Bandung, sejak lama dikenal sebagai kota yang melahirkan banyak band dan penyanyi rock ternama di Indonesia. Dari panggung-panggung kecil hingga kancah nasional, denyut musik rock di Kota Kembang tak pernah benar-benar padam, ia terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk barunya di setiap generasi.
Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung untuk memperkenalkan karya mereka kepada lebih banyak pendengar melalui peluncuran Lite Rock Society. Tak hanya sebagai ajang untuk menampilkan karya, kehadiran Lite Rock Society juga diharapkan menjadi wadah bagi para musisi, penggiat, serta penikmat musik rock untuk berinteraksi dan berkolaborasi demi kemajuan musik rock di Kota Kembang.
Hadir setiap hari Minggu pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, Lite Rock telah menemani para pendengar K-Lite FM Bandung selama lebih dari dua tahun. Jika sebelumnya program ini berfokus pada pembahasan dan pemutaran lagu-lagu dari musisi populer, kini Lite Rock turut mengambil peran dalam memutar serta menggaungkan karya-karya musisi lokal kepada para pendengar radio, baik secara konvensional maupun melalui jaringan internet.
Diinisiasi oleh host Lite Rock, Arif Rudiana dan Andi Muhaimin, serta didukung oleh penggiat rock Ghowo Van Baros dari komunitas Rock Bandung-Cimahi, Lite Rock Society pertama kali diluncurkan pada 5 April 2026 dan mendapat respons positif. Hingga saat ini, setidaknya telah bergabung sembilan band, yaitu Rain of Doom, Melandia, Backsight, Jlas, Back On Stag3, Blythed, Diktator, Sacrifice, dan SKRL. Tidak hanya berasal dari Bandung, beberapa di antaranya juga datang dari luar kota seperti Bogor dan Subang.

Adapun persyaratan yang perlu dilakukan musisi atau band untuk bergabung dengan Lite Rock Society di K-Lite FM, menurut Andi Muhaimin, caranya cukup mudah yaitu dengan mengikuti petunjuk serta syarat dan ketentuan yang tertera pada akun Instagram Lite Rock K-Lite FM yakni @literockklitefm.
Seluruh proses yang berkaitan dengan Lite Rock Society tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para musisi untuk terus berkarya dan meramaikan kancah musik rock di Kota Kembang.
Mengembalikan Radio sebagai Corong Musisi Rock Perintis di Bandung
Pada masa keemasannya, stasiun radio tidak hanya berperan sebagai media informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam membesarkan nama band maupun musisi solo. Radio menjadi medium pertama tempat sebuah karya lagu diperdengarkan, lalu digaungkan secara berulang hingga dikenal luas oleh pendengar.
Kini, di era digital, tantangan yang dihadapi musisi cenderung berbeda. Sebuah karya harus bersaing dalam algoritma global dengan berbagai variabel teknis yang kompleks. Di sisi lain, radio tetap menawarkan keunggulan yakni memperkenalkan lagu kepada banyak pendengar secara bersamaan tanpa harus bergantung pada mekanisme digital marketing yang rumit.

Radio pun terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Siarannya kini tidak hanya dapat dinikmati melalui perangkat konvensional, tetapi juga melalui telepon genggam, laptop, dan berbagai perangkat lain yang terhubung dengan internet, sehingga menjangkau pendengar tanpa batas wilayah.
Berangkat dari berbagai pertimbangan tersebut, Lite Rock Society di K-Lite FM diharapkan menjadi wadah yang efektif bagi para musisi rock untuk mengekspresikan diri.
Lebih dari itu, Andi Muhaimin menuturkan, inisiatif ini juga bertujuan mengembalikan peran radio sebagai corong bagi para musisi rock perintis di Bandung dan sekitarnya. Acara ini diselenggarakan dan didukung sepenuhnya oleh Radio K-Lite FM, “Bandung’s Inspiring Sound.” (*)
