Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Kamis 16 Apr 2026, 20:13 WIB
Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)

Bandung, sejak lama dikenal sebagai kota yang melahirkan banyak band dan penyanyi rock ternama di Indonesia. Dari panggung-panggung kecil hingga kancah nasional, denyut musik rock di Kota Kembang tak pernah benar-benar padam, ia terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk barunya di setiap generasi.

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung untuk memperkenalkan karya mereka kepada lebih banyak pendengar melalui peluncuran Lite Rock Society. Tak hanya sebagai ajang untuk menampilkan karya, kehadiran Lite Rock Society juga diharapkan menjadi wadah bagi para musisi, penggiat, serta penikmat musik rock untuk berinteraksi dan berkolaborasi demi kemajuan musik rock di Kota Kembang.

Hadir setiap hari Minggu pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, Lite Rock telah menemani para pendengar K-Lite FM Bandung selama lebih dari dua tahun. Jika sebelumnya program ini berfokus pada pembahasan dan pemutaran lagu-lagu dari musisi populer, kini Lite Rock turut mengambil peran dalam memutar serta menggaungkan karya-karya musisi lokal kepada para pendengar radio, baik secara konvensional maupun melalui jaringan internet.

Diinisiasi oleh host Lite Rock, Arif Rudiana dan Andi Muhaimin, serta didukung oleh penggiat rock Ghowo Van Baros dari komunitas Rock Bandung-Cimahi, Lite Rock Society pertama kali diluncurkan pada 5 April 2026 dan mendapat respons positif. Hingga saat ini, setidaknya telah bergabung sembilan band, yaitu Rain of Doom, Melandia, Backsight, Jlas, Back On Stag3, Blythed, Diktator, Sacrifice, dan SKRL. Tidak hanya berasal dari Bandung, beberapa di antaranya juga datang dari luar kota seperti Bogor dan Subang.

Band Melandia hadir dalam sesi Lite Rock edisi khusus Radio Ekraf di Cihampelas Walk, Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Band Melandia hadir dalam sesi Lite Rock edisi khusus Radio Ekraf di Cihampelas Walk, Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)

Adapun persyaratan yang perlu dilakukan musisi atau band untuk bergabung dengan Lite Rock Society di K-Lite FM, menurut Andi Muhaimin, caranya cukup mudah yaitu dengan mengikuti petunjuk serta syarat dan ketentuan yang tertera pada akun Instagram Lite Rock K-Lite FM yakni @literockklitefm.

Seluruh proses yang berkaitan dengan Lite Rock Society tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para musisi untuk terus berkarya dan meramaikan kancah musik rock di Kota Kembang.

Mengembalikan Radio sebagai Corong Musisi Rock Perintis di Bandung

Pada masa keemasannya, stasiun radio tidak hanya berperan sebagai media informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam membesarkan nama band maupun musisi solo. Radio menjadi medium pertama tempat sebuah karya lagu diperdengarkan, lalu digaungkan secara berulang hingga dikenal luas oleh pendengar.

Kini, di era digital, tantangan yang dihadapi musisi cenderung berbeda. Sebuah karya harus bersaing dalam algoritma global dengan berbagai variabel teknis yang kompleks. Di sisi lain, radio tetap menawarkan keunggulan yakni memperkenalkan lagu kepada banyak pendengar secara bersamaan tanpa harus bergantung pada mekanisme digital marketing yang rumit.

Radio pun terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Siarannya kini tidak hanya dapat dinikmati melalui perangkat konvensional, tetapi juga melalui telepon genggam, laptop, dan berbagai perangkat lain yang terhubung dengan internet, sehingga menjangkau pendengar tanpa batas wilayah.

Berangkat dari berbagai pertimbangan tersebut, Lite Rock Society di K-Lite FM diharapkan menjadi wadah yang efektif bagi para musisi rock untuk mengekspresikan diri. 

Lebih dari itu, Andi Muhaimin menuturkan, inisiatif ini juga bertujuan mengembalikan peran radio sebagai corong bagi para musisi rock perintis di Bandung dan sekitarnya. Acara ini diselenggarakan dan didukung sepenuhnya oleh Radio K-Lite FM, “Bandung’s Inspiring Sound.” (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)