Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)

Angin terasa sangat sejuk karena rintik hujan turun sejenak, suasana semakin panas tapi tidak terlihat sama sekali wajah-wajah kelelahan di sana, sebuah bukti betapa menular denyut semangat pergerakannya dimana sebuah kejujuran terus lahir untuk menyampaikan pesan yang tersirat memiliki banyak makna. Sebuah catatan peristiwa menemukan banyak saudara menyatu dalam kebisingan bersama. 20 Mei 2026 di Padepokan Kirik Nguyuh empat single D’Renced telah resmi di realese, sebuah nama yang lahir 19/12/25 di Kuningan ini menyatakan:

“Kita hidup di dunia yang seringkali memoles kebohongan jadi sesuatu yang wajar. Di mana kejujuran diperlukan seperti barang langka, norma dijadikan tirai. Bahkan untuk melindungi, tapi untuk membatasi. Untuk membungkam suara yang terlalu nyata bagi kenyamanan yang palsu. Itulah kenapa D’Renced berdiri.

Ini bukan tentang menjadi benar, ini tentang membuka kemungkinan bahwa selama ini kita terlalu lama diam. Dan mungkin kamu juga merasakannya. Ada sesuatu yang mengganjal setiap kali kebenaran dipelintir. Ada amarah kecil yang selalu di tahan setiap kali suara dibungkam dan mulai berkata, “Ada yang gak beres” kalau kamu pernah merasakan itu, berarti kita tidak berbeda. D’Renced bukan milik kami saja. Ia adalah titik temu bagi mereka yang lelah pura-pura tututp mata, dan mulai memilih untuk benar-benar melihat realitas sebenarnya.

INI BUKAN BAND! INI D’RENCED

Empat lagu yang telah di garap bukan untuk menyenangkan industri, bukan juga untuk menunaikan titah algoritma. Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati. Hal ini bukan hanya kata, tapi juga tertuang dalam lirik lagu-lagu D'Renced.

Mars Renced

Lagu ini sebagai nada pembuka, pembakar semangat berbuat dan berkarya, karena perkataan harus sesuai dengan tingkah laku, sebelum mengoreksi sistem yang ada di luar, kita harus memperbaiki terlebih dahulu pondasi atau sistem yang ada pada diri kita sendiri, dan hal itu juga yang menjadi esensi lagu ini dengan lirik penutup "bahwa perubahan adalah kita sendiri". Lagu Mars Renced menjadi semangat yang terus bergema di telinga, makna tersirat memang harus sesuai dengan sebuah analisis kata itu sendiri.

Kita tahu bahwa sejatinya sebuah mimpi jika ingin menjadi besar, harus memiliki keberanian dan terus melangkah untuk mampu berbicara mengenai fakta bukan citra. Hal ini juga akan selaras, jika lagu Mars Renced ini menjadi renungan bukan hanya bagi pendengar tapi bagi personil DRenced itu sendiri.

Ala Primata

Penggalan lagu “Ala Primata” menjadi penggelan lagu yang maha keren dengan analitik peristiwa sekarang yang mencla-mencle, sebuah lirik yang terdengar jernih ini bisa membuat telinga penguasa mulai berisik.

Lagu ini menceritakan tentang kumpulan manusia yang sedang berpolitik, melakukan cara apapun demi ambisi golongannya, dan apabila kita tarik mundur, itu menjadi bukti bahwa homo sapiens berhasil bertahan dibanding spesies primata lainnya karena menggunakan cara bertahan hidup berdampingan dan komunal, tapi ketika cara hidup itu dilakukan di zaman kini, apalagi digunakan dalam berpolitik yang kotor, lagu ini menjadi singgungan yang tajam, bukti betapa mundurnya isi kepala mereka.

Misi tanpa ada isi menjadi hal tabu bagi raja (rakyat), kita bisa rasakan dampaknya sebagai manusia "apakah politik sekarang sudah memanusiakan?" Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Mandor Tua

Kita bisa menggaris bawahi bahwa kata "Mandor" adalah orang yang memiliki tugas untuk mengawasi suatu pekerjaan dan bukan bersifat otoriter. Kata "Tua" menggambarkan tingkat pengalaman yang tinggi, tapi juga pelupa, lupa bahwa kebijakan seharusnya menghidupi bukan membunuh. Dalam hal ini, mandor tua bisa menjadi siapapun dalam konteks apapun. Konteks dari apa yang kita baca, kita bisa ekspresikan atau kritik dengan sebuah bahasa yang kritis dan alami.

BABIBU

Sebuah respon yang alami. ketika generasi muda dijadikan sebuah indikator keberhasilan sebuah program yang bernama Makan Bergizi Gratis (MBG), seolah kecerdasan generasi muda kita tergantung dari apa yang dikonsumsinya, lagu ini semakin berisik ketika anggaran pembelanjaan alat pendukung lebih dominan ketimbang MBG itu sendiri, hingga keracunan terjadi dan para penyelenggara program rakus anggaran ini malah cuci tangan di mimbar bukan evaluasi.

"Dengan menyebut nama Tuhan yang maha keren, Padepokan Kirik Nguyuh sudah menjadi ruang yang luar biasa bagi semuanya, dan malam ini adalah moment yang sangat penting untuk perjalanan D'RENCED, kami merelease beberapa single terbaru, moment ini diselenggarakan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai cara kami merawat dan merayakan Hari Kebangkitan Nasional, kami merelease empat single terbaru yang dicipatakan untuk menjadi kebisingan yang menampar batas-batas kesadaran yang selama ini kami rasa sudah tidur berkepanjangan". Tegas Moga Yudha Prawira dalam Wawancara sebagai Gitaris D'Renced.

D'Renced release party yang diselenggarakan di Padepokan Kirik Nguyuh turut dihadiri oleh Bapak Rachmat Kartono sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dimeriahkan juga oleh Boby sebagai Musisi Senior asal Bandung, Monel & Friend asal Sumedang, Duo Saddana (Yura dan Gilang Pramana) asal Bandung yang membawakan musik reflektif dan tenang, dimeriahkan juga oleh penampilan Band yang memiliki DNA serupa yaitu Band Peluru Kata, Band asal Bandung ini aktif berkarya dalam merespon dinamika dan isu sosial membuatnya berada di jalur pergerakan yang sama, dan band pembuka acara ini ada Afterclass dan RK Band yang menjadi perwakilan dari Gen Z yang memilih berada di jalur pergerakan kolektif.

Serangkaian acara demi acara terlaksana dengan baik dan kondusif. Peristiwa ini menjadikan Padepokan Kirik Nguyuh bukan hanya menjadi ruang pereleasan single D'Renced, tapi juga menjadi titik temu luapan spirit dari generasi Boomers hingga Gen Z untuk bersama-sama melantunkan napas pergerakan tanpa henti, tidak terprofokasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)