Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Udara pagi itu terasa dingin sekali dari biasanya untuk daerah Babakan Dangdeur Cibiru Kota Bandung dan sekitarnya. Koran kebanggaan urang Jabar masih terbuka di tangan. Ihwal berita demi kabar tengah dinikmati sambil ditemani air putih, gorengan alakadarnya, tiba-tiba dari lorong dekat tangga terdengar suara yang sudah sangat akrab memanggil.

"Bah... tolong ambilkan kertas kosong, pulpen, sama pensil warna," ujar Kakang, anak ketiga (5 tahun)

Koran terlipat. Ada panggilan yang rasanya lebih penting daripada menyelesaikan satu halaman berita."Kanggo naon?" tanyaku.

"Buat gambar Marsha, Beruang, Mobil Polisi."

"Muhun."

Tak ada negosiasi. Perdebatan apalagi. Selembar kertas putih, beberapa pensil warna, dan pulpen segera berpindah tangan. Selang 60 menitan, lahirlah gambar sederhana. Jauh dari kata sempurna, tetapi penuh makna. Memang di mata anak-anak, gambar bukan soal presisi, melainkan  bahasa universal, jujur dan merayakan imajinasi.

Belum sempat menarik napas, pertanyaan berikutnya datang. "Bah, gambar Marsha, Beruang, Mobil sudah dibuat cerita belum?"

Kutersenyum. "Muhun, ieu nuju diserat."

Aa Akil, anak kedua (11 tahun) yang sedari tadi memperhatikan ikut menyahut sambil tersenyum, "Iya kan harus ditulis dulu baru dikirim. Nanti dimuat!"

Sungguh kalimat itu terdengar sederhana. Tapi di balik kepolosannya, tersimpan pelajaran yang sering kali dilupakan orang dewasa. Pasalnya, setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Anak-anak memang tidak sekadar menggambar. Justru sedang memindahkan dunia yang ada di kepala ke atas selembar kertas. Warna-warna yang mereka pilih bukan selalu tentang merah, biru, hijau, kuning. Kadang itu rasa bahagia, (rasa) penasaran, bahkan kerinduan yang belum mampu terucapkan.

Berdeda dengan orang dewasa, sering terburu-buru menilai hasilnya. Garisnya kurang lurus. Warnanya keluar batas. Mata tokohnya terlalu besar. Padahal, yang sedang bertumbuh bukan hanya kemampuan menggambar, melainkan keberanian untuk berimajinasi.

Tak heran bila banyak ahli tumbuh kembang menyebut aktivitas mewarnai sebagai salah satu media belajar yang paling lengkap bagi anak. Ya, di balik kesederhanaannya, mewarnai melatih motorik halus, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, memperkuat fokus, menumbuhkan kreativitas, membantu anak mengekspresikan emosi, mengajarkan kesabaran. Semua itu berlangsung tanpa merasa sedang belajar. Apalagi menggurui.

Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Jangan Sepelekan, Ciptakan Waktu Me Time

Bila sejak dini, anak-anak sudah dianjurkan untuk rajin membaca. Dengan membaca, anak-anak bisa melatih kelancaran membaca, menambah kosa kata, melatih daya imajinasi, dan interpretasi mereka.

Salah satu cara terbaik mengajak anak mau membaca adalah melalui cerita bergambar. Dengan cerita bergambar dwi bahasa ini (Indonesia-Inggris), tidak hanya anak menemukan keasyikan membaca cerita, tapi bisa mengenal dan belajar kosa kata dalam bahasa Inggris.

Aktivitas mewarnai akan menambah kesenangan mereka dan membantu mereka memahami isi cerita. Orang tua bisa ikut merasakan kesenangan anak dengan menemani saat beraktivitas.

Dengan berbagai aktivitas dan manfaat yang bisa diperoleh, kegiatan membaca anak akan jadi terasa lebih menyenangkan! (Ira Lathief, · 2010: 1-2)

Salah satu cara yang kreatif dan menyenangkan untuk menciptakan waktu "Me Time" yang mendukung kesehatan mental adalah melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Aktivitas ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa bagi orang dewasa dalam merelaksasi pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Menggambar dan mewarnai melibatkan penggunaan tangan dan imajinasi kita untuk menciptakan karya seni. Ketika kita fokus pada garis-garis dan warna-warna yang tercipta di atas kertas, kita bisa melupakan kekhawatiran dan stres sejenak.

Serunya mewarnai siswa kelas 1-6 MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024 yang mengambil tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, Selasa 22 Oktober 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kegiatan ini dapat menjadi meditasi yang menyenangkan, memungkinkan pikiran kita menjadi lebih tenang, kreatif, dan berada dalam momen yang sedang kita alami.

Menggambar dan mewarnai memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dengan bebas. Kita dapat menggambarkan emosi, imajinasi, atau memvisualisasikan tujuan dan impian kita melalui karya seni. Ini membantu kita mengungkapkan dan mengolah perasaan yang terpendam, serta memberikan ruang bagi kreativitas dan eksplorasi dalam diri kita. (Christofora K, 2024:18)

Jangan sepelekan kegiatan menggambar dan mewarnai bagi anak- anak usia dini. Bagi sebagian orang tua, kegiatan menggambar dan mewarnai mungkin agak diabaikan dan mereka lebih fokus pada kegiatan membaca dan berhitung.

Alasannya, membaca dan berhitung lebih jelas manfaatnya bagi masa depan anak, terutama dari sisi akademik. Padahal, ada banyak manfaat menggambar dan mewarnai bagi anak-anak yang akan menunjang potensi akademik dan non akademik anak di masa dewasanya.

Dengan menggambar dan mewarnai anak akan menggunakan daya imajinasinya untuk menciptakan suatu bentuk yang ia inginkan. Anak akan terus berpikir kreatif menciptakan berbagai macam gambar sesuai imajinasinya.

Bila aktivitas ini dilakukan terus menerus maka kreativitas anak akan semakin terasah. Selain itu manfaat lain dari menggambar dan mewarnai yaitu: a. Melatih kesabaran. b. Sebagai media berekspresi. c. Membantu mengenal perbedaan warna. d. Melatih motorik halus. e. Melatih kemampuan koordinasi. f. Meningkatkan konsentrasi. g. Melatih mengenal garis batas bidang. h. Melatih kesabaran. (Yeni Aslina, ‎Heppy Liana P, 2026:70-71)

Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

6 Manfaat Mewarnai untuk Tumbuh Kembangnya

Manfaat mewarnai bagi anak bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai langkah penting yang mendukung tumbuh kembang si Kecil. Melalui aktivitas yang sederhana ini, anak tidak hanya bersenang-senang, melainkan juga mengasah berbagai kemampuan tanpa merasa terbebani.

Banyak orang tua, guru, dan pengasuh terkadang menganggap mewarnai hanya sebagai pengisi waktu luang. Padahal, manfaat mewarnai bagi anak mampu memberikan dampak luas pada perkembangan fisik, mental, hingga sosial mereka.

Mewarnai merupakan aktivitas sederhana yang menawarkan berbagai manfaat untuk anak. Berikut ini enam manfaat utama yang dapat diperoleh dari kebiasaan mewarnai secara rutin:

1. Mengembangkan Motorik Halus

Saat mewarnai, anak melakukan berbagai gerakan kecil dengan tangan, seperti memegang krayon, menggoreskan warna, bahkan menekan dan memulas pada area tertentu. Gerakan-gerakan ini melatih otot-otot kecil di jari, telapak, dan pergelangan tangan.

Dengan motorik halus yang terlatih, anak jadi lebih mudah belajar menulis huruf, memotong kertas dengan gunting, memasang kancing, hingga menggunakan alat makan sendiri. Kemampuan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar di sekolah dan kemandirian dalam keseharian.

2. Melatih Fokus dan Konsentrasi

Salah satu manfaat mewarnai bagi anak adalah membantu melatih fokus dan konsentrasi sejak dini. Saat mewarnai, anak didorong untuk memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Mereka belajar memperhatikan detail gambar, berusaha mewarnai agar tidak keluar garis, serta memilih warna yang sesuai untuk setiap bagian.

Bila anak terbiasa menyelesaikan gambar hingga tuntas sebelum beralih ke aktivitas lain. Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan mereka dalam memusatkan perhatian, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan tugas secara bertahap. Keterampilan ini sangat penting untuk mendukung proses belajar anak, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Mari menumbuhkan kreativitas lewat mewarnai (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Menumbuhkan Kreativitas

Dalam kegiatan mewarnai, tidak ada aturan baku mengenai pilihan warna atau pola. Anak bebas berimajinasi, misalnya dengan memberi warna biru pada pohon, membuat hewan dengan warna-warna cerah yang tidak biasa.

Dengan kebebasan ini, anak belajar mengekspresikan diri lewat pilihan warna dan gaya mewarnai. Kreativitas yang terasah sejak dini dapat membantu anak berpikir lebih terbuka, menemukan solusi secara kreatif, serta meningkatkan rasa percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.

4. Membantu Mengekspresikan Diri dan Emosi

Terkadang, anak sulit menceritakan perasaannya dengan kata-kata. Melalui mewarnai, anak dapat menyalurkan emosi secara tidak langsung, misalnya dengan memilih warna cerah saat merasa bahagia atau warna yang lebih gelap ketika sedang marah atau sedih.

Dengan memperhatikan pilihan warna dan hasil gambar anak, orang tua atau guru dapat lebih memahami suasana hati mereka. Tentunya mewarnai dapat membantu anak belajar mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Semua ini berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak sejak dini.

5. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Saat mewarnai, anak harus mengarahkan krayon, pensil sesuai dengan bentuk gambar yang dilihat. Proses ini melatih koordinasi antara gerak tangan dan penglihatan (koordinasi mata-tangan), sehingga gerakan menjadi lebih presisi.

Latihan ini akan sangat membantu anak ketika belajar menulis, menggambar lebih rumit, melakukan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan ketepatan, seperti menuang air, mengikat tali sepatu, dan lain-lain.

6. Melatih Kesabaran dan Ketekunan

Mewarnai bukanlah aktivitas yang bisa selesai dalam hitungan detik. Anak perlu meluangkan waktu, berusaha mengisi setiap bagian gambar, dan menghadapi tantangan seperti gambar yang sulit, warna yang kurang pas.

Dengan menyelesaikan gambar sampai tuntas, anak belajar pentingnya proses, berlatih untuk tidak mudah menyerah, dan belajar menghargai hasil dari upaya sendiri. Pengalaman ini secara tidak langsung akan membentuk karakter positif, seperti sabar, tekun, dan bertanggung jawab.

Secara umum, aktivitas mewarnai tidak menimbulkan risiko serius jika dilakukan dengan pengawasan. Meski begitu, pastikan alat warna yang digunakan aman, tidak beracun, dan sesuai dengan usia anak untuk mencegah risiko keracunan, alergi.

Orang tua, guru disarankan untuk selalu mendampingi anak saat mewarnai, terutama pada anak usia dini. Pasalnya, dapat membantu mencegah anak memasukkan alat warna ke mulut, pendampingan ini bermanfaat untuk mengarahkan anak mengekspresikan diri serta mengenali perasaannya lewat gambar dan warna.

Supaya anak tidak mudah bosan, kita bisa mengenalkan berbagai media mewarnai, seperti krayon, pensil warna, hingga cat air. Dengan variasi ini, kegiatan mewarnai akan terasa lebih menyenangkan, sehingga manfaat mewarnai bagi anak bisa dirasakan secara optimal. (www.alodokter.com).

Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Betapa indahnya cara anak bertumbuh. Apalagi suasana belajar sambil bermain, berpikir sambil tertawa, dan mengenal kehidupan melalui coretan-coretan kecil yang bagi orang dewasa tampak biasa saja.

Dengan begitu selembar kertas kosong selalu menyimpan cerita yang tak terbatas. Bila di tangan orang dewasa, hanya bisa menjadi laporan, proposal, catatan pekerjaan. Namun, di tangan anak-anak, kertas kosong bak  dunia yang belum selesai diciptakan.

Hari itu tidak hanya menemani Kakang menggambar Marsha, Beruang dan Mobil. Justru sedang menyaksikan imajinasi bekerja. Melihat keberanian bocil untuk menciptakan dunianya sendiri.

Walhasil, tugas kita sebagai orang tua bukanlah membuat gambar menjadi sempurna. Cukuplah menjaga agar merawat asa, harapan tidak pernah kehilangan keberanian untuk menggambar, mewarnai, dan bercerita.

Pasalnya, saat anak berhenti berimajinasi, sesungguhnya ada bagian dari masa kecil yang perlahan ikut menghilang. Ya, selama masih ada permintaan sederhana, "Bah... tolong ambilkan kertas kosong dan pensil warna," Semoga kita selalu memiliki waktu untuk menjawabnya.

Dengan demikian, kenangan terindah masa kecil bukanlah mainan yang paling mahal, melainkan kebersediaan orang tua meletakkan kesibukannya sejenak, lalu duduk menemaninya sambil merawat imajinasi untuk memberi warna-warni pada dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)