Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Minggu 31 Mei 2026, 15:42 WIB
Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)

Angin terasa sangat sejuk karena rintik hujan turun sejenak, suasana semakin panas tapi tidak terlihat sama sekali wajah-wajah kelelahan di sana, sebuah bukti betapa menular denyut semangat pergerakannya dimana sebuah kejujuran terus lahir untuk menyampaikan pesan yang tersirat memiliki banyak makna. Sebuah catatan peristiwa menemukan banyak saudara menyatu dalam kebisingan bersama. 20 Mei 2026 di Padepokan Kirik Nguyuh empat single D’Renced telah resmi di realese, sebuah nama yang lahir 19/12/25 di Kuningan ini menyatakan:

“Kita hidup di dunia yang seringkali memoles kebohongan jadi sesuatu yang wajar. Di mana kejujuran diperlukan seperti barang langka, norma dijadikan tirai. Bahkan untuk melindungi, tapi untuk membatasi. Untuk membungkam suara yang terlalu nyata bagi kenyamanan yang palsu. Itulah kenapa D’Renced berdiri.

Ini bukan tentang menjadi benar, ini tentang membuka kemungkinan bahwa selama ini kita terlalu lama diam. Dan mungkin kamu juga merasakannya. Ada sesuatu yang mengganjal setiap kali kebenaran dipelintir. Ada amarah kecil yang selalu di tahan setiap kali suara dibungkam dan mulai berkata, “Ada yang gak beres” kalau kamu pernah merasakan itu, berarti kita tidak berbeda. D’Renced bukan milik kami saja. Ia adalah titik temu bagi mereka yang lelah pura-pura tututp mata, dan mulai memilih untuk benar-benar melihat realitas sebenarnya.

INI BUKAN BAND! INI D’RENCED

Empat lagu yang telah di garap bukan untuk menyenangkan industri, bukan juga untuk menunaikan titah algoritma. Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati. Hal ini bukan hanya kata, tapi juga tertuang dalam lirik lagu-lagu D'Renced.

Mars Renced

Lagu ini sebagai nada pembuka, pembakar semangat berbuat dan berkarya, karena perkataan harus sesuai dengan tingkah laku, sebelum mengoreksi sistem yang ada di luar, kita harus memperbaiki terlebih dahulu pondasi atau sistem yang ada pada diri kita sendiri, dan hal itu juga yang menjadi esensi lagu ini dengan lirik penutup "bahwa perubahan adalah kita sendiri". Lagu Mars Renced menjadi semangat yang terus bergema di telinga, makna tersirat memang harus sesuai dengan sebuah analisis kata itu sendiri.

Kita tahu bahwa sejatinya sebuah mimpi jika ingin menjadi besar, harus memiliki keberanian dan terus melangkah untuk mampu berbicara mengenai fakta bukan citra. Hal ini juga akan selaras, jika lagu Mars Renced ini menjadi renungan bukan hanya bagi pendengar tapi bagi personil DRenced itu sendiri.

Ala Primata

Penggalan lagu “Ala Primata” menjadi penggelan lagu yang maha keren dengan analitik peristiwa sekarang yang mencla-mencle, sebuah lirik yang terdengar jernih ini bisa membuat telinga penguasa mulai berisik.

Lagu ini menceritakan tentang kumpulan manusia yang sedang berpolitik, melakukan cara apapun demi ambisi golongannya, dan apabila kita tarik mundur, itu menjadi bukti bahwa homo sapiens berhasil bertahan dibanding spesies primata lainnya karena menggunakan cara bertahan hidup berdampingan dan komunal, tapi ketika cara hidup itu dilakukan di zaman kini, apalagi digunakan dalam berpolitik yang kotor, lagu ini menjadi singgungan yang tajam, bukti betapa mundurnya isi kepala mereka.

Misi tanpa ada isi menjadi hal tabu bagi raja (rakyat), kita bisa rasakan dampaknya sebagai manusia "apakah politik sekarang sudah memanusiakan?" Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Mandor Tua

Kita bisa menggaris bawahi bahwa kata "Mandor" adalah orang yang memiliki tugas untuk mengawasi suatu pekerjaan dan bukan bersifat otoriter. Kata "Tua" menggambarkan tingkat pengalaman yang tinggi, tapi juga pelupa, lupa bahwa kebijakan seharusnya menghidupi bukan membunuh. Dalam hal ini, mandor tua bisa menjadi siapapun dalam konteks apapun. Konteks dari apa yang kita baca, kita bisa ekspresikan atau kritik dengan sebuah bahasa yang kritis dan alami.

BABIBU

Sebuah respon yang alami. ketika generasi muda dijadikan sebuah indikator keberhasilan sebuah program yang bernama Makan Bergizi Gratis (MBG), seolah kecerdasan generasi muda kita tergantung dari apa yang dikonsumsinya, lagu ini semakin berisik ketika anggaran pembelanjaan alat pendukung lebih dominan ketimbang MBG itu sendiri, hingga keracunan terjadi dan para penyelenggara program rakus anggaran ini malah cuci tangan di mimbar bukan evaluasi.

Pemimpin tertinggi memiliki sebuah ego, agar program ini terus berlanjut. Betapa kejamnya penyelenggara program ini, secara tidak sadar telah banyak merugikan berbagai sektor apapun.

"Dengan menyebut nama Tuhan yang maha keren, Padepokan Kirik Nguyuh sudah menjadi ruang yang luar biasa bagi semuanya, dan malam ini adalah moment yang sangat penting untuk perjalanan D'RENCED, kami merelease beberapa single terbaru, moment ini diselenggarakan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai cara kami merawat dan merayakan Hari Kebangkitan Nasional, kami merelease empat single terbaru yang dicipatakan untuk menjadi kebisingan yang menampar batas-batas kesadaran yang selama ini kami rasa sudah tidur berkepanjangan". Tegas Moga Yudha Prawira dalam Wawancara sebagai Gitaris D'Renced.

D'Renced release party yang diselenggarakan di Padepokan Kirik Nguyuh turut dihadiri oleh Bapak Rachmat Kartono sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dimeriahkan juga oleh Boby sebagai Musisi Senior asal Bandung, Monel & Friend asal Sumedang, Duo Saddana (Yura dan Gilang Pramana) asal Bandung yang membawakan musik reflektif dan tenang, dimeriahkan juga oleh penampilan Band yang memiliki DNA serupa yaitu Band Peluru Kata, Band asal Bandung ini aktif berkarya dalam merespon dinamika dan isu sosial membuatnya berada di jalur pergerakan yang sama, dan band pembuka acara ini ada Afterclass dan RK Band yang menjadi perwakilan dari Gen Z yang memilih berada di jalur pergerakan kolektif.

Serangkaian acara demi acara terlaksana dengan baik dan kondusif. Peristiwa ini menjadikan Padepokan Kirik Nguyuh bukan hanya menjadi ruang pereleasan single D'Renced, tapi juga menjadi titik temu luapan spirit dari generasi Boomers hingga Gen Z untuk bersama-sama melantunkan napas pergerakan tanpa henti, tidak terprofokasi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.