Jejak Kiprah Radio Bandung Era Tahun 70-an

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Selasa 21 Apr 2026, 12:32 WIB
Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)

Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)

Romantisme mendengarkan radio di Bandung pada awal dekade 1970-an bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari denyut kehidupan anak muda Kota Kembang. Di tengah geliat kreativitas yang merambah musik, mode, hingga gaya hidup, radio hadir sebagai medium yang menyatukan imajinasi, selera, dan semangat zaman. Dari kamar-kamar sempit hingga sudut-sudut kota, gelombang udara membawa suara penyiar yang akrab, lagu-lagu segar, serta rasa kebersamaan yang sulit tergantikan.

Pada masa itu, radio-radio amatir tumbuh menjadi ruang ekspresi yang liar, jujur, dan penuh gairah, yang kemudian meletakkan fondasi bagi perkembangan radio siaran swasta di Bandung.

Bandung sendiri sejak lama dikenal sebagai kota kreatif. Pada dasawarsa 1970-an, perkembangan kreativitas anak mudanya tak bisa dilepaskan dari gaya hidup, seni, dan musik. Salah satu penopangnya adalah keberadaan stasiun radio.

Ketika itu, bermunculan pemancar-pemancar radio amatir yang menjadi cikal bakal radio siaran swasta. Di antaranya Radio Oz, Bonk Kenk, Blue Jean Racing, Mara 27, Mercy 73, Young Generation, Maestro, Elgangga, dan Sarinah. Selain itu, hadir pula Blue Angel, No Name, Thunderbird, Cannabissativa, Falcon, Zigzag, Sableng, X-Cess, VOC, VBS, SMERSH, Syndicate of Love, Flippies Psychedelic, serta puluhan pemancar lainnya.

Mengenal Radio Flippies Psychedelic

Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)
Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)

Salah satu kisah klasik yang menonjol adalah Radio Flippies Psychedelic sebuah pemancar amatir yang menjadi tonggak penting lahirnya radio siaran di Bandung. Radio ini dikenal dengan motonya “Daya Pancarnya Menyebrang Lautan.”

Namanya yang eksentrik mencerminkan jiwa muda para penggemar musik pop dan psychedelic yang tengah populer saat itu. Suara khas para penyiar mudanya selalu dinanti pendengar.

Sapaan khas mereka pun lekat di ingatan:

“Anda semua masih tetap bersama kami, Flippies Psychedelic Sound of Peace, yang bekerja di udara melalui gelombang SW 62,7 meter, frekuensi 4830 kHz, dipancarkan langsung dari Jalan Kacapiring Nomor 5, Bandung. Bagi yang ingin meminta lagu, harap sabar menunggu giliran.”

Nama “Flippies Psychedelic” lahir dari kebiasaan mereka memutar lagu-lagu beraliran psychedelic sejak awal siaran. Sementara “Flippies” merupakan nama tambahan yang diambil dari sebutan burung belibis.

Berkat penyajian siaran dan kedekatan dengan pendengar, radio ini cepat meraih popularitas. Koleksi lagu mereka tergolong lengkap dan selalu mengikuti perkembangan terbaru, menjadikannya salah satu radio hiburan nonkomersial favorit warga Bandung saat itu.

Berdasarkan laporan yang diterima melalui surat dan telepon interlokal, jangkauan siaran Flippies Psychedelic tidak hanya terbatas di Bandung, tetapi juga menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa, bahkan hingga ke luar pulau seperti Tanjung Karang dan Metro di Lampung, serta Makassar. Dari situlah lahir motonya yang terkenal.

Pada masa kejayaannya, Flippies Psychedelic didukung oleh 18 orang kru. Tim inti terdiri dari Chandra Dewi (Sandy) sebagai penanggung jawab, Ventje (Valentino) sebagai wakil, serta Indranata Kemal (Moran), David (Dave), Utjok (Joe), Sonny (Slyde), dan Robby sebagai teknisi.

Mereka diperkuat oleh anggota lain seperti Frankie (Kiki), Gede, Humprey (Leonardo), Roy, Sujuth (Sagtris), Robert (Roberto), Ismail (Rerie), Sulfie (Pebles), Majane, Amir, Mike Fh (Chairun), dan Danty yang dijuluki Little Lady Flippies.

Flippies Psychedelic mulai mengudara sejak 19 Desember 1968. Siaran berlangsung setiap hari yaitu pukul 05.00–11.00 WIB, dilanjutkan pukul 13.30–18.30 WIB, serta malam hari pukul 20.15–03.00 WIB. Pada malam Minggu atau liburan, siaran bahkan bisa berlangsung semalam suntuk mengikuti permintaan pendengar.

Pendengar dapat mengirimkan permintaan lagu melalui telepon, masih empat digit 7668 atau lewat surat ke studio di Jalan Kacapiring No. 5. Setiap permintaan dilayani dengan penuh perhatian, menciptakan kedekatan yang hangat antara radio dan pendengarnya.

Jejak Radio Amatir Bandung Awal 70-an

Menara pemancar Radio K-Lite FM (dahulu Radio Continental), salah satu radio era 1970-an yang masih eksis hingga kini. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Menara pemancar Radio K-Lite FM (dahulu Radio Continental), salah satu radio era 1970-an yang masih eksis hingga kini. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Menurut beberapa orang mantan penyiar senior radio swasta di Bandung yang pernah bertemu dengan penulis beberapa radio amatir yang tercatat dan bekerja sama dengan Aktuil Fans Club dan dimuat dalam Majalah Aktuil edisi September 1969 antara lain:

  • Radio MARA 27  

Gelombang 212 meter

Studio Jl. Sumatera 27

  • Radio MERCY 73 

Gelombang 240 meter

Studio Jl. Setiabudhi KM 9, Cidadap Girang

  • Radio FLIPPIES PSYCHEDELIC 

Gelombang 62,7 meter

Studio Jl. Kacapiring 5

  • Radio YOUNG GENERATION  

Gelombang 227 meter

Studio Jl. Trunojoyo 14

  • Radio VOC 

Gelombang 224 meter

Studio Jl. Lengkong Besar 66

  • Radio VBS 

Gelombang 219 meter

Studio Jl. Sasak

gantung 49

  • Radio SMERSH SYNDICATE OF LOVE 

Gelombang 256 meter Studio Jl. Cimanuk 38

  • Radio X-CESS 

Gelombang 75 meter

Studio Jl. Terate 8

  • Radio THUNDERBIRD 

Gelombang 230 meter

Studio Jl. Cipaganti 59A

  • Radio ELGANGGA BS 

Gelombang 270 meter

Studio Jl. Panaitan 4

Penulis bersama penyiar senior Bandung, Opung Boyke Rivai. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Penulis bersama penyiar senior Bandung, Opung Boyke Rivai. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
  • Radio CANNA

BISSATIVA 

Gelombang 280 meter

Studio Jl. Bawean 4

  • Radio SARINAH 

Gelombang 75,9 meter Studio Jl. Braga 10

  • Radio MAESTRO 

Gelombang 200 meter Studio Jl. Kacapiring 12

  • Radio BLUE ANGEL 

Gelombang 205 meter

Studio Jl. Surapati 17

  • Radio FALCON 

Gelombang 229 meter

Jl. Industri

  • Radio ZIG ZAG 

Gelombang 258,6 meter

Studio Jl. Asia Afrika

  • Radio SABLENG 

Gelombang 192,7 meter

Studio Jl. Sawunggaling 18

  • Radio NO NAME 

Gelombang 104 meter

Studio Jl. Purnawarman

Kini, ketika teknologi telah melesat jauh melampaui era gelombang pendek, kisah radio-radio Bandung tahun 70-an tetap menyisakan jejak hangat. Mereka bukan sekadar pemancar suara, melainkan penjaga kenangan, penggerak budaya, dan saksi lahirnya ekosistem kreatif anak muda kota ini.

Dari Flippies Psychedelic hingga deretan radio amatir lainnya, semuanya adalah bagian dari mozaik sejarah yang membentuk identitas Bandung sebagai kota yang tak pernah kehabisan suara. Dan mungkin, di antara frekuensi yang kini telah senyap, masih tersimpan gema yang mengingatkan kita, radio pernah begitu hidup dan sesungguhnya tak pernah benar-benar mati. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ikon 21 Apr 2026, 18:46

Hikayat Tol Cipali, Warisan Enam Presiden yang jadi Jantung Penghubung Jawa Barat

Sejarah panjang Tol Cipali dari krisis 1998 hingga beroperasi, serta dampaknya terhadap konektivitas dan ekonomi Pulau Jawa.

Tol Cipali. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 21 Apr 2026, 17:08

Di Hari Kartini, Dua Perempuan Ojol Ceritakan Realitas Kerasnya Pekerjaan di Jalanan

Di Hari Kartini, dua perempuan pengemudi ojol di Bandung berbagi pengalaman menghadapi risiko, stigma, dan ketidakpastian penghasilan saat bekerja di jalanan.

Bagi Enis, menjadi Kartini masa kini berarti pantang menyerah mencari nafkah di usia senja. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 16:12

Kartini Masa Kini yang Menggeluti Energi Angin

Wanita yang mendapat julukan ”Iron Lady” ini tumbuh dalam budaya Betawi yang kental.

Ani Dwi Octavia, Kartini masa kini yang menggeluti energi angin. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ani Dwi Octavia)
Komunitas 21 Apr 2026, 15:51

Lewat Kearifan Lokal, Komunitas Cika-Cika Konsisten Jaga Ekosistem Sungai Selama 17 Tahun

Komunitas Cika-Cika menjaga ekosistem Sungai Cikapundung selama 17 tahun melalui edukasi dan kearifan lokal. Aksi nyata ini mengubah bantaran sungai menjadi ruang sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Pengunjung beraktivitas di bantaran Sungai Cikapundung, Cikalapa pada Minggu 19 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 15:29

Langkah Kecil Merawat Bumi

Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah.

Sejumlah siswa SD Darul Hikam Bandung menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 12:32

Jejak Kiprah Radio Bandung Era Tahun 70-an

Romantisme mendengarkan radio di Bandung pada awal dekade 1970-an bukan sekadar hiburan.

Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 10:21

Mewujudkan Bandung Kota Vokasional

Bandung memiliki potensi besar menjadi kota vokasional, terutama berbasis industri kreatif, teknologi, dan jasa.

Ilustrasi sekolah kejuruan SMKN 4 Bandung. (Sumber: Laman SMKN 4 Bandung)
Beranda 21 Apr 2026, 09:41

Memburu Senyum Wisatawan, Rezeki Fotografer Jalanan di Asia Afrika Kota Bandung

Kisah inspiratif para fotografer jalanan di Asia Afrika Bandung yang tetap eksis di era ponsel, mengubah momen liburan wisatawan menjadi kenangan berharga demi mengais rezeki.

Wisatawan lokal berpose di Jalan Asia Afrika Kota Bandung dengan latar belakang gedung bersejarah, Hotel Savoy Homann. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 08:58

Tangkuban Parahu dari Sudut yang Tak Biasa

Kisah perjalanan empat orang ke Upas Hill yang tidak hanya soal puncak, tapi juga cara baru melihat Tangkuban Perahu.

Empat orang di perjalanan menuju puncak Upas Hill, sebelum semua sudut pandang berubah di atas ketinggian 2084 Mdpl. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Pernando Aigro S.)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 07:55

Rahasia Dapur Putri Jepara: Menghidupkan Kembali 209 Resep Autentik R.A. Kartini

Warisan kuliner ini kini terdokumentasi secara megah dalam buku Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara: Rahasia Kuliner RA Kartini, RA Kardinah, RA Roekmini.

Sampul depan buku Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara: Rahasia Kuliner RA Kartini, RA Kardinah, RA Roekmini. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Bandung 20 Apr 2026, 21:13

Dari Kantoran ke Roastery, Cerita Good Things Membangun “Rasa” dan Relasi Lewat Kopi

Good Things dimulai dari langkah sederhana sang founder, Alvira Kanusa Putra, yang memilih resign dari pekerja kantoran dan gagasan sederhana yang berkaitan dengan ketertarikannya dengan kopi.

Good Things dimulai dari langkah sederhana sang founder, Alvira Kanusa Putra, yang memilih resign dari pekerja kantoran dan gagasan sederhana yang berkaitan dengan ketertarikannya dengan kopi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Wisata & Kuliner 20 Apr 2026, 20:28

Wisata Gunung Singah, Gunung Api Purba yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Panduan pendakian Gunung Singah Bandung, termasuk jalur pendakian, estimasi waktu, kondisi trek, dan pemandangan luas Cekungan Bandung dari puncaknya.

Pemandangan dari puncak Gunung Singah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 20:22

Meningkatkan Kerjasama Ketenagakerjaan dengan Jepang

Salah satu isu penting yang perlu terus ditekankan kepada pemerintah Jepang adalah masalah ketenagakerjaan

Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)
Seni Budaya 20 Apr 2026, 14:27

Ketakutan dalam Kehidupan Baduy Luar: Modernisasi yang Diterima Diam-Diam dan Adat yang Tetap Mengawasi

Di Baduy Luar, barang modern seperti sabun hingga panel surya mulai digunakan, namun tetap disembunyikan karena aturan adat yang kuat.

Rumah dengan panel surya, bukti Baduy luar menerima modernisasi dengan cara sembunyi-sembunyi dari ketua adat.
Ayo Jelajah 20 Apr 2026, 13:39

Di Tanah Baduy, Kesetaraan Tak Perlu Didebatkan

Di tanah Baduy, kesetaraan laki-laki dan perempuan tak diperdebatkan, melainkan dijalani dalam keseharian yang sederhana dan harmonis.

Di tanah Baduy, kesetaraan laki-laki dan perempuan tak diperdebatkan, melainkan dijalani dalam keseharian yang sederhana dan harmonis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Dian Naren Prastiti)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 13:10

Dari Lari ke Meditasi: Lari sebagai Praktik Budaya Populer dalam Transformasi Ruang Kota Bandung

Tren lari selalu menjadi solusi untuk mencari ketenangan dalam setiap indiividu.

Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 20 Apr 2026, 11:45

Wisata Geopark Ciletuh Sukabumi, Panduan Jelajah dari Puncak hingga Pantai

Jelajahi Geopark Ciletuh dari Puncak Darma hingga pesisir Samudra Hindia dengan panduan akses, tiket, dan spot wisata terbaik.

Geopark Ciletuh Sukabumi. (Sumber: anri.go.id)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 10:28

Kartini di Jalan Kota: Mengapa Transportasi Inklusif Masih Jadi PR?

Hari Kartini mengingatkan: emansipasi belum selesai jika perempuan masih merasa tidak aman dalam mobilitas.

Potret Raden Ajeng Kartini, pelopor emansipasi perempuan Indonesia yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan kebebasan berpikir bagi perempuan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 09:57

Hari Buku Sedunia dan Angka 59: Ketika Bandung Belum Benar-Benar Membaca

Peringatan Hari Buku Sedunia dan realitas minat baca di Bandung yang masih cenderung rendah berdasarkan data BPS.

Ilustrasi Hari Buku Sedunia yang menjadi pengingat bahwa buku bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dibaca dalam keseharian. (Sumber: Freepik | Foto: Black Foundry)
Beranda 20 Apr 2026, 09:14

Curhat Konsumen Pertamax Turbo hingga Dexlite di Bandung, Pakar Ingatkan Adanya Risiko Kelangkaan

Harga BBM non-subsidi naik drastis! Konsumen di Bandung mengeluh terbebani, sementara pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumsi masyarakat.

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)