraknya kreator konten membuat kecepatan bukan lagi keunggulan eksklusif media.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (Sumber: Humas Indonesia)
Beranda 28 Okt 2026, 15:30

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 13:29

Budaya, Etika dan Moral di Tengah Perubahan Zaman: Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Apa yang bisa kita definisikan kembali tentang budaya, etika dan moral dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ini? Seharusnya budaya, etika dan moral maknanya tidak tercerabut dalam perubahan zaman

Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali budaya, etika, dan moral di tengah perubahan zaman (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 12:46

Kala PKL Bandung Menunggu ‘Wahyu’ dari Balai Kota

Gerobak milik PKL yang menutup jalur pejalan kaki bukan urusan remeh. Begitu pula sampah, kemacetan, dan bangunan liar.

Petugas Satpol PP Kota Bandung melakukan penertiban bangunan liar di atas trotoar. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan dalam pembenahan PKL di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 11:42

Nasi Timbel dalam Balutan Anyaman Sunda

Nasi timbel lengkap di Warung Kopi Gunung Ciwidey disajikan dalam anyaman bambu khas Sunda, dengan ikan asin balado dan rempeyek kacang renyah.

Hidangan yang di balut kearifan lokal. (Foto: Zahra Rihhadatul Aisy)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 08:06

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kalatemu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melepas penat, menyelesaikan tugas, dan menikmati jeda dari rutinitas sehari-hari.

Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 20:11

Kamar Mewah dalam Lapas

Pungli di lapas ada uang ada kamar mewah

Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 19:00

Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

Karhutla sering terjadi di Indonesia sehingga diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi lagi di masa datang dengan aktifnya kampus atau Perguruan Tinggi berpartisasi dalam pencegahannya

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 18:02

Jejak Kenangan: Famor Radio Idola Bandung Era 80-90-an

Di Bandung, salah satu nama yang pernah mewarnai kehidupan pendengar pada era 1970-an hingga 1980-an adalah Radio FAMOR.

Booklet pedoman acara Radio Famor 1260 kHz yang memuat berbagai pilihan program siaran sepanjang tahun 1988. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 16:30

Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan lagi masalah jauh. Dampaknya nyata merusak alam, mengancam kesehatan dan merugikan ekonomi—layaknya halaman rumah kita sendiri yang sedang membara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 15:23

Kita Menghirup Asap yang Sama

Dampak asap karhutla.

Ilustrasi polusi asap kebakaran. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 14:54

Santri Inovator: Menghadirkan Religiusitas dalam Teknologi

Hadirnya santri dalam memrakarsai kebaruan dan inovasi menjadikan optimisme bagi sumber daya di negeri ini. Sekalipun masih ada yang skeptis.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Biz 27 Okt 2026, 11:57

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala

PLN Nusantara Power UP Cirata bersama Gemapala perkuat kesiapsiagaan bencana dalam momentum Hari Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:54

Spiritualitas Santri dalam Menerjemahkan Zaman yang Kian Apokaliptik

Peringatan hari santri nasional selalu ditandai dengan frasa resolusi jihad. Tetapi, apakah maknanya mulai bergeser mengikuti arah zaman? Atau ini menjadi titik balik dalam menumbuhkan spiritualitas?

Kegiatan setoran hafalan Quran Santri Cianjur. (Sumber: Yayasan Huda Cendekia)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:33

Smart Education City Siapkan Pekerja Bandung Hadapi Era Industri 4.0

Tantangan Bandung adalah mengubah modal SDM menjadi kompetensi yang relevan, pekerjaan yang bermutu, dan produktivitas yang meningkat.

Walikota Bandung Tanda Tangani Kemitraan Strategis Kolaborasi Kota Bandung sebagai Kota Pendidikan (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 08:59

Dari Bandung Teknologi Pendukung untuk Mitigasi Karhutla Bisa Diintegrasikan

Pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem gambut, pengawasan kegiatan usaha, serta partisipasi masyarakat tetap menjadi agenda utama

Perlu mengembangkan drone buatan PT Iter Aero di Bandung untuk mitigasi Karhutla (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 17:00

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Tahura Djuanda di Dago Pakar, Bandung, menawarkan hutan sejuk, Gua Belanda, Gua Jepang, museum, dan Curug Omas untuk liburan alam dan sejarah.

Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:36

Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Segenap urang Bandung memiliki momentum yang amat mulia untuk menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tidak berhenti pada rasa prihatin.

Aeshtetic Eye Care & Dry Eye Clinic di RS Mata Cicendo. (Sumber: RS Mata Cicendo)