Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Udara pagi itu terasa dingin sekali dari biasanya untuk daerah Babakan Dangdeur Cibiru Kota Bandung dan sekitarnya. Koran kebanggaan urang Jabar masih terbuka di tangan. Ihwal berita demi kabar tengah dinikmati sambil ditemani air putih, gorengan alakadarnya, tiba-tiba dari lorong dekat tangga terdengar suara yang sudah sangat akrab memanggil.

"Bah... tolong ambilkan kertas kosong, pulpen, sama pensil warna," ujar Kakang, anak ketiga (5 tahun)

Koran terlipat. Ada panggilan yang rasanya lebih penting daripada menyelesaikan satu halaman berita."Kanggo naon?" tanyaku.

"Buat gambar Marsha, Beruang, Mobil Polisi."

"Muhun."

Tak ada negosiasi. Perdebatan apalagi. Selembar kertas putih, beberapa pensil warna, dan pulpen segera berpindah tangan. Selang 60 menitan, lahirlah gambar sederhana. Jauh dari kata sempurna, tetapi penuh makna. Memang di mata anak-anak, gambar bukan soal presisi, melainkan  bahasa universal, jujur dan merayakan imajinasi.

Belum sempat menarik napas, pertanyaan berikutnya datang. "Bah, gambar Marsha, Beruang, Mobil sudah dibuat cerita belum?"

Kutersenyum. "Muhun, ieu nuju diserat."

Aa Akil, anak kedua (11 tahun) yang sedari tadi memperhatikan ikut menyahut sambil tersenyum, "Iya kan harus ditulis dulu baru dikirim. Nanti dimuat!"

Sungguh kalimat itu terdengar sederhana. Tapi di balik kepolosannya, tersimpan pelajaran yang sering kali dilupakan orang dewasa. Pasalnya, setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Anak-anak memang tidak sekadar menggambar. Justru sedang memindahkan dunia yang ada di kepala ke atas selembar kertas. Warna-warna yang mereka pilih bukan selalu tentang merah, biru, hijau, kuning. Kadang itu rasa bahagia, (rasa) penasaran, bahkan kerinduan yang belum mampu terucapkan.

Berdeda dengan orang dewasa, sering terburu-buru menilai hasilnya. Garisnya kurang lurus. Warnanya keluar batas. Mata tokohnya terlalu besar. Padahal, yang sedang bertumbuh bukan hanya kemampuan menggambar, melainkan keberanian untuk berimajinasi.

Tak heran bila banyak ahli tumbuh kembang menyebut aktivitas mewarnai sebagai salah satu media belajar yang paling lengkap bagi anak. Ya, di balik kesederhanaannya, mewarnai melatih motorik halus, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, memperkuat fokus, menumbuhkan kreativitas, membantu anak mengekspresikan emosi, mengajarkan kesabaran. Semua itu berlangsung tanpa merasa sedang belajar. Apalagi menggurui.

Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Jangan Sepelekan, Ciptakan Waktu Me Time

Bila sejak dini, anak-anak sudah dianjurkan untuk rajin membaca. Dengan membaca, anak-anak bisa melatih kelancaran membaca, menambah kosa kata, melatih daya imajinasi, dan interpretasi mereka.

Salah satu cara terbaik mengajak anak mau membaca adalah melalui cerita bergambar. Dengan cerita bergambar dwi bahasa ini (Indonesia-Inggris), tidak hanya anak menemukan keasyikan membaca cerita, tapi bisa mengenal dan belajar kosa kata dalam bahasa Inggris.

Aktivitas mewarnai akan menambah kesenangan mereka dan membantu mereka memahami isi cerita. Orang tua bisa ikut merasakan kesenangan anak dengan menemani saat beraktivitas.

Dengan berbagai aktivitas dan manfaat yang bisa diperoleh, kegiatan membaca anak akan jadi terasa lebih menyenangkan! (Ira Lathief, · 2010: 1-2)

Salah satu cara yang kreatif dan menyenangkan untuk menciptakan waktu "Me Time" yang mendukung kesehatan mental adalah melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Aktivitas ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa bagi orang dewasa dalam merelaksasi pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Menggambar dan mewarnai melibatkan penggunaan tangan dan imajinasi kita untuk menciptakan karya seni. Ketika kita fokus pada garis-garis dan warna-warna yang tercipta di atas kertas, kita bisa melupakan kekhawatiran dan stres sejenak.

Serunya mewarnai siswa kelas 1-6 MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024 yang mengambil tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, Selasa 22 Oktober 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kegiatan ini dapat menjadi meditasi yang menyenangkan, memungkinkan pikiran kita menjadi lebih tenang, kreatif, dan berada dalam momen yang sedang kita alami.

Menggambar dan mewarnai memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dengan bebas. Kita dapat menggambarkan emosi, imajinasi, atau memvisualisasikan tujuan dan impian kita melalui karya seni. Ini membantu kita mengungkapkan dan mengolah perasaan yang terpendam, serta memberikan ruang bagi kreativitas dan eksplorasi dalam diri kita. (Christofora K, 2024:18)

Jangan sepelekan kegiatan menggambar dan mewarnai bagi anak- anak usia dini. Bagi sebagian orang tua, kegiatan menggambar dan mewarnai mungkin agak diabaikan dan mereka lebih fokus pada kegiatan membaca dan berhitung.

Alasannya, membaca dan berhitung lebih jelas manfaatnya bagi masa depan anak, terutama dari sisi akademik. Padahal, ada banyak manfaat menggambar dan mewarnai bagi anak-anak yang akan menunjang potensi akademik dan non akademik anak di masa dewasanya.

Dengan menggambar dan mewarnai anak akan menggunakan daya imajinasinya untuk menciptakan suatu bentuk yang ia inginkan. Anak akan terus berpikir kreatif menciptakan berbagai macam gambar sesuai imajinasinya.

Bila aktivitas ini dilakukan terus menerus maka kreativitas anak akan semakin terasah. Selain itu manfaat lain dari menggambar dan mewarnai yaitu: a. Melatih kesabaran. b. Sebagai media berekspresi. c. Membantu mengenal perbedaan warna. d. Melatih motorik halus. e. Melatih kemampuan koordinasi. f. Meningkatkan konsentrasi. g. Melatih mengenal garis batas bidang. h. Melatih kesabaran. (Yeni Aslina, ‎Heppy Liana P, 2026:70-71)

Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

6 Manfaat Mewarnai untuk Tumbuh Kembangnya

Manfaat mewarnai bagi anak bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai langkah penting yang mendukung tumbuh kembang si Kecil. Melalui aktivitas yang sederhana ini, anak tidak hanya bersenang-senang, melainkan juga mengasah berbagai kemampuan tanpa merasa terbebani.

Banyak orang tua, guru, dan pengasuh terkadang menganggap mewarnai hanya sebagai pengisi waktu luang. Padahal, manfaat mewarnai bagi anak mampu memberikan dampak luas pada perkembangan fisik, mental, hingga sosial mereka.

Mewarnai merupakan aktivitas sederhana yang menawarkan berbagai manfaat untuk anak. Berikut ini enam manfaat utama yang dapat diperoleh dari kebiasaan mewarnai secara rutin:

1. Mengembangkan Motorik Halus

Saat mewarnai, anak melakukan berbagai gerakan kecil dengan tangan, seperti memegang krayon, menggoreskan warna, bahkan menekan dan memulas pada area tertentu. Gerakan-gerakan ini melatih otot-otot kecil di jari, telapak, dan pergelangan tangan.

Dengan motorik halus yang terlatih, anak jadi lebih mudah belajar menulis huruf, memotong kertas dengan gunting, memasang kancing, hingga menggunakan alat makan sendiri. Kemampuan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar di sekolah dan kemandirian dalam keseharian.

2. Melatih Fokus dan Konsentrasi

Salah satu manfaat mewarnai bagi anak adalah membantu melatih fokus dan konsentrasi sejak dini. Saat mewarnai, anak didorong untuk memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Mereka belajar memperhatikan detail gambar, berusaha mewarnai agar tidak keluar garis, serta memilih warna yang sesuai untuk setiap bagian.

Bila anak terbiasa menyelesaikan gambar hingga tuntas sebelum beralih ke aktivitas lain. Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan mereka dalam memusatkan perhatian, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan tugas secara bertahap. Keterampilan ini sangat penting untuk mendukung proses belajar anak, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Mari menumbuhkan kreativitas lewat mewarnai (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Menumbuhkan Kreativitas

Dalam kegiatan mewarnai, tidak ada aturan baku mengenai pilihan warna atau pola. Anak bebas berimajinasi, misalnya dengan memberi warna biru pada pohon, membuat hewan dengan warna-warna cerah yang tidak biasa.

Dengan kebebasan ini, anak belajar mengekspresikan diri lewat pilihan warna dan gaya mewarnai. Kreativitas yang terasah sejak dini dapat membantu anak berpikir lebih terbuka, menemukan solusi secara kreatif, serta meningkatkan rasa percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.

4. Membantu Mengekspresikan Diri dan Emosi

Terkadang, anak sulit menceritakan perasaannya dengan kata-kata. Melalui mewarnai, anak dapat menyalurkan emosi secara tidak langsung, misalnya dengan memilih warna cerah saat merasa bahagia atau warna yang lebih gelap ketika sedang marah atau sedih.

Dengan memperhatikan pilihan warna dan hasil gambar anak, orang tua atau guru dapat lebih memahami suasana hati mereka. Tentunya mewarnai dapat membantu anak belajar mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Semua ini berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak sejak dini.

5. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Saat mewarnai, anak harus mengarahkan krayon, pensil sesuai dengan bentuk gambar yang dilihat. Proses ini melatih koordinasi antara gerak tangan dan penglihatan (koordinasi mata-tangan), sehingga gerakan menjadi lebih presisi.

Latihan ini akan sangat membantu anak ketika belajar menulis, menggambar lebih rumit, melakukan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan ketepatan, seperti menuang air, mengikat tali sepatu, dan lain-lain.

6. Melatih Kesabaran dan Ketekunan

Mewarnai bukanlah aktivitas yang bisa selesai dalam hitungan detik. Anak perlu meluangkan waktu, berusaha mengisi setiap bagian gambar, dan menghadapi tantangan seperti gambar yang sulit, warna yang kurang pas.

Dengan menyelesaikan gambar sampai tuntas, anak belajar pentingnya proses, berlatih untuk tidak mudah menyerah, dan belajar menghargai hasil dari upaya sendiri. Pengalaman ini secara tidak langsung akan membentuk karakter positif, seperti sabar, tekun, dan bertanggung jawab.

Secara umum, aktivitas mewarnai tidak menimbulkan risiko serius jika dilakukan dengan pengawasan. Meski begitu, pastikan alat warna yang digunakan aman, tidak beracun, dan sesuai dengan usia anak untuk mencegah risiko keracunan, alergi.

Orang tua, guru disarankan untuk selalu mendampingi anak saat mewarnai, terutama pada anak usia dini. Pasalnya, dapat membantu mencegah anak memasukkan alat warna ke mulut, pendampingan ini bermanfaat untuk mengarahkan anak mengekspresikan diri serta mengenali perasaannya lewat gambar dan warna.

Supaya anak tidak mudah bosan, kita bisa mengenalkan berbagai media mewarnai, seperti krayon, pensil warna, hingga cat air. Dengan variasi ini, kegiatan mewarnai akan terasa lebih menyenangkan, sehingga manfaat mewarnai bagi anak bisa dirasakan secara optimal. (www.alodokter.com).

Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Betapa indahnya cara anak bertumbuh. Apalagi suasana belajar sambil bermain, berpikir sambil tertawa, dan mengenal kehidupan melalui coretan-coretan kecil yang bagi orang dewasa tampak biasa saja.

Dengan begitu selembar kertas kosong selalu menyimpan cerita yang tak terbatas. Bila di tangan orang dewasa, hanya bisa menjadi laporan, proposal, catatan pekerjaan. Namun, di tangan anak-anak, kertas kosong bak  dunia yang belum selesai diciptakan.

Hari itu tidak hanya menemani Kakang menggambar Marsha, Beruang dan Mobil. Justru sedang menyaksikan imajinasi bekerja. Melihat keberanian bocil untuk menciptakan dunianya sendiri.

Walhasil, tugas kita sebagai orang tua bukanlah membuat gambar menjadi sempurna. Cukuplah menjaga agar merawat asa, harapan tidak pernah kehilangan keberanian untuk menggambar, mewarnai, dan bercerita.

Pasalnya, saat anak berhenti berimajinasi, sesungguhnya ada bagian dari masa kecil yang perlahan ikut menghilang. Ya, selama masih ada permintaan sederhana, "Bah... tolong ambilkan kertas kosong dan pensil warna," Semoga kita selalu memiliki waktu untuk menjawabnya.

Dengan demikian, kenangan terindah masa kecil bukanlah mainan yang paling mahal, melainkan kebersediaan orang tua meletakkan kesibukannya sejenak, lalu duduk menemaninya sambil merawat imajinasi untuk memberi warna-warni pada dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)