Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)


Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) yang jatuh pada 11 September 2026, publik bertanya apakah eksistensi RRI Bandung masih ada dan aktif mengudara hingga saat ini?

Publik berharap agar  RRI Bandung tetap eksis ditengah gelombang disrupsi yang melanda Planet Bumi. Berharap program siaran RRI Bandung bisa lebih disukai warga kota. Status RRI Bandung di bawah naungan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI. Memiliki jaringan siaran yang menjangkau wilayah Bandung serta sekitarnya melalui berbagai Programa (Pro 1, Pro 2, dan Pro 4).

RRI Bandung diharapkan terus menjadi ajang pencarian bakat Bintang Radio yang menjadi salah satu agenda dan konten siaran yang sangat dinantikan serta diminati oleh generasi muda. RRI Bandung juga aktif memikat pendengar lewat konten kreatif kekinian, seperti pementasan drama audio visual spesial yang disiarkan serentak dan melalui platform digital.

Wahana Karya Sastra

RRI Bandung perlu membuat program transformatif yang mengalih wahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar (podcast) dan siar merupakan kebijakan yang tepat untuk memajukan budaya serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

Alih wahana bisa menggairahkan entitas budaya dan media hiburan serta mendorong siswa sekolah lebih bergairah mempelajari karya sastra. Teknologi semakin mempermudah alih wahana sastra. Dibutuhkan kolaborasi industri untuk bersama menghidupkan sastra pada zaman sekarang.

Salah satu program alih wahana sastra adalah musikalisasi puisi. Musikalisasi tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Bunyi (instrumen musik) dan teks puisi sudah hadir sejak zaman lampau. Bahkan musikalisasi puisi sudah menjadi perhatian bagi para komponis sejak dahulu.

Sebut saja Franz Schubert (1797-1828), yang membuat komposisi musik vokal berdasarkan syair-syair gubahan pujangga besar Eropa di zaman itu. Selain itu Maurice Ravel (1875-1937), komponis yang membuat sebuah karya piano (berjudul Gaspard de la Nuit) berdasarkan puisi karya pujangga Prancis, Aloysius Bertrand (1807-1841).

Bagaimana di tanah air khususnya di Bandung ? Musik puisi pernah mewarnai jagat musik era 70-an di Indonesia. Musikalisasikan puisi karya Sanusi Pane, Chairil Anwar, Kirdjomulyo, dan Ramadhan K.H pernah dilakukan. Bahkan karya sastra tersebut digubah menjadi lagu oleh komponis dan penulis lagu F.X. Sutopo.
 Grup musik Bimbo asal Bandung bisa dibilang pelopor musik puisi di Indonesia. Grup ini berkolaborasi dengan penyair Taufiq Ismail antara lain dengan tajuk “Dengan puisi aku bernyanyi”.

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi, baik sebagai wahana siniar, media penyiaran sekaligus forum pertemuan atau kolaborasi virtual. Pemkot Bandung perlu membantu RRI Bandung agar sukses alih wahana untuk sandiwara sastra guna mendekatkan khazanah sastra kepada publik.

Di masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio-visual dan media sosial, bentuk ini mulai memudar popularitasnya. Tapi belakangan ada kebangkitan media audio seperti podcast.

Selain aspek pemajuan budaya dan parekraf pihak Kemendikbud juga menjadikan siniar atau podcast sebagai bentuk inovasi. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra, khususnya sastra yang berlatar belakang Bandung Raya.

Secara teknis siniar adalah serangkaian file audio digital kata yang diucapkan secara episodik yang dapat diunduh pengguna ke perangkat pribadi agar mudah didengarkan. Aplikasi streaming dan layanan siniar menyediakan cara yang nyaman dan terintegrasi untuk mengelola antrian konsumsi pribadi di banyak sumber podcast dan perangkat pemutaran.

Pada saat ini konten siniar yang ditawarkan cukup beragam. Perlu gerakan dan insentif untuk mendorong para siniar dan praktisi radio agar mempromosikan keanekaragaman seni dan budaya lokal dengan cara memproduksi berbagai konten yang berkualitas sebanyak-banyaknya.

Konten ini meliputi beragam info lokal dan pertunjukan seni dan budaya, aneka cerita dan dongeng, sandiwara sastra, informasi wisata dan kuliner, dan berbagai kreativitas promosi berbasis audio dari seluruh daerah.

Para pelaku siniar dan praktisi radio perlu didorong untuk memproduksi konten-konten yang menimbulkan gelora optimisme bangsa. Kementerian Kebudayaan  menyatakan bahwa semakin banyak orang membaca dan mendengarkan karya sastra, semakin banyak juga orang yang menemukan nilai-nilai kehidupan dan pengaruh sastra bagi kehidupan.

Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter.Karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri. Pengalaman, pengamatan, serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah dalam karya sastra merupakan bentuk penguatan karakter.

Ada dua aspek penting yang terkait dengan alih wahana konten kebudayaan dan seni. Yakni bagaimana meneguhkan industri budaya dan melaksanakan tata kelola indigenous sebaik-baiknya. Industri budaya atau industri kreatif menurut teori Marshallian industrial districts yang digagas oleh Alfred Marshall membutuhkan proses clustering yang sistemik.

Dalam konteks digitalisasi  proses tersebut bisa berupa platform digital wahana konten agregasi yang berbasis lokalitas, Perlu mengkonsolidasikan RRI Bandung dengan Taman Budaya. Untuk itu butuh platform yang praktis dan kolaboratif untuk menunjang proses kreatif, proses produksi dan pemasaran. Platform itu sangat membantu budayawan, karena dirinya bisa lebih fokus melakukan proses kreatif dan inovatif. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)