Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

4 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang tinggi. (Sumber: Istimewa)

Gunung Burangrang, sang saksi bisu purba, menyimpan pesona geologis yang luar biasa sebagai warisan Gunung Sunda. Keindahan alamnya terbagi menjadi dua wilayah strategis yang menakjubkan. Sisi Burangrang Utara membentang indah di perbatasan Purwakarta dan Subang, menawarkan lanskap hijau berbalut kabut yang memikat mata setiap petualang.

Sementara itu, kemegahan Burangrang Selatan berdiri kokoh menjaga wilayah Bandung Barat. Kawasan ini menyuguhkan panorama dataran tinggi yang asri dan sejuk. Pembagian geografis ini menciptakan keunikan karakteristik alam yang berbeda. Dinamika tersebut menjadikan kedua sisi gunung ini destinasi yang kaya akan potensi wisata alam mandiri.

Artikel ini akan mengupas tuntas pesona kedua wilayah legendaris tersebut. Kita akan menjelajahi potensi wisata, jalur pendakian, serta kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Melalui catatan perjalanan ini, pembaca diajak mengagumi sisa kemegahan tebing purba Nusantara. Mari kita singkap tabir keindahan tersembunyi yang tersimpan di tanah Pasundan.

Warisan Gunung Sunda Purba: Gunung Burangrang

Gunung Burangrang merupakan sebuah gunung api mati yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Gunung Burangrang mempunyai ketinggian setinggi 2.050 meter. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah sekitar 210.000 hingga 105.000 tahun yang lalu. Gunung Burangrang bersebelahan dengan Gunung Sunda.

Gunung ini berdekatan dengan Gunung Sunda dan terletak di wilayah Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Lokasi dan geografi, secara administratif, gunung ini berada di perbatasan di wilayah Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Pariwisata dan pendakian Gunung Burangrang sering menjadi tujuan pendakian dan dianggap cocok untuk pemula. Jalur pendakian utama: via Legok Haji, jalur paling populer, dikenal dengan medan yang cukup terjal namun waktu tempuh singkat (sekitar 3-4 jam), via Komando (Cisarua), jalur ini sering digunakan untuk latihan militer (Kopassus), melewati kawasan Situ Lembang, via Pangheotan, jalur yang lebih panjang namun menawarkan pemandangan hutan yang lebih rimbun.

Etimologi, nama "Burangrang" diyakini berasal dari kata rangrang dalam bahasa Sunda yang berarti ranting kering. Gunung Burangrang merupakan salah satu gunung penting di Jawa Barat yang menjadi daerah tangkapan air (catchment area) bagi banyak sungai kecil hingga menengah. Aliran sungainya terbagi ke 2 (dua) arah besar: Utara, menuju Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang (Pantura) dan Selatan, menuju Kabupaten Purwakarta, Daerah Aliran Sungai Citarum dan Kabupaten Bandung Barat.

Tulisan ini adalah dari hasil penelitian dan pembacaan secara cermat sebuah peta Gunung Burangrang dan Gunung Tangkubanparahu  masa Kolonial Hindia Belanda, Mei 1923 disertai penelitian lapangan sejak tahun 2001-2026. Banyak sekali diketemukan mata air, air terjun dan hulu sungai di Gunung Burangrang, baik di wilayah Kabupaten Purwakarta, Kabuapten Subang, maupun Bandung Barat.

Berikut daftar sungai-sungai yang diketahui berhulu atau memiliki anak sungai dari lereng Gunung Burangrang sebelah Utara, mengalir ke arah Timur, Timur Laut, Utara, Barat Laut dan Barat: Ciasem, Cibakom, Cibaros, Cibingbin, Cibojonghonje, Cigintung, Cigoel, Cihanjawar, Ciherang, Cikajar, Cikao, Cikeris, Cikoneng, Cilamaya, Cilandak, Cilangkub, Cimeja, Cinaya, Cinusa, Cipamalayan, Cipangasahan, Cipangkalan, Ciparigi, Cireundeu, Cisaat, Cisair, Cisalada, Cisarua, Cisasaran, Cisinduk, Cisomang, Citamiang dan Ciwapada

Berikut daftar sungai-sungai yang diketahui berhulu atau memiliki anak sungai dari lereng Gunung Burangrang sebelah Selatan dan Gunung Tangkubanparahu, mengalir ke arah Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya dan Barat: Cibisora, Cibitung, Cibodas, Cicaruk, Cicenang, Ciherang, Cihideung, Cikabul, Cikadalmeteng, Cikaso, Cikole, Cikoreak, Cikurutug, Cilangkub, Cileuleuy, Cimahi, Cimeta, Cipada, Cipalasari, Cipamalayan, Cipangasahan, Cipanguseupan, Cipogor, Cipuyung, Cisalada, Cisarua, Ciseuseupan, Cisomang dan Cisuren.

Banyak nama sungai di atas sebenarnya adalah "Ci" + nama lokal, khas bahasa Sunda (Ci = air/sungai). Sebagian merupakan anak sungai musiman atau cabang kecil, bukan sungai besar tunggal. Dalam arsip kolonial (peta topografi Hindia Belanda), beberapa nama bisa berbeda ejaan, misalnya: Tjikao (Cikao), kawasan ini sejak lama menjadi penting untuk: perkebunan kopi (abad ke-18-19) dan jalur air tradisional dan irigasi lokal.

Beberapa sungai yang berasal dari Gunung Burangrang di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat, Gunung Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat dan gunung-gunung lain di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang menjadi Daerah Aliran Sungai Citarum: Cibalagung, Cibeureum, Cidurian, Cihaur, Ciherang, Cijati, Cijere, Cikao, Cikapundung, Cikeruh, Cikijing, Cikundul, Cilanang, Cilimus, Cimahi, Cimeta, Ciminyak, Cipamokolan, Cipanawuan, Cipicung, Cirasea, Cisangkuy, Cisokan, Cisomang, Citarik, Ciwalengke dan Ci Widey.

Jika Anda datang berkunjung ke Kabupaten Purwakarta, apalagi via Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi, maka Anda akan temukan sebuah gunung besar dan gagah perkasa serta tinggi menjulang. Nampak hijau dan kebiruan dari kejauhan. Angin gunung terasa sangat sejuk menerpa dan menyapa siapa-saiapa saja yang memandanginya dan mengagumi keindahannya. Bersyukurlah kami yang menjadi orang Purwakarta dapat melihatnya hampir setiap hari dengan terkadang diselimuti oleh kabut halimun dan awan-gemawan yang putih berarak perlahan. Gunung Burangrang yang menjadi legendan Sangkuriang bersama-sama Gunung Tangkubanparahu dan Gunung Bukit Tunggul, semua sama-sama indah dan sedap dipandang mata dihiasi keindahan Sungai Citarum yang harum.

Menjelajahi kawasan Burangrang Utara hingga Selatan membuka mata kita akan megahnya sejarah geologi Nusantara. Di balik keindahan alamnya yang memukau saat ini, tersimpan jejak purba Gunung Sunda yang luar biasa dan memikat.

Kini, menjaga kelestarian bentang alam legendaris ini menjadi tanggung jawab bersama demi generasi mendatang. Potensi wisata alam dan edukasi sejarah yang ditawarkan harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pesona Burangrang bukan sekadar destinasi liburan, melainkan monumen alam sakral yang menghubungkan manusia dengan sejarah bumi. Mengunjungi tempat ini mengingatkan kita pada keagungan warisan Gunung Sunda yang abadi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 27 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)