Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)

Torrefacto dan kopitiam merupakan dua metode pemanggangan biji kopi tradisional yang unik dan menghasilkan cita rasa yang sangat khas. Meskipun kedua teknik ini melibatkan penambahan gula selama proses penyangraian, keduanya berasal dari budaya yang berbeda. Torrefacto populer di Spanyol, Portugal dan negara-negara di Amerika Latin, sedangkan kopitiam berkembang pesat di Asia Tenggara, terutama di Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Proses penyangraian torrefacto dilakukan dengan menuangkan/menyemprotkan gula pasir langsung ke dalam mesin sangrai di akhir proses pemanggangan kopi. Gula tersebut akan meleleh dan melapisi seluruh permukaan biji kopi menjadi lapisan karamel hitam yang mengilap. Lapisan ini berfungsi melindungi biji kopi dari proses oksidasi udara.

Sedangkan itu, kopitiam menggunakan teknik menyangrai biji kopi bersama campuran margarin/mentega dan gula dalam wajan besar. Proses tradisional khas kedai kopi Melayu-Tionghoa ini menghasilkan biji kopi yang pekat dan sangat berminyak. Hasil akhirnya memberikan aroma karamel yang gurih dan tekstur kopi yang sangat kental.

Metode Sangrai Torrefacto

  • Hanya gula pasir (tanpa lemak/minyak).
  • Tradisi Eropa dan Amerika Latin (Spanyol, Portugal, Argentina).
  • Pengawetan alami dan penambah tebal krema (crema).
  • Sangat mengkilap, keras dan dilapisi lapisan karamel tipis seperti kaca.
  • Sangat pahit (bitter), pekat dan dengan aroma gosong/karamel pekat.

Metode Sangrai Kopitiam

  • Gula pasir dan margarin/mentega (terkadang ditambah garam atau jagung).
  • Tradisi Nanyang/Peranakan (Singapura, (Malaysia, Indonesia).
  • Menyamarkan rasa pahit ekstrem kopi murah dan menambah rasa gurih (savory).
  • Hitam pekat, berminyak, lengket dan cenderung menggumpal saat dingin.
  • Pahit yang pekat, memiliki aroma smoky (asap) serta sensasi rasa gurih (creamy/buttery).

Penjelasan Detail Perbedaan Utama

  • Peran lemak (margarin/mentega): Ini adalah perbedaan paling krusial. Torrefacto tidak pernah menggunakan margarin. Karamelisasi pada torrefacto murni berasal dari gula pasir yang mencair dan membungkus biji kopi. Sementara pada kopitiam, penggunaan margarin memberikan efek roasting yang lebih basah, menambah lapisan gurih (buttery) dan memicu reaksi kimia kompleks antara lemak nabati/hewani dengan protein kopi.
  • • Karakteristik fisik biji kopi: Biji kopi torrefacto memiliki lapisan mengkilap yang kering dan rapuh seperti permen kaca. Di sisi lain, biji kopi ala kopi tiam biasanya terlihat sangat hitam, berminyak tebal akibat margarin dan terkadang harus dihancurkan secara manual karena saling menempel setelah dingin.
  • • Tujuan tradisional: Torrefacto awalnya dipatenkan di Spanyol pada tahun 1920-an sebagai metode murah untuk memperlambat oksidasi (membuat kopi tahan lama disimpan). Sedangkan metode Kopitiam lahir dari kebutuhan ekonomi imigran Tionghoa di Asia Tenggara untuk menyulap biji kopi robusta kualitas rendah menjadi minuman yang beraroma harum, pekat dan ramah di lidah pekerja.

Kopi tiam tertua yang tercatat di Singapura adalah Killiney Kopitiam, yang pertama kali buka pada tahun 1919 di Nomor 67 Killiney Road dengan nama awal Kheng Hoe Heng Coffeeshop (atau dikenal juga sebagai Hoe Heng Coffeeshop). Juga Chin Mee Chin di Singapura, berdiri sejak tahun 1920.

Kopitiam tertua di Malaysia, beberapa kopitiam klasik yang tercatat sebagai yang paling tua dan masih bertahan hingga saat ini meliputi:

• Yut Sun (Taiping), Perak, Malaysia, berdiri sejak tahun 1921, menjadi salah satu warisan kuliner tertua.

• Kopitiam Yut Kee di Kuala Lumpur, Malaysia didirikan pada tahun 1928 dan sangat legendaris di ibu kota.

• White House Kopitiam, di Kelantan Malaysia berdiri sejak tahun 1935.

• Kluang Rail Coffee (Johor), di Johor, Malaysia beroperasi sejak tahun 1938 di Stasiun Kereta Api Kluang.

Kopitiam pertama sekaligus tertua di Indonesia adalah Warung Tinggi Tek Sun Ho (Koffie Warung Tinggi dan Bakoel Koffie) berdiri sejak tahun 1878.

• Warung Kopi Ake di Belitung mulai dirintis pada tahun 1911, sementara bangunannya atau tahun operasional resminya sering dicatat berdiri pada tahun 1921 atau 1922.

• Kedai Kopi Apek di Medan, Sumatra Utara, yang sudah buka sejak tahun 1919.

• Kedai Massa Kok Tong (Heng Seng) di Pematang Siantar Sumatera Utara, berdiri sejak tahun 1925.

• Kedai Es Kopi Tak Kie di Jakarta, berdiri sejak tahun 1927

Kopitiam pertama sekaligus tertua di Jawa Barat adalah Warung Kopi Purnama. Kedai kopi legendaris yang menjadi pelopor tradisi kopitiam di tatar Sunda ini terletak di Jalan Alkateri No. 22, Kota Bandung. Berdiri sejak 1930, kedai ini didirikan oleh seorang imigran asal Medan bernama Jong A Thong dan telah bertahan hampir satu abad.

Nama awal saat pertama kali buka, tempat ini bernama Chang Chong Se yang memiliki arti "Silakan Mencoba". Namanya kemudian berganti menjadi Warung Kopi Purnama pada tahun 1966. Hingga saat ini, mereka masih mempertahankan menu klasiknya, seperti kopi susu legendaris dan roti bakar/roti kukus selai srikaya homemade yang dibuat dengan resep turun-temurun.

Kecintaan warga Bandung saat ini jauh lebih tertuju pada konsep dan budaya kedai kopitiam dibandingkan istilah torrefacto, karena keduanya merujuk pada hal yang berbeda.

Perbedaan Mendasar

• Torrefacto bukanlah sebuah gaya kedai atau tempat, melainkan teknik penyangraian biji kopi di mana gula ditambahkan pada tahap akhir roasting untuk menghasilkan cita rasa yang lebih manis, tebal, dan smoky. Teknik ini terkadang dipakai untuk memproduksi kopi gaya tradisional, tetapi bukanlah sesuatu yang umum dijadikan preferensi tempat nongkrong oleh masyarakat umum.

• Kopitiam merupakan konsep kedai kopi tradisional gaya Peranakan (Melayu-Tionghoa) yang menyajikan kopi klasik dengan menu sarapan khas seperti roti kaya/srikaya dan telur setengah matang. Di Bandung, tempat-tempat seperti Warung Kopi Purnama dan berbagai kopitiam modern sangat populer sebagai tempat nongkrong.

Mengapa Kopitiam Sangat Disukai di Bandung?

• Suasana (ambience), menawarkan nuansa vintage atau klasik-modern yang hangat dan santai.

• Ramah di kantong, harga makanan dan minuman di kopitiam umumnya terjangkau.

• Cocok untuk segala waktu, menjadi pilihan utama untuk sarapan pagi maupun bersantai sore.

Proses sangrai menentukan keunikan cita rasa akhir dari segelas kopi. Metode torrefacto yang menggunakan lapisan gula pasir memberikan kilau pekat dan rasa pahit yang intens. Di sisi lain, metode kopitiam yang memadukan margarin/mentega menghasilkan karakteristik rasa creamy dan aroma gurih yang sangat khas.

Meskipun sekilas terlihat mirip karena sama-sama menambahkan bahan lain saat disangrai, keduanya lahir dari budaya berbeda. Torrefacto berkembang pesat di Eropa sebagai trik pengawetan biji kopi pada masa lampau. Sementara itu, kopitiam berakar kuat dalam tradisi kuliner masyarakat Asia Tenggara sebagai pendamping sarapan harian.

Memahami perbedaan kedua teknik ini membantu kita lebih menghargai keragaman industri kopi dunia. Pilihan antara sensasi pekat khas Spanyol atau sentuhan gurih ala Asia Tenggara kembali pada selera Anda. Pada akhirnya, kedua metode penyangraian tradisional ini berhasil memperkaya pengalaman para pencinta kopi hingga hari ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)