Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Udara pagi itu terasa dingin sekali dari biasanya untuk daerah Babakan Dangdeur Cibiru Kota Bandung dan sekitarnya. Koran kebanggaan urang Jabar masih terbuka di tangan. Ihwal berita demi kabar tengah dinikmati sambil ditemani air putih, gorengan alakadarnya, tiba-tiba dari lorong dekat tangga terdengar suara yang sudah sangat akrab memanggil.

"Bah... tolong ambilkan kertas kosong, pulpen, sama pensil warna," ujar Kakang, anak ketiga (5 tahun)

Koran terlipat. Ada panggilan yang rasanya lebih penting daripada menyelesaikan satu halaman berita."Kanggo naon?" tanyaku.

"Buat gambar Marsha, Beruang, Mobil Polisi."

"Muhun."

Tak ada negosiasi. Perdebatan apalagi. Selembar kertas putih, beberapa pensil warna, dan pulpen segera berpindah tangan. Selang 60 menitan, lahirlah gambar sederhana. Jauh dari kata sempurna, tetapi penuh makna. Memang di mata anak-anak, gambar bukan soal presisi, melainkan  bahasa universal, jujur dan merayakan imajinasi.

Belum sempat menarik napas, pertanyaan berikutnya datang. "Bah, gambar Marsha, Beruang, Mobil sudah dibuat cerita belum?"

Kutersenyum. "Muhun, ieu nuju diserat."

Aa Akil, anak kedua (11 tahun) yang sedari tadi memperhatikan ikut menyahut sambil tersenyum, "Iya kan harus ditulis dulu baru dikirim. Nanti dimuat!"

Sungguh kalimat itu terdengar sederhana. Tapi di balik kepolosannya, tersimpan pelajaran yang sering kali dilupakan orang dewasa. Pasalnya, setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Anak-anak memang tidak sekadar menggambar. Justru sedang memindahkan dunia yang ada di kepala ke atas selembar kertas. Warna-warna yang mereka pilih bukan selalu tentang merah, biru, hijau, kuning. Kadang itu rasa bahagia, (rasa) penasaran, bahkan kerinduan yang belum mampu terucapkan.

Berdeda dengan orang dewasa, sering terburu-buru menilai hasilnya. Garisnya kurang lurus. Warnanya keluar batas. Mata tokohnya terlalu besar. Padahal, yang sedang bertumbuh bukan hanya kemampuan menggambar, melainkan keberanian untuk berimajinasi.

Tak heran bila banyak ahli tumbuh kembang menyebut aktivitas mewarnai sebagai salah satu media belajar yang paling lengkap bagi anak. Ya, di balik kesederhanaannya, mewarnai melatih motorik halus, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, memperkuat fokus, menumbuhkan kreativitas, membantu anak mengekspresikan emosi, mengajarkan kesabaran. Semua itu berlangsung tanpa merasa sedang belajar. Apalagi menggurui.

Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Asyiknya Kakang sedang belajar mewarnai, Senin (13/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Jangan Sepelekan, Ciptakan Waktu Me Time

Bila sejak dini, anak-anak sudah dianjurkan untuk rajin membaca. Dengan membaca, anak-anak bisa melatih kelancaran membaca, menambah kosa kata, melatih daya imajinasi, dan interpretasi mereka.

Salah satu cara terbaik mengajak anak mau membaca adalah melalui cerita bergambar. Dengan cerita bergambar dwi bahasa ini (Indonesia-Inggris), tidak hanya anak menemukan keasyikan membaca cerita, tapi bisa mengenal dan belajar kosa kata dalam bahasa Inggris.

Aktivitas mewarnai akan menambah kesenangan mereka dan membantu mereka memahami isi cerita. Orang tua bisa ikut merasakan kesenangan anak dengan menemani saat beraktivitas.

Dengan berbagai aktivitas dan manfaat yang bisa diperoleh, kegiatan membaca anak akan jadi terasa lebih menyenangkan! (Ira Lathief, · 2010: 1-2)

Salah satu cara yang kreatif dan menyenangkan untuk menciptakan waktu "Me Time" yang mendukung kesehatan mental adalah melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Aktivitas ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa bagi orang dewasa dalam merelaksasi pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Menggambar dan mewarnai melibatkan penggunaan tangan dan imajinasi kita untuk menciptakan karya seni. Ketika kita fokus pada garis-garis dan warna-warna yang tercipta di atas kertas, kita bisa melupakan kekhawatiran dan stres sejenak.

Serunya mewarnai siswa kelas 1-6 MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024 yang mengambil tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, Selasa 22 Oktober 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kegiatan ini dapat menjadi meditasi yang menyenangkan, memungkinkan pikiran kita menjadi lebih tenang, kreatif, dan berada dalam momen yang sedang kita alami.

Menggambar dan mewarnai memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dengan bebas. Kita dapat menggambarkan emosi, imajinasi, atau memvisualisasikan tujuan dan impian kita melalui karya seni. Ini membantu kita mengungkapkan dan mengolah perasaan yang terpendam, serta memberikan ruang bagi kreativitas dan eksplorasi dalam diri kita. (Christofora K, 2024:18)

Jangan sepelekan kegiatan menggambar dan mewarnai bagi anak- anak usia dini. Bagi sebagian orang tua, kegiatan menggambar dan mewarnai mungkin agak diabaikan dan mereka lebih fokus pada kegiatan membaca dan berhitung.

Alasannya, membaca dan berhitung lebih jelas manfaatnya bagi masa depan anak, terutama dari sisi akademik. Padahal, ada banyak manfaat menggambar dan mewarnai bagi anak-anak yang akan menunjang potensi akademik dan non akademik anak di masa dewasanya.

Dengan menggambar dan mewarnai anak akan menggunakan daya imajinasinya untuk menciptakan suatu bentuk yang ia inginkan. Anak akan terus berpikir kreatif menciptakan berbagai macam gambar sesuai imajinasinya.

Bila aktivitas ini dilakukan terus menerus maka kreativitas anak akan semakin terasah. Selain itu manfaat lain dari menggambar dan mewarnai yaitu: a. Melatih kesabaran. b. Sebagai media berekspresi. c. Membantu mengenal perbedaan warna. d. Melatih motorik halus. e. Melatih kemampuan koordinasi. f. Meningkatkan konsentrasi. g. Melatih mengenal garis batas bidang. h. Melatih kesabaran. (Yeni Aslina, ‎Heppy Liana P, 2026:70-71)

Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa kelas 1-6 di MI Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat ikuti lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, kaligrafi dan fashion show, Selasa 22 Oktober 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

6 Manfaat Mewarnai untuk Tumbuh Kembangnya

Manfaat mewarnai bagi anak bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai langkah penting yang mendukung tumbuh kembang si Kecil. Melalui aktivitas yang sederhana ini, anak tidak hanya bersenang-senang, melainkan juga mengasah berbagai kemampuan tanpa merasa terbebani.

Banyak orang tua, guru, dan pengasuh terkadang menganggap mewarnai hanya sebagai pengisi waktu luang. Padahal, manfaat mewarnai bagi anak mampu memberikan dampak luas pada perkembangan fisik, mental, hingga sosial mereka.

Mewarnai merupakan aktivitas sederhana yang menawarkan berbagai manfaat untuk anak. Berikut ini enam manfaat utama yang dapat diperoleh dari kebiasaan mewarnai secara rutin:

1. Mengembangkan Motorik Halus

Saat mewarnai, anak melakukan berbagai gerakan kecil dengan tangan, seperti memegang krayon, menggoreskan warna, bahkan menekan dan memulas pada area tertentu. Gerakan-gerakan ini melatih otot-otot kecil di jari, telapak, dan pergelangan tangan.

Dengan motorik halus yang terlatih, anak jadi lebih mudah belajar menulis huruf, memotong kertas dengan gunting, memasang kancing, hingga menggunakan alat makan sendiri. Kemampuan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar di sekolah dan kemandirian dalam keseharian.

2. Melatih Fokus dan Konsentrasi

Salah satu manfaat mewarnai bagi anak adalah membantu melatih fokus dan konsentrasi sejak dini. Saat mewarnai, anak didorong untuk memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Mereka belajar memperhatikan detail gambar, berusaha mewarnai agar tidak keluar garis, serta memilih warna yang sesuai untuk setiap bagian.

Bila anak terbiasa menyelesaikan gambar hingga tuntas sebelum beralih ke aktivitas lain. Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan mereka dalam memusatkan perhatian, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan tugas secara bertahap. Keterampilan ini sangat penting untuk mendukung proses belajar anak, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Mari menumbuhkan kreativitas lewat mewarnai (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Menumbuhkan Kreativitas

Dalam kegiatan mewarnai, tidak ada aturan baku mengenai pilihan warna atau pola. Anak bebas berimajinasi, misalnya dengan memberi warna biru pada pohon, membuat hewan dengan warna-warna cerah yang tidak biasa.

Dengan kebebasan ini, anak belajar mengekspresikan diri lewat pilihan warna dan gaya mewarnai. Kreativitas yang terasah sejak dini dapat membantu anak berpikir lebih terbuka, menemukan solusi secara kreatif, serta meningkatkan rasa percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.

4. Membantu Mengekspresikan Diri dan Emosi

Terkadang, anak sulit menceritakan perasaannya dengan kata-kata. Melalui mewarnai, anak dapat menyalurkan emosi secara tidak langsung, misalnya dengan memilih warna cerah saat merasa bahagia atau warna yang lebih gelap ketika sedang marah atau sedih.

Dengan memperhatikan pilihan warna dan hasil gambar anak, orang tua atau guru dapat lebih memahami suasana hati mereka. Tentunya mewarnai dapat membantu anak belajar mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Semua ini berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak sejak dini.

5. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Saat mewarnai, anak harus mengarahkan krayon, pensil sesuai dengan bentuk gambar yang dilihat. Proses ini melatih koordinasi antara gerak tangan dan penglihatan (koordinasi mata-tangan), sehingga gerakan menjadi lebih presisi.

Latihan ini akan sangat membantu anak ketika belajar menulis, menggambar lebih rumit, melakukan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan ketepatan, seperti menuang air, mengikat tali sepatu, dan lain-lain.

6. Melatih Kesabaran dan Ketekunan

Mewarnai bukanlah aktivitas yang bisa selesai dalam hitungan detik. Anak perlu meluangkan waktu, berusaha mengisi setiap bagian gambar, dan menghadapi tantangan seperti gambar yang sulit, warna yang kurang pas.

Dengan menyelesaikan gambar sampai tuntas, anak belajar pentingnya proses, berlatih untuk tidak mudah menyerah, dan belajar menghargai hasil dari upaya sendiri. Pengalaman ini secara tidak langsung akan membentuk karakter positif, seperti sabar, tekun, dan bertanggung jawab.

Secara umum, aktivitas mewarnai tidak menimbulkan risiko serius jika dilakukan dengan pengawasan. Meski begitu, pastikan alat warna yang digunakan aman, tidak beracun, dan sesuai dengan usia anak untuk mencegah risiko keracunan, alergi.

Orang tua, guru disarankan untuk selalu mendampingi anak saat mewarnai, terutama pada anak usia dini. Pasalnya, dapat membantu mencegah anak memasukkan alat warna ke mulut, pendampingan ini bermanfaat untuk mengarahkan anak mengekspresikan diri serta mengenali perasaannya lewat gambar dan warna.

Supaya anak tidak mudah bosan, kita bisa mengenalkan berbagai media mewarnai, seperti krayon, pensil warna, hingga cat air. Dengan variasi ini, kegiatan mewarnai akan terasa lebih menyenangkan, sehingga manfaat mewarnai bagi anak bisa dirasakan secara optimal. (www.alodokter.com).

Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Hasil karya alakadarnya menggambar dan mewarnai Kakang, Senin (13/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)

Betapa indahnya cara anak bertumbuh. Apalagi suasana belajar sambil bermain, berpikir sambil tertawa, dan mengenal kehidupan melalui coretan-coretan kecil yang bagi orang dewasa tampak biasa saja.

Dengan begitu selembar kertas kosong selalu menyimpan cerita yang tak terbatas. Bila di tangan orang dewasa, hanya bisa menjadi laporan, proposal, catatan pekerjaan. Namun, di tangan anak-anak, kertas kosong bak  dunia yang belum selesai diciptakan.

Hari itu tidak hanya menemani Kakang menggambar Marsha, Beruang dan Mobil. Justru sedang menyaksikan imajinasi bekerja. Melihat keberanian bocil untuk menciptakan dunianya sendiri.

Walhasil, tugas kita sebagai orang tua bukanlah membuat gambar menjadi sempurna. Cukuplah menjaga agar merawat asa, harapan tidak pernah kehilangan keberanian untuk menggambar, mewarnai, dan bercerita.

Pasalnya, saat anak berhenti berimajinasi, sesungguhnya ada bagian dari masa kecil yang perlahan ikut menghilang. Ya, selama masih ada permintaan sederhana, "Bah... tolong ambilkan kertas kosong dan pensil warna," Semoga kita selalu memiliki waktu untuk menjawabnya.

Dengan demikian, kenangan terindah masa kecil bukanlah mainan yang paling mahal, melainkan kebersediaan orang tua meletakkan kesibukannya sejenak, lalu duduk menemaninya sambil merawat imajinasi untuk memberi warna-warni pada dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)