Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 01 Jun 2026, 10:05 WIB
Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)

Sore itu disebuah apotek yang berada di pusat kota- saya sedang berkonsultasi dengan penjaga apotek.

"Teh korannya mau ?"

"Sebentar yah pak" jawab saya karena tanggung sedang bertransaksi dengan penjaga apotek.

Meski tidak melihat secara langsung tapi sudut mata saya menangkap sebuah bayangan bapak tersebut berdiri 5 meter dari saya sambil dengan wajah penuh harap. Bukan karena ingin dikasihani tapi harapan dan kebahagiaan bahwa dirinya bisa menyambung hidup untuk sehari ke depan.

"Boleh pak, saya mau tribun satu."

" Satu aja teh ? gak sama Radar Bandungnya aja"

" Boleh pak, jadi berapa?"

"6000 teh" sambil mengusap peluhnya menggunakan sapu tangan karena sore itu cuaca Bandung memang panas.

Saya pun memberikan uang Rp.10.000 nominalnya memang tidak besar dan saya lebihkan sedikit bukan untuk mengasihani beliau tapi rasa terimakasih saya karena beliau tidak menyerah dengan kehidupannya.

Koran memang pernah berjaya pada masanya. Ada satu hal yang masih saya ingat terkait pengalaman saya dengan koran saat kecil. Waktu saya SD saya menantikan koran bukan untuk mencari informasi supaya pintar tapi kesukaan saya terhadap PERCIL (Peer Kecil) salah satu rubik yang ada di koran PR hari minggu.

Kiriman cerita pendek dari anak-anak Bandung lain yang berhasil terpajang di halaman utama. Beberapa puisi, rubik mewarnai, menggambar hingga cerita prestasi akademik anak-anak yang berhasil tumbuh dan berkembang memanfaatkan potensinya untuk ajang sebuah perlombaan.

Setelah bertambah usia saya baru menyadari bahwa potongan puzzle itu membentuk diri saya di hari ini. Saya rasa literasi memang tidak bisa secara instan dirasakan tapi dia tumbuh mengakar ke bawah untuk membuat pondasi yang kuat. Begitu akarnya kuat dia bertumbuh seperti pohon bambu- kadang tidak membutuhkan banyak cahaya dan air untuk tumbuh. Ia menjulang sedikit demi sedikit setiap harinya.

Meski hari ini eksistensi koran cetak sudah mulai ditinggalkan pembacanya tapi saya masih menjadi salah satu penggemar setianya. Saya rasa dalam dunia digital tidak bisa kita menolak keberadaannya karena kemungkinan besar kita bisa tergerus zaman. Namun koran cetak juga tidak seharusnya ditinggalkan karena ia mampu menghadirkan tulisan yang mendalam. Jadi menurut saya keduanya menjadi fleksibilitas saja ketika kita butuh informasi yang cepat maka kita bisa menggunakan koran digital tapi ketika kita butuh informasi yang lebih mendalam dan kaya dengan makna maka membaca koran cetak sesekali bukan hal tabu di penghujung dunia digital ini.

Membaca koran cetak di pagi hari sambil duduk di kursi pelataran teras sambil sesekali menyeruput kopi atau teh bisa mengurangi distraksi. Pelan, berjalan lambat maka kita akan menemukan bahwa di percepatan dunia ini kita bisa melihat sisi lain dari dunia. Seorang ibu yang berjualan kue untuk membantu perekonomian keluarga, bapak penjual lap yang mondar-mandir menawarkan jualannya hingga bapak koran yang mungkin saja lelah tapi dia tidak menyerah menawarkan barang antik yaitu "koran" di era sebagian besar masyarakat mulai meningalkan jejaknya.

Mungkin kita sering menemui penjual yang menawarkan jasa atau barang yang kita tidak butuh. Tapi sesekali cobalah membeli apa yang mereka tawarkan bukan karena kasihan tapi rasa terimakasih kita kepada mereka yang tetap memilih bertahan di negara yang bahkan tidak pernah melihat keberadaan mereka secara manusiawi.

Bapak koran yang sore itu masih membawa setumpukan koran dan harapan yang masih terjaga. Menjadi bukti nyata bahwa bukan saja mereka hampir tergerus zaman tapi antusiasme mereka hidup yang perlu kita teladani. Juga keberadaan mereka yang perlu terus disuarakan agar para pemangku kebijakan bisa ramah terhadap perekonomian mereka. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)