Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 09:45 WIB
Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)

Memutar ingatan ke masa lalu, transportasi becak cukup menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan aktivitas untuk pergi ke sekolah, pergi ke pasar hingga mengantar banyak barang sebelum ada aplikasi bernama gojek. Terakhir yang saya ingat menggunakan becak saat belanja dari minimarket menjelang hari raya sebelum pandemi. Sudah enam tahun berlalu tapi tukang becak masih eksis hingga hari ini meski peminatnya semakin sedikit.

Dunia termasuk juga Bandung kian hari terus berjalan dengan dinamis. Banyak menyisakkan perubahan baru yang kadang tidak selalu bisa diterima semua orang dan tidak selamanya bisa dipahami. Perubahan pada umumnya memang memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Misalnya akses untuk memiliki kendaraan pribadi dengan mudah, akses jalan yang semakin terbuka antar daerah, infrastruktur yang dibangun untuk membuka akses pekerjaan bagi masyarakat. Namun tidak dipungkiri perubahan juga terkadang menyisakkan banyak dampak bagi sebuah kota atau masyarakatnya. Macet, banjir, gunungan sampah menjadi bukti perkembangan zaman. Masyarakat makin banyak mengeluhkan kesehatan mental karena tekanan gaya hidup di media sosial juga tekanan ekonomi yang kian hari makin mencekik.

Di tengah perubahan Kota Bandung yang masif tersisa beberapa profesi yang mulai hilang di masyarakat tapi hebatnya mereka masih tetap berjuang dan bertahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Perjuangannya sunyi tapi mereka tidak pernah berhenti. Sesekali terlihat membawa barang ibu-ibu yang habis belanja dari pasar tradisional. Membawa paket elektronik dan kadang kayu-kayu ke rumah konsumen yang menggunakan jasanya. Namun terkadang mereka juga melamun memikirkan banyak hal yang tentu tidak bisa dengan mudah dimengerti oleh orang sekitarnya. Wajahnya penuh harap menawarkan ke setiap orang yang melewati becak di depannya. Realitasnya tentu banyak dari mereka yang menolak karena memilih menggunakan angkot atau transportasi online.

Dilansir dari kompas.com bahwa pada tahun 2022 tukang becak hanya mendapatkan pendapatan kotor Rp.50.000/ hari. Bisa kita bayangkan ketika zaman terus maju-- pilihan transportasi makin beragam, bisa saja pendapatan mereka turun beradu dengan kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Mereka adalah korban kemiskinan struktural negara ini. Bagaimana sistem ekonomi, hukum juga politik sangat mempengaruhi kehidupan mereka.

Menurut saya fenomena yang satu ini bisa dikatakan sebagai kemiskinan struktural. Pertama faktor yang menyebabkan mereka menjadi tukang becak bisa saja ketika mereka kecil akses pendidikan tidak merata sehingga sistem mengeluarkan mereka karena tidak adanya ijazah yang sesuai dengan klasifikasi perusahaan. Mirisnya juga sistem ekonomi kita memang belum merata. Ibaratnya ketimpangannya sangat tinggi, yang kaya makin kaya dan yang miskin juga sebaliknya. Lagi dan lagi hal ini karena sistem negara kita juga masih pandang bulu. Masyarakat yang merangkak menjadi pengusaha UMKM, ketika usahanya berangsur membaik seharusnya mereka bisa menaikan taraf hidup layak keluarganya dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Namun yang terjadi terkadang pajak justru merenggut mereka untuk naik ke kelas menengah atas dalam ruang lingkup sosial.

Saya paham mereka tidak pernah minta dikasihani oleh siapapun. Hal tersebut sangat tercermin dari mereka yang masih memilih menjadi tukang becak dibandingkan minta-minta di jalanan. Meski kadang dunia tidak selalu berjalan sesuai kehendak mereka. Kerennya mereka tetap bertahan demi harga diri mereka sebagai laki-laki, demi tanggung jawabnya untuk keluarga dan demi pelanggan setianya yang masih membutuhkan jasa mereka.

Diantara riuhnya manusia yang hidup, saling merebutkan oksigen untuk bernapas. Masih tersisa serpinahan nafas dari mereka yang lelah tapi tak pernah bersuara dan menyerah. Mereka yang selalu menjaga harga diri meski tak selalu dihargai. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.