Tsunami Senyap Akhir Tahun yang Dipicu Letusan Gunung Anak Krakatau

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Tsunami senyap terjadi, seperti kendaraan dengan kecepatan tinggi yang ditabrakan ke masa air. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Tsunami senyap terjadi, seperti kendaraan dengan kecepatan tinggi yang ditabrakan ke masa air. (Sumber: Dok. T Bachtiar)

Sejak Juni hingga Oktober 2018, terjadi letusan-letusan Gunung Anak Krakatau. Letusan-letusan itu mengawali dan memberi jalan bagi magma untuk naik lebih tinggi, dan memberikan pertanda awal akan terjadi letusan ke depannya. Letusan bulan Desember 2018 itu bukanlah letusan yang tiba-tiba. 

Peningkatan aktivitas gunung ditandai dengan letusan-letusan yang mengalirkan lava, melontarkan lava pijar, letusan strombolian, letusan kecil sampai sedang yang menghamburkan skoria, lapili, dan bom gunung api. Adanya kenaikan magma dicirikan dengan terjadinya pembengkakan tubuh gunung, dan adanya retakan di lereng gunung, seperti yang terjadi di sisi baratdaya Gunung Anak Krakatau. 

Morfologi dasar laut yang miring, kerena Gunung Anak Krakatau tumbuh di dasar laut, di kedalaman 50 meter, persis di tepian kaldera yang terbentuk pascaletusan Gunung Krakatau 1883. Keadaan ini menyebabkan material letusan dari Gunung Anak Krakatau lebih bertumpuk di sisi barat daya gunung, sehingga bentuk gunung menjadi tidak sama, tidak simetris.

Keidaksimetrisan ini menyebabkan ketidakseimbangan lereng gunung. Lereng sisi baratdaya menjadi sangat curam.Ditambah pemanasan dari dalam tubuh gunung yang terus-menerus tiada henti, menyebabkan material letusan yang bertumpuk itu seperti dikukus, yang memperlemah daya topang tubuh gunung.

Letusan yang terus-menerus sejak Juni hingga Oktober 2018, telah mengubah konduit, pipa saluran magma di bawah permukaan. Proses pendinginan magma di saluran utama, menyebabkan terjadinya penyumbatan yang kuat, sehingga tidak mampu didobrak oleh tekanan letusan. Meningkatnya tekanan dan dorongan magma yang kuat, namun terhambat oleh lava yang meyumbat, maka terjadi pembelokan saluran magma melalui rekahan yang menyamping ke arah barat daya. Terjadilah letusan lateral atau letusan samping, yang menggetarkan lereng gunung secara kuat, sehingga mempengaruhi kestabilannya. 

Puncak ledakan Gunung Anak Krakatau terjadi tanggal 22 Desember 2018, yang diikuti letusan eksplosif terus-menerus hingga 27 Desember 2018. Tinggi gunung sebelum letusan +338 m dpl, dan setelah letusan tinggal +110 m dpl. Volume lereng gunung yang hilang sebanyak 150 juta m3 sampai 180 juta m3. Volume yang tersisa tinggal 40 juta m3 hingga 70 m3. Rona bumi yang terbentuk pascaletusan 2018 sama dengan bentuk Gunung Anakkrakatau pascaletusan tahun 1952. 

Letusan Gunung Anak Krakatau telah memicu tsunami, dapat diumpamakan, ketika hujan deras turun di jalan raya dengan sistem drainase yang buruk, maka air meteorik akan menggenang di ruas jalan yang cekung. Bila kendaraan yang melaju di sana tidak mengurangi kecepatannya, maka masa air yang tergenang akan didorong ke atas dengan cepat. Airnya akan terangkat melimpas ke depan dan ke berbagai arah. 

Letusan lateral Gunung Anak Krakatau 22 Desember 2018, yang melongsorkan sebagian tubuh gunung sisi barat daya sebanyak 300.000.000 meter kubik, dapat diumpamakan sebagai kendaraan yang meluncur sangat cepat. Hanya dalam waktu lima menit, sudah dapat memindahkan material sebanyak itu ke dalam cekungan raksasa di dasar laut dengan dindingnya yang terjal. Luncuran lereng gunung itu menimbulkan gelombang awal yang besar, dengan tinggi sekitar 40 m di sekitar pusat longsoran.

Masa air yang ada dalam cekungan itulah yang didorong oleh material longsoran sebanyak 3 x 108 m3, menyebabkan 24 menit kemudian, tsunami menggelombang ke pantai barat Banten setinggi 90 cm, yang tiba mulai pukul 21.27 WIB. Dan tsunami melanda pantai selatan Lampung mulai pukul 21.40 WIB setelah menjalar selama 37 menit.

Penghancuran lereng sisi barat daya menyebabkan lereng gunung hancur dan roboh. Terjadilah perpindahan masa lereng gunung seluas 0,64 km persegi, meluncur dengan cepat ke cekungan berdinding terjal secara gravitasi. Cekungan itu merupakan kaldera yang terbentuk pascaletusan 1883. Diameternya sekitar 7 km, dengan bagian terdalam mencapai 250 m. 

Dari dalam kaldera 1883 itulah lahir Gunung Anak Krakatau, yang pada Desember 2018 meletus secara lateral, yang menyebabkan pusat letusan atau lubang kawahnya berada di dalam laut. Letusan-letusan terus terjadi, dan kerucut Gunung Anak Krakatau mulai tumbuh kembali membangun dirinya di dalam kawah berbentuk tapal kuda. 

Bahaya tsunami karena letusan Gunung Anak Krakatau yang meruntuhkan lereng gunung sisi barat daya, sudah diperkirakan sejak lama. Tsunami sangat membahayakan, karena sepanjang pesisir barat Banten dan sepanjang pesisir selatan Lampung, sudah dihuni banyak orang. Demikian juga yang tinggal di pulau-pulau kecil di Selat Sunda, seperti di Pulau Legundi, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Serdang, dan Pulau Sangeang.

Di laut dalam, tsunami menjalar sangat cepat, tapi tinggi gelombangnya tampak biasa. Saat tsunami menghantam perairan dangkal di sepanjang pesisir, akan menghambat kecepatannya, sehingga turun secara drastis. Sebaliknya, energi yang tertekan akan mendorong air laut ke atas, membentuk dinding gelombang yang tinggi, lalu jatuh menghujam daratan, menjadi banjir besar yang melanda ke berbagai arah. 

Tsunami Selat Sunda yang terjadi akhir tahun 2018, disebut sebagai tsunami senyap. Tsunami yang tidak didahului oleh gempa tektonik yang berpusat di zona penunjaman, di dasar Samudra Hindia. Tsunami ini dipicu oleh lereng gunung yang longsor dengan volume yang sangat besar, yang menghujam seketika ke dalam air. Gejala alam seperti ini bisa juga terjadi karena adanya longsor bawah laut. Masa batuan meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi (landslide generated tsunami), menyebabkan massa air laut terdorong ke atas, kemudian terpental secara tiba-tiba, menjadi tsunami yang menyebar ke berbagai arah.

Kawasan pesisir Selat Sunda, baik di sisi barat Banten maupun di sisi selatan Lampung, saat ini sudah sangat padat penduduk dan padat investasi. Tsunami senyap 2018 telah menelan banyak korban, baik di Banten maupun di Lampung. 437 orang meninggal dunia, 16 orang dinyatakan hilang, 14.059 orang luka-luka, dan 33.724 orang mengungsi. Rumah yang rusak diterjang tsunami sebanyak 2.752 unit, penginapan dan warung makan rusak 92 unit, perahu dan kapal rusak 510 unit, dan kendaraan rusak 147 unit.  

Dalam catatan sejarah, letusan Gunung Krakatau 1883 menimbulkan tsunami setinggi 30 m, memporak-porandakan pantai Banten dan pantai Lampung. Bencana itu menelan korban jiwa sebanyak 21.565 orang di Banten, 12.565 orang di Lampung, 3.000 orang di Pulau Sebesi, dan 2.350 orang di Jakarta. 

Tragedi kemanusiaan ini dapat menjadi pembelajaran, karena letusan gunungapi, gempa bumi, dan tsunami akan terus berulang di Indonesia. Siapkah kita untuk melakukan mitigasi agar tragedinya tidak berulang? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)